Culture

Ukiyo-e Karya Seni Jepang yang Menginspirasi Monet

Ukiyo-e merupakan karya seni khas Jepang berupa gambar hasil cetakan blok kayu yang mulai berkembang di jaman Edo. Salah satu bagian dari budaya Jepang yang mendapat penilaian tinggi di luar Jepang melebihi di Jepang itu sendiri.

ukiyo e
JP1847

Awal Munculnya Ukiyo-e

Ukiyo-e adalah kesenian yang berkembang di jaman Edo. Orang-orang di jaman Edo, masa ketika ukiyo-e tengah populer, tidak pernah berpikir bahwa ukiyo-e merupakan karya seni.

Ukiyo-e bukanlah sebuah benda yang digantung di museum, bukan juga benda berharga yang dimiliki kalangan kelas menangah atau kaya seperti jenderal atau kaum bangsawan. Ukiy-e hanyalah benda yang dibawa-bawa setiap hari oleh rakyat biasa pada umumnya.

Karena ukiyo-e merupakan gambar hasil cetakan blok kayu, maka banyak diproduksi dan diedarkan di kota.

Runtuhnya pemerintahan feodal Edo yang mengisolasi negara dan dimulainya pemerintahan Meiji yang baru, memungkinkan orang Barat untuk masuk ke Jepang, dan mereka lalu terpesona dengan keindahan Ukiyo-e.

Padahal, ketika itu pada dasarnya orang-orang Eropa memandang remeh peradaban Asia, termasuk Jepang, dan menganggap tidak ada yang perlu dipelajari dari Asia. Namun, mereka terkejut akan adanya budaya yang luar biasa seperti Ukiyo-e di Jepang.

Di sisi lain, orang Jepang tidak menganggap Ukiyo-e memiliki nilai tertentu, sehingga ia hanya digunakan sebagai kertas pembungkus dan sebagai bahan penahan atau penyumpal sewaktu mengeskpor benda tembikar ke luar negeri.

Hanya sebatas itu orang Jepang memandang Ukiyo-e. Orang Eropa pun lalu terkaget-kaget menyaksikan Ukiyo-e yang indah disia-siakan seperti itu.

Ukiyo-e Banyak Diburu Orang Eropa

Yang terjadi selanjutnya adalah orang Eropa memburu banyak Ukiyo-e dan membelinya, yang dijual dengan harga murah di Jepang. Hal ini lalu menjadi penyebab bahwa kebanyakan Ukiyo-e yang bernilai sangat tinggi malah berada di luar negeri Jepang.

Ada museum terkenal di Eropa dan Amerika yang memiliki puluhan ribu Ukiyo-e. Museum di Los Angeles pun pernah menyelenggarakan pameran Ukiyo-e, yang dianggap sebuah karya seni mahakarya bernilai tinggi sehingga banyak orang Amerika datang untuk mengaguminya.

Ukiyo-E Mempengaruhi Karya Monet

Ukiyo-e banyak memengaruhi pelukis impresionis Eropa terkenal, termasuk diantaranya Claude Monet dan Vincent van Gogh.

Monet merupakan pelukis dari Perancis yang mewakili aliran impresionis. Dia mencintai keindahan Jepang, khususnya Ukiyo-e dan banyak mengoleksi karya seni khas Jepang tersebut.

Pernahkah kamu melihat karya terkenal Monet berjudul “La Japonaise”? Karya tersebut dapat dicari dengan mudah di internet.

La Japonaise merupakan lukisan Camille Monet, istri Monet, dan memberi kesan yang kuat akan pengaruh kebudayaan Jepang di dalamnya. Karya ini dapat dipandang sebagai referensi lukisan Ukiyo-e untuk wanita cantik.

Dalam La Japonaise, digambarkan Camille yang berambut pirang mengenakan kimono berwarna merah seperti wanita Jepang, lengkap dengan kipas di tangan. Lantainya berbahan tradisional Jepang, tatami. Di dinding bagian belakang dan lantai terdapat lebih dari 10 buah uchiwa atau kipas Jepang.

Karya Monet ini ditampilkan pada pameran lukisan impresionis kedua yang diselenggarakan di tahun 1876. Pada pameran pelukis impresionis tersebut, hanya lukisan ini yang terjual dengan harga mahal di luar kebiasaan.

Seperti inilah Ukiyo-e dihargai di luar Jepang dan memberikan pengaruh kuat bagi seniman lukis Eropa. Karena orang luar Jepang menghargai Ukiyo-e dengan tinggi, akhirnya orang Jepang pun mengakui nilai Ukiyo-e.

Baca artikel lainnya tentang Budaya Jepang hanya di Pandai Kotoba ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.