Bahasa Jepang,  Kosakata,  Tata Bahasa Jepang

文末 (Bunmatsu): Makna Akhiran Kalimat Bahasa Jepang

Bahasa Jepang itu bahasa yang kalau dipelajari unik banget. Aturan pola kalimatnya beda banget sama bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Perubahan arti dan makna selalu ditentukan di ujung kalimat atau disebut 文末 (bunmatsu). Akhiran kalimat bahasa Jepang itu selalu menentukan arti, maksud, dan perasaan si pembicara. Karena itu, mengetahui perbedaan akhiran ini sangat penting. Lebih jelasnya kayak gimana berikut penjelasannya.

Untuk mempermudah penjelasan dan minasan memahami, pandaikotoba taruh contoh kalimat yang sederhana yaitu, “Ini (buah) mangga”.

これはマンゴ

“Kore wa man-go”, jika menemukan kalimat tanpa akhiran seperti ini ada kesan kasual dan dipakai untuk orang yang sudah akrab.

これはマンゴです

“Kore wa mango desu”, jika ada kalimat dengan akhiran ‘desu’ berarti menggunakan kalimat yang sopan untuk ditujukan kepada orang yang tidak dikenal, orang yang lebih tua, jabatan lebih tinggi.

これはマンゴでございます

“Kore wa mango degozaimasu”, jika ada kalimat dengan akhiran ‘degozaimasu’ berarti menggunakan kalimat yang sangat-sangat sopan. Sering ditemukan di dunia bisnis Jepang, dipakai untuk tamu atau pelanggan.

これはマンゴだ

“Kore wa man-go da” kalimat ddengan akhiran ~da ini termasuk 断定的な表現 (danteitekina hyougen/ungkapan asertif) ada kesan meyakinkan, saklek, atau penilaian. Kadang pakai akhiran “da” juga kadang terdengar puitis dan kolot.

これはマンゴね

“Kore wa man-go ne” akhiran ‘ne’ bentuk kasual untuk meminta persetujuan, konfirmasi, dan ada kesan perlu koreksi kepada lawan bicara.

これはマンゴですね

“Kore wa man-go desu ne” akhiran ‘desu ne’ bentuk sopan untuk meminta persetujuan, konfirmasi, dan ada kesan meminta koreksi kepada lawan bicara.

これはマンゴよ

“Kore wa man-go yo” kalimat dengan akhiran ‘yo’ saja untuk menunjukkan rasa percaya diri tentang pernyataan yg diucapkan, kesan memberitahu dan kadang ada kesan menggurui kalau lawan bicaranya adalah orang yang derajatnya lebih tinggi. Dalam bahasa Indonesia ini sama dengan ‘lho’. Akhiran ini lebih sering dipakai oleh perempuan.

これはマンゴだよ

“Kore wa man-go da yo” kalimat dengan akhiran ‘da yo’ juga untuk menunjukkan rasa percaya diri tentang pernyataan yg diucapkan, kesan memberitahu dan kadang ada kesan menggurui kalau lawan bicaranya adalah orang yang derajatnya lebih tinggi. Dalam bahasa Indonesia ini sama dengan ‘lho’.

これはマンゴですよ

“Kore wa man-go desu yo” kalimat dengan akhiran ‘desu yo’ juga punya kesan yang sama dengan ‘yo’ atau ‘da yo’ yaitu memberitahu dengan kesan menggurui lawan bicara terutama pada lawan bicara, bedanya ini bentuk sopan.

これはマンゴなの

“Kore wa man-go na no” kalimat dengan akhiran ‘na no’ dipakai untuk menekankan bahwa ‘ini mangga’ kepada lawan yang berpikir apa yang dipikirnya bukanlah mangga. Bentuk akhiran ini sering dipakai perempuan.

これはマンゴなのだ

“Kore wa man-go na no da” akhiran ‘na no da’ dipakai saat ingin menunjukkan sedikit rasa percaya diri dengan apa yang dikatakan. Ada kesan imut saat menggunakan akhiran ini.

これはマンゴなのね

“Kore wa mango na no ne” bentuk akhiran kalimat ‘na no ne’ biasanya dipakai untuk merespon seseorang, terutama saat pembicara baru sadar apa yang dilihat atau dipikirnya bukan mangga.

これはマンゴだなあ

“Kore wa mango da naa” bentuk akhiran kalimat ‘da naa’ menunjukkan si pembicara seolah baru lihat/tahu apa yang ada di depan matanya adalah mangga. Sering dipakai untuk diri sendiri.

これはマンゴですな

“Kore wa mango desu na” bentuk akhiran ‘desu na’ menunjukkan persetujuan atau pemikiran yang sama pada lawan bicara.

これはマンゴなのよ

“Kore wa mango na no yo” bentuk akhiran ‘na no yo’ dipakai saat ingin mengkoreksi lawan bicara yang berpikir ‘ini bukan mangga’.

Gimana? Sekarang kebayang kan maksud orang Jepang pakai akhiran kalimat yang beda-beda? Kalau masih belum jelas tanya aja lewat pesan di instagram pandaikotoba ok!

Leave a Reply

Your email address will not be published.