Culture

10 Jenis Daifuku, Kue Tradisional Jepang Mirip Mochi

Dalam dunia kuliner Jepang, kue jenis daifuku telah menjadi ikon kue yang dikenal karena kekenyalan dan kelezatan isiannya. Berasal dari kata “dai” yang berarti besar dan “fuku” yang berarti keberuntungan, daifuku sering kali menjadi sajian yang disajikan pada berbagai perayaan dan festival di Jepang.

Namun, keunikan sejati dari daifuku terletak pada ragam isian dan variasi rasa yang menjadikannya kue ini sayang untuk dilewatkan. Dari anko manis hingga stroberi segar, dan dari matcha yang penuh aroma hingga kinako yang gurih, setiap varian daifuku memiliki cerita dan karakteristik rasa tersendiri. 

Perbedaan Daifuku dan Mochi

Daifuku dan mochi adalah dua jenis kue Jepang yang seringkali disamakan, tetapi sebenarnya memiliki perbedaan. Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya:

Daifuku:

  • Isian Khas: Daifuku adalah kue yang umumnya terdiri dari lapisan luar mochi (adonan ketan) yang diisi dengan berbagai bahan, seperti anko (pasta kacang merah manis), buah, pasta biji wijen, atau bahan isian lainnya.
  • Rasa Khas Mochi: Walaupun daifuku memiliki lapisan mochi yang khas, rasa dan teksturnya didominasi oleh isian di dalamnya. Kelekatan mochi memberikan tekstur unik, tetapi rasa dan karakteristik utama sering kali berasal dari isian.
  • Ragam Isian: Daifuku dapat memiliki berbagai ragam isian tergantung pada preferensi dan kreativitas pembuatnya. Beberapa contohnya adalah ichigo daifuku (dengan stroberi), yomogi daifuku (dengan daun artemisia), atau matcha daifuku (dengan bubuk teh hijau).

Mochi:

  • Tidak Selalu Memiliki Isian: Mochi, pada dasarnya adalah adonan ketan yang dipadatkan dan bisa diolah menjadi kue yang diisi atau tidak diisi. Mochi yang tidak diisi biasanya disajikan dalam bentuk potongan kecil atau bola-bola.
  • Isian Opsional: Meskipun mochi dapat diisi dengan berbagai isian seperti buah, es krim, atau pasta kacang, mochi tanpa isian juga umum dijumpai. Mochi yang tidak diisi cenderung memiliki rasa yang lebih netral.
  • Hidangan yang Beragam: Mochi juga dapat digunakan dalam berbagai hidangan, tidak hanya sebagai kue. Misalnya, mochi seringkali diolah menjadi tepung mochi yang digunakan sebagai bahan dasar untuk berbagai hidangan.

Dengan demikian, sementara daifuku adalah salah satu jenis mochi yang diisi, mochi sendiri mencakup berbagai bentuk dan variasi yang bisa diisi atau tidak diisi tergantung pada resep dan keinginan pembuatnya.

Jenis-Jenis Daifuku

jenis daifuku

Terdapat beragam jenis daifuku yang paling populer di kalangan penikmat kue tradisional Jepang. Di antaranya adalah:

1. Yomogi Daifuku

Yomogi daifuku adalah varian daifuku yang menggunakan yomogi atau daun artemisia dalam adonan ketannya. Daun artemisia memberikan warna hijau dan aroma khas pada mochi (adonan ketan) tersebut. Yomogi daifuku umumnya diisi dengan anko (pasta kacang merah manis), yang menciptakan kombinasi rasa yang unik antara kekenyalan mochi, aroma daun artemisia, dan manisnya pasta kacang merah.

Proses pembuatan yomogi daifuku melibatkan campuran daun artemisia yang telah dihaluskan atau diolah menjadi bubuk ke dalam adonan ketan. Setelah itu, adonan ketan ini dibentuk menjadi bola-bola kecil, diisi dengan anko, dan kemudian dilapisi dengan tepung maizena atau serbuk kacang agar tidak lengket.

Yomogi daifuku merupakan salah satu variasi daifuku yang populer di Jepang, dan tambahan daun artemisia memberikan nuansa alami pada kue tersebut. Rasanya yang unik dan tampilannya yang menarik membuatnya menjadi pilihan menarik bagi pecinta kue Jepang.

2. Mame Daifuku

Mame daifuku adalah jenis daifuku yang diisi dengan kacang-kacangan, seperti kacang merah (anko) atau kacang-kacangan lainnya. Kata “mame” dalam bahasa Jepang berarti “kacang,” sehingga kue ini memiliki nama yang diambil dari isian utamanya.

Proses pembuatan mame daifuku mirip dengan pembuatan daifuku pada umumnya. Tepung ketan diolah menjadi adonan mochi, kemudian dibentuk menjadi bola-bola kecil dan diisi dengan campuran pasta kacang atau kacang-kacangan. Setelah itu, bola-bola ini mungkin dilapisi dengan tepung maizena atau serbuk kacang.

Mame daifuku menawarkan kombinasi kekenyalan mochi yang khas dengan rasa gurih dan manis dari kacang-kacangan. Beberapa variasi mame daifuku juga mencakup campuran berbagai jenis kacang atau adonan kacang yang disertakan di dalamnya. Kue ini merupakan pilihan yang populer di kalangan pecinta kue Jepang yang menyukai rasa kacang dalam hidangan manis.

3. Aisu Daifuku

Aisu daifuku adalah jenis daifuku yang dikombinasikan dengan es krim. Secara harfiah, “aisu” berasal dari kata bahasa Inggris “ice” yang berarti es krim. Dalam hal ini, daifuku aisu sering kali terdiri dari bola-bola kecil mochi (adonan ketan) yang diisi dengan es krim, menciptakan kombinasi tekstur kenyal dan lembut yang menyegarkan.

Proses pembuatan aisu daifuku nyaris sama dengan pembuatan mochi yang biasa, tetapi dengan penekanan pada ukuran bola mochi yang lebih besar untuk menampung es krim di dalamnya. Setelah mochi dibentuk dan diisi dengan es krim, kemudian juga dilapisi dengan tepung maizena atau serbuk kacang agar tidak lengket.

Variasi daifuku aisu bisa sangat beragam, termasuk berbagai rasa es krim yang diisi, seperti vanila, cokelat, stroberi, teh hijau, dan lainnya. Kombinasi antara kekenyalan mochi dan kelezatan es krim menciptakan pengalaman rasa yang unik dan eksotis bagi para pecinta kue Jepang.

4. Ichigo Daifuku

Ichigo daifuku adalah jenis daifuku yang diisi dengan stroberi segar. “Ichigo” berarti stroberi dalam bahasa Jepang. Kue ini merupakan kombinasi yang lezat dari kekenyalan mochi (adonan ketan) dan keaslian rasa stroberi.

Proses pembuatan ichigo daifuku melibatkan pembuatan adonan mochi, yang kemudian dibentuk menjadi bola-bola kecil dan diisi dengan stroberi yang biasanya telah dipotong menjadi potongan-potongan kecil atau diiris tipis. Kadang-kadang, stroberi juga diisi dengan pasta kacang merah manis (anko) untuk memberikan sentuhan manis tambahan.

Ichigo daifuku sering kali disukai karena kombinasi manisnya stroberi segar dengan kekenyalan mochi. Kue ini populer di Jepang dan di berbagai tempat di dunia sebagai salah satu varian daifuku yang paling menarik dan lezat. Rasanya yang segar dan penampilannya yang cantik membuatnya menjadi pilihan yang populer ketika musim stroberi.

5. Toasted Daifuku

Toasted daifuku adalah jenis daifuku yang mengalami proses pemanggangan dalam pembuatannya. Cara ini memberikan dimensi baru pada tekstur dan rasa kue tradisional Jepang ini. Proses pemanggangan menjadikan lapisan luar adonan menjadi renyah, sehingga menciptakan tekstur yang kontras dengan kekenyalan di dalamnya.

Proses pembuatan toasted daifuku dengan cara memanggang bola-bola mochi yang telah diisi dengan berbagai jenis isian seperti anko (pasta kacang merah manis) atau kacang-kacangan. Pemanggangan ini memberikan aroma khusus dan memberikan pengalaman rasa yang berbeda dari daifuku tradisional.

Toasted daifuku dapat dijumpai dalam berbagai varian rasa tergantung pada isian yang digunakan. Beberapa orang juga menambahkan lapisan luar tambahan seperti gula atau taburan wijen untuk memberikan tambahan rasa dan tekstur yang menarik.

6. Ume Daifuku

Ume daifuku adalah jenis daifuku yang diisi dengan umeboshi, yaitu buah prem (plum Jepang) yang diawetkan dalam garam dan air. “Ume” berarti prem dalam bahasa Jepang. Kombinasi antara kekenyalan mochi (adonan ketan) dan rasa unik serta asam dari umeboshi memberikan pengalaman rasa yang unik dan menarik.

Proses pembuatan ume daifuku melibatkan pembuatan adonan mochi, yang kemudian dibentuk menjadi bola-bola kecil dan diisi dengan umeboshi. Kue ini juga dilapisi dengan tepung maizena atau serbuk kacang.

Rasa asam dan gurih dari umeboshi memberikan kontras yang menarik dengan kekenyalan mochi. Ume daifuku merupakan pilihan yang unik dan berbeda bagi mereka yang menyukai kombinasi rasa yang tidak biasa dalam kue tradisional Jepang. Kue ini dapat dijumpai di toko kue Jepang atau toko-toko yang menjual makanan Jepang.

7. Yuzu Daifuku

Yuzu daifuku adalah jenis daifuku yang diisi dengan pasta atau selai yang terbuat dari yuzu. Yuzu adalah jenis buah sitrus yang berasal dari Asia Timur, memiliki aroma yang khas dan rasa yang unik, yaitu kombinasi antara jeruk, lemon, dan grapefruit.

Proses pembuatan yuzu daifuku melibatkan pembuatan adonan mochi, yang kemudian dibentuk menjadi bola-bola kecil dan diisi dengan pasta atau selai yuzu. Terkadang kue ini dilapisi dengan tepung maizena atau serbuk kacang untuk mencegah kelekitan.

Yuzu daifuku menawarkan kombinasi kekenyalan mochi dengan kelezatan asam dan segar dari yuzu. Rasanya yang cerah dan menyegarkan membuatnya menjadi pilihan yang populer, terutama bagi mereka yang menyukai rasa buah-buahan sitrus. Yuzu daifuku dapat dijumpai di toko kue Jepang atau toko-toko yang menyajikan makanan Jepang.

8. Kinako daifuku

Kinako daifuku adalah jenis daifuku yang dilapisi dengan bubuk kinako, yaitu bubuk kacang kedelai panggang yang memiliki rasa gurih dan kaya nutrisi. Kinako sendiri adalah bahan umum dalam kue-kue Jepang dan digunakan sebagai pelapis atau taburan untuk menambahkan rasa kacang dan aroma yang khas.

Proses pembuatan kinako daifuku melibatkan pembuatan adonan mochi, yang kemudian dibentuk menjadi bola-bola kecil dan diisi dengan anko (pasta kacang merah manis) atau bahan isian lainnya. Setelah itu, bola-bola mochi ini dilapisi dengan bubuk kinako, menciptakan lapisan luar yang lezat.

Rasa gurih dan lembut dari bubuk kinako memberikan kontrast yang kaya pada kekenyalan mochi dan manisnya anko. Kinako daifuku adalah pilihan yang populer di kalangan pencinta kue Jepang dan sering dijumpai di toko kue Jepang atau toko-toko yang menyajikan makanan Jepang.

9. Matcha Daifuku

Matcha daifuku adalah jenis daifuku yang diisi dengan matcha, yaitu bubuk teh hijau Jepang yang terkenal akan rasa dan aroma uniknya. Proses pembuatan matcha daifuku melibatkan pencampuran bubuk matcha ke dalam adonan mochi (adonan ketan) untuk memberikan warna hijau dan rasa teh hijau yang khas.

Berikut adalah langkah-langkah umum dalam pembuatan matcha daifuku:

  • Pembuatan Adonan Mochi: Campurkan tepung ketan dengan air dan gula, kemudian masak adonan hingga menjadi kental dan kenyal. Setelah itu, tambahkan bubuk matcha untuk memberikan warna dan rasa teh hijau.
  • Pembentukan Bola Mochi: Setelah adonan mochi siap, bentuk menjadi bola-bola kecil.
  • Pengisian dengan Anko atau Filling Lain: Isi bola-bola mochi dengan anko (pasta kacang merah manis) atau pilihan isi lainnya, seperti kacang atau pasta biji wijen hitam.
  • Pelapisan dengan Tepung Maizena atau Serbuk Kacang: Untuk mencegah kelekitan, lapisilah bola-bola mochi dengan tepung maizena atau serbuk kacang.

Matcha daifuku menawarkan kombinasi kekenyalan mochi dengan kekhasan rasa teh hijau. Rasanya yang unik dan penampilannya yang menarik membuatnya menjadi pilihan yang populer di kalangan pecinta kue Jepang, terutama mereka yang suka akan rasa manis dan pahit dari matcha.

10. Sakura Daifuku

Sakura daifuku adalah jenis daifuku yang terinspirasi oleh bunga sakura atau bunga ceri Jepang. Kue ini sering kali memiliki warna dan rasa yang terkait dengan musim bunga sakura yang indah. Proses pembuatan dan isian bisa bervariasi, tetapi unsur bunga sakura seringkali menjadi bagian penting dari kue ini.

Berikut adalah beberapa karakteristik umum dari sakura daifuku:

  • Warna dan Aroma Bunga Sakura: Mochi (adonan ketan) pada sakura daifuku memiliki warna merah muda atau putih, mencerminkan warna bunga sakura yang mekar. Selain itu, kue ini mengandung ekstrak bunga sakura atau digarnis untuk memberikan aroma khas.
  • Isian: Kue ini biasanya diisi dengan anko (pasta kacang merah manis) atau varian isian lain yang sesuai dengan tema musim bunga, seperti pasta kacang merah berbentuk bunga sakura.
  • Penggunaan Daun Sakura: Beberapa varian sakura daifuku dapat disajikan dengan daun sakura yang dimakan atau digunakan sebagai hiasan. Namun, perlu diperhatikan bahwa beberapa jenis daun sakura tidak dimaksudkan untuk dimakan, dan konsumen harus berhati-hati untuk memilih jenis daun sakura yang aman untuk dikonsumsi.

Sakura daifuku seringkali tersedia secara terbatas, terutama selama musim bunga sakura yang singkat di Jepang. Kue ini menjadi ikon makanan musim semi dan sering dicari oleh pecinta kuliner Jepang yang ingin merayakan keindahan musim bunga.

Resep Membuat Daifuku

Berikut adalah langkah-langkah umum dalam proses pembuatan daifuku.

Bahan-bahan:

  • Tepung ketan (mochiko): Untuk membuat adonan mochi.
  • Air: Sebagai bagian dari adonan mochi.
  • Gula: Untuk memberikan rasa manis pada adonan mochi.
  • Isian: Anko (pasta kacang merah manis) adalah pilihan isian tradisional, tetapi bisa juga menggunakan buah-buahan, pasta kacang lainnya, atau bahan isian sesuai selera.

Langkah-langkah:

  • Persiapan Adonan Mochi:
    • Campurkan tepung ketan, air, dan gula dalam mangkuk hingga rata.
    • Rebus campuran tersebut di atas api sedang sambil terus diaduk hingga adonan menjadi kental dan kenyal. Pastikan tidak terlalu lama untuk menghindari kelembutan berlebih.
  • Pembentukan Bola Mochi:
    • Setelah adonan mochi telah matang, biarkan sedikit dingin agar bisa dipegang tanpa terlalu panas.
    • Ambil sejumlah kecil adonan dan bentuk menjadi bola-bola kecil. Ulangi proses ini untuk membuat semua bola mochi yang dibutuhkan.
  • Pengisian Isian:
    • Ambil bola mochi yang sudah dibuat, pipihkan atau dibentuk menjadi cakram tipis.
    • Letakkan isian (seperti anko atau isian lainnya) di tengah cakram mochi.
    • Tutupi isian dengan melipat cakram mochi ke atas, membentuk bola dan pastikan rapat agar isian tidak bocor.
  • Penyelesaian dan Pelapisan:
    • Pastikan semua daifuku telah dibentuk dengan baik dan rapat.
    • Untuk mencegah lengket, bisa melapisi permukaan daifuku dengan tepung maizena, serbuk kacang, atau campuran tepung maizena dan tepung ketan.

Proses ini menjadikan daifuku memiliki kekenyalan khas mochi dengan rasa manis dari isian di dalamnya. Variasi daifuku dapat ditambahkan dengan mengganti adonan mochi dengan bubuk matcha, menggunakan isian buah-buahan, atau bereksperimen dengan bahan-bahan lain untuk menciptakan rasa yang unik dan menarik.

Demikian Minasan jenis-jenis daifuku yang paling populer di kalangan penikmat kue tradisional Jepang. Nah ternyata daifuku dan mochi itu berbeda ya Minasan. Jadi jangan salah untuk menyebutkan mana mochi dan mana daifuku, kalau masih bingung baca lagi artikel ini dari atas! Hehehe.


Bagi Minasan yang ingin tahu informasi menarik dan edukatif lainnya seputar dunia Jepang, jangan lewatkan konten-konten dan video-video menarik dari Pandai Kotoba, di Instagram Pandai Kotoba dan channel Youtube Pandai Kotoba.

Mata!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *