Culture

Gelas Ochoko, Gelas Sake Klasik Ala Jepang

Di tengah keramaian restoran-restoran di Jepang yang khas, mungkin ada sebuah benda kecil yang mungkin luput dari perhatian orang-orang. Benda itu adalah Ochoko, sebuah gelas kecil yang ternyata memiliki banyak kisah menarik di baliknya. 

Dalam artikel ini, Pandai Kotoba akan mengajak Minasan untuk memahami lebih dalam mengenai Ochoko dan mengapa gelas kecil ini begitu penting dalam ritual minum sake yang menjadi bagian dari tradisi panjang di Jepang.

Apa itu Ochoko?

gelas ochoko sake jepang

Secara harfiah, kata ochoko (お猪口) berarti sesuatu yang kecil dan sederhana. Ochoko atau kadang bisa disebut choko, adalah sejenis gelas sake berbentuk kecil dan sederhana, sesuai namanya.

Sekilas, gelas Ochoko mirip dengan gelas sloki. Ochoko yang selalu berbentuk kecil ini hanya memiliki daya tampung sebanyak 20-90 ml saja. Gelas ochoko kerap bersanding dengan botol sake yang juga tradisional yang disebut tokkuri (徳利).

Terdapat hal unik dalam gelas sake tradisional Jepang ini. Di dasar gelas ochoko yang berwarna putih seringkali terdapat dua lingkaran seperti cincin yang berwarna biru. Lingkaran warna biru ini dikenal dengan istilah kikichoko.

Kikichoko tersebut berfungsi untuk mengetes kualitas sake. Para peminum sake bisa melihat kualitas kejernihan sake dengan melihat lingkaran biru kikichoko di dasar gelas yang telah diisi sake. Jika kikichoko terlihat jelas, maka kualitas sakenya termasuk jernih dan tentu berkualitas.

Sejarah Ochoko

Ochoko pertama kali muncul di Jepang pada periode Edo (1603-1868). Sebelum ada Ochoko, sake biasanya diminum dari mangkuk besar yang disebut chawan. Ochoko diciptakan untuk menggantikan chawan sebagai wadah yang lebih praktis dan lebih proporsional ketika minum sake.

Gelas ochoko awalnya terbuat dari bahan-bahan seperti tanah liat, keramik, atau porselen dan sering kali dihiasi dengan motif-motif tradisional yang indah. Seiring waktu, Ochoko dianggap sebagai suatu karya seni, kemudian berbagai gaya dan desain pun mulai berkembang.

Ochoko sering pula digunakan dalam upacara minum sake yang formal, seperti “sakazuki” yang digunakan dalam pernikahan atau “san-san-kudo” dalam upacara minum teh.

Seiring dengan perubahan budaya dan teknologi, Ochoko pun mengalami evolusi. Pada zaman modern, Ochoko bisa terbuat dari berbagai bahan, termasuk kaca, plastik, dan logam. Desainnya pun dapat bervariasi dari yang tradisional hingga yang sangat modern.

Ochoko yang memang bernilai seni yang tinggi kerap menjadi koleksi bagi para penggemar seni di Jepang. Banyak kolektor mencari gelas Ochoko antik atau unik dengan desain yang langka. Para seniman juga terus menciptakan Ochoko dengan desain-desain inovatif, menciptakan perpaduan antara tradisi dan kreativitas.

Ochoko Tanah Liat yang Paling Klasik

Ochoko yang terbuat dari tanah liat adalah salah satu jenis gelas Ochoko yang paling tradisional dalam budaya minum sake Jepang. 

gelas ochoko jenis tanah liat ini memiliki karakteristik dan keunggulan tertentu, di antaranya:

  • Tanah liat memiliki kemampuan yang baik untuk menjaga suhu minuman. Jadi, Ochoko tanah liat dapat membantu sake tetap dingin atau hangat.
  • Ochoko tanah liat dapat menyerap aroma sake ke dalam dinding gelas. Hal ini dapat meningkatkan pengalaman meminum sake dengan menghadirkan aroma yang khas dari minuman tersebut.
  • Ochoko tanah liat sering memiliki desain yang sangat tradisional dan sederhana. Gelas Ochoko jenis ini sering memiliki warna tanah liat alami yang sederhana dan klasik.
  • Ochoko tanah liat sering kali dibuat dengan tangan oleh pengrajin keramik yang terampil. Setiap Ochoko bisa memiliki sentuhan unik yang membuatnya istimewa.
  • Karena tanah liat adalah bahan alami, setiap Ochoko yang terbuat dari tanah liat dapat memiliki tekstur, warna, dan keunikan yang berbeda-beda. Ini menjadikannya pilihan yang istimewa bagi para kolektor.
  • Ochoko tanah liat sering digunakan dalam upacara minum sake tradisional seperti chanoyu (upacara teh) dan upacara pernikahan di Jepang sehingga menambah sentuhan otentik dan budaya dalam acara tersebut.
  • Ochoko tanah liat memerlukan perawatan khusus. Setelah digunakan, mereka harus dibersihkan dengan lembut, dan tidak disarankan untuk mencucinya dengan sabun atau deterjen berbahan kimia kuat agar tidak menghilangkan sifat penyerapan aroma yang diinginkan.

Selain tanah liat, ochoko bisa terbuat dari keramik, titanium, timah murni, alumunium dan lain sebagainya. Namun, pada dasarnya ochoko klasik yang terbuat dari tanah liat yang paling pas untuk menikmati sake dengan sensasi yang paling tradisional.

Jenis-Jenis Gelas Ochoko

Terdapat berbagai jenis Ochoko yang berbeda berdasarkan desain, bahan pembuatan, dan penggunaannya. Berikut beberapa jenis Ochoko yang umum:

1. Guinomi Ochoko

Guinomi Ochoko memiliki ukuran yang lebih besar daripada Ochoko biasa. Mereka sering memiliki kapasitas yang lebih besar, sehingga dapat menampung lebih banyak sake atau minuman beralkohol lainnya.

Guinomi Ochoko sering digunakan dalam setting yang lebih santai, seperti di bar atau restoran yang menyajikan berbagai jenis sake. Ukuran yang lebih besar membuat Guinomi Ochoko lebih nyaman untuk digunakan oleh mereka yang ingin menikmati sake dalam jumlah yang lebih banyak.

Seperti Ochoko lainnya, Guinomi Ochoko memiliki beragam desain, mulai dari yang tradisional hingga yang modern dengan beragam ornamen atau lukisan menghiasi permukaannya. Merawat Guinomi Ochoko pun relatif mudah, yaitu dengan membersihkannya dengan lembut menggunakan air hangat dan deterjen ringan, dan kemudian mengeringkannya dengan kain lembut.

2. Hai Ochoko

Hai Ochoko adalah Ochoko yang lebih kecil dan biasanya memiliki kapasitas yang cukup untuk satu tegukan sake. Ukurannya membuatnya cocok untuk minuman yang diminum dalam porsi kecil.

Hai Ochoko adalah jenis Ochoko yang paling umum digunakan dalam pengaturan sehari-hari dan di berbagai restoran dan bar di Jepang. Jenis gelas ochoko ini cocok untuk minuman seperti sake, shochu, atau minuman beralkohol Jepang lainnya.

Selain itu, Hai Ochoko hadir dalam berbagai desain, mulai dari yang sederhana hingga yang artistik. Beberapa Hai Ochoko memiliki ornamen dan motif tradisional yang menarik dan klasik. Karena itulah, meskipun ukurannya kecil namun banyak kolektor benda antik yang tertarik untuk mengkoleksinya.

3. Kiki Ochoko

Kiki Ochoko adalah Ochoko yang sangat kecil, bahkan lebih kecil dari Hai Ochoko. Jenis gelas ochoko ini biasanya digunakan untuk menyuguhkan sake pada tamu dalam upacara minum teh Jepang yang disebut chanoyu.

Dibanding jenis ochoko lainnya, Kiki Ochoko yang terbuat dari porselen keramik ini cenderung memiliki desain yang simpel, minim dekorasi bahkan bisa polos saja, namun tetap terkesan elegan.

Meskipun sederhana dalam hal desain, beberapa Kiki Ochoko memiliki keindahan yang tersembunyi dalam kesederhanaannya dan sering kali menjadi objek seni yang dikoleksi oleh para pecinta seni dan budaya tradisional Jepang.

4. Kutani Ochoko

Nama “Kutani” merujuk pada daerah Kutani di Jepang, di mana jenis Ochoko ini pertama kali dikembangkan pada abad ke-17. Kutani dikenal sebagai wilayah pengrajin keramik berwarna-warni yang indah.

Salah satu ciri khas utama dari Kutani Ochoko adalah desainnya yang sangat artistik dengan lukisan tangan yang rumit, motif-motif tradisional, atau gambar-gambar yang menggambarkan alam, hewan, atau objek-objek lain.

Kutani Ochoko yang dibuat dengan tangan oleh pengrajin keramik yang terampil. Setiap Ochoko bisa memiliki sentuhan unik yang membuatnya istimewa.

Karena desainnya yang artistik dengan detail yang sangat rapi, Kutani Ochoko memerlukan perawatan yang hati-hati. Membersihkannya dengan lembut menggunakan air hangat dan deterjen ringan adalah cara yang sangat disarankan.

Selain digunakan dalam acara-acara khusus seperti upacara minum teh, acara pernikahan, dan acara khusus lainnya, jenis gelas ochoko ini juga seringkali hanya dijadikan hiasan yang dipajang di rumah.

5. Chokoware Ochoko

Chokoware Ochoko dirancang dengan gaya estetika yang lebih modern. Gelas ochoko jenis ini sering kali memiliki bentuk dan desain yang lebih sederhana, geometris, atau lebih abstrak dibandingkan Ochoko tradisional.

Material pembuatan Chokoware Ochoko lebih luas, seeprti kaca, keramik, porselen, atau bahkan plastik. Bahan yang digunakan tersebut dapat mempengaruhi tampilan, bobot, dan sensasi saat menggunakannya.

Beberapa Chokoware Ochoko memiliki warna-warni yang cerah dan menarik yang menciptakan tampilan yang mencolok, mengesankan, lebih modern dan kontemporer.

Demikian Minasan, hal-hal terkait gelas ochoko yang kecil namun tetap indah dan memikat.

Ochoko, sejatinya lebih dari sekadar wadah minum sake. Gelas kecil ini adalah cerminan dalam diri Jepang yang kaya akan budaya dan seni.

Tampil dengan berbagai bentuk, bahan, dan desain, Ochoko menghidupkan ritual minum sake dan menciptakan pengalaman yang unik. Dari Ochoko tanah liat yang tradisional hingga Chokoware Ochoko yang modern, setiap jenis memiliki pesonanya sendiri. Dalam segelas ochoko kecil ini, kita menemukan jejak sejarah, keindahan seni, dan kehangatan budaya yang mengiringi setiap tegukan sake.

Semoga artikel ini telah memberikan wawasan yang menarik bagi Minasan tentang dunia yang tersembunyi di balik Ochoko, kanpai!


Ingin tahu informasi menarik dan edukatif tentang Jepang lainnya? Minasan juga bisa menyimaknya di Instagram Pandai Kotoba dan channel Youtube Pandai Kotoba.

Mata!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *