Bahasa Jepang

5 Tips Belajar Bahasa Jepang minim Puyeng!

Buat Mina san yang sudah belajar Bahasa Jepang, pastinya pernah mengalami kesulitan saat belajar Bahasa Jepang, kan? Entah karena, kelelahan, bosan, atau frustasi karena merasa materi yang diajarkan begitu susah dipahami, sehingga menghilangkan sebagian besar minat Mina san pada Bahasa Jepang.

Hal ini terjadi biasanya karena cara belajar yang cenderung monoton. Duh, sayang banget kalo Mina san putus belajar ditengah jalan, hanya karena terkendala hal-hal seperti tadi!

Oleh karena itu, pandaikotoba mau kasih beberapa tips belajar Bahasa Jepang, agar proses belajar Bahasa Jepang yang lagi Mina san lakukan ini berjalan dengan lebih dinamis dan menempel di otak! Apa aja nih kira-kira? langsung aja simak tulisan di bawah!

Ilustrasi Tips Belajar Bahasa Jepang (yomiuri.jp)

Cari Metode Belajar yang Fun

Seperti yang sudah disebutkan di atas, salah satu faktor yang membuat proses belajar Bahasa Jepang kita menjadi seret dan mandeg adalah metode belajar yang monoton. Tidak semua orang bisa belajar dalam satu kondisi dan fase yang sama setiap waktu. Apalagi dalam belajar Bahasa Jepang, ya Mina san! Beberapa dari Mina san mungkin berpikiran bahwa belajar dengan setumpuk buku panduan lebih memberikan hasil yang maksimal dalam mempelajari Bahasa Jepang. Padahal nggak begitu juga, lho!

Justru, sebisa mungkin kita harus pintar membuat kombinasi metode Belajar agar perasaan jenuh tidak mudah hinggap dan menghambat proses belajar nya Mina san.

  1. Drill Soal Latihan

Kalau biasanya kita lebih dulu mempelajari pola kalimat, penjelasan materi, lalu barulah berlatih soal, kali ini cobalah kebalikannya! Dari pada menyiapkan dan membeli banyak buku panduan dan fokus pada penjelasan materi dari masing-masing buku yang notabene isinya sama saja, perbanyaklah mengumpulkan soal latihan dan kerjakan masing-masing soal tersebut sambil membaca penjelasan materinya. Biasanya, otak akan lebih mudah mengingat ketika kita menemukan suatu hal yang sulit, bukan?

Membiasakan diri kita untuk mengerjakan soal secara berulang dan konsisten akan lebih mudah membentuk ingatan pada materi yang diajarkan. Jangan lupa untuk menyesuaikan porsi latihan soal dengan kapasitas diri kamu ya, Mina san! Misalnya, Jika Mina san adalah orang yang mudah stress atau mudah jenuh, Mina san bisa membatasi latihan hanya dengan mengerjakan 10 soal latihan per hari. Namun dengan catatan, latihan soal harus dilakukan secara konsisten setiap hari! Walau dalam sehari Mina san hanya mengerjakan 10 soal latihan, namun karena konsisten, pasti hasilnya pun pasti akan terasa lebih baik.

2. Nonton Dorama dan Anime

tips belajar bahasa jepang nonton anime
Menonton Anime sebagai salah satu metode belajar Bahasa Jepang (SindoNews)

Siapa sih yang bilang kalau belajar Bahasa Jepang nggak bisa hanya lewat Dorama dan Anime? Hehe, tentu bisa, dong! Belajar dengan menggunakan teknik audio visual merupakan salah satu metode pembelajaran yang dibutuhkan dalam mempelajari Bahasa Asing, tak terkecuali dengan belajar Bahasa Jepang. Namun, ada beberapa hal yang harus Mina san perhatikan saat memilih anime dan dorama untuk belajar Bahasa Jepang. Jangan sampai Mina san memilih Anime dan Dorama yang levelnya tidak sesuai dengan level kemampuan Bahasa Jepang Mina san.

Anime dan Dorama yang bisa digunakan untuk belajar bahasa Jepang, khususnya bagi tingkat beginner dan Intermediate adalah Anime dan Dorama dengan genre slice of life atau bertema sehari-hari, lebih baik lagi jika menggunakan anime atau dorama untuk anak-anak, karena penggunaan Bahasa Jepang dalan Anime dan Dorama anak menggunakan bahasa yang mudah dicerna dan lazim digunakan sehari-hari. Anime atau dorama yang bisa kita temui di Youtube dengan level tersebut misalnya, Koneko no Chii Ponporaa Dairyokou (Chi’s Sweet Adventure), Atashinchi, Shimajiro atau Doraemon 

Atau bisa juga menggunakan video pembelajaran bahasa Jepang Erin ga Chosen! Nihongo Dekimasu dari Japan Foundation, dan video role play yang disediakan oleh lembaga belajar Bahasa Jepang yang tersedia gratis di Youtube.

Jadi, buat Mina san yang baru belajar bahasa Jepang, atau Mina san yang masih ada di level N4 dan N5, kurang recommended lho, untuk belajar dengan menggunakan Anime dan Dorama dengan tema tertentu seperti petualangan, detektif, kedokteran, jurnalisme, atau tema khusus lainnya, karena bahasa Jepang yang digunakan pun akan banyak menggunakan pola kalimat dengan level yang lebih tinggi serta kosakata khusus sesuai dengan tema bidangnya.

3. Membaca Dongeng

Tips belajar Belajar Bahasa Jepang minim Puyeng selanjutnya adalah dengan membaca dongeng. Membaca dongeng merupakan salah satu cara belajar Bahasa Jepang yang fun. Salah satu aspek yang bisa kita drill dari membaca dongeng adalah hon’yaku atau menerjemahkan. Ya, dimulai dari menerjemahkan teks sederhana, Mina san bisa mengasah kemampuan Bahasa Jepang dengan lebih baik lagi. Membiasakan diri untuk menerjemahkan teks sederhana juga bisa memacu Mina san untuk mengingat kanji dan kosakata secara lebih natural tanpa perlu menghafal.

Sumber belajar yang bisa Mina san cari melalui search engine adalah dongeng anak-anak. Salah satu rekomendasinya adalah dongeng dari website douwadouyou, atau hukumusume.com. Dari kedua website tersebut, Mina san bukan hanya bisa latihan membaca keras untuk melancarkan ingatan Mina san pada huruf hiragana, katakana dan kanji, tapi juga bisa melatih skill choukai atau skill mendengarkan lho. Karena kedua website ini memberikan fasilitas berupa audio dongeng yang bisa Mina san akses secara cuma-cuma.

Oh iya, membaca menu website dengan Bahasa Jepang juga tentu menjadi tantangan khusus bagi Mina san yang ingin mengakses website ini. Karena memang pada dasarnya, website ini diperuntukan bagi anak-anak di Jepang! Bagaimana, sudah siap mencoba?

4. Mendengarkan Lagu

Siapa sih, pembelajar Bahasa Jepang yang nggak tau lagu Jejepangan? hmmm.. Belajar Bahasa Jepang lewat lagu juga nggak kalah fun lho dengan cara lainnya. Mina san mungkin biasa mendengar lagu-lagu pop seperti lagunya Utada Hikaru, Yoasobi, atau Hoshino Gen. Tapi, pernah nggak sih Mina san pusing saat membaca liriknya?

Sudah berkali-kali dinyanyikan, bahkan hafal liriknya, tapi masih nggak ngerti juga dengan maksud dan penggunaan dari kosakata atau pola kalimat yang diterapkan dalam lirik lagu tersebut. Pasti Mina san lupa deh, bahwa, sama dengan lirik lagu Bahasa Indonesia, lirik lagu dalam Bahasa Jepang juga menerapkan ragam bahasa puitis. Tentu ada saja kalimat yang tidak sesuai konteks, atau tidak jelas subjek, objek ataupun predikatnya. Oleh karena itu, penggunaan lagu Jpop untuk belajar juga kurang direkomendasikan bagi pembelajar Bahasa Jepang tingkat dasar.

Mendengarkan lagu untuk belajar Bahasa Jepang (Yoasobi)

Untuk Mina san selaku pembelajar Bahasa Jepang tingkat dasar, lagu-lagu anak atau nursery rhymes bisa banget dijadikan pilihan. Seperti lagu Ookina kuri no ki no shita de, Inu no omawari san yang viral dinyanyikan oleh artis cilik Nono Chan, atau kumpulan lagu anak berbahasa Jepang lainnya yang bisa Mina san akses bebas di Youtube. Bahasa yang sederhana, lazim digunakan sehari-hari serta penggunaan kosakata yang mudah dipahami membuat lagu anak-anak ini cocok banget Mina san pakai sebagai salah satu cara belajar Bahasa Jepang yang Asyik! Nggak usah malu juga untuk memasukkan lagu anak-anak berbahasa Jepang ke dalam playlist musik Mina san!

5. Berselancar di Sosial Media

Biasanya, sebagai pembelajar Bahasa Jepang, kita pasti tahu minimal satu atau dua orang artis dari Jepang. Tidak aneh juga, beberapa dari kita bahkan hafal youtuber-youtuber yang berasal dari Negeri Sakura tersebut. Atau bahkan hingga memfollow akun sosial media dari artis, idola, atau youtuber yang disukai. Jika Mina san adalah salah satu pembelajar Bahasa Jepang yang rajin mengikuti akun sosial media publik figur Jepang, Selamat ya! Karena Mina san punya satu lagi cara belajar Bahasa Jepang yang tentunya nggak membosankan!

Yup, tentu saja dengan membaca unggahan tulisan dari mereka. Biasanya, bahasa yang digunakan untuk unggahan di internet menggunakan ragam bahasa formal atau kasual yang lazim digunakan sehari-hari. Sehingga relate banget untuk digunakan sebagai bahan pembelajaran! Nah, bukan hanya unggahan dari publik figur nya saja lho yang bisa kita gunakan sebagai bahan belajar, bahkan isi komentar nya pun bisa kita cari tahu maksud, arti, serta pola kalimat nya! Walaupun memang nyatanya memang akan banyak kita jumpai kalimat-kalimat yang tidak sesuai dengan bunpou atau pola kalimat yang seharusnya.

Tapi ada satu hal nih yang perlu Mina san perhatikan pada saat menggunakan unggahan sosial media menjadi salah satu bahan pembelajaran. Seperti halnya unggahan komentar netizen Indonesia, akan sering juga kita jumpai kosakata atau kalimat yang kurang senonoh untuk digunakan. Jadi, harap berhati-hati, ya!

Mina san, agar belajar Bahasa Jepang bisa Sukses, selain 5 tips yang sudah dishare tadi, ada pula beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni :

Temukan Partner!

Menemukan partner belajar bahasa Jepang yang sefrekuensi merupakan salah satu hal penting yang wajib Mina san perhatikan saat belajar Bahasa Jepang. Partner belajar yang cocok bukan hanya bisa menambah motivasi belajar, tapi juga bisa memacu skill Bahasa Jepang Mina san lebih cepat bertambah dari pada mereka yang belajar sendirian tanpa partner. Partner belajar ini bisa jadi saudara, teman, atau bahkan pasangan hidup, hehe boleh jadi pacar atau suami/istri! Paling bagus sih kalau Mina san punya partner belajar native speaker. Hayo ngaku, siapa yang kepengen punya pasangan orang Jepang? Bisa banget dong dijadikan partner belajar Bahasa Jepang yang solid dan sefrekuensi.

Biasakan

Mina san tentu pernah dengar pepatah, Bisa karena Biasa. Benar! Metode belajar Bahasa memang berbeda dengan metode belajar Matematika atau Fisika. Membiasakan diri kita untuk menggunakan Bahasa yang sedang kita pelajari adalah salah satu kunci keberhasilan dalam memperlajari Bahasa Asing, lho!

Kalau Mina san bingung untuk membiasakan diri dalam mempraktekkan Bahasa Jepang yang sudah dipelajari, jangan sedih! Ada beberapa cara lain seperti bermonolog, menulis nikki atau buku harian, menulis to do list harian, mengulang tips yang sudah dijelaskan di atas, atau bisa juga menggunakan platform berbicara dengan orang asing seperti Omegle atau Interpals.

Gunakan Berulang

Serupa tapi tak sama, nih, dengan hal yang udah dijelaskan di atas. Poin dari menggunakan berulang ini hampir sama dengan membiasakan yaa, bedanya, Mina san harus konsisten menggunakan metode belajar yang cocok dengan Mina san setiap hari. Nggak mesti banyak hal yang Mina san lakukan, lho! Misalkan, dengan keterbatasan waktu yang Mina san punya, Mina san hanya bisa melakukan drill soal latihan saja, itupun hanya 5 soal. Tidak masalah asalkan Mina san bisa konsisten menjalaninya, pasti akan membuahkan hasil yang baik.

Jangan Memaksa

Memang, sih, ada beberapa tipikal orang dari kita, yang akan tidak bisa melakukan apapun jika tidak dipaksa, hehe. Tapi Mina san mesti ingat, ya! Segala hal yang dipaksa itu tak jarang hasilnya akan kurang baik. Misalnya kita memaksa diri untuk menghafal kanji sehari sebanyak 20 kanji. Memang sih, pada saat itu kita akan berhasil menghafalnya. Tapi, yakin deh, tidak lama setelahnya, hafalan yang sudah kita lakukan akan menjadi lupa bahkan sampai tak berbekas di otak kita! Oleh karena itu, kita harus memahami kapasitas diri kita sendiri dalam mempelajari bahasa Jepang.

Perhatikan juga kondisi tubuh dan jiwa kita, apakah kita sedang kelelahan? apakah kita sedang stress? Atau, apakah kita sedang sibuk dengan agenda lain? Memosisikan diri dengan bijak dalam belajar Bahasa Jepang juga sangat berpengaruh pada kesuksesan belajar!

Mengingat Tujuan Belajar

Ketika kita sedang jenuh saat belajar Bahasa Jepang, hal yang harus kita lakukan adalah berhenti sejenak untuk berdiam diri dan merenung. Mengingat tujuan kita sedari awal, apa sih sebenarnya tujuan kita dalam Belajar Bahasa Jepang? Apakah untuk mendapatkan karir yang sukses? atau, apakah karena ingin kuliah lanjutan di Jepang?

Belajar dengan tanpa adanya motivasi atau tujuan belajar cenderung membuat kita mudah berhenti dan menyerah begitu saja ketika bertemu kendala. Menetapkan tujuan yang logis dan rasional tentunya penting juga untuk kita perhatikan. Namun, kita juga jangan sampai menargetkan hal yang terlalu rendah, karena target yang rendah tentu akan berpengaruh pada hasil belajar yang rendah pula.

Oke Mina san, bagaimana? Apakah Mina san tertarik untuk mulai Belajar Bahasa Jepang dengan Tips dari Pandaikotoba di atas?

Leave a Reply

Your email address will not be published.