Bahasa Jepang Bisnis,  Karir Jepang

Cara Resign Ketika Bekerja di Jepang

Kebanyakaan orang bingung bagaimana cara menyampaikan keinginan berhenti bekerja dengan baik kepada atasan. Terutama buat minasan yang bekerja di Jepang atau perusahaan Jepang. Budaya yang berbeda bisa jadi menjadi ganjalan bagaimana cara untuk menyampaikan keinginan tersebut. Nah, supaya gak bingung lagi pandaikotoba bantu menghilangkan kebingungan minasan lewat artikel ini.

Photo by Chris Yang on Unsplash

Hal yang harus diperhatikan

Sebelum menyampaikan keinginan berhenti bekerja sangat penting untuk melihat sikon pekerjaan dan atasan. Mau sesopan apapun ungkapan yang akan disampaikan kalau sikon atasan dan pekerjaan sedang tidak pas bisa saja membuat permohonan berhenti bekerja di tolak. Selain itu ada hal-hal yang harus diperhatikan saat minasan memilih berhenti bekerja:

  • Melihat situasi dan kondisi pekerjaan apakah sedang sibuk-sibuknya atau sedang bertanggung jawab memegang proyek penting. Saat berhenti bekerja sebisa mungkin kita tetap menjaga nama baik dan meninggalkan perusahaan tanpa melalaikan tanggung jawab.
  • Berbicara pada atasan secara lisan terlebih dahulu tentang permohonan berhenti bekerja dan alasannya sebelum mengajukan surat permohonan resign. Kenapa harus lisan terlebih dahulu, tujuannya supaya atasan tidak kaget atas maksud kita dan tidak terkesan terlalu mendadak. Saat meminta waktu berbicara pada atasan juga harus melihat kondisi atasan ya.
    Selain itu, alasan yang dipakai jangan karena alasan “gaji sedikit” tapi karena keinginan kita yang ingin berkembang di tempat lain atau memang kondisi pribadi seperti masalah keluarga dan lainnya yang tidak merendahkan perusahaan tempat bekerja saat ini.
  • Memberitahu atasan maksimal 1 bulan sebelum berhenti bekerja. Tujuannya agar perusahaan bisa mempersiapkan pegawai baru untuk menggantikan posisi kita atau memberi waktu untuk mendelegasikan pekerjaan kita pada pegawai lain.

Poin-poin di atas adalah salah satu upaya dalam menjaga nama baik diri minasan sendiri dan menjaga hubungan baik dengan perusahaan, karena minasan tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Mungkin saja minasan butuh bantuan dari perusahaan lama.

Ungkapan yang dipakai

Saat mengutarakan secara lisan ungkapan yang disampaikan sebisa mungkin menggunakan kata-kata sopan alias 尊敬語 (sonkeigo). Berikut contoh ungkapan yang bisa dipakai:

  • Saat memulai berbicara dengan atasan biasakan mengucapkan terima kasih atas waktunya atau memohon maaf, lalu diikuti dengan mengutarakan maksud utama kita. Berikut contohnya:
    1. お忙しい中、お時間いただきありがとうございます。これまで大変お世話になりましたが、退職したいと考えています
      Oisogashii naka, ojikan itadaki arigatou gozaimasu. Kore made taihen osewa ni narimashitaga, taishoku shitai to kangaeteimasu.
      Sebelumnya saya ingin terima kasih atas waktu di antara kesibukannya. Hingga saat ini terima kasih banyak atas bantuannya, dengan ini saya ingin mengajukan permohonann berhenti bekerja.
    2. 突然で申し訳ないのですが、一身上の都合で退職させていただきます。
      Totsuzen de moushi wake nai no desuga, isshinjou no tsugou de taishoku saseteitadakimasu.
      Mohon maaf tiba-tiba karena ada kondisi perihal keperluan pribadi saya berencana untuk berhenti bekerja.
    3. お忙しいところ、お時間いただきありがとうございます。突然のことで大変申し訳ありませんが、退職したいと考えております。
      Oisogashii tokoro, ojikan itadaki arigatou gozaimasu. Totsuzen no koto de taihen moushiwake arimasenga, taishoku shitai to kangaeteorimasu.
      Terima kasih atas watu di sela-sela kesibukannya. Mohon maaf terlalu mendadak sehingga membuat kerepotan, dengan ini saya mohon untuk berhenti bekerja.
  • Setelah itu jelaskan alasan kenapa kita berhenti. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya alasan sebaiknya bukan karena alasan gaji atau terkait kondisi perusahaan yang kurang baik. Contoh mengungkapkan alasan pindah bekerja karena ingin mengembangkan diri dan alasan keluarga:
    1. エンドユーザー向けの自社Webサービスを開発できる会社に転職することになりましたので、退職させていただきたいと思います
      Endo yuuzaa muke no jisha web saabisu o kaihatsu dekiru kaisha ni tenshoku suru koto ni narimashita node, taishoku saseteitadakitai to omoimasu.
      Karena saya ingin bekerja di perusahaan yang mengembangkan servis website end user, saya ingin berhenti bekerja.
    2. このたび結婚することになり、退職を決意しました。夫が多忙な職業のため、しばらくは家族のサポートに専念したいと考えております。
      Kono tabi kekkon suru koto ninari, taishoku o ketsui shimashita. Otto ga tabou na shokugyou no tame, shibaraku wa kazoku no sapooto ni sen-en shitai to kangaeteorimasu.
      Karena saya menikah dan kondisi suami yang sangat sibuk bekerja, saya berencana untuk berhenti bekerja untuk men-support keluarga.
  • Setelah menyebutkan alasan, lalu sebaiknya memberitahu atasan kapan kita akan berhenti bekerja dengan menyebutkan permohonan maaf. Berikut contoh ungkapannya:

    急なお願いで大変申し訳ありませんが、引き継ぎをしっかり行ったうえで、〇月×日までに退社させていただきたいです。
    Kyuuna onegai de taihen moushiwake arimasenga, hikitsugi o shikkari okonatta uede,gatsu✖️nichi made ni taisha sasete itadakitai desu.
    Mohon maaf atas permohonan yang mendadak seperti ini, saya akan memastikan pekerjaan dipindahtangankan dengan baik sampai pada tanggal ◯◯ lalu izinkan saya akan berhenti bekerja.

Setelah itu minasan bisa mengajukan surat berhenti bekerja yang dinamakan 退職届 (taishoku todoke) sesuai format perusahaan masing-masing.

Kurang lebih itulah hal-hal yang harus diperhatikan dan gambaran ungkapan yang bisa dipakai sebagai referensi berhenti bekerja di perusahaan Jepang. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.