Perbedaan 「思う・考える・感じる」 dalam Bahasa Jepang
Dalam bahasa Jepang, ada beberapa kata yang sekilas memiliki arti yang mirip, tetapi sebenarnya mempunyai nuansa yang berbeda. Salah satunya adalah 思う(おもう / omou), 考える(かんがえる / kangaeru), dan 感じる(かんじる / kanjiru). Ketiganya sering diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai “berpikir” atau “merasa”, sehingga tidak jarang pembelajar bahasa Jepang bingung menentukan kata yang tepat.
Misalnya, 思う dapat digunakan ketika menyampaikan pendapat atau apa yang ada dalam pikiran seseorang, sedangkan 考える lebih menekankan proses berpikir, mempertimbangkan, atau mencari solusi. Sementara itu, 感じる digunakan ketika seseorang merasakan sesuatu, baik berupa perasaan, sensasi fisik, maupun kesan terhadap suatu keadaan.
Perbedaan ini memang terlihat kecil, tetapi dapat memengaruhi nuansa sebuah kalimat. Dengan memahami kapan menggunakan 思う・考える・感じる, kita tidak hanya dapat membuat kalimat yang secara tata bahasa benar, tetapi juga dapat menyampaikan maksud dengan lebih alami sesuai konteks.
Dalam artikel ini, kita akan membahas makna, pola penggunaan, perbedaan nuansa, contoh kalimat, serta kesalahan yang sering dilakukan pembelajar bahasa Jepang saat menggunakan ketiga kata tersebut.

Makna Dasar 「思う・考える・感じる」
Ketiga kata ini sama-sama berkaitan dengan aktivitas mental, tetapi fokusnya berbeda. Cara mudah untuk membedakannya adalah dengan melihat apakah kita sedang memiliki pendapat, melakukan proses berpikir, atau merasakan sesuatu.
| Kata | Kana | Romaji | Makna dasar | Fokus |
|---|---|---|---|---|
| 思う | おもう | omou | berpikir, merasa, menganggap | pendapat atau pikiran pribadi |
| 考える | かんがえる | kangaeru | berpikir, memikirkan, mempertimbangkan | proses berpikir |
| 感じる | かんじる | kanjiru | merasa, merasakan | perasaan, sensasi, atau kesan |
① 思う(おもう / omou)
思う digunakan ketika seseorang menyatakan apa yang ada dalam pikirannya, seperti pendapat, dugaan, keyakinan, atau perasaan pribadi.
Contoh:
- 日本は安全だと思います。(Nihon wa anzen da to omoimasu.) – Saya pikir Jepang aman.
- 明日は雨だと思います。(Ashita wa ame da to omoimasu.) – Saya pikir besok akan hujan.
Pada contoh tersebut, pembicara menyampaikan pendapat atau perkiraan pribadi.
② 考える(かんがえる / kangaeru)
考える digunakan ketika seseorang memikirkan sesuatu secara sadar, mempertimbangkan pilihan, mencari solusi, atau memikirkan suatu masalah.
Contoh:
- 将来について考えています。(Shōrai ni tsuite kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan masa depan.
- どうすればいいか考えます。(Dōsureba ii ka kangaemasu.) – Saya akan memikirkan apa yang sebaiknya dilakukan.
Di sini terdapat proses mental yang lebih jelas: seseorang sedang mempertimbangkan atau mencari jawaban.
③ 感じる(かんじる / kanjiru)
感じる digunakan ketika seseorang merasakan sesuatu, baik secara fisik maupun emosional. Kata ini juga dapat digunakan untuk menyatakan kesan yang muncul dari pengalaman atau situasi tertentu.
Contoh:
- 寒く感じます。(Samuku kanjimasu.) – Saya merasa dingin.
- 彼の優しさを感じました。(Kare no yasashisa o kanjimashita.) – Saya merasakan kebaikannya.
- この町に懐かしさを感じます。(Kono machi ni natsukashisa o kanjimasu.) – Saya merasakan kesan nostalgia terhadap kota ini.
Jadi, 感じる lebih berfokus pada sesuatu yang dirasakan atau ditangkap oleh diri kita, bukan pada proses mempertimbangkan sesuatu.

思う(おもう): Pikiran atau Pendapat yang Muncul dalam Diri
思う(おもう / omou) merupakan salah satu kata yang sangat sering digunakan dalam percakapan bahasa Jepang. Secara umum, 思う digunakan untuk menyatakan sesuatu yang ada dalam pikiran atau perasaan seseorang, seperti pendapat, dugaan, keyakinan, kesan, maupun harapan.
Berbeda dengan 考える(かんがえる) yang menekankan proses berpikir, 思う lebih sering menunjukkan apa yang seseorang pikirkan atau rasakan sebagai hasil dari pemikiran tersebut.
Menyatakan Pendapat Pribadi
Salah satu pola yang paling umum adalah:
~と思います (~ to omoimasu) – Saya pikir… / Menurut saya…
Contoh:
- この映画は面白いと思います。(Kono eiga wa omoshiroi to omoimasu.) – Saya pikir film ini menarik.
- 日本語は難しいと思います。(Nihongo wa muzukashii to omoimasu.) – Saya pikir bahasa Jepang sulit.
Di sini 思います menunjukkan bahwa kalimat tersebut merupakan pendapat pembicara.
Menyatakan Dugaan atau Perkiraan
思う juga dapat digunakan ketika kita memperkirakan sesuatu.
- 明日は雨が降ると思います。(Ashita wa ame ga furu to omoimasu.) – Saya pikir besok akan turun hujan.
- 田中さんは来ないと思います。(Tanaka-san wa konai to omoimasu.) – Saya pikir Tanaka tidak akan datang.
Pembicara tidak menyatakan hal tersebut sebagai fakta mutlak, tetapi sebagai perkiraan atau keyakinan pribadi.
Menyatakan Perasaan atau Kesan
Dalam konteks tertentu, 思う juga dapat diterjemahkan sebagai “merasa”.
- この仕事は大変だと思います。(Kono shigoto wa taihen da to omoimasu.) – Saya merasa pekerjaan ini berat.
- 彼はいい人だと思います。(Kare wa ii hito da to omoimasu.) – Saya pikir dia orang yang baik.
Terjemahan bahasa Indonesianya bisa menggunakan “merasa” atau “menurut saya”, tergantung konteks.
Pola 「~と思っている」
Selain ~と思う, terdapat pola:
~と思っている ~ to omotte iru
Pola ini dapat menunjukkan pikiran, keyakinan, atau pendapat yang sedang dimiliki seseorang.
Contoh:
- 日本に住みたいと思っています。(Nihon ni sumitai to omotte imasu.) – Saya berpikir/berkeinginan untuk tinggal di Jepang.
- 彼は日本語が上手だと思っています。(Kare wa Nihongo ga jōzu da to omotte imasu.) – Saya menganggap dia pandai berbahasa Jepang.
Ciri Utama 「思う」
Agar lebih mudah diingat, 思う dapat dikaitkan dengan:
“Apa yang ada dalam pikiran atau perasaan saya?”
Misalnya:
- Menurut saya → ~と思います
- Saya kira… → ~と思います
- Saya merasa… → ~と思います
- Saya berpendapat… → ~と思います
Jadi, ketika ingin menyampaikan pendapat atau pandangan pribadi, 思う biasanya menjadi pilihan yang sangat alami dalam bahasa Jepang.
考える(かんがえる): Proses Memikirkan atau Mempertimbangkan
考える(かんがえる / kangaeru) berarti “berpikir”, “memikirkan”, atau “mempertimbangkan”. Kata ini digunakan ketika seseorang melakukan proses berpikir secara sadar, misalnya ketika mencari solusi, mempertimbangkan pilihan, membuat rencana, atau memikirkan suatu masalah.
Jika 思う(おもう / omou) lebih sering menunjukkan pendapat atau pikiran yang dimiliki seseorang, maka 考える lebih menekankan proses menuju suatu pemikiran atau keputusan.
Memikirkan Sesuatu
考える dapat digunakan untuk mengatakan bahwa seseorang sedang memikirkan suatu topik.
- 将来について考えています。(Shōrai ni tsuite kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan masa depan.
- 日本での生活について考えました。(Nihon de no seikatsu ni tsuite kangaemashita.) -Saya memikirkan kehidupan di Jepang.
Pola yang sering digunakan adalah:
~について考える (~ ni tsuite kangaeru) – memikirkan tentang ~
Mempertimbangkan Pilihan
考える juga digunakan ketika seseorang harus mempertimbangkan beberapa pilihan sebelum mengambil keputusan.
- どの大学に行くか考えています。(Dono daigaku ni iku ka kangaete imasu.) – Saya sedang mempertimbangkan akan masuk universitas yang mana.
- もう一度考えてみます。(Mō ichido kangaete mimasu.) – Saya akan memikirkannya sekali lagi.
Di sini terdapat proses menimbang dan mempertimbangkan, sehingga 考える terasa lebih tepat daripada 思う.
Mencari Solusi
Ketika menghadapi masalah dan mencoba menemukan cara untuk menyelesaikannya, 考える juga sangat umum digunakan.
- 問題の解決方法を考えています。(Mondai no kaiketsu hōhō o kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan cara menyelesaikan masalah.
- どうすればいいか考えましょう。(Dō sureba ii ka kangaemashō.) – Mari kita pikirkan apa yang sebaiknya dilakukan.
Kata どうすればいいか berarti “apa yang sebaiknya dilakukan”, sehingga kalimat tersebut menunjukkan adanya proses mencari solusi.
Memikirkan Masa Depan
考える sering digunakan ketika membicarakan rencana atau masa depan.
- 将来何をしたいか考えています。(Shōrai nani o shitai ka kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan apa yang ingin saya lakukan di masa depan.
- 卒業後のことを考えています。(Sotsugyō-go no koto o kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan tentang apa yang akan dilakukan setelah lulus.
「考える」 dan Proses Pengambilan Keputusan
Dalam konteks tertentu, 考える dapat menunjukkan bahwa seseorang belum mengambil keputusan karena masih mempertimbangkannya.
Contoh:
その問題について、もう少し考えます。(Sono mondai ni tsuite, mō sukoshi kangaemasu.) – Saya akan memikirkan masalah itu sedikit lebih lama.
Kalimat tersebut tidak sekadar menyatakan pendapat. Pembicara menunjukkan bahwa ia masih berada dalam proses berpikir sebelum menentukan sikap atau keputusan.
Ciri Utama 「考える」
Cara mudah mengingatnya:
- 考える = “Apa yang sedang saya pikirkan atau pertimbangkan?”
Kata ini sering berkaitan dengan:
- memikirkan sesuatu
- mencari solusi
- mempertimbangkan pilihan
- membuat rencana
- mengambil keputusan
Jadi, jika 思う lebih dekat dengan “menurut saya”, maka 考える lebih dekat dengan “saya memikirkan atau mempertimbangkan”.

感じる(かんじる): Apa yang Dirasakan
感じる(かんじる / kanjiru) berarti “merasakan”, “merasa”, atau “menangkap suatu kesan”. Kata ini digunakan ketika seseorang mengalami atau menangkap sesuatu melalui perasaan, pancaindra, maupun pengalaman pribadi.
Jika 思う berfokus pada pikiran atau pendapat dan 考える pada proses berpikir, 感じる berfokus pada pengalaman yang dirasakan oleh diri seseorang.
Merasakan Sensasi Fisik
感じる dapat digunakan untuk menyatakan sensasi yang dirasakan tubuh.
- 暑く感じます。(Atsuku kanjimasu.) – Saya merasa panas.
- 寒く感じます。(Samuku kanjimasu.) – Saya merasa dingin.
- 痛みを感じました。(Itami o kanjimashita.) – Saya merasakan sakit.
Dalam pola seperti ~く感じる, kata sifat diubah ke bentuk adverbial untuk menunjukkan bagaimana sesuatu terasa bagi pembicara.
Merasakan Emosi atau Perasaan
感じる juga digunakan untuk menggambarkan perasaan yang muncul dalam diri seseorang.
- 幸せを感じています。(Shiawase o kanjite imasu.) – Saya merasa bahagia.
- 安心感を感じました。(Anshinkan o kanjimashita.) – Saya merasakan rasa tenang/aman.
- 緊張を感じています。(Kinchō o kanjite imasu.) – Saya merasa tegang.
Di sini, yang menjadi fokus bukan proses berpikir, melainkan pengalaman emosional yang dirasakan.
Menangkap Kesan dari Seseorang atau Situasi
感じる juga dapat digunakan ketika kita memperoleh suatu kesan dari orang, tempat, suasana, atau situasi.
- 彼の優しさを感じました。(Kare no yasashisa o kanjimashita.) – Saya merasakan kebaikannya.
- この町に懐かしさを感じます。(Kono machi ni natsukashisa o kanjimasu.) – Saya merasakan suasana yang nostalgis di kota ini.
- その話に違和感を感じました。(Sono hanashi ni iwakan o kanjimashita.) – Saya merasa ada sesuatu yang janggal dalam cerita itu.
Pada contoh terakhir, 違和感(いわかん) berarti rasa janggal atau ketidaknyamanan terhadap sesuatu.
「~と感じる」: Merasa Bahwa…
Pola yang penting adalah:
~と感じる(~ to kanjiru) – merasa bahwa…
Contoh:
- 日本語は難しいと感じます。(Nihongo wa muzukashii to kanjimasu.) – Saya merasa bahwa bahasa Jepang sulit.
- この仕事は大変だと感じました。(Kono shigoto wa taihen da to kanjimashita.) – Saya merasa bahwa pekerjaan ini berat.
Pola ini menekankan bahwa suatu penilaian muncul dari pengalaman atau kesan yang dirasakan pembicara.
Perbedaan 「思う」 dan 「感じる」
Perhatikan dua kalimat berikut:
- 彼は優しいと思います。(Kare wa yasashii to omoimasu.) – Saya pikir dia baik.
- 彼は優しいと感じます。(Kare wa yasashii to kanjimasu.) – Saya merasa dia baik.
Keduanya dapat diterjemahkan hampir sama dalam bahasa Indonesia. Namun, nuansanya berbeda.
- 思う → pembicara menyampaikan pendapat atau penilaiannya.
- 感じる → pembicara menyampaikan kesan yang dirasakan dari pengalaman atau interaksi.
Jadi, 感じる tidak sekadar berarti “berpikir bahwa sesuatu benar”, tetapi lebih menunjukkan bagaimana sesuatu terasa bagi kita.
Perbedaan Nuansa: 「思う」 vs 「考える」
「思う(おもう / omou)」 dan 「考える(かんがえる / kangaeru)」 sama-sama sering diterjemahkan sebagai “berpikir”, tetapi penggunaannya tidak selalu sama.
Perbedaan sederhananya adalah:
«思う = memiliki pikiran atau pendapat
考える = melakukan proses berpikir atau mempertimbangkan sesuatu»
「思う」 untuk Pendapat atau Pikiran
「思う」 digunakan ketika kita ingin menyampaikan apa yang kita pikirkan, yakini, atau rasakan sebagai pendapat pribadi.
- この映画は面白いと思います。(Kono eiga wa omoshiroi to omoimasu.) – Saya pikir film ini menarik.
- 日本語は難しいと思います。(Nihongo wa muzukashii to omoimasu.) – Saya pikir bahasa Jepang itu sulit.»
Dalam kedua contoh tersebut, pembicara tidak sedang menjelaskan proses berpikirnya. Ia hanya menyampaikan pendapat atau pemikirannya.
「考える」 untuk Proses Memikirkan
「考える」 digunakan ketika seseorang benar-benar memikirkan, mempertimbangkan, menganalisis, atau mencari solusi.
- 日本で働くことについて考えています。(Nihon de hataraku koto ni tsuite kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan tentang bekerja di Jepang.
- どの大学に行くか考えています。(Dono daigaku ni iku ka kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan akan masuk universitas mana.
Di sini terdapat proses mempertimbangkan pilihan, sehingga 考える lebih sesuai.
Bandingkan dalam Situasi yang Sama
Perhatikan dua kalimat berikut:
- 日本に行きたいと思います。(Nihon ni ikitai to omoimasu.) – Saya pikir saya ingin pergi ke Jepang.
- 日本に行く方法を考えています。(Nihon ni iku hōhō o kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan cara untuk pergi ke Jepang.
- Kalimat pertama menyatakan pikiran atau keinginan.
- Kalimat kedua menunjukkan proses mencari atau mempertimbangkan cara.
「と思う」 Lebih Umum untuk Pendapat Pribadi
Dalam percakapan sehari-hari, 「~と思います」 sangat sering digunakan ketika seseorang memberikan pendapat dengan cara yang tidak terlalu tegas.
- 明日は雨が降ると思います。(Ashita wa ame ga furu to omoimasu.) – Saya pikir besok akan turun hujan.
- 彼は来ないと思います。(Kare wa konai to omoimasu.) – Saya pikir dia tidak akan datang.
Pembicara menyampaikan apa yang menurutnya benar atau mungkin terjadi.
「~について考える」 Menunjukkan “Memikirkan tentang”
Salah satu pola yang sangat penting adalah:
N + について + 考える
Artinya “memikirkan tentang N” atau “mempertimbangkan N”.
Contoh:
- 将来について考えています。(Shōrai ni tsuite kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan masa depan.
- 問題について考えましょう。(Mondai ni tsuite kangaemashō.) – Mari kita pikirkan masalah ini.
Perhatikan bahwa 「について考える」 menunjukkan adanya objek atau topik yang sedang dipikirkan.
Tips Cepat Membedakan
Jika kalimatnya menjawab:
「どう思いますか。」(Dō omoimasu ka.) – Bagaimana menurutmu?
→ biasanya menggunakan 思う.
Jika konteksnya:
「どうすればいい?」(Dōsureba ii?) – Harus bagaimana?
→ biasanya menggunakan 考える karena ada proses mencari solusi atau mempertimbangkan pilihan.
Jadi, ingat pola sederhananya:
«思う → pendapat yang ada di pikiran
考える → proses untuk mendapatkan atau mempertimbangkan sesuatu»
Perbedaan ini penting karena kedua kata tersebut memang bisa diterjemahkan sebagai “berpikir”, tetapi sudut pandangnya berbeda.
Perbedaan Nuansa 「思う」vs「感じる」
思う(おもう / omou) dan 感じる(かんじる / kanjiru) sama-sama dapat diterjemahkan sebagai “merasa” dalam bahasa Indonesia. Namun, keduanya memiliki fokus yang berbeda.
Secara sederhana:
思う = apa yang kita pikirkan atau yakini
感じる = apa yang kita rasakan atau tangkap sebagai kesan
「思う」 untuk Pendapat atau Penilaian
思う digunakan ketika pembicara menyampaikan pendapat atau penilaian pribadi.
この映画は面白いと思います。(Kono eiga wa omoshiroi to omoimasu.) – Saya pikir film ini menarik.
Pembicara memberikan penilaian pribadi terhadap film tersebut.
「感じる」 untuk Kesan yang Dirasakan
Sementara itu, 感じる menekankan kesan atau pengalaman yang dirasakan.
この映画は面白いと感じました。(Kono eiga wa omoshiroi to kanjimashita.) – Saya merasa film ini menarik.
Kalimat ini memberikan nuansa bahwa pembicara memperoleh kesan tersebut setelah mengalami atau menyaksikan filmnya.
Contoh 「彼は優しい」
Bandingkan:
- 彼は優しいと思います。(Kare wa yasashii to omoimasu.) – Saya pikir dia baik.
- 彼は優しいと感じます。(Kare wa yasashii to kanjimasu.) – Saya merasa dia baik.
Perbedaannya memang halus:
- 思います → fokus pada pendapat pembicara.
- 感じます → fokus pada kesan yang dirasakan pembicara.
Keduanya dapat digunakan, tetapi sudut pandangnya berbeda.
「思う」 Tidak Selalu Berarti “Berpikir”
Salah satu hal yang menarik adalah 思う dalam bahasa Jepang tidak selalu harus diterjemahkan sebagai “berpikir”.
Misalnya:
日本は住みやすいと思います。(Nihon wa sumiyasui to omoimasu.) – Saya rasa Jepang nyaman untuk ditinggali.
Dalam bahasa Indonesia, “saya rasa” terdengar lebih alami daripada “saya berpikir”.
Sebaliknya, 感じる juga dapat diterjemahkan sebagai “merasa”, tetapi biasanya ada unsur pengalaman atau kesan.
Bandingkan dalam Satu Situasi
Misalnya seseorang pertama kali pergi ke Jepang.
日本は安全だと思いました。(Nihon wa anzen da to omoimashita.) – Saya berpikir/berpendapat bahwa Jepang aman.
Fokusnya adalah penilaian atau pendapat.
Sedangkan:
日本は安全だと感じました。(Nihon wa anzen da to kanjimashita.) – Saya merasa bahwa Jepang aman.
Fokusnya lebih pada kesan yang muncul dari pengalaman berada di Jepang.
Cara Cepat Membedakannya
Gunakan pertanyaan sederhana:
思う → “Apa pendapat saya?”
感じる → “Apa yang saya rasakan dari pengalaman ini?”
Jadi, ketika ingin menyampaikan opini atau penilaian, 思う sering menjadi pilihan yang alami. Ketika ingin menekankan kesan, pengalaman, atau sesuatu yang terasa bagi diri sendiri, 感じる lebih sesuai.

Perbedaan Nuansa 「考える」vs「感じる」
考える(かんがえる / kangaeru) dan 感じる(かんじる / kanjiru) sama-sama berkaitan dengan pengalaman mental seseorang, tetapi keduanya menunjukkan proses yang berbeda.
Secara sederhana:
考える = memproses sesuatu dengan pikiran
感じる = menangkap atau mengalami sesuatu melalui perasaan/kesan
「考える」 untuk Proses Berpikir
考える digunakan ketika seseorang secara sadar memikirkan, menganalisis, atau mempertimbangkan sesuatu.
- 将来について考えています。(Shōrai ni tsuite kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan masa depan.
- 問題の解決方法を考えます。(Mondai no kaiketsu hōhō o kangaemasu.) – Saya memikirkan cara menyelesaikan masalah.
Pada contoh tersebut, ada proses berpikir untuk mendapatkan jawaban atau keputusan.
「感じる」 untuk Pengalaman dan Kesan
感じる digunakan ketika sesuatu memberikan kesan atau perasaan tertentu kepada seseorang.
- この仕事は大変だと感じました。(Kono shigoto wa taihen da to kanjimashita.) – Saya merasa pekerjaan ini berat.
- 日本の文化に興味深さを感じます。(Nihon no bunka ni kyōmibukasa o kanjimasu.) – Saya merasakan ketertarikan terhadap budaya Jepang.
Di sini pembicara tidak sedang menjelaskan proses menganalisis sesuatu, tetapi kesan yang muncul dari pengalaman.
Contoh dalam Situasi yang Sama
Misalnya seorang siswa mendapatkan soal ujian yang sulit.
この問題について考えています。(Kono mondai ni tsuite kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan soal ini.
Fokusnya adalah proses mencari jawaban.
Sedangkan:
この問題は難しいと感じました。(Kono mondai wa muzukashii to kanjimashita.) -\ Saya merasa soal ini sulit.
Fokusnya adalah kesan atau pengalaman yang dirasakan siswa.
「考える」 Tidak Sama dengan 「感じる」
Perhatikan perbedaan berikut:
- どうすればいいか考えています。(Dōsureba ii ka kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan apa yang harus dilakukan.
- どうすればいいか不安に感じています。(Dōsureba ii ka fuan ni kanjite imasu.) – Saya merasa cemas tentang apa yang harus dilakukan.
Kalimat pertama menunjukkan proses mencari solusi, sedangkan kalimat kedua menunjukkan perasaan yang muncul terhadap situasi tersebut.
Pola yang Sering Digunakan
考える
- ~について考える = memikirkan tentang ~
- ~を考える = memikirkan ~
- ~か考える = memikirkan apakah/yang mana ~
感じる
- ~を感じる = merasakan ~
- ~と感じる = merasa bahwa ~
- ~ように感じる = merasa seolah-olah/seperti ~
Cara Cepat Mengingat
- Jika fokusnya pada “Apa yang harus saya pikirkan atau pertimbangkan?”, gunakan 考える.
- Jika fokusnya pada “Apa yang saya rasakan atau kesankan dari hal tersebut?”, gunakan 感じる.
- 考える → proses berpikir
- 感じる → pengalaman/kesan yang dirasakan
- Satu Situasi, Tiga Kata yang Berbeda
Situasi: Mengikuti Ujian Bahasa Jepang
Bayangkan seorang siswa baru saja mengikuti ujian bahasa Jepang.
① 思う — Menyatakan Pendapat
日本語の試験は難しいと思います。(Nihongo no shiken wa muzukashii to omoimasu.) – Saya pikir ujian bahasa Jepang sulit.
Di sini 思う digunakan untuk menyampaikan pendapat pribadi.
Fokusnya:
“Menurut saya, ujian ini sulit.”
② 考える — Memikirkan atau Mencari Solusi
間違えた問題について考えています。(Machigaeta mondai ni tsuite kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan soal-soal yang saya jawab salah.
Di sini 考える menunjukkan adanya proses berpikir. Siswa mungkin sedang mencari tahu mengapa jawabannya salah atau bagaimana memperbaikinya.
Fokusnya:
“Saya sedang memikirkan masalah ini.”
③ 感じる — Merasakan Kesan
試験の難しさを感じました。(Shiken no muzukashisa o kanjimashita.) – Saya merasakan sulitnya ujian tersebut.
Di sini 感じる menunjukkan pengalaman atau kesan yang dirasakan setelah mengikuti ujian.
Fokusnya:
“Saya benar-benar merasakan bahwa ujian ini sulit.”
Situasi: Bertemu Orang Baru
Sekarang bayangkan seseorang bertemu dengan teman baru.
思う:
彼は優しい人だと思います。(Kare wa yasashii hito da to omoimasu.) -Saya pikir dia orang yang baik.
→ Menyatakan penilaian atau pendapat.
考える:
彼とどう話せばいいか考えています。(Kare to dō hanaseba ii ka kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan bagaimana cara berbicara dengannya.
→ Menunjukkan proses mempertimbangkan sesuatu.
感じる:
彼から優しさを感じました。(Kare kara yasashisa o kanjimashita.) – Saya merasakan kebaikan darinya.
→ Menunjukkan kesan yang dirasakan dari interaksi.
Situasi: Merencanakan Liburan
Ketiga kata ini juga dapat muncul ketika membicarakan rencana perjalanan.
日本へ行きたいと思います。(Nihon e ikitai to omoimasu.) – Saya pikir/saya ingin pergi ke Jepang.
→ 思う: menyampaikan keinginan atau pikiran pribadi.
日本へ行く方法を考えています。(Nihon e iku hōhō o kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan cara untuk pergi ke Jepang.
→ 考える: mempertimbangkan cara atau pilihan.
日本の文化を身近に感じたいです。(Nihon no bunka o mijika ni kanjitai desu.) – Saya ingin merasakan budaya Jepang secara lebih dekat.
→ 感じる: berfokus pada pengalaman atau kesan yang ingin dirasakan.
Pola Tata Bahasa yang Sering Muncul
Setelah memahami perbedaan makna 思う・考える・感じる, langkah berikutnya adalah mengenali pola tata bahasa yang sering digunakan bersama ketiga kata tersebut. Pola ini penting karena penggunaan partikel dan bentuk kalimat dapat memengaruhi maknanya.
Pola 「~と思う」
~と思う(とおもう) digunakan untuk menyatakan pendapat, dugaan, atau keyakinan pribadi.
Pola:
Kalimat biasa + と思う
Contoh:
- この映画は面白いと思います。(Kono eiga wa omoshiroi to omoimasu.) – Saya pikir film ini menarik.
- 明日は雨が降ると思います。(Ashita wa ame ga furu to omoimasu.) – Saya pikir besok akan turun hujan.
Untuk kata benda dan な-adjektiva, bentuknya menggunakan だ:
彼は学生だと思います。(Kare wa gakusei da to omoimasu.) – Saya pikir dia seorang pelajar.
Pola 「~と思っている」
~と思っている dapat digunakan untuk menyatakan pikiran, keyakinan, atau niat yang sedang dimiliki.
- 日本へ行きたいと思っています。(Nihon e ikitai to omotte imasu.) – Saya ingin pergi ke Jepang.
- 彼は来ないと思っています。(Kare wa konai to omotte imasu.) – Saya berpikir bahwa dia tidak akan datang.
Nuansanya dapat menunjukkan bahwa pikiran tersebut masih dipegang atau sedang ada dalam pikiran seseorang.
Pola 「~について考える」
Pola:
~について考える(~ ni tsuite kangaeru) – memikirkan tentang ~
Contoh:
- 将来について考えています。(Shōrai ni tsuite kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan masa depan.
- 日本の文化について考えました。(Nihon no bunka ni tsuite kangaemashita.) – Saya memikirkan tentang budaya Jepang.
Pola ini menekankan topik yang sedang dipikirkan.
Pola 「~を考える」
考える juga dapat langsung digunakan dengan objek yang dipikirkan.
方法を考えます。(Hōhō o kangaemasu.) – Saya memikirkan sebuah cara.
将来のことを考えています。(Shōrai no koto o kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan masa depan.
Perbedaannya dengan ~について考える cukup halus. ~を考える sering menempatkan sesuatu sebagai objek yang dipikirkan atau dipertimbangkan.
Pola 「~か考える」
Pola ini digunakan ketika seseorang sedang memikirkan pilihan, pertanyaan, atau apa yang harus dilakukan.
- 何を買うか考えています。(Nani o kau ka kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan apa yang akan dibeli.
- どうすればいいか考えます。(Dōsureba ii ka kangaemasu.) – Saya akan memikirkan apa yang sebaiknya dilakukan.
Pola ini sering muncul ketika seseorang mempertimbangkan beberapa kemungkinan.
Pola 「~と感じる」
~と感じる digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang merasa atau mendapatkan kesan bahwa sesuatu demikian.
- 日本語は難しいと感じます。(Nihongo wa muzukashii to kanjimasu.) – Saya merasa bahasa Jepang sulit.
- この町は静かだと感じました。(Kono machi wa shizuka da to kanjimashita.) – Saya merasa kota ini tenang.
Pola ini menekankan kesan atau pengalaman subjektif.

Pola 「~を感じる」
Pola ini digunakan ketika objek yang dirasakan dinyatakan secara langsung.
- 喜びを感じます。(Yorokobi o kanjimasu.) – Saya merasakan kebahagiaan.
- 不安を感じました。(Fuan o kanjimashita.) – Saya merasa cemas.
- 違和感を感じます。(Iwakan o kanjimasu.) – Saya merasa ada sesuatu yang janggal.
Pola 「~ように感じる」
~ように感じる digunakan ketika seseorang merasa bahwa sesuatu “terasa seperti…” atau “seolah-olah…”.
- 時間が早く過ぎたように感じます。(Jikan ga hayaku sugita yō ni kanjimasu.) – Saya merasa waktu berlalu dengan cepat.
- 以前より日本語が上手になったように感じます。(Izen yori Nihongo ga jōzu ni natta yō ni kanjimasu.) – Saya merasa kemampuan bahasa Jepang saya menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
Pola ini berguna ketika pembicara ingin menyampaikan kesan subjektif tanpa terdengar terlalu mutlak.
「と思う」 dan 「と考える」 Tidak Selalu Bisa Ditukar
思う(おもう / omou) dan 考える(かんがえる / kangaeru) sama-sama dapat diterjemahkan sebagai “berpikir”. Namun, dalam bahasa Jepang, keduanya memiliki fokus dan nuansa yang berbeda.
Secara sederhana:
~と思う → menyatakan pikiran, pendapat, atau keyakinan
~と考える → menyatakan hasil pertimbangan atau pemikiran yang lebih terstruktur
「~と思う」 dalam Percakapan Sehari-hari
Pola ~と思う sangat umum digunakan ketika seseorang menyampaikan pendapat pribadi.
- この店はおいしいと思います。(Kono mise wa oishii to omoimasu.) – Saya pikir restoran ini enak.
- 明日は忙しいと思います。(Ashita wa isogashii to omoimasu.) – Saya pikir besok akan sibuk.
Nuansanya terasa personal dan natural dalam percakapan.
「~と考える」 untuk Pemikiran atau Pertimbangan
Sementara itu, ~と考える dapat digunakan ketika suatu pendapat merupakan hasil dari pertimbangan, analisis, atau pemikiran yang lebih terstruktur.
この方法が一番いいと考えます。(Kono hōhō ga ichiban ii to kangaemasu.) – Saya berpendapat bahwa cara ini adalah yang paling baik.
Kalimat ini terdengar lebih formal dibandingkan:
この方法が一番いいと思います。(Kono hōhō ga ichiban ii to omoimasu.)
Keduanya dapat berarti “Saya pikir cara ini yang paling baik”, tetapi 考えます memberikan nuansa yang lebih objektif atau formal.
Perbedaan dalam Bahasa Formal
Dalam tulisan akademik, laporan, presentasi, atau situasi formal, 考える sering digunakan untuk menjelaskan suatu pandangan yang didasarkan pada pertimbangan tertentu.
Contoh:
- この結果から、今後も改善が必要だと考えます。(Kono kekka kara, kongo mo kaizen ga hitsuyō da to kangaemasu.) – Berdasarkan hasil ini, saya berpendapat bahwa perbaikan masih diperlukan.
Sementara dalam percakapan santai, と思う lebih umum:
- もっと練習が必要だと思う。(Motto renshū ga hitsuyō da to omou.) – Menurutku, kita perlu lebih banyak latihan.
Apakah 「と思う」 Bisa Diganti 「と考える」?
Tidak selalu. Meskipun terkadang keduanya dapat digunakan untuk menyampaikan pendapat, penggantian tersebut dapat mengubah nuansa.
Bandingkan:
彼はいい人だと思います。(Kare wa ii hito da to omoimasu.) – Saya pikir dia orang yang baik.
Kalimat ini terdengar seperti pendapat pribadi tentang seseorang.
Jika menggunakan:
彼はいい人だと考えます。(Kare wa ii hito da to kangaemasu.)
Secara tata bahasa dapat dipahami, tetapi terdengar lebih formal dan kaku untuk percakapan sehari-hari.
Sebaliknya, ketika membahas analisis atau pertimbangan, 考える dapat terasa lebih sesuai.
Perhatikan Konteks
Perbedaan keduanya tidak selalu berarti:
思う = informal
考える = formal
Karena 考える juga digunakan dalam percakapan sehari-hari:
ちょっと考えます。(Chotto kangaemasu.) – Saya akan memikirkannya sebentar.
Yang penting adalah makna yang ingin disampaikan.
思う → apa yang ada dalam pikiran atau pendapat pembicara.
考える → aktivitas berpikir, pertimbangan, atau pemikiran yang mendasari suatu kesimpulan.
Cara Mudah Mengingat
Jika ingin mengatakan:
“Menurut saya…” → ~と思う
Jika ingin mengatakan:
“Setelah mempertimbangkan/menganalisis…, saya berpendapat…” → ~と考える
Jadi, perbedaan 思う dan 考える bukan sekadar masalah formal dan informal. Yang lebih penting adalah fokus maknanya: apakah kita sedang menyampaikan sebuah pikiran/opini atau menekankan proses dan hasil pertimbangan.
「感じる」 untuk Sensasi Fisik
感じる(かんじる / kanjiru) tidak hanya digunakan untuk perasaan atau emosi. Kata ini juga sangat umum digunakan untuk menyatakan sensasi fisik yang dirasakan tubuh, seperti panas, dingin, sakit, berat, tekanan, atau perubahan tertentu.
Dalam konteks ini, 感じる menunjukkan bahwa seseorang mengalami atau merasakan suatu sensasi.
Merasakan Panas dan Dingin
Contoh:
- 暑く感じます。(Atsuku kanjimasu.) -Saya merasa panas.
- 寒く感じます。(Samuku kanjimasu.) -Saya merasa dingin.
- 今日は昨日より暑く感じます。(Kyō wa kinō yori atsuku kanjimasu.) – Hari ini terasa lebih panas daripada kemarin.
Perhatikan pola:
い-adjektiva → ~く感じる
Misalnya:
- 暑い → 暑く感じる
- 寒い → 寒く感じる
- 暖かい → 暖かく感じる
- 涼しい → 涼しく感じる
Merasakan Sakit
感じる juga dapat digunakan ketika seseorang menyadari atau merasakan rasa sakit.
- 痛みを感じました。(Itami o kanjimashita.) – Saya merasakan sakit.
- 少し痛みを感じます。(Sukoshi itami o kanjimasu.) – Saya merasa sedikit sakit.
痛み(いたみ / itami) berarti “rasa sakit”.
Merasakan Berat atau Ringan
Kata sifat juga dapat digunakan bersama 感じる untuk menggambarkan bagaimana sesuatu terasa.
- このバッグは重く感じます。(Kono baggu wa omoku kanjimasu.) – Tas ini terasa berat.
- この靴は軽く感じます。(Kono kutsu wa karuku kanjimasu.) – Sepatu ini terasa ringan.
Yang ditekankan bukan semata-mata ukuran atau berat sebenarnya, tetapi bagaimana sesuatu terasa bagi pembicara.
Merasakan Perubahan
感じる juga dapat digunakan untuk menggambarkan perubahan yang dirasakan.
- 春の暖かさを感じます。(Haru no atatakasa o kanjimasu.) – Saya merasakan kehangatan musim semi.
- 秋の涼しさを感じます。(Aki no suzushisa o kanjimasu.) – Saya merasakan kesejukan musim gugur.
Kata benda seperti 暖かさ(あたたかさ) dan 涼しさ(すずしさ) menunjukkan kualitas atau sensasi yang dirasakan.
「~く感じる」 dan 「~と感じる」
Ada dua pola yang penting:
① ~く感じる
Digunakan ketika kata sifat secara langsung menggambarkan sensasi.
部屋が広く感じます。(Heya ga hiroku kanjimasu.) – Ruangan terasa luas.
② ~と感じる
Digunakan untuk menyatakan kesan bahwa sesuatu terasa atau dianggap demikian.
この部屋は広いと感じます。(Kono heya wa hiroi to kanjimasu.) – Saya merasa ruangan ini luas.
Keduanya dapat digunakan, tetapi strukturnya berbeda.
Perbedaan dengan 「思う」
Bandingkan:
この部屋は寒いと思います。(Kono heya wa samui to omoimasu.) – Saya pikir ruangan ini dingin.
→ 思う: pembicara menyampaikan pendapat atau penilaiannya.
この部屋は寒く感じます。(Kono heya wa samuku kanjimasu.) – Ruangan ini terasa dingin bagi saya.
→ 感じる: pembicara menekankan sensasi yang dialami tubuhnya.
Perbedaannya memang halus, tetapi penting untuk memahami nuansa bahasa Jepang.
「感じる」 untuk Kesan terhadap Orang atau Situasi
Selain digunakan untuk sensasi fisik, 感じる(かんじる / kanjiru) juga sering digunakan untuk menyatakan kesan, suasana, atau sesuatu yang kita tangkap dari orang maupun situasi.
Dalam penggunaan ini, 感じる tidak selalu berarti “merasakan” secara fisik. Kata ini lebih dekat dengan “menangkap kesan”, “merasakan suasana”, atau “mendapatkan perasaan tertentu dari sesuatu”.
Merasakan Sifat Seseorang
Ketika berinteraksi dengan seseorang, kita dapat menggunakan 感じる untuk menyatakan kesan yang kita dapatkan.
- 彼から優しさを感じました。(Kare kara yasashisa o kanjimashita.) – Saya merasakan kebaikan dari dirinya.
- 彼女から強さを感じます。(Kanojo kara tsuyosa o kanjimasu.) – Saya merasakan kekuatan dari dirinya.
Fokusnya bukan sekadar memberikan penilaian, tetapi kesan yang muncul melalui interaksi atau pengamatan.
Merasakan Suasana Suatu Tempat
感じる juga dapat digunakan untuk menggambarkan suasana yang dirasakan di suatu tempat.
- この町に温かさを感じます。(Kono machi ni atatakasa o kanjimasu.) – Saya merasakan kehangatan di kota ini.
- この場所に懐かしさを感じます。(Kono basho ni natsukashisa o kanjimasu.) – Saya merasakan nuansa nostalgia di tempat ini.
Di sini yang dirasakan bukan sesuatu yang dapat disentuh secara fisik, melainkan suasana atau kesan subjektif.
Merasakan Sesuatu yang Janggal
Untuk situasi yang terasa aneh atau tidak sesuai, bahasa Jepang sering menggunakan:
違和感を感じる
iwakan o kanjiru
= merasa ada sesuatu yang janggal/tidak nyaman
Contoh:
- その話に違和感を感じました。(Sono hanashi ni iwakan o kanjimashita.) – Saya merasa ada sesuatu yang janggal dalam cerita itu.
違和感(いわかん / iwakan) berarti perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak sesuai atau terasa aneh.
Merasakan Suasana dalam Suatu Situasi
Contoh:
- 会場に緊張感を感じました。(Kaijō ni kinchōkan o kanjimashita.) – Saya merasakan suasana tegang di tempat acara.
- その場に安心感を感じました。(Sono ba ni anshinkan o kanjimashita.) – Saya merasakan rasa aman di situasi tersebut.
Kata seperti 緊張感(きんちょうかん) dan 安心感(あんしんかん) menggambarkan suasana atau perasaan yang ditangkap seseorang.
「思う」vs「感じる」 dalam Menilai Seseorang
Perhatikan perbedaan berikut:
- 彼は優しい人だと思います。(Kare wa yasashii hito da to omoimasu.) – Saya pikir dia orang yang baik.
- 彼から優しさを感じます。(Kare kara yasashisa o kanjimasu.) – Saya merasakan kebaikan dari dirinya.
思う lebih langsung menunjukkan pendapat atau penilaian pembicara.
Sedangkan 感じる memberikan nuansa bahwa pembicara menangkap kebaikan tersebut dari perilaku atau interaksi dengan orang itu.
「感じる」 dan Pengalaman Pribadi
Penggunaan 感じる sangat cocok ketika suatu kesan muncul setelah seseorang mengalami sesuatu secara langsung.
Misalnya setelah tinggal beberapa hari di Jepang:
日本の生活に便利さを感じました。(Nihon no seikatsu ni benrisa o kanjimashita.) – Saya merasakan kenyamanan/kemudahan dalam kehidupan di Jepang.
「思う」 untuk Pendapat Pribadi
思う(おもう / omou) merupakan kata yang sangat sering digunakan ketika seseorang ingin menyampaikan pendapat, pandangan, penilaian, atau keyakinan pribadi. Salah satu pola terpentingnya adalah ~と思う.
Dalam bahasa Indonesia, pola ini dapat diterjemahkan sebagai “saya pikir…”, “menurut saya…”, “saya rasa…”, atau “saya kira…”, tergantung konteks.
Pola 「~と思います」
Pola dasar:
Kalimat biasa + と思います
Contoh:
- この映画は面白いと思います。(Kono eiga wa omoshiroi to omoimasu.) – Saya pikir film ini menarik.
- 日本語は難しいと思います。(Nihongo wa muzukashii to omoimasu.) – Saya pikir bahasa Jepang sulit.
Pembicara menyampaikan pendapatnya sendiri, bukan menyatakan bahwa sesuatu tersebut merupakan fakta mutlak.
Menyampaikan Pendapat dengan Lebih Halus
Dalam percakapan, ~と思います juga dapat membuat pernyataan terdengar lebih halus.
Bandingkan:
これはいいです。(Kore wa ii desu.) – Ini bagus.
dengan:
これはいいと思います。(Kore wa ii to omoimasu.) – Saya pikir ini bagus.
Kalimat kedua secara jelas menandai bahwa yang disampaikan adalah pandangan pembicara.
Menyatakan Dugaan
思う juga digunakan untuk menyampaikan sesuatu yang belum diketahui secara pasti.
- 田中さんは来ないと思います。(Tanaka-san wa konai to omoimasu.) -Saya pikir Tanaka tidak akan datang.
- 明日は雨だと思います。(Ashita wa ame da to omoimasu.) – Saya pikir besok akan hujan.
Dalam konteks seperti ini, 思う dapat diterjemahkan sebagai “saya kira” atau “saya pikir”.
Menyatakan Penilaian terhadap Orang atau Sesuatu
思う dapat digunakan untuk menyampaikan penilaian pribadi.
- 彼はいい人だと思います。(Kare wa ii hito da to omoimasu.) – Saya pikir dia orang yang baik.
- この店は便利だと思います。(Kono mise wa benri da to omoimasu.) -Saya pikir toko ini praktis.
Perhatikan bahwa 思う tidak berarti pembicara sedang melakukan proses analisis panjang. Fokusnya adalah pendapat yang dimiliki pembicara.
「と思う」 dan 「と思っています」
Keduanya memiliki hubungan yang erat, tetapi nuansanya dapat berbeda.
~と思います
日本へ行きたいと思います。(Nihon e ikitai to omoimasu.) – Saya ingin pergi ke Jepang.
~と思っています
日本へ行きたいと思っています。(Nihon e ikitai to omotte imasu.) – Saya memang berpikir/berniat ingin pergi ke Jepang.
Bentuk ~と思っています dapat memberikan kesan bahwa pikiran, niat, atau keyakinan tersebut sudah ada dan masih dipertahankan.
「思う」 Bukan Hanya “Berpikir”
Dalam bahasa Indonesia, menerjemahkan 思う secara harfiah sebagai “berpikir” terkadang terdengar kurang alami.
Misalnya:
この料理はおいしいと思います。
Secara harfiah:
“Saya berpikir makanan ini enak.”
Namun, terjemahan yang lebih alami:
“Saya rasa makanan ini enak.”
Karena itu, ketika menemukan ~と思う, jangan selalu menerjemahkannya secara kaku sebagai “berpikir”. Perhatikan konteks kalimatnya.

「考える」 untuk Keputusan dan Rencana
考える(かんがえる / kangaeru) tidak hanya berarti “berpikir”, tetapi juga sering digunakan ketika seseorang mempertimbangkan pilihan, menyusun rencana, atau memikirkan keputusan. Karena itu, kata ini sangat umum ditemukan dalam percakapan sehari-hari maupun konteks pekerjaan dan pendidikan.
Memikirkan Masa Depan
Salah satu penggunaan yang umum adalah membicarakan rencana atau masa depan.
- 将来について考えています。(Shōrai ni tsuite kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan masa depan.
- 卒業後のことを考えています。(Sotsugyō-go no koto o kangaete imasu.) -Saya sedang memikirkan apa yang akan dilakukan setelah lulus.
Di sini 考える menunjukkan bahwa seseorang sedang mempertimbangkan berbagai kemungkinan.
Mempertimbangkan Pilihan
Ketika terdapat beberapa pilihan, 考える dapat digunakan untuk menunjukkan proses mempertimbangkannya.
- どの大学に行くか考えています。(Dono daigaku ni iku ka kangaete imasu.) – Saya sedang mempertimbangkan akan masuk universitas mana.
- どの方法がいいか考えましょう。(Dono hōhō ga ii ka kangaemashō.) -Mari kita pikirkan cara mana yang lebih baik.
Pola yang sering muncul adalah:
~か考える
= memikirkan/menimbang apakah atau yang mana…
Memikirkan Solusi
考える juga digunakan ketika seseorang berusaha menemukan jalan keluar dari sebuah masalah.
- 問題を解決する方法を考えています。(Mondai o kaiketsu suru hōhō o kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan cara menyelesaikan masalah.
- どうすればいいか考えてください。(Dōsureba ii ka kangaete kudasai.) -Tolong pikirkan apa yang sebaiknya dilakukan.
Dalam konteks ini, 考える jelas menunjukkan adanya proses mencari solusi.
Memikirkan Rencana
考える juga dapat digunakan ketika seseorang sedang merencanakan sesuatu.
- 旅行の計画を考えています。(Ryokō no keikaku o kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan rencana perjalanan.
- 来月の予定を考えています。(Raigetsu no yotei o kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan rencana untuk bulan depan.
Kata 考える menekankan proses menyusun dan mempertimbangkan rencana tersebut.
「考えてみる」: Mencoba Memikirkan
Pola menarik lainnya adalah:
~てみる = mencoba melakukan sesuatu.
Karena itu:
考えてみる = mencoba memikirkan / mempertimbangkan
Contoh:
- もう一度考えてみます。(Mō ichido kangaete mimasu.) – Saya akan mencoba memikirkannya sekali lagi.
- 少し考えてみてください。(Sukoshi kangaete mite kudasai.) – Coba pikirkan sebentar.
Pola ini sering digunakan ketika seseorang belum memberikan keputusan secara langsung.
「考える」 dan 「思う」 dalam Keputusan
Perhatikan perbedaannya:
日本へ行きたいと思います。(Nihon e ikitai to omoimasu.) – Saya ingin pergi ke Jepang.
→ 思う: menyatakan keinginan atau pikiran pribadi.
Sedangkan:
日本へ行く方法を考えています。(Nihon e iku hōhō o kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan cara untuk pergi ke Jepang.
→ 考える: mempertimbangkan bagaimana cara mewujudkan sesuatu.
Dengan kata lain, 思う dapat menyatakan “apa yang saya inginkan/pikirkan”, sedangkan 考える dapat menunjukkan “bagaimana saya mempertimbangkan atau merencanakannya”.
Kesalahan Umum Pembelajar Bahasa Jepang
Karena 思う(おもう / omou), 考える(かんがえる / kangaeru), dan 感じる(かんじる / kanjiru) sama-sama berkaitan dengan pikiran dan perasaan, ketiganya sering tertukar. Kesalahan biasanya terjadi karena ketiga kata tersebut memiliki beberapa terjemahan yang mirip dalam bahasa Indonesia.
Menggunakan 「思う」 untuk Semua Makna “Berpikir”
Kesalahan yang umum adalah menganggap setiap kata “berpikir” dalam bahasa Indonesia harus diterjemahkan dengan 思う.
Misalnya:
❌ 将来について思っています。
Jika maksudnya adalah “Saya sedang memikirkan masa depan”, bentuk yang lebih tepat adalah:
✅ 将来について考えています。(Shōrai ni tsuite kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan masa depan.
Karena ada proses mempertimbangkan sesuatu, 考える lebih sesuai.
Menggunakan 「考える」 untuk Semua Pendapat
Sebaliknya, pembelajar juga bisa menggunakan 考える ketika ingin mengatakan “menurut saya”.
Misalnya:
△ この映画は面白いと考えます。
Kalimat tersebut dapat dipahami dan dapat muncul dalam konteks formal, tetapi untuk percakapan sehari-hari, bentuk berikut biasanya lebih natural:
この映画は面白いと思います。(Kono eiga wa omoshiroi to omoimasu.) – Saya pikir film ini menarik.
思う lebih umum untuk menyampaikan pendapat pribadi dalam percakapan.
Menganggap 「思う」 dan 「感じる」 Sama Persis
Keduanya memang bisa diterjemahkan sebagai “merasa”, tetapi fokusnya berbeda.
Bandingkan:
- 彼は優しいと思います。(Kare wa yasashii to omoimasu.) – Saya pikir dia baik.
- 彼から優しさを感じます。(Kare kara yasashisa o kanjimasu.) – Saya merasakan kebaikan dari dirinya.
思う → pendapat atau penilaian.
感じる → kesan atau pengalaman yang dirasakan.
Menggunakan 「感じる」 untuk Proses Berpikir
感じる bukan pilihan utama ketika seseorang sedang mencari solusi atau mempertimbangkan keputusan.
Misalnya:
❌ どうすればいいか感じています。
Jika maksudnya “Saya sedang memikirkan apa yang harus dilakukan”, gunakan:
✅ どうすればいいか考えています。(Dōsureba ii ka kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan apa yang harus dilakukan.
Karena yang dimaksud adalah proses berpikir, bukan perasaan.
Menggunakan 「考える」 untuk Sensasi Fisik
Jika ingin mengatakan “terasa panas”, “terasa dingin”, atau “terasa berat”, 感じる lebih tepat.
❌ この部屋は暑いと考えます。
Jika maksudnya “Ruangan ini terasa panas”, lebih natural:
✅ この部屋は暑く感じます。(Kono heya wa atsuku kanjimasu.) – Ruangan ini terasa panas.
Di sini yang dibicarakan adalah sensasi yang dirasakan tubuh, bukan hasil pertimbangan.
Mengabaikan Konteks
Satu kata dalam bahasa Indonesia dapat memiliki beberapa padanan dalam bahasa Jepang.
Contohnya kata “merasa”:
- “Saya merasa dia orang baik.” → 彼はいい人だと思います。
- “Saya merasa gugup.” → 緊張を感じます。
- “Saya merasa ruangan ini dingin.” → 部屋が寒く感じます。
Karena itu, jangan hanya menerjemahkan kata per kata. Perhatikan apa yang sebenarnya ingin disampaikan.
Kesalahan karena Terlalu Berpatokan pada Terjemahan
Cara terbaik memahami ketiga kata ini bukan dengan menghafalkan satu arti Indonesia untuk masing-masing kata, melainkan dengan mengingat fokusnya:
思う → pikiran atau pendapat
考える → proses berpikir atau pertimbangan
感じる → perasaan, sensasi, atau kesan
Dengan memahami fokus tersebut, kita dapat memilih kata berdasarkan konteks, bukan sekadar berdasarkan terjemahan kamus.
Perbandingan dalam Percakapan Sehari-hari
A: この映画、どう思いますか。(Kono eiga, dō omoimasu ka.) – Menurutmu, bagaimana film ini?
B: 面白いと思います。(Omoshiroi to omoimasu.) – Saya pikir film ini menarik.
Di sini digunakan 思う karena B sedang menyampaikan pendapat pribadi.
Saat Sedang Mempertimbangkan Sesuatu
A: 卒業したら、何をしますか。(Sotsugyō shitara, nani o shimasu ka.) – Setelah lulus, kamu akan melakukan apa?
B: まだ考えています。(Mada kangaete imasu.) – Saya masih memikirkannya.
B belum mengambil keputusan dan masih mempertimbangkan pilihan, sehingga digunakan 考える.

Saat Mengungkapkan Kesan atau Perasaan
A: 日本に行って、どうでしたか。(Nihon ni itte, dō deshita ka.) – Bagaimana setelah pergi ke Jepang?
B: 日本は思ったより静かだと感じました。(Nihon wa omotta yori shizuka da to kanjimashita.) – Saya merasa Jepang lebih tenang daripada yang saya bayangkan.
Di sini 感じる digunakan karena B berbicara berdasarkan pengalaman dan kesan yang dirasakan.
Tiga Kata dalam Satu Situasi
Misalnya seseorang sedang memilih universitas.
思う:
この大学はいいと思います。(Kono daigaku wa ii to omoimasu.) – Saya pikir universitas ini bagus.
→ Menyampaikan pendapat.
考える:
どの大学に行くか考えています。(Dono daigaku ni iku ka kangaete imasu.) – Saya sedang memikirkan universitas mana yang akan saya pilih.
→ Menunjukkan proses mempertimbangkan pilihan.
感じる:
この大学に安心感を感じます。(Kono daigaku ni anshinkan o kanjimasu.) – Saya merasakan rasa aman dari universitas ini.
→ Menunjukkan perasaan atau kesan.
Cara Cepat Membedakannya
Ketika berbicara, coba tanyakan kepada diri sendiri:
① Apakah saya sedang menyampaikan pendapat?
→ 思う
② Apakah saya sedang memikirkan, mempertimbangkan, atau mencari solusi?
→ 考える
③ Apakah saya sedang mengungkapkan sesuatu yang saya rasakan atau kesankan?
→ 感じる
Jadi, dalam percakapan sederhana:
«思う = “Menurut saya…”
考える = “Saya sedang memikirkan…”
感じる = “Saya merasakan…”»
Memahami perbedaan kecil ini akan membuat penggunaan ketiganya terdengar lebih alami dan tidak sekadar mengikuti terjemahan bahasa Indonesia.
Kesimpulan
「思う(おもう / omou)・考える(かんがえる / kangaeru)・感じる(かんじる / kanjiru)」 memang sama-sama berhubungan dengan pikiran dan perasaan, tetapi ketiganya memiliki fokus yang berbeda.
思う digunakan ketika kita ingin menyampaikan pendapat, pikiran, dugaan, atau keyakinan pribadi. Sementara itu, 考える lebih menekankan pada proses berpikir, mempertimbangkan pilihan, mencari solusi, atau membuat rencana. Adapun 感じる digunakan untuk mengungkapkan perasaan, sensasi, atau kesan yang kita rasakan.
Cara mudah mengingatnya:
«思う → “Menurut saya…”
考える → “Saya sedang memikirkan…”
感じる → “Saya merasakan…”»
Memahami perbedaan nuansa ini akan membantu kita memilih kata yang lebih tepat dan terdengar lebih alami dalam bahasa Jepang.
Belajar bahasa Jepang bukan hanya tentang menghafalkan arti kata dari kamus, tetapi juga memahami konteks dan nuansa penggunaannya. Kata yang memiliki terjemahan Indonesia yang mirip belum tentu dapat digunakan dalam situasi yang sama.
Dengan membiasakan diri melihat konteks, contoh kalimat, dan situasi percakapan, perbedaan antara 思う・考える・感じる akan menjadi lebih mudah dipahami.
Semoga pembahasan ini membantu minasan semakin percaya diri dalam menggunakan bahasa Jepang sehari-hari.Kalau minasan ingin mengenal lebih banyak tentang budaya, bahasa, dan kuliner Jepang lainnya, jangan lupa untuk terus membaca artikel menarik di Pandaikotoba, dan ikuti Instagram-nya untuk update harian seputar kosakata, budaya, dan filosofi hidup ala Jepang yang inspiratif.
感じる juga dapat digunakan untuk menggambarkan suasana yang dirasakan di suatu tempat.
Untuk situasi yang terasa aneh atau tidak sesuai, bahasa Jepang sering menggunakan:
Sedangkan 感じる memberikan nuansa bahwa pembicara menangkap kebaikan tersebut dari perilaku atau interaksi dengan orang itu.
Misalnya setelah tinggal beberapa hari di Jepang:


