Culture,  Kuliner,  Leisure

5 Kuliner Ekstrem Jepang yang Bikin Ngeri. Tertarik Mencobanya?

Hai Minasan~! Jepang adalah salah satu negara yang mampu menarik perhatian banyak orang di dunia lewat kulinernya. Kuliner khas Jepang punya beraneka ragam bentuk, cara penyajian, dibuat dengan bahan-bahan masih segar untuk mengutamakan kualitas, dan tak terkecuali dengan kuliner ekstremnya.

Yang populer kita kenal dengan kuliner ekstrem khas Jepang itu ada ikan fugu atau ikan buntal ya, biasanya disajikan dalam bentuk sashimi. Bisa dikatakan ekstrem karena ikan fugu ini mengandung racun dan tidak sembarang orang bisa mengolahnya serta diperlukan sertifikat khusus.

Pada artikel kali ini, Pandai Kotoba akan membahas secara lengkap 5 kuliner ekstrem khas Jepang yang bikin ngeri sebelum menikmatinya. Penasaran ada apa saja? Yuk, kita lanjut baca di bawah ini.

5 Kuliner Ekstrem Jepang yang Bikin Ngeri. Tertarik Mencobanya?

Dilansir dari beberapa media online Jepang, kuliner ekstrem ini sebenarnya tidak semua orang Jepang suka dan bahkan tidak dimakan setiap hari. Kuliner ini hanya di tempat tertentu yang menjadi khasnya dan juga menjadi daya tarik.

1. Ika no Odorigui

Ika no Odorigui yang secara harfiah artinya “cumi-cumi yang menari-nari”. Sesuai dengan namanya, kuliner ekstrem ini disantap saat masih segar-segarnya. Banyak video yang viral di internet mengenai kuliner Ika no Odorigui ini.

20150825123840
Semangkuk Ika no Odorigui
r.gnavi.co.jp

Banyak orang yang mengira cumi-cumi yang dihidangkan ini menari-nari dalam keadaan hidup atau odori, padahal sebenarnya cumi-cumi tersebut tidak hidup, hanya terkena reaksi garam yang ada di dalam kecap asin sebelum dinikmati.

Semangkuk Ika no Odorigui di Resto dekat Pasar Hakodate

Menariknya, ada tempat di Jepang yang memproduksi banyak cumi-cumi seperti di Hakodate, Hokkaido dan Kyushu menjadikan makan cumi-cumi yang “menari” ini sebagai salah satu tradisi mereka.

2. Basashi

Basashi adalah sashimi yang terbuat dari daging kuda. Kuliner ekstrem ini dihidangkan dengan dipotong tipis-tipis dan dimakan mentah selayaknya sashimi. Basashi ini tidak dimakan secara nasional dan kebiasaan memakan Basashi hanya ada di prefektur Kumamoto dan Nagano.

Basashi ini rendah lemak dan kalori, tinggi protein dan kaya akan mineral seperti zat besi, kalsium, dan seng. Ada berbagai teori tentang asal-usul kuliner ekstrem ini, tapi konon berawal ketika Kato Kiyomasa, penguasa pertama klan Kumamoto, kehabisan makanan di Semenanjung Korea saat ia pergi berperang di Korea dan tidak punya pilihan lain selain memakan kuda perang.

11482005375 2e5676e393 c
Basashi
flickr.com

Pada zaman Edo (1603-1868), hampir tidak ada kebiasaan makan daging, dan hanya beberapa petani yang memakannya, tapi secara bertahap menyebar ke Kumamoto dan wilayah Aso di era Meiji (1868-1912). Di wilayah Aso, yang merupakan daerah produksi kuda militer, orang-orang mulai makan daging kuda karena kekurangan makanan setelah perang, dan menjadi dikenal luas oleh masyarakat, dan restoran-restoran mulai menjualnya pada tahun 1950-an.

Video Iklan dari Basashi

Pada dasarnya, kuda memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi daripada sapi dan hewan ternak lainnya, kecil kemungkinannya adanya bakteri yang menyebabkan keracunan makanan. Ini menjadikan alasan mengapa daging kuda dapat dikonsumsi mentah. Selain itu, daging kuda sekarang dipotong-potong di pabrik pengolahan daging yang dikontrol secara higienis dan selalu dibekukan sebelum didistribusikan, sehingga dapat mencegah dan melawan adanya bakteri dan parasit.

3. Natto

Jangan salah lho, Natto juga masuk dalam daftar salah satu kuliner ekstrem khas Jepang. Gimana gak, Natto terbuat dari fermentasi kacang punya tekstur berlendir, lengket, dan bau khas Natto yang membuat banyak orang luar Jepang tidak menyukainya. Berbeda dengan orang Jepang yang sangat menyukai Natto dan bisa menjadi makanan sehari-hari.

Asal-usul Natto tidak diketahui secara pasti, karena ada berbagai teori. Beberapa ada yang percaya bahwa makanan yang mirip dengan Natto sudah ada pada zaman Yayoi, saat penanaman kacang kedelai tersebar luas. Menurut teori ini, lubang-lubang tempat tinggal yang dihuni oleh orang-orang pada zaman Yayoi dilapisi dengan jerami padi, dan ada kemungkinan bahwa basil natto, sejenis Bacillus subtilis, hidup di dalam jerami.

Teori lain yang terkenal adalah bahwa Natto diciptakan ketika Minamoto no Yoshiie, seorang komandan militer di akhir periode Heian, bertempur di Oshu selama Perang Tiga Tahun. Dalam pertempuran tersebut, kacang kedelai digunakan sebagai makanan kuda, dan kacang kedelai yang telah direbus dikeringkan, dikemas dalam bal rotan dan dibawa.

37971227742 9140fdffa0 c
Semangkuk Nasi Hangat dengan Natto
flickr.com

Namun, kuda-kuda kehabisan makanan ternak selama pengepungan, sehingga para petani harus mengumpulkan kacang kedelai untuk makanan ternak dari para petani. Dengan tergesa-gesa, para petani mengemas kacang kedelai yang sudah direbus panas-panas dalam bal rotan dan memberikannya kepada tentara, tapi beberapa hari kemudian kacang-kacangan itu mengeluarkan bau yang aneh. Mereka mencobanya dan menemukan bahwa kacang tersebut sangat lezat sehingga menjadi makanan para tentara.

Asal-usul Natto tidak diketahui dengan jelas, tapi ada teori populer yang mengatakan bahwa Natto mungkin tercipta karena serangkaian kebetulan.

4. Inago no Tsukudani

Kuliner ekstrem selanjutnya adalah Inago no Tsukudani. Kuliner ini terbuat dari belalang yang dibumbui dengan kecap asin, gula, dan sirup mizuame. Dengan bumbu-bumbu tersebut dapat menghasilkan tekstur yang renyah dan lezat. Makanan ini dikonsumsi terutama di daerah pegunungan yang mana makanan laut langka, seperti di Prefektur Nagano.

5418870580 77c6789d94 b
Inago no Tsukudani
flickr.com

Ditilik dari sejarahnya, di Prefektur Nagano lebih tepatnya Lembah Ina di wilayah Nanshin, budaya makan serangga telah berakar sejak zaman kuno dengan kebiasaan makan belalang, larva lebah, dan sejenisnya. Serangga-serangga ini dulunya dimakan sebagai sumber suplemen nutrisi untuk memenuhi kebutuhan protein hewani yang langka.

Di beberapa daerah pegunungan lainnya yang langka dengan makanan laut, seperti Prefektur Gunma, serangga-serangga ini digunakan sebagai makanan. Selama masa perang dan kekurangan makanan pascaperang, belalang dikonsumsi untuk mengisi perut dan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Larva lebah, seperti larva lebah hitam dikonsumsi terutama di daerah pegunungan di seluruh Jepang.

Meskipun jumlah belalang telah menurun dibandingkan dengan masa lalu dan semakin jarang dimasak di rumah tangga karena perubahan gaya hidup dan budaya makanan, budaya makan serangga seperti ini masih ada di wilayah sekitar sana.

5. Shirako

Kuliner ekstrem terakhir adalah shirako. Shirako adalah sperma ikan yang direbus dan disiram saus, lalu disajikan seperti sashimi. Umumnya menggunakan sperma ikan dari ikan kod. Kuliner ini menjadi salah satu hidangan termahal.

Shirako ini memiliki penampilan yang agak istimewa dan agak aneh, tapi berlawanan dengan penampilannya, kuliner ini memiliki ciri khas dengan rasa yang kaya dengan umami dan lembut. Teksturnya padat dan membuat orang akan ketagihan setelah menyantapnya.

5534580524 5dd42d7820 c 1
Shirako Ponzu
flickr.com

Selain itu, shirako yang terbuat dari ikan buntal dan cumi-cumi adalah bahan makanan yang mewah dan dikenal sangat lezat. Beberapa restoran kelas atas menjualnya. Shirako yang mahal itu ditandai dengan teksturnya yang kenyal dan rasanya yang lembut, dapat dimakan dengan berbagai cara, termasuk sebagai hidangan dengan tempura, dipanggang, dimasak dalam panci, atau sup.

Shirako ponzu adalah salah satu jenis menu shirako yang sangat terkenal. Rasanya juga lezat tidak hanya dimasak dengan gaya Jepang, tapi juga dimasak dengan gaya Barat.


Nah, itu dia 5 kuliner ekstrem Jepang yang bikin ngeri sebelum dinikmati. Menurut beberapa sumber rasanya bisa dikatakan enak walaupun secara fakta dan visualnya kurang meyakinkan ya.

Kuliner di atas juga banyak disoroti oleh orang Jepang sebagai pengalaman baru untuk mencoba makanan yang unik. Apakah Minasan tertarik untuk mencobanya?

Ngomong-ngomong kuliner Jepang, Pandai Kotoba pernah bikin artikel 5 fakta unik tentang makanan Jepang, yuk klik di sini untuk membacanya. Sampai jumpa artikel selanjutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *