Culture

Seni Bela Diri Kendo, Seni Bela Diri Jepang Berakar dari Samurai

Seni bela diri Kendo mungkin belum sepopuler seni bela diri lain seperti karate atau taekwondo, tapi jangan salah, ini adalah olahraga yang menarik, lho Minasan!

Jika Minasan mencari alternatif yang unik dan seru untuk berolahraga, maka Kendo adalah pilihan yang layak dipertimbangkan. Namun, sebelum itu ketahui dulu yuk, hal-hal tentang seni bela diri Kendo lewat ulasan artikel berikut ini.

Kendo Adalah…

seni bela diri kendo

Kendo adalah seni bela diri Jepang yang melibatkan pertarungan pedang menggunakan shinai (pedang bambu) dan peralatan pelindung lainnya. Seni bela diri ini menggabungkan unsur seni, disiplin, dan olahraga dalam satu kesatuan yang unik, dan merupakan cara yang baik untuk mengembangkan karakter, keterampilan fisik, dan semangat sportif.

Kenapa Dinamakan Kendo?

Kata “Kendo” sendiri terdiri dari dua karakter dalam aksara kanji, yaitu:

  • “Ken” (剣): Ini adalah kanji yang berarti “pedang” atau “senjata tajam.”
  • “Do” (道): Ini adalah kanji yang berarti “jalan” atau “jalan hidup.”

Jadi, ketika kata “Kendo” digabungkan, arti secara harfiah-nya adalah “Jalan Pedang” atau “Jalan Hidup Pedang.”

Nama “Kendo” mencerminkan esensi dari seni bela diri ini. Ini adalah kombinasi dari teknik-teknik berpedang yang dilatih untuk melindungi diri, serta penanaman nilai-nilai etika, semangat sportif, dan pendekatan filosofis yang diterapkan dalam pelatihan Kendo. 

Dalam seni bela diri Kendo, pedang bukan hanya alat pertempuran, tetapi juga menjadi sarana untuk memahami prinsip-prinsip seperti kejujuran, disiplin, dan rasa hormat terhadap lawan.

Selain itu, “Do” dalam Kendo juga mengacu pada konsep bahwa latihan Kendo adalah lebih dari sekadar bela diri fisik. Kendo adalah perjalanan atau jalan yang memungkinkan pemain Kendo untuk mengembangkan karakter, moralitas, dan sikap yang benar dalam menghadapi kehidupan.

Sejarah Kendo

Awalnya, seni pedang Jepang, yang dikenal sebagai “kenjutsu,” berkembang selama periode abad pertengahan Jepang (abad ke-8 hingga abad ke-16). 

Kenjutsu adalah seni bela diri pedang yang diajarkan di antara samurai. Latihan awal Kenjutsu fokus pada teknik-teknik berpedang dan pertempuran nyata.

Pada periode Edo (abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-19), perkembangan Kenjutsu mulai muncul. Hal ini ditandai dengan munculnya banyak perguruan (ryu) Kenjutsu didirikan. 

Setiap perguruan Kenjutsu memiliki teknik dan gaya masing-masing yang berbeda antara satu perguruan dengan perguruan lainnya. Meskipun demikian, secara keseluruhan latihan Kendo berfokus untuk mengembangkan keterampilan pedang, etika samurai, dan aspek-aspek mental dalam seni bela diri pedang.

Pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, ada peningkatan dalam sistem pelatihan Kenjutsu yang lebih terstruktur. Perguruan Kenjutsu mulai menggunakan shinai (pedang bambu) sebagai alat latihan yang lebih aman daripada menggunakan pedang tajam. Periode ini menjadi momen kemunculan Kendo modern di kemudian hari.

Era Meiji (1868-1912) adalah titik balik dari modernisasi Jepang secara besar-besaran, termasuk dalam seni bela diri. 

Pada tahun 1870-an, barulah istilah “Kendo” pertama kali digunakan untuk merujuk pada seni pedang yang telah mengalami transformasi besar. Kendo memiliki bentuk yang lebih formal, termasuk pengenalan bogu (peralatan pelindung kepala, tangan, dan badan) yang digunakan dalam latihan.

Selama periode Meiji ini, Kendo mulai digunakan dalam sistem pendidikan dan menjadi bagian dari kurikulum sekolah di Jepang. Hal ini menjadikan Kendo semakin berkembang sebagai olahraga kompetitif dengan aturan yang lebih terstruktur. Kemudian, pada tahun 1909, All Japan Kendo Federation (AJKF) didirikan untuk mengatur dan mengembangkan Kendo secara nasional.

Setelah Perang Dunia II, Kendo terus berkembang sebagai olahraga dan seni bela diri yang populer di Jepang dan di seluruh dunia. Peraturan Kendo terus diperbarui dan disempurnakan oleh AJKF, dan turnamen Kendo internasional seperti Kejuaraan Dunia Kendo diadakan secara rutin.

Sekarang ini, seni bela diri Kendo adalah olahraga dengan peminat hingga jutaan orang dari seluruh dunia. Kendo dianggap menarik karena kombinasi teknik berpedang yang indah, penanaman etika dan nilai-nilai semangat samurai yang diterapkan dalam seni bela diri ini.

Perlengkapan Olahraga Seni Bela Diri Kendo

Perlengkapan Kendo digunakan untuk melindungi para pemain atau atlet Kendo baik dalam latihan maupun pertandingan. 

Terdapat beberapa perlengkapan yang harus digunakan para pemain seni bela diri Kendo, di antaranya:

  • Men (Kabuto): Men adalah topeng kepala yang terbuat dari bambu yang dirantai bersama dengan tali kulit. Perlengkapan ini melindungi kepala dan leher dari serangan pedang. Men memiliki penutup wajah yang disebut “mengane” yang terbuat dari baja dan memiliki lubang-lubang untuk melihat.
  • Kote: Kote adalah pelindung tangan yang terbuat dari bahan yang kuat, seperti kulit dan serat. Kote melindungi tangan dan lengan dari serangan pedang. Juga, kote memiliki tali yang digunakan untuk mengencangkan pelindung dengan aman.
  • Do: Do adalah pelindung badan yang terbuat dari bambu atau serat yang keras. Perlengkapan ini melindungi tengah tubuh, perut, dan pinggang dari serangan pedang. Do sering memiliki lapisan bahan yang lebih lembut di bagian dalam untuk kenyamanan.
  • Tare: Tare adalah pelindung panggul dan selangkangan yang terbuat dari bahan keras dan kuat seperti bambu atau serat. Perlengkapan ini melindungi area panggul dan selangkangan dari serangan pedang. Tare biasanya dikencangkan dengan tali yang melewati pinggang.
  • Bogu: Bogu adalah tas khusus yang digunakan untuk mengangkut dan menyimpan perlengkapan Kendo yang memiliki kompartemen yang terpisah untuk setiap bagian perlengkapan.
  • Shinai: Shinai adalah pedang bambu yang digunakan untuk latihan dan pertandingan Kendo yang terdiri dari empat batang bambu yang dirantai bersama dengan tali kulit dan tali bulu. Shinai dirancang untuk memberikan kesan serangan yang realistis tanpa menyebabkan cedera.
  • Bokken: Bokken adalah pedang kayu yang digunakan untuk latihan teknik dasar Kendo. Pedang kayu ini biasa digunakan pemain Kendo saat berlatih gerakan dasar dan pertahanan.
  • Hakama: Hakama adalah celana berpotongan lebar yang digunakan dalam Kendo yang memiliki tujuh lipatan yang mewakili tujuh kebajikan samurai. Hakama melambangkan tingkat pengalaman pemain Kendo.
  • Keikogi: Keikogi adalah baju latihan yang dikenakan di bawah hakama yang biasanya terbuat dari katun dan dirancang untuk menjaga suhu tubuh tetap nyaman selama latihan.
  • Tenugui: Tenugui adalah sejenis kain yang digunakan untuk mengelap keringat selama latihan. Perlengkapan ini sering digunakan untuk membersihkan wajah atau menahan rambut saat mengenakan Men.

Semua perlengkapan tersebut dirancang untuk melindungi para pemain Kendo dari cedera selama latihan dan pertandingan, serta memberikan perlindungan yang cukup saat berlatih teknik-teknik pedang yang intens.

Menariknya, perlengkapan Kendo juga memiliki nilai simbolis yang berperan dalam melestarikan tradisi dan etika seni bela diri ini.

Teknik-teknik dalam Seni Bela Diri Kendo

Seni bela diri Kendo melibatkan berbagai teknik serangan dan pertahanan dengan menggunakan shinai (pedang bambu). 

Teknik-teknik ini dirancang untuk mencapai poin dalam pertandingan atau saat berlatih Kendo. Nah, apa saja teknik-tekniknya? Berikut ini ulasan singkatnya.

1. Teknik Serangan (Waza):

  • Men-uchi: Teknik ini adalah serangan ke bagian atas kepala lawan. Pemain mengayunkan shinai mereka dari atas ke bawah dengan kuat untuk mencapai target lawan.
  • Kote-uchi: Ini adalah serangan yang ditujukan ke pergelangan tangan lawan. Pemain mencoba mengenai bagian pergelangan tangan lawan dengan shinai.
  • Do-uchi: Serangan ini ditujukan ke tengah tubuh lawan, biasanya ke daerah yang dilindungi oleh pelindung Do. Pemain mengayunkan shinai secara horizontal untuk mencapai target ini.
  • Tsuki: Tsuki adalah serangan ke leher lawan. Ini adalah teknik yang jarang digunakan dan memerlukan tingkat keterampilan yang tinggi karena harus dilakukan dengan hati-hati.

2. Teknik Pertahanan (Uke-Waza):

  • Tsubazeriai: Ini adalah teknik di mana pemain mendekati lawan dan menahan shinai lawan dengan shinai mereka sendiri. Ini dapat digunakan untuk mengendalikan pergerakan lawan.
  • Suriage: Teknik ini dilakukan dengan cara mengangkat shinai untuk memblokir atau mengalihkan serangan lawan.
  • Uchi Otoshi: Uchi Otoshi adalah teknik yang digunakan untuk mengalihkan serangan lawan dengan mengayunkan shinai secara diagonal ke bawah.

3. Teknik Kombinasi:

  • Renzoku-waza: Ini adalah serangkaian serangan yang digunakan dalam urutan cepat untuk mencoba mengecoh lawan dan mencetak poin.
  • Nidan-waza dan Sandan-waza: Ini adalah teknik kombinasi dua atau tiga serangan berturut-turut yang dirancang untuk memperoleh poin.

4. Gerakan Kaki:

  • Ayumi-ashi: Ini adalah langkah-langkah kecil yang digunakan untuk mengatur jarak dengan lawan.
  • Okuri-ashi: Gerakan ini dilakukan dengan cara menggeser kaki dengan gerakan yang lebih besar untuk menghindari serangan atau untuk mengejar lawan.
  • Fumikomi-ashi: Teknik gerakan ini dilakukan dengan cara membuat langkah besar di mana pemain melangkah maju dengan cepat untuk mengeksekusi serangan dengan kuat.

Aturan Poin dalam Olahraga Seni Bela Diri Kendo

Tujuan utama dalam pertandingan seni bela diri Kendo adalah mencetak poin yang sah. Poin dapat dicetak dengan melakukan serangan ke target yang sah sesuai aturan.

Target yang sah adalah bagian atas kepala (men), pergelangan tangan (kote), dan tengah tubuh (do). Serangan ke kepala dan do dinilai sebagai satu poin, sementara serangan ke kote dinilai sebagai separuh poin.

Poin dalam Kendo dinilai oleh wasit yang berada di sisi tatami. Wasit akan menilai apakah serangan telah dilakukan dengan benar dan apakah serangan mengenai target yang benar. 

Wasit juga mengawasi permainan dan mengambil keputusan dalam hal pelanggaran aturan. Pelanggaran terhadap aturan Kendo dapat mengakibatkan peringatan atau hukuman. 

Peringatan dapat diberikan jika seorang pemain melakukan pelanggaran kecil. Hukuman, seperti diskualifikasi atau pengurangan poin juga bisa diberikan jika terjadi pelanggaran yang lebih serius.


Itulah Minasan hal-hal tentang olahraga seni bela diri Kendo yang berasal dari Jepang. 

Jadi, sekarang Minasan sudah tahu bahwa Kendo itu lebih dari sekadar bermain pedang atau mengejar poin.

Ini adalah perjalanan ke dalam diri kita sendiri, latihan untuk melibatkan semangat yang kuat, dan cara yang keren untuk melatih diri memiliki jiwa yang sportif.

Bagi Minasan yang ingin tahu lebih jauh perihal informasi tentang dunia Jepang lainnya bisa ikuti Instagram Pandai Kotoba dan subscribe Youtube Pandai Kotoba ya!

Yuk Minasan, ambil shinai-mu, kenakan topengmu, dan ikuti Jalan Pedang yang mengagumkan layaknya Kendo!

Mata ne~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *