Entertainment

Panduan Urutan Nonton Film Ghibli Berdasarkan Tahun Rilisnya

Dari pertemuan dengan Totoro yang ramah hingga petualangan magis bersama Howl atau Chihiro, film-film Ghibli telah memukau penonton selama puluhan tahun dengan visual yang memukau dan kisah-kisah yang memikat hati. Di tengah beragamnya film-film Ghibli, mungkin ada pertanyaan tentang urutan nonton film Ghibli yang paling tepat untuk lebih mengeksplorasi dunia keajaiban Ghibli. 

Pandai Kotoba kali ini akan membahas urutan nonton film Ghibli berdasarkan tahun rilisnya. Dengan menonton film-film Ghibli berdasarkan urutan ini, penonton akan menemukan semacam “easter egg” di setiap filmnya.

Seperti salah satunya, karakter Makuro Kuro yang pernah muncul di film Totoro, kemudian muncul lagi di film Ghibli berikutnya, yaitu Spirited Away.

Tak perlu berpanjang lebar lagi, yuk kita simak urutan nonton film Ghibli berdasarkan tahun rilisnya berikut ini.

Contents

Studio Ghibli

urutan nonton film ghibli

Sebelum mengulas urutan nonton film Ghibli, yuk sejenak kita bahas tentang Studio Ghibli dengan karya-karyanya yang mendunia.

Studio Ghibli, Inc. (株式会社スタジオジブリ, Kabushiki Gaisha Sutajio Jiburi), adalah sebuah studio film animasi yang berdiri sejak tahun 1985, dan berkantor pusat di Tokyo dan didirikan oleh Isao Takahata, Hayao Miyazaki, Toshio Suzuki, dan Yasuyoshi Tokuma.

Studio Ghibli menghasilkan karya-karya dengan alur cerita menawan yang memadukan tema-tema fantasi, petualangan, cinta, kehilangan, dan kompleksitas hubungan manusia, yang membangkitkan berbagai macam dampak emosional bagi penonton.

Animasi dalam film Studio Ghibli juga terkenal dengan visualnya yang memukau, memperhatikan setiap detail, dan film-filmnya juga dipenuhi dengan pemandangan lanskap indah, desain karakter yang rumit, dan warna-warna cerah, menciptakan pengalaman visual yang mendalam.

Urutan Nonton Film Ghibli

1. Nausica of the Valley of the Wind (風の谷のナウシカ, Kaze no Tani no Naushika)

Meskipun dirilis pada tahun 1984 sebelum Studio Ghibli didirikan, film ini dianggap sebagai awal berdirinya Studio Ghibli karena keterlibatan para pendirinya dalam film ini. 

Film ini berlangsung di dunia pasca-apokaliptik, menceritakan tentang Nausicaä, seorang putri dari Lembah Angin (Valley of the Wind) yang berusaha menjaga alam dan melindungi warganya dari ancaman hutan beracun dan peperangan. Selama perjalanan Nausicaä menghadapi berbagai konflik, pertempuran, dan intrik politik, sambil mencari cara untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran yang lebih besar.

2. Castle in the Sky (天空の城ラピュタ, Tenkuu no Shiro Rapyuta)

Film ini adalah film pertama yang dibuat di Studio Ghibli dan dirilis pada tahun 1986. Cerita berawal ketika Sheeta, seorang gadis muda, jatuh dari langit bersama sebuah kalung berkekuatan magis yang dicuri oleh pihak militer yang jahat.

Sheeta ditemukan oleh Pazu, seorang anak laki-laki yang bekerja di tambang. Bersama-sama mereka terlibat dalam petualangan seru dalam pencarian Laputa, kota terbang legendaris yang konon tersembunyi di awan. Selama petualangan mereka, Sheeta dan Pazu harus menghadapi berbagai macam rintangan, termasuk penjahat-penjahat yang juga mencari Laputa demi keuntungan pribadi mereka.

3. My Neighbor Totoro (となりのトトロ, Tonari no Totoro)

totoro urutan nonton film ghibli

Film yang dirilis pada tahun 1988 ini adalah film yang paling ikonik dari studio Ghibli. Film ini berkisah tentang dua anak perempuan bersaudara bernama Satsuki dan Mei, yang pindah ke rumah pedesaan bersama ayah mereka agar dekat dengan ibu mereka yang sedang dirawat di rumah sakit.

Di sekitar rumah baru, mereka menemukan keberadaan makhluk-makhluk ajaib. Salah satu makhluk ajaib ini adalah Totoro, seekor makhluk besar berbulu yang hidup di dalam pohon raksasa. Satsuki dan Mei kemudian menjalin persahabatan dan mengalami petualangan-petualangan kecil yang menakjubkan bersama Totoro dan makhluk-makhluk lain di hutan.

4. Grave of the Fireflies (火垂るの墓, Hotaru no Haka)

Dirilis di saat yang bersamaan dengan film My Neighbor Totoro pada tahun 1988. Film ini diadaptasi dari novel semi-autobiografi dengan judul yang sama. Film ini merupakan film animasi Jepang yang sangat berkesan dan mengharukan, yang berlatar belakang di Jepang selama Perang Dunia II.

Film berkisah tentang dua bersaudara, Seita seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dan Setsuko seorang anak perempuan berusia 4 tahun, yang berusaha bertahan hidup selama periode sulit akibat perang. Setelah rumah mereka hancur dalam serangan bom, mereka terpaksa menjalani kehidupan sebagai anak-anak yatim piatu yang mengembara dan berjuang untuk mencari makanan dan tempat tinggal.

5. Kiki’s Delivery Service (魔女の宅急便, Majo no Takkyūbin)

Film yang diadaptasi dari novel anak-anak ini adalah film animasi fantasi yang dirilis pada tahun 1989. Film ini menceritakan petualangan seorang penyihir muda bernama Kiki. Kiki yang sudah berusia 13 tahun, telah mencapai usia di mana ada tradisi yang menyuruhnya pergi menjalani pelatihan sendiri.

Bersama dengan sahabatnya yang setia, kucing hitam bernama Jiji, Kiki pindah ke kota yang indah. Di sana, dia menjadi penyihir yang membuka layanan pengiriman dengan menggunakan sapu terbang sebagai alat transportasi. Selama di kota tersebut, Kiki mengalami berbagai tantangan, perkenalan dengan berbagai karakter menarik, dan pertumbuhan sebagai individu muda yang mandiri. Dia menghadapi kesulitan dalam menjalankan bisnisnya dan mencari jalan untuk menemukan kembali kekuatan magisnya yang semakin melemah.

6. Only Yesterday (おもひでぽろぽろ, Omohide Poro Poro)

Berdasarkan manga dengan judul yang sama, film ini dirilis pada tahun 1991. Berbeda dengan film-film Ghibli yang mengangkat sisi fantasi dan petualangan, film ini merupakan sebuah drama realistis yang ditulis untuk orang dewasa, khususnya wanita. 

Bercerita tentang seorang wanita berusia 27 tahun bernama Taeko yang bekerja di sebuah perusahaan di kota. Taeko mengambil cuti selama 10 hari untuk berlibur di pedesaan. Selama kunjungannya ke pedesaan, Taeko bertemu dengan orang-orang baru, bekerja di ladang, dan merenungkan tentang arah hidupnya. Kenangan-kenangan masa kecilnya, seperti pertemanan, pertumbuhan, dan pengalaman cinta pertamanya, juga kembali bermunculan.

7. Porco Rosso (紅の豚, Kurenai no Buta) 

Dirilis pada tahun 1992, Porco Rosso adalah film animasi komedi petualangan yang diadaptasi dari manga yang berjudul Hikōtei Jidai (The Age of the Flying Boat). Film ini berlatar belakang pada tahun 1930-an di Italia dan berkisah tentang seorang pilot pesawat berkepala babi yang legendaris.

Porco Rosso sebelumnya adalah seorang pilot perang selama Perang Dunia I, dan sekarang menjalani kehidupan sebagai pemburu bayaran. Dia melindungi para nelayan dari serangan bajak laut udara. Namun, Porco Rosso juga harus menghadapi kompetisi dan persaingan dengan seorang pilot muda yang ambisius.

8. Ocean Waves (海がきこえる, Umi ga Kikoeru)

Ocean Waves merupakan sebuah film TV yang dirilis pada tahun 1993. Film ini dibuat di Studio Ghibli, dan ditayangkan perdana sebagai bagian dari peringatan 40 tahun jaringan Nippon Television. Film yang diadaptasi dari novel yang berjudul sama ini berkisah tentang kisah cinta dan persahabatan antara dua siswa SMA, Taku Morisaki dan Yutaka Matsuno.

Taku adalah seorang siswa yang relatif biasa, sedangkan Yutaka adalah siswa yang lebih populer dan karismatik. Ketika Taku bertemu dengan Rikako Muto, seorang siswa pindahan cantik dengan kepribadian yang rumit, persahabatan dan cinta antara ketiganya menjadi pusat cerita. Film ini menggali perjalanan emosional Rikako dan bagaimana dia mempengaruhi Taku dan Yutaka. Film ini menggambarkan konflik emosional dan percintaan remaja, serta ketegangan dalam persahabatan mereka. 

9. Pom Poko (平成狸合戦ぽんぽこ, Heisei Tanuki Gassen Ponpoko)

Dirilis pada tahun 1994, ini adalah film animasi fantasi komedi yang menggambarkan kisah para Tanuki, makhluk mitologi Jepang yang mirip dengan rubah berbulu yang memiliki kemampuan untuk berubah bentuk menjadi berbagai benda atau manusia.

Film ini menceritakan perjuangan kelompok Tanuki untuk melawan perkembangan urbanisasi yang mengancam habitat mereka. Mereka berjuang untuk mempertahankan tanah air mereka yang semakin menyusut karena pembangunan perkotaan yang gencar. Para Tanuki ini menggunakan kemampuan berubah bentuk dan melakukan berbagai trik untuk mencoba mengusir manusia dari tanah mereka. 

10. Whisper of the Heart (耳をすませば, Mimi wo Sumaseba)

Dirilis pada tahun 1995, film ini diadaptasi dari manga dengan judul yang sama. Whisper of the Heart menceritakan seorang siswi SMA yang bernama Shizuku Tsukishima, seorang gadis yang sangat suka membaca buku.

Suatu hari, di sebuah toko antik, Shizuku menemukan sebuah patung kucing yang berpakaian formal. Ini memicu petualangan yang membawanya menemukan seorang anak laki-laki yang bernama Seiji Amasawa. Seiji adalah seorang pemain biola berbakat yang bercita-cita menjadi pembuat biola profesional. Hubungan Shizuku dan Seiji semakin kuat saat mereka berusaha mewujudkan impian mereka masing-masing.

11. Princess Mononoke (もののけ姫, Mononoke Hime) 

Dirilis pada tahun 1997, film ini dianggap sebagai salah satu mahakarya Hayao Miyazaki sang pendiri Studio Ghibli, yang membutuhkan waktu enam belas tahun untuk merancangnya dan tiga tahun untuk memproduksinya.

Film ini merupakan sebuah animasi fantasi petualangan yang menggambarkan konflik antara manusia, alam, dan makhluk-makhluk hutan yang gaib. Cerita Princess Mononoke berkisah tentang seorang pangeran muda yang bernama Ashitaka. Ketika desa Ashitaka diserang oleh seekor babi raksasa yang terinfeksi kutukan, Ashitaka terluka dalam pertempuran dan juga terkena kutukan. Kutukan itu membawanya ke tanah terlarang di hutan yang dihuni oleh makhluk-makhluk hutan.

Di hutan tersebut, Ashitaka bertemu dengan San, yang dikenal sebagai Princess Mononoke, seorang gadis yang dibesarkan oleh serigala dan memiliki dendam terhadap manusia yang menghancurkan hutan dan memburu makhluk-makhluknya. Ashitaka berusaha untuk mencari jalan agar manusia dan makhluk hutan bisa hidup bersama dengan damai, sementara itu konflik antara manusia dan makhluk hutan pun semakin memuncak.

12. My Neighbors the Yamadas (ホーホケキョとなりの山田くん, Houhokekyo Tonari no Yamada-kun)

Sebuah film animasi komedi slice of life yang dirilis pada tahun 1999. Film ini berbeda dengan film Studio Ghibli lainnya karena dibuat dalam gaya komik strip dan cat air. Film ini tidak memiliki satu alur cerita utama, melainkan kumpulan cerita pendek yang menggambarkan kehidupan sehari-hari keluarga Yamada yang berdurasi 2-8 menit.

Kisah berpusat pada kehidupan keluarga Yamada, yang terdiri dari ayah, ibu, nenek, anak perempuan, dan anak laki-laki. Setiap cerita pendek dalam film ini menceritakan berbagai situasi keseharian dan peristiwa komikal yang terjadi dalam kehidupan mereka, seperti perdebatan keluarga, kesalahan kecil, dan interaksi mereka dengan tetangga dan teman-teman.

13. Spirited Away (千と千尋の神隠し, Sen to Chihiro no Kamikakushi)

Ditayangkan perdana di bioskop-bioskop di Jepang pada tahun 2001. Film ini adalah salah satu film Studio Ghibli yang paling terkenal dan dihargai secara internasional. Film ini menceritakan petualangan seorang gadis muda bernama Chihiro di dunia para dewa dan roh.

Cerita Spirited Away dimulai ketika Chihiro dan keluarganya sedang dalam perjalanan pindah ke rumah baru mereka. Namun, perjalanan membawa mereka ke sebuah tempat yang aneh, sebuah kota hantu yang terasa kosong dan terbengkalai. Ketika orang tua Chihiro memakan makanan dari restoran yang kosong, lama kelamaan mereka berubah menjadi babi.

Agar Chihiro tidak diubah menjadi babi juga oleh penyihir Yubaba, Chihiro kemudian bekerja di pemandian air panas milik penyihir jahat tersebut. Dia bertemu berbagai para mahluk ajaib, dewa, dan roh, termasuk Haku, seorang anak laki-laki yang memiliki rahasia misterius. Selama petualangannya, Chihiro harus mengatasi berbagai ujian dan tantangan untuk mengembalikan kedua orang tuanya ke bentuk manusia dan menemukan cara keluar dari dunia ini.

14. The Cat Returns (猫の恩返し, Neko no Ongaeshi)

Dirilis pada tahun 2002, film ini diadaptasi dari manga Baron: The Cat Returns, yang merupakan spin-off dari Whisper of the Heart. Film ini menceritakan tentang seorang siswi SMA bernama Haru Yoshioka, yang menyelamatkan seekor kucing yang ternyata adalah Pangeran Lune dari Kerajaan Kucing. Sebagai tanda terima kasih, Haru diundang ke Kerajaan Kucing, sebuah kerajaan ajaib yang dihuni oleh kucing-kucing yang bisa berbicara dan memiliki budayanya sendiri.

Di Kerajaan Kucing, Haru menemui berbagai macam karakter, termasuk Muta, seekor kucing gendut yang ramah, dan Baron Humbert von Gikkingen, seorang kucing berkepala tinggi yang elegan dan menyukai petualangan. Ketika Haru mengetahui bahwa dia akan dinikahkan dengan Pangeran Lune, dia mencari bantuan dari Baron dan Muta untuk menghindari pernikahan tersebut dan kembali ke dunianya sendiri.

15. Howl’s Moving Castle (ハウルの動く城, Howl no Ugoku Shiro)

Film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama ini, dirilis pada tahun 2004. Film ini adalah sebuah dongeng fantasi yang menceritakan tentang petualangan seorang gadis muda bernama Sophie, seorang penjahit muda yang bekerja di toko topi milik keluarganya. Suatu hari, Sophie bertemu dengan penyihir muda yang berpenampilan menawan bernama Howl.

Namun, setelah pertemuan itu, Sophie dikutuk menjadi wanita tua oleh penyihir jahat yang membenci Howl. Sophie, yang kini menjadi wanita tua, memutuskan untuk meninggalkan kota dan berpetualang untuk mencari cara untuk menyembuhkan kutukan. Dia kemudian menemukan rumah berjalan raksasa yang dikenal sebagai Howl’s Moving Castle yang dihuni oleh Howl dan berbagai makhluk ajaib. Sophie menjadi pengurus rumah tangga di kastil berjalan tersebut, dan bersama-sama dengan Howl, dia terlibat dalam perang antara kerajaan dan penyihir.

16. Tales from Earthsea (ゲド戦記, Gedo Senki)

Dirilis pada tahun 2006, film ini ditulis dan disutradarai oleh Gorô Miyazaki, putra dari pendiri Studio Ghibli yaitu Hayao Miyazaki. Cerita film ini mengambil latar belakang dalam sebuah dunia fantasi yang disebut Archipelago Earthsea yang terdiri dari banyak pulau. Dunia ini dihuni oleh penyihir, nelayan, dan makhluk-makhluk magis.

Cerita berfokus pada perjalanan Arren, seorang pemuda misterius yang melarikan diri dari kerajaannya setelah membunuh ayahnya. Selama perjalanan, Arren bertemu dengan Ged, seorang penyihir terkenal yang sedang dalam pencarian identitasnya sendiri. Ketika kedua karakter ini bertemu, mereka berusaha untuk mengungkap misteri di balik kekacauan yang melanda dunia Earthsea yang diakibatkan oleh penyihir jahat yang mencoba mencapai keabadian dengan menggunakan ilmu hitam.

17. Ponyo (崖の上のポニョ, Gake no Ue no Ponyo)

Film yang dirilis pada tahun 2008 ini adalah kisah yang penuh imajinasi tentang pertemuan antara seorang anak manusia dan seekor ikan yang memiliki kekuatan magis. Cerita Ponyo berpusat pada Sosuke, seorang anak laki-laki yang tinggal di tepi laut di sebuah desa kecil. 

Suatu hari, Sosuke menemukan seekor ikan kecil yang terjebak dalam botol dan dia membebaskannya. Ikan tersebut, yang kemudian dinamai Ponyo, memiliki kekuatan untuk berubah menjadi manusia dan memiliki keinginan kuat untuk menjadi manusia agar bisa bersama dengan Sosuke. Namun, perubahan Ponyo tersebut mengganggu keseimbangan alam dan memicu peristiwa magis yang mengancam dunia. Sosuke dan Ponyo harus bekerja sama untuk mengembalikan keseimbangan alam, menghadapi tantangan-tantangan yang ajaib dalam petualangan mereka.

18. The Secret World of Arrietty (借りぐらしのアリエッティ, Kari-gurashi no Arietti)

Sebuah film animasi tahun 2010, yang diadaptasi dari novel klasik berjudul The Borrowers. Cerita The Secret World of Arrietty berpusat pada kehidupan Arrietty Clock bersama ayah dan ibunya. Mereka adalah Borrowers, sebuah kelompok manusia kecil yang tinggal di rumah manusia dan mencari barang-barang kecil yang bisa dipinjam untuk keperluan hidup mereka sendiri.

Meskipun hidup dalam dunia yang sangat kecil, mereka harus tetap berhati-hati agar tidak ditemukan oleh manusia. Kemudian Arrietty bertemu dengan Sho, seorang anak laki-laki manusia yang datang ke rumah itu untuk beristirahat setelah operasi jantung, hubungan antara manusia dan Borrowers mulai terjalin. Mereka menjalin persahabatan dan berusaha untuk menjaga rahasia keberadaan Borrowers dari manusia dewasa yang tahu sedikit tentang mereka.

19. From Up on Poppy Hill (コクリコ坂から, Kokurikozaka kara)

Film ini dirilis pada tahun 2011, dan diadaptasi dari manga serial tahun 1980 dengan nama yang sama. Berlatar pada tahun 1963 di Yokohama, Jepang, film ini bercerita tentang Umi Matsuzaki, seorang gadis SMA yang tinggal di rumah penginapan keluarganya yang menghadap pelabuhan Yokohama.

Setiap hari, Umi mengibarkan bendera sinyal sebagai penghormatan kepada ayahnya yang hilang dalam perang. Selama masa ini, Umi bertemu dengan Shun Kazama, seorang siswa laki-laki yang aktif di klub jurnal sekolah. Mereka berdua mulai bekerja bersama-sama untuk menyelamatkan Klub Pers Mahasiswa dari pembongkaran, tetapi seiring waktu, mereka mulai merasakan koneksi yang lebih dalam antara satu sama lain.

Namun, ketika mereka mengungkap rahasia masa lalu yang berhubungan dengan rumah penginapan dan klub mereka, keduanya harus mengatasi dilema moral tentang identitas dan warisan mereka. Mereka berjuang untuk menjaga kenangan, sejarah, dan tradisi mereka di tengah perubahan cepat di Jepang pasca-Perang Dunia II.

20. The Wind Rises (風立ちぬ, Kaze Tachinu)

Film yang dirilis pada tahun 2013 ini adalah sebuah biografi fiksi yang terinspirasi oleh kehidupan Jiro Horikoshi, seorang perancang pesawat terkenal yang merancang pesawat tempur Jepang selama Perang Dunia II.

The Wind Rises menceritakan perjalanan hidup Jiro Horikoshi dan Naoko, seorang wanita yang menjadi cinta sejatinya, dan bersama-sama mereka menghadapi berbagai rintangan, termasuk permasalahan kesehatan yang dialami Naoko. Film ini menggambarkan komitmen Jiro terhadap kecintaannya pada pesawat dan inovasi dalam desainnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia menyadari dampak penggunaan pesawat tempur dalam perang, dan ini menghadirkan dilema moral yang rumit dalam hidupnya.

21. The Tale of the Princess Kaguya (かぐや姫の物語, Kaguya-hime no Monogatari)

Film yang dirilis pada tahun 2013 ini dibuat dengan gaya lukisan tinta tradisional Jepang. Film ini berdasarkan dari cerita rakyat Putri Kaguya (The Tale of the Bamboo Cutter) yang dianggap sebagai salah satu cerita tertua dalam sastra Jepang.

Film berkisah tentang seorang bayi perempuan yang muncul dari dalam bambu yang tumbuh di hutan. Bayi perempuan ini ditemukan oleh seorang petani, kemudian ia dan istrinya membesarkannya sebagai anak angkat. Bayi perempuan ini tumbuh dengan cepat menjadi seorang gadis muda yang cantik dan disebut Kaguya-hime.

Kaguya-hime tumbuh menjadi gadis yang memukau dengan kecantikannya yang luar biasa, dan dia menarik perhatian dari banyak pria bangsawan yang ingin menikahinya. Namun, untuk menikahi Kaguya-hime para pria bangsawan itu diberikan tugas-tugas yang sulit. 

22. When Marnie Was There (思い出のマーニー, Omoide no Mānī)

Sebuah film animasi drama psikologis yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama, dan dirilis pada tahun 2014. Film ini menceritakan tentang Anna Sasaki yang tinggal bersama kerabatnya di kota tepi laut. Anna menemukan sebuah rumah besar yang terbengkalai di dekatnya, di mana dia bertemu Marnie, seorang gadis misterius yang memintanya berjanji untuk menjaga rahasianya dari semua orang.

Cerita “When Marnie Was There” mengisahkan kehidupan seorang gadis remaja yang bernama Anna Sasaki. Anna adalah seorang anak yatim piatu yang merasa canggung dan tidak cocok dalam lingkungan sosialnya. Untuk mendukung kesehatannya yang buruk, bibinya mengirimnya ke pedesaan untuk tinggal bersama teman keluarganya yang tinggal di sebuah rumah di tepi danau.

Selama tinggal di rumah tersebut, Anna bertemu dengan seorang gadis bernama Marnie, yang menjadi temannya. Marnie muncul seperti hantu, dan Anna menjadi tertarik padanya karena perasaan persahabatan yang mendalam antara mereka berdua. Namun, ketika Anna mulai mengungkap misteri di balik identitas dan keberadaan Marnie, dia menemukan hubungan yang rumit antara masa lalunya dan Marnie.

23. Earwig and the Witch (アーヤと魔女, Āya to Majo)

Earwig and the Witch adalah film animasi komputer 3D pertama yang dibuat oleh Studio Ghibli, dan dirilis pada tahun 2020. Film ini berkisah tentang Earwig, yang ditinggalkan oleh ibunya di sebuah panti asuhan.

Di panti asuhan, Earwig dipanggil dengan nama Erica. Suatu hari, seorang wanita dan pria dengan pakaian yang tidak biasa tiba di panti, keduanya akan mengadopsi anak, dan mereka memilih Erica. Erica menolak karena ia ingin tetap bersama dengan temannya, Custard. Pada akhirnya Erica terpaksa mengemasi barang-barangnya untuk pergi bersama kedua orang aneh itu, Bella Yaga dan Mandrake.

Meskipun awalnya ketakutan, Erica menggunakan kecerdasannya untuk memanipulasi Bella Yaga dan Mandrake. Selama tinggal di rumah Bella Yaga, Erica terlibat dalam berbagai petualangan ajaib yang mencakup sihir, makhluk-makhluk gaib, dan intrik-intrik penyihir. Sementara itu, dia mencoba untuk memahami lebih dalam tentang ibunya yang memiliki keterampilan sihir dan alasan mengapa ibunya meninggalkannya di panti asuhan.

24. The Boy and the Heron (君たちはどう生きるか, Kimitachi wa Dō Ikiru ka)

Sebuah film animasi fantasi terbaru dari Studio Ghibli yang baru dirilis pada bulan Juli 2023 di Jepang. Dan direncanakan akan tayang pada bulan Desember ini di Amerika Serikat. Film ini berlatar belakang pada tahun 1943 pada saat perang dunia II, menceritakan seorang anak laki-laki bernama Mahito Maki, yang pindah ke pedesaan setelah ibunya meninggal dalam kebakaran.

Di tengah perjuangannya di tempat tinggal baru, dan bergulat dengan kesedihan atas kematian ibunya, Mahito pun mengalami hubungan yang tegang dengan ibu tirinya, yang kini sedang hamil. Kemudian suatu hari, di perkebunan Mahito bertemu dengan seekor bangau abu-abu misterius yang bisa berbicara.

Bangau itu mengejek Mahito dan membawanya ke sebuah menara misterius di hutan dekat rumah barunya. Bangau mengatakan bahwa ibu Mahito masih hidup dan menyuruhnya memasuki menara untuk menyelamatkannya. Mahito ragu-ragu untuk masuk pada awalnya, namun akhirnya dia memutuskan untuk memasuki menara, saat memasuki menara Mahito kemudian menemukan dirinya berada di dunia yang penuh dengan sihir.

Untuk film The Boy and The Heron ini kabarnya akan tayang di Indonesia pada akhir tahun ini,, jadi Minasan yang penasaran, harap sabar menunggu ya. Sambil menunggu bisa juga untuk rewatch nonton film-film Ghibli sebelumnya sesuai tahun rilisnya ini. 

Demikian Minasan, urutan nonton film Ghibli berdasarkan tahun rilisnya. Mengikuti urutan nonton film Ghibli tersebut bisa menjadi sebuah perjalanan emosional yang memungkinkan kita menyaksikan beragam cerita dan karakter yang luar biasa.

Tak masalah apakah Minasan baru mengenal dunia Studio Ghibli atau seorang penggemar setia, memilih urutan yang sesuai dengan selera Minasan adalah hal yang paling penting. Yang pasti, setiap film dalam koleksi Ghibli memiliki daya tarik dan pesan uniknya sendiri. Jadi, nikmatilah perjalanan MInasan melalui karya-karya dari Studio Ghibli.


Bagi Minasan yang ingin tahu pembahasan tentang dunia hiburan Jepang lainnya, seperti film, pertunjukkan seni dan sebagainya, baca artikel-artikel lainnya di pandaikotoba.net, ya. Dan jangan lupa untuk follow Instagram Pandai Kotoba dan subscribe chanel Youtube Pandai Kotoba.

Mata!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *