Budaya Kerja,  Culture,  Karir Jepang

Budaya Jepang:「飲み会」Nomikai ‘Acara minum-minum’

Dalam dunia kerja Jepang ada kegiatan yang sering dilakukan yaitu「飲み会」”Nomikai” yaitu acara minum-minum. Kita sebagai orang Indonesia yang tidak punya budaya ini sudah pasti bertanya-tanya sepenting apa sih acara nomikai di dunia kerja Jepang. Berikut penjelasannya.

Photo by Alex Knight on Unsplash

Pentingnya 飲み会

Bagi orang Jepang acara minum-minum atau nomikai dianggap memiliki manfaat untuk mempererat hubungan dengan atasan dan rekan kerja. Dengan ikut nomikai, jadi memberikan kesempatan berbicara dengan rekan kerja atau atasan mengenai hal-hal umum yang tidak bisa dibicarakan saat jam kerja dan bahkan tentang kehidupan pribadi sehingga bisa mempererat hubungan. Selain itu bisa juga membicarakan pekerjaan meminta saran juga mendapatkan ide soal pekerjaan. Saking pentingnya nomikai orang Jepang mempelesetkan kata nomikai dengan「コミュニケーション」(komunikasi) menjadi「飲みにケーション」’nominikeeshon’.

Waktu 飲み会

Pada umumnya nomikai dilakukan setidaknya satu minggu sekali. Untuk beberapa orang bahkan bisa melakukan nomikai hampir setiap hari dan terkadang tergantung ajakan atasan atau rekan kerja.

Selain itu, secara formal dalam setahun ada waktu yang sudah ditetapkan untuk melakukan nomikai oleh perusahaan yaitu:

  • 送別会 (soubetsukai) = acara perpisahan pegawai
  • 歓迎会 (kangeikai) = acara penyambutan pegawai baru
  • 忘年会 (bounenkai) = acara akhir tahun
  • 新年会 (shinnenkai) = acara awal tahun

Untuk pesta yang ditetapkan oleh perusahaan semua biaya makan dan minum sudah dibayarkan perusahaan. Tapi untuk acara nomikai tiap minggu yang diajak oleh atasan atau rekan kerja itu kebanyakan bayar masing-masing atau istilah bahasa Jepangnya「割り勘」’warikan’ meskipun terkadang ada atasan yang mentraktir.

飲み会 Saat ini

Sedangkan pada saat ini ternyata pandangan tentang pentingnya nomikai sudah bergeser. Sudah mulai banyak orang Jepang yang tidak setuju dengan budaya nomikai yang terlalu sering dan terkesan wajib ini. Alasannya bermacam-macam, ada yang bilang tidak semua orang bisa dan suka minum minuman beralkohol. Selain itu ada yang bilang perlu waktu pribadi, di rumah bertemu keluarga dan mengurus hal lainnya. Saat nomikai malah lebih sering membicarakan keburukan orang lain yang membuat perasaan tidak nyaman.

Menurut minasan apakah budaya nomikai ini perlu dipertahankan? Kalau ada atasan yang setiap hari mengajak nomikai apa akan ikut?

Itulah penjelasan tentang budaya「飲み会」’nomikai’ semoga bermanfaat! Cek juga artikel tentang Jepang dan Sake

Referensi:

「飲み会に使う時間は無駄」という言葉の意味が変わってきた

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.