Culture

Geta, Sandal Tradisional Jepang (Asal Usul dan Jenisnya)

Geta bukan hanya merupakan alas kaki saja, tetapi juga memiliki peran dalam identitas budaya Jepang. Sandal tradisional Jepang ini sering kali dipakai sebagai bagian dari pakaian tradisional Jepang, seperti kimono atau yukata. Pada festival dan acara tradisional, banyak orang Jepang yang tetap setia pada geta sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya mereka.

Di artikel ini Pandai Kotoba akan mengulas lebih jauh tentang Geta, mulai dari asal usul, cara pakai dan hal-hal menarik lainnya tentang sendal Jepang tradisional ini. Langsung simak Minasan!

Apa itu Geta?

geta sandal tradisional jepang

Geta adalah sandal tradisional Jepang yang memiliki ciri khas sol kayu dengan dua batang kayu di bawahnya untuk memberikan jarak dari permukaan tanah. Desainnya yang unik ini membedakan geta dari jenis sandal lainnya. Geta biasanya digunakan bersama dengan pakaian tradisional Jepang seperti kimono atau yukata, tetapi mereka juga dapat menjadi bagian dari gaya fashion modern.

Sol geta memiliki beberapa tingkatan ketinggian, yang bisa bervariasi tergantung pada tujuan penggunaan dan jenis acara. Bahan bagian atas geta dapat terbuat dari kulit, kain, atau plastik, dan mereka sering dihiasi dengan dekorasi yang mencerminkan musim atau tema khusus.

Geta awalnya digunakan oleh para samurai untuk melindungi kaki mereka dari lumpur dan kotoran di jalan. Namun, seiring berjalannya waktu, geta menjadi populer di kalangan masyarakat umum sebagai sandal sehari-hari. Selain fungsi praktisnya, geta juga memiliki nilai simbolis dalam budaya Jepang dan sering kali dianggap sebagai bagian penting dari warisan budaya mereka.

Selain itu, geta juga memiliki makna simbolis dalam masyarakat Jepang. Tinggi rendahnya geta dapat menunjukkan status sosial, dengan geta yang lebih tinggi seringkali dikaitkan dengan kelas yang lebih tinggi. Namun, saat ini, geta lebih banyak digunakan sebagai gaya fashion dan simbol budaya daripada indikator status sosial.

Asal Usul Geta

Pada awalnya, geta dibuat bukan untuk kepentingan fashion atau bergaya dalam berpakaian, melainkan untuk kepentingan yang lebih praktis. Geta digunakan untuk menjauhkan ujung kimono atau yukata agar tidak menjuntai ke tanah sehingga kimono bisa terhindar dari kotor karena lumpur atau basah karena salju.

Contoh lainnya adalah para pembuat sushi. Para pembuat sushi sering kali menggunakan geta pada zaman dahulu agar pakaiannya tidak terkena kotoran ikan yang berserakan di lantai.

Alasan lain mengapa Geta tercipta adalah karena lebih praktis ketika dilepas dan dipakai ketika memasuki rumah. Geta yang menyerupai sandal lebih mudah dilepas dan dipakai dibandingkan alas kaki tertutup yang bertali.

Menurut para sejarawan, kemungkinan besar geta berasal dari Cina Selatan, dan kemudian diekspor ke Jepang. Di Cina geta pertama kali populer ketika periode dinasti Ming (1368-1644) dan dinasti Qing (1644-1912).

Saat periode awal kemunculannya di Jepang, Geta tidak dipakai oleh semua orang. Biasanya Geta dipakai oleh kalangan samurai dan pelacur kelas atas (oiran) selama periode feodal di Jepang.

Geta yang dipakai Oiran disebut koma-geta. Bersol tinggi dan dipernis hingga mengkilat yang biasa dipadukan dengan kimono atau yukata pada acara-acara khusus tertentu. Biasanya oiran tidak memakai tabi (kaus kaki) ketika memakai geta, berbeda dengan geisha dan maiko yang diharuskan memakai tabi ketika menggunakan geta.

Cara Memakai Geta yang Tepat

Sandal tradisional Jepang ini sebenarnya tidak sulit dipakai. Namun, keseimbangan adalah kunci utama dan perlu membiasakan diri dalam memakainya.

Jari-jari kaki harus menjepit tali dengan baik agar bisa mengangkat geta yang lebih berat dari sandal jepit merek swallow di rumah kita. Karena kalau tidak biasa menjepitkan jari pada tali sandal geta, maka akan sulit menyeimbangkan tubuh.

Untuk mempermudah menggunakan geta, ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan. Di antaranya adalah ukurannya yang harus tepat. Tidak seperti alas kaki lain yang ukurannya harus sama atau sedikit lebih besar dari ukuran kaki, ketika menggunakan geta harus sebaliknya. Geta harus memiliki ukuran yang lebih kecil dari ukuran kaki kita, misalnya satu ada dua sentimeter lebih kecil dari ukuran kaki, sehingga ketika menggunakannya alas kaki geta akan lebih mudah untuk terangkat.

Keuntungan Memakai Geta

Tak banyak yang tahu, bahwa memakai sandal tradisional Jepang ini diyakini berguna untuk kesehatan. Pasalnya, geta dipercaya dapat menstimulasi titik-titik akupunktur yang berada di telapak kaki.

Selain itu, dengan menggunakan sandal kayu ini dapat membuat si pemakai berdiri tegak dan tidak bungkuk, sehingga postur tubuh bisa terjaga dengan baik, lho!

Jenis-Jenis Geta

Terdapat beberapa jenis geta yang berbeda-beda, baik dari segi desain, penggunaan, maupun bahan yang digunakan. Beberapa jenis geta yang paling umum melibatkan variasi dalam sol kayu, ketinggian, dan dekorasi bagian atas. Berikut adalah beberapa jenis geta yang sering ditemui:

1. Pokkuri Geta

Pokkuri Geta memiliki sol yang lebih kecil dan lebih bulat dibandingkan dengan geta tradisional. Sol yang lebih kecil ini memberikan kesan yang lebih ringan dan membuat langkah pemakainya lebih lincah.

Nama “Pokkuri” berasal dari bunyi yang dihasilkan saat langkah kaki. Sol yang lebih kecil dan lebih bulat menghasilkan bunyi yang khas dan dapat dikenali ketika orang berjalan menggunakan Pokkuri Geta.

Desain Pokkuri Geta cenderung lebih sederhana dan minimalis. Meskipun ada variasi dalam dekorasi dan warna, umumnya Pokkuri Geta memiliki tampilan yang bersih dan ringan. Meskipun sederhana, beberapa Pokkuri Geta dapat memiliki hiasan atau dekorasi yang mencolok. Bahan bagian atas geta ini bisa terbuat dari kain, plastik, atau bahan lainnya.

2. Tengu Geta

Tengu Geta adalah adalah salah satu jenis dari sandal tradisional Jepang, yang memiliki desain yang unik dan terinspirasi oleh makhluk mitologis Jepang yang disebut “Tengu.” Tengu adalah makhluk legendaris dalam folklor Jepang yang sering digambarkan memiliki hidung panjang dan sayap mirip burung. Tengu dikenal sebagai makhluk yang kuat dan cerdas, tetapi juga bisa menjadi nakal.

Sol kayu dari Tengu Geta condong ke atas di bagian depan, memberikan kesan yang mencolok dan dramatis. Desain ini mencerminkan hidung panjang yang sering kali terkait dengan gambaran Tengu. Bentuk sol yang condong memberikan efek langkah yang lebih dramatis saat pemakainya berjalan. Ini menciptakan penampilan yang mencolok dan dapat memberikan kesan kuat.

Tengu Geta sering kali dihiasi dengan motif dan dekorasi yang terinspirasi oleh gambaran Tengu, seperti gambar burung hantu, sayap, dan hidung panjang. Ini memberikan nuansa tradisional dari makhluk mitologis tersebut.

3. Koma Geta

Jenis Geta ini memiliki sol kayu yang sangat tinggi, sering kali lebih tinggi dari geta tradisional. Disebut “koma” karena ketinggian solnya yang dapat menyerupai mainan gasing tradisional Jepang yang disebut koma.

4. Uma Geta

Disebut “uma” karena bentuk sol kayunya yang menyerupai kaki kuda. Sol kayu ini lebih panjang dan lebih lebar, memberikan keseimbangan yang baik dan stabilitas saat berjalan.

5. Higeta

Geta ini memiliki sol kayu yang sangat tinggi dan bisa mencapai ketinggian yang signifikan. Digunakan oleh wanita untuk menghindari kontak dengan tanah dan agar badan tampak lebih tinggi dari aslinya.

6. Geta Hanao Variasi Warna

Hanao adalah bagian atas geta yang bisa terbuat dari berbagai bahan seperti kain atau plastik. Geta dengan variasi warna dan motif pada hanao sering kali digunakan sebagai aksesoris gaya dalam mode modern.

7. Geta Waraji

Geta waraji adalah jenis sandal tradisional Jepang yang terbuat dari tali atau jerami yang diikat bersama-sama untuk membentuk alas sandal. Geta waraji adalah versi yang lebih sederhana dan kasual dari geta tradisional. Geta waraji biasanya digunakan oleh petani atau pekerja di lapangan karena bahan-bahan yang digunakan dapat memberikan cengkeraman yang baik di tanah.

Alasnya terbuat dari tali atau jerami yang diikat dengan pola tertentu, sementara tali pembentuk sandal tersebut melilit di sekitar kaki dan diikat di bagian atas. Geta waraji umumnya lebih ringan dan lebih terbuka daripada geta kayu biasa, dan sering digunakan dalam konteks kegiatan luar di lingkungan pedesaan.

8. Geta Pengantin (Bridal Geta)

Geta pengantin adalah jenis geta yang dirancang khusus untuk pengantin dalam upacara pernikahan tradisional Jepang. Geta pengantin biasanya memiliki desain yang lebih elegan, sering kali dengan hanao (tali pengikat) yang terbuat dari bahan yang lebih mewah atau dihiasi dengan bordir atau detail khusus. Warna geta pengantin juga sering disesuaikan dengan tema warna atau pakaian pengantin.

9. Geta Anak-anak

Seperti geta untuk orang dewasa, geta anak-anak juga memiliki sol kayu dengan dua pemegang di bawahnya. Namun, desain dan ukurannya disesuaikan agar sesuai dan nyaman untuk kaki anak-anak.

Geta anak-anak biasanya lebih ringan dan lebih mudah dipakai oleh anak-anak yang mungkin belum terbiasa dengan sepatu atau sandal yang lebih rumit. Mereka juga dapat memiliki hanao (tali pengikat) yang lebih cerah atau dihiasi untuk menarik perhatian anak-anak.

Pada acara-acara tradisional Jepang atau perayaan tertentu, anak-anak mungkin mengenakan geta anak-anak sebagai bagian dari pakaian tradisional mereka.

Bagian-Bagian Geta

Geta memiliki beberapa bagian yang memiliki istilah khusus dalam bahasa Jepang. Istilah-istilah ini memberikan gambaran tentang bagian-bagian utama dan karakteristik geta. Penggunaan istilah-istilah ini juga dapat bervariasi tergantung pada jenis dan desain spesifik dari geta tersebut.

Berikut adalah beberapa bagian utama dari geta beserta istilahnya:

1. Dai (台)

“Dai” adalah sol kayu yang menjadi alas atau bagian bawah sandal. Ini adalah bagian yang kontak langsung dengan tanah saat geta dipakai. “Dai” memiliki dua pemegang kayu yang meninggikan kaki di atas tanah, memberikan beberapa sentimeter ketinggian.

Desain dan bahan “dai” dapat bervariasi, dan geta dapat dibuat dari kayu ringan atau kayu yang lebih padat tergantung pada kegunaan dan preferensi pemakai. “Dai” juga dapat dihiasi atau diberi warna sesuai dengan desain umum geta atau untuk menyesuaikan dengan acara atau pakaian tertentu.

2. Hanao (鼻緒)

Bagian “hanao” pada geta adalah tali atau pengikat yang digunakan untuk memasang sandal pada kaki pengguna. “Hanao” diikatkan pada bagian atas “dai,” yaitu sol kayu atau alas sandal. Saat pengguna memakai geta, “hanao” diikatkan di sekitar kaki untuk menjaga sandal tetap pada posisinya.

“Hanao” dapat terbuat dari berbagai bahan, termasuk kain, dan seringkali dapat disesuaikan dengan warna atau desain tertentu. Pada geta yang lebih formal atau khusus, “hanao” dapat dihiasi dengan bordir atau detail yang lebih elegan. Gaya pengikatan “hanao” juga dapat bervariasi, dan beberapa gaya pengikatan mungkin lebih umum atau tradisional daripada yang lain.

Jadi, secara umum, “hanao” adalah bagian dari geta yang berfungsi sebagai tali pengikat untuk menjaga geta tetap pada kaki pengguna.

3. Ha (歯)

Ha adalah gigi kayu yang menonjol dari bagian bawah sol dan berfungsi untuk meninggikan geta dari tanah, melindungi kayu geta dari aus, dan memberikan cengkeraman pada permukaan yang licin.

4. Chikiri (散切り)

Chikiri adalah bagian ujung depan sol kayu yang melengkung ke atas. Desain chikiri dapat bervariasi antara jenis geta.

5. Higiri (火切り)

Higiri adalah bagian tepi sol kayu yang dipahat atau dibentuk untuk memberikan tampilan yang lebih estetis.

6. Koshi-ita (腰板)

Koshi-ita adalah bagian yang menghubungkan dua bagian sol kayu di bagian belakang. Koshi-ita memberikan stabilitas dan kekuatan pada bagian belakang geta.

7. Ura (裏)

Ura adalah bagian bawah sol kayu, yang umumnya datar dan bersentuhan langsung dengan tanah.

8. Hachikazura (鉢桜)

Hachikazura adalah hiasan atau ornamen yang dapat terdapat di bagian belakang geta. Bentuknya bervariasi dan seringkali mencerminkan musim atau acara khusus.

9. Geta-ko (下駄高)

Geta-ko adalah ketinggian dari geta, diukur dari bagian bawah sol kayu ke bagian atasnya.

10. Oya (親)

Oya adalah bagian yang mencakup hanao dan kaitannya dengan sol kayu. Oya dapat dibuat lebih tinggi untuk memberikan efek tertentu pada geta.

Demikian Minasan, beberapa hal menarik tentang sandal tradisional Jepang Geta yang menjadi bagian dari warisan budaya Jepang yang kaya.

Sebagai simbol pakaian tradisional, geta bukan hanya alas kaki, tetapi juga merangkum sejarah, identitas, dan keanggunan dalam setiap langkahnya. Dengan memahami makna di balik setiap elemen geta, kita mendapati bahwa sandal ini tidak sekadar fashion, melainkan jendela ke dalam kaya akan kearifan budaya Jepang yang terus berkembang. 

Melangkah dalam geta adalah menghormati masa lalu sambil memasuki masa depan, di mana keindahan tradisi tetap hidup dalam langkah-langkah setiap orang yang mengenakannya.

Bagaimana Minasan, apa daerah tempat tinggalmu memiliki alas kaki tradisional juga? Bakiak misalnya?


Bagi Minasan yang ingin tahu info lainnya seputar budaya dan bahasa Jepang, Minasan bisa ikuti terus artikel di pandaikotoba.net, Instagram Pandai Kotoba, dan channel Youtube Pandai Kotoba!

Mata!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *