Culture

3 Sutradara Jepang Paling Berpengaruh di Dunia Perfilman

Visioner, kreatif, mendobrak standar baku hingga mendorong seni film ke tingkat yang berbeda, kiranya itulah yang dimiliki oleh ketiga sutradara Jepang ini, yang dianggap paling berpengaruh di dunia perfilman Jepang hingga saat ini.

Tak hanya pada masanya, hingga kini sutradara ini menginspirasi sineas film lainnya di Jepang. Mulai dari teknik, konsep, dan pembentukan standar baru untuk perfilman Jepang secara keseluruhan.

Nah, siapa saja ketiga sutradara Jepang tersebut, yuk kita ulas satu per satu.

Sutradara Jepang Paling Berpengaruh dan Inspiratif

1. Akira Kurosawa

sutradara jepang

Selama hampir 60 tahun Akira Kurosawa, sutradara Jepang yang berkarya di dunia perfilman dengan memproduksi lebih dari 30 judul film sepanjang karirnya.

Siapa yang tak kenal film Seven Samurai (Shichinin No Samurai) yang rilis tahun 1954 hingga popularitasnya sampai ke penonton di belahan dunia barat.

Film-film Akira Kurosawa bisa dikatakan perpaduan inspirasi antara dunia timur dan barat. Hal ini benar adanya, mengingat karyanya yang berjudul Nora Inu (1949) dan Kumonosu-joo (1957) dianggap sebagai adaptasi film terbaik dari karya Shakespeare berjudul “Macbeth”. Tentu saja,  Akira Kurosawa memberikan sentuhan ala Jepang pada karyanya tersebut.

Selama masa perang dunia ke-2, Jepang membatasi penyebaran media dari Barat untuk masuk ke Jepang. Pada masa-masa inilah Akira Kurosawa lebih banyak mengambil inspirasi dari kebudayaan bangsanya sendiri dalam membuat film. 

Pada periode tersebut, sutradara Jepang ini banyak terinspirasi dari teater tradisional Jepang, yaitu Kabuki dan Noh ketika memproduksi filmnya yang berjudul Tora no O wo Fumu Otokotachi yang rilis tahun 1945.

Banyak pegiat film yang terkesan dengan kepiawaian Akira dalam membuat film. Akira Kurosawa memang cukup banyak mengambil inspirasi dari karya-karya Barat, namun uniknya Akira pula yang menginspirasi dunia perfilman Barat di kemudian hari.

Minasan pasti tahu film Star Wars kan. George Lucas sang sutradara film Star Wars mengaku bahwa karyanya tersebut terinspirasi dari film Akira Kurosawa yang berjudul Kakushi Tori de no San Akunin yang rilis tahun 1958.

Karya Akira Kurosawa lain yang menginspirasi film Hollywood adalah filmnya yang berjudul Shichinin No Samurai (Seven Samurai) yang menginspirasi terciptanya film Hollywood berjudul “The Magnificent Seven”, film koboy khas Amerika.

Bisa dikatakan, Akira Kurosawa adalah sutradara yang terinspirasi dari karya-karya Barat sekaligus memberikan inspirasi pada karya-karya film dunia Barat.

2. Yasujiro Ozu

Yasujiro Ozu dianggap sebagai sutradara Jepang paling inovatif pada zamannya. Ia yang pertama kali memperkenalkan teknik pengambilan gambar yang disebut “tatami shot” yang diaplikasikan pada film karyanya yang berjudul “Tokyo Story”.

Minasan, tentu saja tahu tatami kan? Ya, tatami adalah tikar tradisional Jepang yang terbuat dari bambu dan banyak digunakan di rumah-rumah di Jepang. Nah, teknik pengambilan gambar “tatami shot” adalah teknik yang mengambil gambar dengan sudut pengambilan sejajar dengan aktor yang duduk di atas tatami. 

Tujuan dari pengambilan gambar dengan teknik “tatami shot” adalah agar penonton merasa seolah-olah berada dalam satu ruang yang sama dengan tokoh dalam film, sehingga menimbulkan efek keterikatan ruang, seakan-akan penonton “masuk” dalam setiap adegan dengan teknik pengambilan gambar “tatami shot”.

Tak hanya dianggap sebagai sutradara yang banyak berinovasi dalam pembuatan film, Yasujiro Ozu juga terkenal dengan penceritaan film dengan alur yang lambat, dan tak sedikit kritikus film yang memandang karya-karya film Yasujiro Ozu sebagai film yang hanya dimengerti oleh orang Jepang.

Meskipun dipandang seperti demikian, tak sedikit yang memuji karya-karya Yasujiro Ozu sebagai film yang mendobrak standar baku dunia perfilman. Bisa dikatakan, karya film Yasujiro Ozu adalah anti-Hollywood.

Betapa tidak, dalam film-film karya Yasujiro Ozu nyaris tidak ada klimaks yang dramatis. Alih-alih adegan yang dramatis, Ozu mewarnai filmnya dengan plot dan dialog-dialog yang tenang, tapi memiliki kesan kesedihan yang mendalam dalam kehidupan keseharian di Jepang.

Mari kita tengok beberapa dialog dalam film Yasujiro Ozu yang berjudul “Tokyo Story”. Begini katanya, “Hari demi hari akan terasa sangat panjang jika dijalani sendirian”, atau “Hidup ini mengecewakan, bukan? Ya penuh dengan kekecewaan”.

Bagaimana Minasan, kuatkan hati jika kamu ingin menonton film-film karya Yasujiro Ozi!

3. Kenji Mizoguchi

Kenji Mizoguchi adalah sutradara Jepang yang terkenal dengan film-filmnya yang mengusung tema feminisme. Sementara pada era itu film-film lain hanya berkutat pada tokoh protagonis pria, Kenji Mizoguchi lebih banyak menyorot kondisi perempuan, baik perannya dalam kehidupan sekaligus kepedihan-kepedihan yang dialami perempuan.

Banyak pendapat berspekulasi alasan Kenji Mizoguchi memilih tema perempuan dalam karya-karyanya. Ada pendapat yang sangat menarik, bahwasanya hal tersebut terinspirasi dari masa kecil Kenji Mizoguchi sendiri.

Sutradara Jepang yang produktif pada rentang tahun 1923 hingga 1956 ini, digadang-gadang melewati masa kecilnya dengan banyak kesulitan, termasuk kesulitan ekonomi. Ia memiliki kakak perempuan yang berjuang untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan menghasilkan uang dengan cara menjadi geisha.

Karya-karya Kenji Mizoguchi semacam rasa terima kasih pada kakak perempuannya tersebut, yang telah bersusah payah berjuang untuknya dengan menukar hidup menjadi seorang geisha.

Karyanya yang paling mencerminkan kehidupan Kenji Mizoguchi terdapat pada filmnya yang berjudul Gion No Kyoudai (Sisters of The Gion) yang bercerita tentang kehidupan dua perempuan geisha bernama Omocha dan Umekichi. Kedua geisha tersebut menentang sistem yang mereka jalani sebagai geisha yang kerap mendapat kekerasan dan pelecehan seksual.

Demikian Minasan, sejumlah sutradara Jepang yang paling berpengaruh dan dianggap sebagai inspirator dalam dunia perfilman Jepang. Tak hanya pada zamannya, karya-karya mereka pun menjadi inspirasi untuk film-film Jepang saat ini.

Bagaimana Minasan, tertarik untuk menonton salah satu dari karya mereka?

Nah, bagi Minasan yang ingin mengetahui perihal seluk beluk ke-Jepang-an, baik bahasa Jepang, kebudayaan, atau dunia entertainment Jepang, bisa terus ikuti artikel dari pandaikotoba.net dan instagram Pandai Kotoba, ya!

Mata ne..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *