Culture

Banyak Nama Kaisar Jepang Berakhiran Hito

Kaisar Jepang saat ini bernama Naruhito sejak 2019. Sebelumnya ada nama Akihito, Hirohito, Yoshihito, dan Mutsuhito di era Jepang Modern (1868-sekarang). Sebelum jaman Jepang Modern, yaitu Periode Edo (1603-1867), ada 12 nama kaisar berakhiran Hito dari 14 nama kaisar selama periode tersebut. Dan sebelum Periode Edo, yaitu Periode Muromachi, dari sebelas nama kaisar delapan nama diantaranya berakhiran Hito.

Sufiks Hito mendominasi sejak Periode Heian (794-1192 M). Pertama kali digunakan oleh kaisar Korehito yang berkuasa pada tahun 858-876 M.

Dalam konteks ini, Hito yang dimaksud menggunakan kanji (仁) dengan cara baca nanori, yang artinya kebajikan. Hito (仁) selain penamaannya yang maskulin juga representasi dari doktrin lima keutamaan Konfusius (五常), yaitu 仁義禮智信 (Kemanusiaan, Keadilan, Etiket, Kebijaksanaan, Kepercayaan).

Di masa lalu, kaisar dianggap keturunan dewa, atau setidaknya ‘manusia yang terpilih’. Oleh karena itu sudah sepatutnya seorang kaisar menyematkan kanji tersebut saat berkuasa, sebagai junjungan moralitas tertinggi.

Tentu sekarang sudah tidak ada yang percaya bahwa kaisar adalah keturunan dewa, namun tradisi penamaan tersebut telah mengakar. Penyematan Hito seakan semacam tugas yang mesti dijunjung tinggi kaisar manapun. Kaisar memang seakan-akan tidak lagi memiliki kekuatan politik nyata, namun setidaknya seorang kaisar diharapkan dapat mewakili dan mempertahankan nilai moral negara.

Infografik

infografik sejarah kaisar jepang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *