Culture

Budaya Jepang 建前 (Tatemae) 本音 (Honne)

Dalam budaya sosial Jepang ada kebiasaan masyarakat Jepang saat bersosialisasi dengan orang lain yang unik. Kebiasaan bersosialisasi ini disebut sebagai 建前 (tatemae) dan 本音 (honne). Karena kebiasaan ini masyarakat Jepang dikenal dengan budaya sopan santunnya. Berikut penjelasannya.

Photo by Charles Deluvio on Unsplash

本音 (Honne)

Menurut kamus honne adalah “本心から出た言葉。本当の心。真実の気持ち。” (Honshin kara deta kotoba. Hontou no kokoro. Shinjitsu no kimochi) apa yang sebenarnya ada di isi hati dan pikiran tanpa ditutup-tutupi. Bahasa gaulnya lebih dikenal dengan blak-blakan.

Orang Jepang biasanya bersikap honne saat bersama dengan orang yang nyaman untuk bertukar pikiran. Juga saat nomikai (pesta minum sake). Bagi orang Jepang saat mabuk karena minum sake, melakukan atau bersikap hal yang tidak pantas tidak apa-apa karena akan dimaklumi oleh masyarakatnya.

Photo by chi liu on Unsplash

建前 (Tatemae)

Menurut kamus tatemae adalah  ”基本となる方針・原則。表向きの方針。” (kihon tonaru houshin, gensoku. Omote muki no houshin) atau artinya prinsip bersikap yang diberlakukan di depan umum (publik).

Bagi orang Jepang tatemae dipakai saat menghadapi pikiran atau keadaan lawan bicara yang berbeda. Supaya tidak menimbulkan suasana yang tidak enak. Tatemae dilakukan dengan cara menyembunyikan perasaan, pikiran, supaya kata-kata yang dikatakan tidak akan menyinggung lawan bicara.

Sebagai contoh, ada orang Jepang yang datang bertamu ke rumah kita. Lalu orang Jepang tersebut oleh kita disuguhi makanan buatan kita misalnya nasi goreng. Namun, orang Jepang tersebut merasa nasi goreng itu tidak enak. Kemudian kita bertanya pada mereka bagaimana rasa nasi goreng tersebut. Orang Jepang dengan tatemae tentu akan menjawab “oishii” (enak). Orang Jepang menjawab begitu ada tujuan karena ingin menghargai nasi goreng dan tidak ingin menyakiti kita sebagai tuan rumah.

Perbedaan 建前 (Tatemae) dan 嘘 (Uso) ‘bohong’

Setelah memahami tentang tatemae, mungkin banyak yang berpikir kalau tatemae itu sama dengan bohong atau yang dikenal sebagai 嘘 (Uso) dalam bahasa Jepang. Banyak orang Jepang yang menganggap tatemae berbeda dengan uso. Mari kita cek artinya…

Uso atau bohong dalam kamus Jepang diartikan sebagai “自分の利益になること、あるいは自分が損をしないために、人をおとしいれるために使われるもの” (Jibun no rieki ni naruto, arui wa jibun ga son o shinai tame ni, hito o otoshiireru tame ni tsukawareru mono) atau bisa diartikan membuat tipuan untuk seseorang, demi keuntungan pribadi atau supaya tidak mendapat kerugian pribadi.

Tatemae memiliki tujuan yang sangat berbeda dengan uso. Seperti pengertian di atas bahwa tujuan tatemae itu digunakan untuk menjaga perasaan atau hubungan dan suasana dengan seseorang tetap terjaga dengan baik.

Bagaimana kelihatan bedanya kan antara uso dan tatemae menurut orang Jepang? Semoga tidak memandang budaya sosialisasi ala orang Jepang menjadi negatif ya. Sampai jumpa di artikel bermanfaat selanjutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.