Culture

7 Jenis Dango, Camilan Khas Jepang Penggoda Selera

Makanan khas Jepang selalu memikat dunia dengan berbagai macam hidangan lezatnya, dan salah satu camilan yang paling populer adalah dango. Faktanya, terdapat berbagai jenis dango dengan ciri khas dan varian rasa yang berbeda pula.

Kali ini Pandai Kotoba akan membahas apa saja jenis dango yang paling populer, yuk langsung simak!

Apa itu Dango?

jenis dango

Dango adalah camilan khas Jepang yang terbuat dari tepung beras ketan (mochiko) yang dicampur dengan air, kemudian dibentuk menjadi bola-bola kecil, dan biasanya dimasak dengan berbagai cara seperti direbus, dikukus, atau dipanggang.

Dango adalah salah satu jenis wagashi, yaitu kue-kue tradisional Jepang yang umumnya memiliki rasa manis dan sering disajikan sebagai camilan atau hidangan penutup.

Dango juga sering dihubungkan dengan berbagai festival dan perayaan tradisional di Jepang, seperti Hanami (festival melihat bunga sakura) dan Dango no Sekku (Hari Anak Laki-laki). Makanan ini juga memiliki peran penting dalam budaya pop Jepang dan sering muncul dalam anime, manga, dan drama Jepang.

Jenis-jenis Dango

Kue tradisional khas Jepang ini memiliki berbagai variasi dan dapat dijumpai di berbagai toko makanan, kedai kue, atau festival di seluruh negeri.

1. Goma Dango

Goma Dango terbuat dari tepung beras ketan (mochiko) yang dicampur dengan air untuk membuat adonan. Setelah adonan dibentuk menjadi bola-bola kecil, kemudian direbus hingga matang.

Setelah bola-bola dango matang, kemudianicelupkan ke dalam saus atau taburan yang terbuat dari biji wijen panggang. Biji wijen ini memberikan cita rasa khas yang gurih, tekstur renyah, dan aroma yang enak pada camilan ini.

Goma Dango biasanya disajikan dalam susunan beberapa bola kecil yang ditusuk oleh kayu semacam tusukan sate, kemudian dicelupkan ke dalam saus biji wijen atau digulung dalam taburan biji wijen panggang sehingga bola-bola tersebut terbalut dengan rata.

Goma Dango memiliki rasa manis dari tepung beras ketan yang dikombinasikan dengan gurih dan renyahnya biji wijen panggang. Rasanya sangat menggoda dan kaya akan tekstur.

2. Kinako Dango

Sama seperti jenis dango lainnya adonan Kinako dango terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan air yang dibentuk menyerupai bola-bola, kemudian direbus dan dicelupkan pada bubuk kinako.

Bubuk kinako adalah bubuk kedelai yang dibuat dari kedelai yang dipanggang dan digiling hingga halus. Bubuk ini memiliki rasa gurih yang khas dan aroma yang sangat menggoda.

Setelah direbus hingga matang, bola-bola dango yang masih hangat dicelupkan ke dalam bubuk kinako. Bubuk kinako akan melekat pada permukaan dango, memberikan cita rasa gurih yang khas.

Kinako Dango memiliki rasa yang khas, yaitu kombinasi antara manis dari tepung beras ketan dan gurih dari bubuk kinako. Rasanya tidak terlalu manis, sehingga cocok sebagai camilan yang diinginkan oleh banyak orang. Kinako Dango biasanya memiliki warna cokelat keemasan yang dihasilkan oleh bubuk kinako. 

3. Kusa Dango atau Yomogi Dango

Jenis dango selanjutnya disebut dengan Kusa Dango. Kusa Dango adalah salah satu variasi dari dango yang memiliki perbedaan utama dari jenis dango lainnya. Perbedaan ini terletak pada bahan tambahan yang digunakan dalam proses pembuatan Kusa Dango. 

Kusa Dango diberi nama “Kusa” karena dalam pembuatannya dicampur dengan kusa yang berarti rumput, atau dalam konteks ini bisa dimaknai sebagai tanaman. 

Tanaman yang biasa digunakan untuk jenis dango ini adalah daun yomogi yang kerap digunakan dalam hidangan Jepang lain, misalnya dalam campuran mochi yang disebut kusa mochi.

Daun yomogi ini dicincang halus dan dicampurkan ke dalam adonan dango sebelum dibentuk menjadi bola-bola kecil. Inilah yang memberikan warna hijau alami pada Kusa Dango dengan sentuhan rasa herbal yang khas.

Penggunaan daun hijau dalam Kusa Dango memberikan rasa dan aroma yang berbeda dibandingkan dengan dango biasa. Kusa Dango cenderung memiliki rasa yang lebih segar dan aroma herbal yang khas berkat penggunaan daun yomogi sebagai bahan campuran dalam adonannya.

Kusa Dango seringkali terkait dengan perayaan Hari Anak Perempuan (Hinamatsuri) di Jepang, yang biasanya diselenggarakan pada tanggal 3 Maret setiap tahunnya. Selama Hinamatsuri, Kusa Dango adalah camilan yang umum disajikan sebagai bagian dari perayaan tersebut. Kusa Dango memiliki warna hijau yang cantik berkat tambahan daun kusa, dan rasanya lembut dengan rasa alami dari daun tersebut.

4. Mitarashi Dango

Ciri paling mencolok dari Mitarashi Dango adalah saus mitarashi yang menggantung pada bola-bola dango. Saus ini memberikan rasa manis, gurih, dan lengket yang khas.

Saus mitarashi terbuat dari campuran kecap manis (mirin), kecap asin (shoyu), gula, dan air yang direbus hingga menjadi saus kental dengan cita rasa manis dan gurih. Penampilan Mitarrashi Dango yang mengkilap dengan saus yang melekat pada bola-bola dango menjadikannya sangat menggoda secara visual. Biasanya, dango ini memiliki tampilan yang menggoda selera dengan warna cokelat keemasan dari saus mitarashi.

5. Anko Dango

Ciri khas utama Anko Dango adalah isiannya yang terbuat dari pasta kacang merah manis yang disebut “anko.” Anko dibuat dengan memasak kacang merah bersama gula hingga menjadi pasta kental berwarna merah atau cokelat.

Anko memiliki rasa manis yang khas dan aroma yang menggoda. Ini memberikan dango rasa manis yang lezat dan menjadi ciri khas yang membedakannya dari jenis dango lainnya yang mungkin memiliki taburan atau saus berbeda.

6. Hanami Dango

Hanami Dango adalah variasi dari dango yang seringkali dikonsumsi selama Hanami, sebuah festival di Jepang yang dikenal sebagai “festival melihat bunga sakura.” Hanami adalah tradisi yang merayakan mekarnya bunga sakura pada musim semi.

Selama festival Hanami, orang-orang berkumpul di taman-taman dan area publik di Jepang untuk menikmati keindahan bunga sakura yang bermekaran, biasanya sambil makan dan minum bersama teman dan keluarga.

Hanami Dango biasanya memiliki tiga warna yang mencolok: merah muda, putih, dan hijau. Warna-warna ini menciptakan penampilan yang cantik yang merujuk pada warna bunga sakura yang sedang mekar di ranting-ranting pohon sakura.

Setiap warna bola dango memiliki rasa yang berbeda. Bola merah biasanya diberi rasa dengan pasta kacang merah manis (anko), bola putih diberi rasa manis alami dari tepung beras ketan, dan bola hijau seringkali diberi rasa dengan daun hijau seperti daun yomogi untuk memberikan sentuhan segar.

Hanami Dango adalah camilan yang sangat populer selama festival Hanami. Orang-orang membawa dan menikmatinya sambil duduk di bawah pohon sakura yang mekar, menciptakan pengalaman yang sangat berkesan selama perayaan musim semi ini.

7. Kibi Dango

Kibi Dango adalah camilan tradisional Jepang yang berasa dari wilayah Kibi, yang sekarang bagian dari Prefektur Okayama. Camilan ini terbuat dari tepung beras ketan (mochiko) yang dicampur dengan air dan gula, kemudian dibentuk menjadi bola-bola kecil nyaris sama dengan jenis dango lain.

Yang membedakan Kibi Dango dengan jenis lain adalah taburannya yang biasanya ditaburi gula yang membuatnya tampak sederhana namun tak kalah lezat dan menggiurkan.

Jenis Dango salah satu bentuk kuliner tradisional yang mencerminkan sejarah dan budaya lokal, serta menjadi salah satu ikon kuliner dari Okayama.

Demikian Minasan, berbagai jenis dango yang paling populer ditemukan di Jepang. Sebenarnya masih banyak jenis dango lain mengingat inovasi dalam kuliner Jepang yang seolah tanpa henti menciptakan variasi rasa baru dari Dango.

Jadi, jika Minasan merasa penasaran dengan berbagai macam dango yang menggugah selera ini, persiapkan diri Minasan dan ingatlah bahwa Dango bukan hanya camilan, makanan tradisional Jepang ini adalah potongan kecil dari warisan budaya yang memberikan rasa khas di setiap gigitannya.


Bagi Minasan yang ingin tahu lebih banyak tentang informasi yang edukatif perihal dunia Jepang, simak juga konten-konten menarik di Instagram Pandai Kotoba dan Youtube Pandai Kotoba.

Mata!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *