Culture,  Sejarah

Muramasa Sengo dan Legenda Kutukan Pedang Iblis

Tak dipungkiri, Jepang terkenal dengan ketajaman dan kekuatan pedangnya yang disebut Katana. Pedang-pedang Jepang ditempa oleh para pandai yang terampil dan cermat yang mencurahkan jiwa dan hidupnya untuk membuat pedang yang tajam, kuat, sekaligus indah. Di antara para pembuat pedang di Jepang, salah satu yang paling terkenal adalah Muramasa Sengo.

Di artikel ini, Pandai Kotoba akan mengisahkan tentang Muramasa Sengo, yang terkenal dengan pedang buatannya yang bernama Pedang Muramasa. Pedang yang diselimuti banyak misteri dan tumpahan darah, karena konon, pedang ini memiliki kutukan bagi siapapun yang menjadi “tuannya”. 

Berawal dari Kebencian Muramasa Sengo

pedang muramasa sengo

Muramasa Sengo adalah seorang ahli pedang yang hidup pada periode Muramachi (sekitar abad ke-14 sampai abad ke-16). Muramasa, sang penempa Pedang Muramasa, dikenal sebagai seseorang yang selama hidupnya penuh dengan kemalangan dan penderitaan yang teramat berat. 

Perjalanan hidupnya yang pelik itulah yang kemudian membuatnya menjadi seseorang yang mudah marah, arogan, penuh rasa dengki, agresif dan kerap menggugat segala apapun yang ada di sekitarnya dengan penuh rasa benci.

Watak Muramasa yang penuh dengan aura negatif itu membuat orang-orang di sekitarnya menjauhi Muramasa. Merasa dijauhi oleh orang-orang sekitarnya, justru membuat Muramasa semakin agresif dan dirinya semakin diselimuti aura yang negatif. Amarah dan kebencian dalam jiwanya semakin bergejolak, pikirannya kalut, sehingga menuntunnya ke dalam kegilaan.

Muramasa Sengo yang merasa kehidupan telah menyakiti dirinya, mengakibatkan rasa dendam dalam dirinya semakin membumbung dan tak tertahan lagi. Rasa benci Muramasa pada kehidupan semakin besar dan berubah menjadi dendam dan haus akan darah.

Kisah-kisah legenda pun mengatakan, Muramasa sering mendatangi tempat-tempat yang menyeramkan dan memiliki aura kesedihan yang mendalam, seperti tempat-tempat berhantu atau tempat seseorang melakukan bunuh diri. 

Selain itu, Muramasa sering pula mendatangi medan bekas pertempuran besar untuk mengumpulkan logam-logam dari berbagai senjata yang tercecer sisa pertempuran. Dari logam-logam inilah kemudian Sengo Muramasa menempa sebuah pedang selama bertahun-tahun yang kemudian terkenal dengan sebutan Pedang Muramasa.

Dari tangan seorang Sengo Muramasa yang dikenal gila, terciptalah pedang yang sangat tajam dan kuat dibandingkan pedang-pedang lainnya. Pedang Muramasa pun menjadi terkenal dan banyak para ahli pedang atau samurai yang ingin memiliki pedang tempaan Sengo Muramasa. Tanpa mereka tahu, di balik tajamnya pedang Muramasa ada kutukan yang senantiasa menyertainya.

Pedang Muramasa Sengo yang Haus Darah

Dikisahkan, bahwa siapapun yang memiliki pedang Muramasa akan menjadi seseorang yang sangat haus akan darah. Samurai yang memiliki pedang Muramasa akan selalu menantikan pertempuran berikutnya. Buka semata-mata untuk memenangkan pertempuran, tetapi hanya ingin menuntaskan rasa ingin membunuh yang selalu muncul.

Pedang Muramasa selalu haus darah. Meskipun pedang ini dibiarkan tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama, pedang ini akan mempengaruhi pikiran pemiliknya agar memiliki semangat untuk membunuh. Ketika pedang ini terhunus, maka sang pemilik akan melakukan hal yang di luar batas kewajaran. Bahkan, bukan tidak mungkin pedang Muramasa akan mempengaruhi pemiliknya untuk membunuh dirinya sendiri agar rasa haus akan darahnya menjadi terpuaskan.

Mengetahui hal ini, orang-orang menjadi takut dan khawatir akan keberadaan pedang Muramasa yang membahayakan. Karena itu orang-orang berusaha menghancurkan pedang-pedang tempaan Muramasa. Dikisahkan, seorang pedagang pedang tidak menghancurkan pedang Muramasa karena takut merugi, karena itulah ia hanya menghapus nama Muramasa yang terukir pada pedang tersebut. Alhasil, sang pedagang pedang menjadi memiliki dorongan untuk membunuh semua orang yang ditemuinya.

Terlepas dari aura iblis yang menyelimuti pedang Muramasa, namun tak sedikit para samurai yang terpesona oleh pedang Muramasa ini. Dibalik kutukannya, pedang Muramasa dianggap memiliki keindahan dan pesona yang memikat orang-orang untuk segera memilikinya. 

Para Samurai yang Menggila

Banyak kisah yang menyertai para samurai yang pernah menggunakan pedang tempaan Sengo Muramasa ini. Salah satu yang terkenal adalah seorang samurai yang membunuh istrinya sendiri tanpa pernah ia sadari.

Jadi dikisahkan, seorang samurai memutuskan untuk membeli pedang Muramasa yang ia anggap bagus dan penuh pesona itu. Padahal, teman-temannya sudah melarang untuk memiliki pedang Muramasa karena kutukannya yang menyeramkan. Namun, samurai itu tidak mempedulikan nasihat kawan-kawannya itu, dan akhirnya tetap membelinya.

Setelah membeli pedang Muramasa, ia menghapus nama Muramasa yang terukir pada pedang. Ia menganggap bahwa dengan menghapus nama Muramasa, kutukan yang menyertai pedang pun akan menghilang.

Setelah memiliki pedang Muramasa, ia pulang ke rumah untuk menemui istri tercintanya. Ia pun meletakan pedang Muramasa tak jauh dari ranjang dan kemudian tidur di samping istrinya.

Kemudian, pada tengah malam, tiba-tiba ia terbangun dan terkejut melihat baju yang dipakainya memerah dan bau amis darah. Tangannya pun tengah menggenggam pedang Muramasa. Dan ketika ia menoleh pada istrinya, istrinya pun telah bersimbah darah tergeletak sudah tak bernyawa. Tanpa samurai itu sadari ia telah membunuh istrinya sendiri dengan pedang Muramasa yang baru saja dibelinya.

Kisah lain pun menceritakan tentang seorang samurai bernama Matsudaira Geki yang membunuh sahabatnya sendiri karena terpengaruh oleh pedang Muramasa yang dimilikinya. Setelah membunuh sahabatnya, ia lalu membunuh dirinya sendiri, juga dengan menggunakan pedang Muramasa yang mengerikan.

Muramasa dan Masamune

Selain Muramasa, seorang penempa pedang yang terkenal lainnya adalah seorang pandai bernama Masamune. Dikisahkan dalam cerita-cerita rakyat bahwasanya keduanya hidup dalam periode yang sama, meskipun sumber lain mengatakan bahwa keduanya hidup dalam periode yang berbeda.

Ada satu kisah rakyat yang menceritakan kehebatan keduanya sebagai ahli penempa pedang legendaris yang saling bersaing satu sama lain. Dikisahkan keduanya sepakat untuk menguji pedang siapa yang paling tajam dan paling kuat. Kedua pedang tempaan mereka nyaris sama tajamnya dan kuatnya, hingga satu tahap pengujian terakhir pun dilangsungkan.

Keduanya sepakat untuk menguji pedang mereka dengan cara menempatkan pedang mereka di sungai berarus dengan sisi bilah tajam pada pedang yang berhadapan dengan arus. Daun-daun kering yang terbawa arus sungai pun terbelah dengan mulus ketika melewati pedang keduanya. 

Namun, ketika ada ikan atau benda keras lainnya yang terbawa arus, hanya pedang Muramasa-lah yang mampu memotongnya.

Kisah ini menunjukkan betapa tajam dan berbahayanya pedang Muramasa. Karena itulah menurut beberapa kisah rakyat Shogun Ieyasu memerintahkan untuk segera memusnahkan pedang karya Muramasa yang dianggap sangat berbahaya tersebut.

Menguji Pedang Muramasa 

Selain kisah rakyat yang bercerita tentang adu tajam pedang Muramasa dan pedang Masamune, konon katanya pedang Muramasa pun pernah diuji oleh sebuah mesin khusus yang berfungsi untuk meneliti semua jenis logam rancangan seorang peneliti bernama Kotaro Honda.

Ketika Kotaro Honda mencoba untuk meneliti kandungan logam pada bilah pedang Muramasa, ia pun terkejut. Pasalnya, mesin khusus penguji logam rancangannya tidak bisa membaca kandungan logam yang ada pada pedang Muramasa. Angka-angka yang biasanya menunjukkan kandungan logam tiba-tiba kacau ketika memindai bilah pedang Muramasa. Padahal mesinnya tidak rusak sama sekali. Kotaro pun terheran-heran, seolah-olah ada hal mistis yang menyebabkan tidak bisa dipindainya Pedang Muramasa ini.

Di Balik Kematian Keluarga Shogun

Dalam Kokiki dan Kronik Matsudaira, ada banyak legenda dan cerita tentang bagaimana katana Muramasa menjadi satu-satunya senjata perusak sekaligus musuh terbesar keluarga Tokugawa.

Konon, karena ketajaman Muramasa yang luar biasa, keshogunan tertarik dan menjadikannya sebagai senjata utama. Namun, hal ini justru membawa bencana bagi keluarga shogun. Seperti yang tertulis dalam Mikawa Gofudoki dan Mikawa Monogatari (dua buku sejarah tentang masa-masa awal berdirinya Tokugawa) pedang Muramasa telah menghabisi nyawa ayah, kakek, anak laki-laki, dan pewaris Tokugawa Ieyasu. Dua orang pertama ditebas dari bahu hingga ke pinggang, dan para penerusnya kemudian menggunakan pedang tersebut untuk mengeksekusi dirinya sendiri.

Fakta Sebenarnya Tentang Pedang Muramasa

Pedang Muramasa adalah pedang yang memang ada dalam sejarah. Akan tetapi, karena sering dikaitkan dengan sejumlah mitos dan kisah-kisah menyeramkan, pedang ini seringkali dijuluki sebagai “pedang Jepang yang menyeramkan dan terkutuk.”

Selain itu, banyak orang yang menyebutnya sebagai pedang paling kuat yang pernah dibuat, padahal itu semua tidaklah akurat. Pada kenyataannya, katana ini sama kuatnya dengan katana biasa, tetapi jauh lebih tajam, yang dapat dengan mudah melukai diri sendiri. Sebagai catatan, ketajaman yang sangat tajam ini menyebabkan daya tahannya jauh lebih lemah dan masa pakainya justru jauh lebih pendek.

Sengo Muramasa yang “Asli”

Sebagai pandai pedang yang termasyur, Sengo Muramasa menjadi pusat dari banyak dugaan dan spekulasi karena kurangnya informasi yang tersedia tentang kehidupannya. Bahkan tidak ada yang benar-benar tahu kapan tanggal lahirnya. Semua yang kita ketahui tentang dirinya adalah sesuatu yang terkait dengan legenda, sehingga sulit untuk membedakan mana yang benar-benar nyata dan mana yang hanya karangan belaka. 

Pada masa kekuasaan feodal Jepang, Muramasa tercatat sebagai salah satu pandai pedang terbaik dan paling tersohor. Selama era Muromachi, yang berlangsung dari abad ke-14 hingga abad ke-15 (1336-1537 M), ia menghabiskan seluruh hidupnya dengan berupaya mencapai tingkat penempaan pedang yang terbaik. 

Dia kemudian berhasil mendirikan sekolahnya sendiri, dan dengan cepat mendapat reputasi atas keahliannya yang istimewa berkat bilah-bilah pedangnya yang tajam seperti silet. Sebagai hasilnya, karya-karyanya pun langsung diburu oleh para pejabat elit seperti para komandan atau samurai dari dinasti Tokugawa.

Meskipun ia dikenal sebagai seorang pandai pedang yang legendaris dan penuh bakat, ternyata ia tidak bisa melampaui rival sekaligus pesaingnya dalam dunia pembuatan katana, yaitu Masamune, yang juga dikenal sebagai pandai pedang paling handal di Jepang.

Mematahkan Mitos tentang Pedang Muramasa

Karena ujungnya yang sangat tajam layaknya pisau cukur, Mikawa (kadang-kadang dikenal sebagai dinasti Tokugawa, yang memerintah Jepang selama 300 tahun) lebih menyukai pedang Muramasa. Sehingga, segala peristiwa yang buruk yang menimpa keluarga Tokugawa dianggap sebagai akibat dari penggunaan pedang Muramasa, padahal sebenarnya keluarga Tokugawa memang sering menggunakan pedang Muramasa.

Samurai dari wilayah Kuwana hingga wilayah Owari diketahui seringkali memakai pedang Muramasa di bawah pemerintahan Tokugawa. Ieyasu (1603-1605 atau 1615) disebut-sebut telah melarang penggunaan Muramasa setelah ayah dan kakek-neneknya dibunuh oleh para samurai ini, sehingga kisah-kisah menyeramkan tentang pedang ini pun muncul. Di sisi lain, kisah ini sangat jelas merupakan sebuah rekayasa karena fakta bahwa sesungguhnya pedang Muramasa merupakan sebuah pusaka turun temurun.

Seandainya larangan Ieyasu memang benar adanya, seharusnya ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Muramasa masih digunakan di bawah kekuasaan Tokugawa. Diketahui bahwa Ieyasu berhenti menerima hadiah yang ditandatangani dengan tanda tangan Muramasa, dan orang-orang terdekatnya tidak diizinkan untuk menggunakannya. Namun, para prajurit dan orang-orang di wilayahnya tetap diizinkan menggunakannya dengan pengawasan yang ketat.

Berbagai kisah mengerikan pun mulai beredar dari ketakutan yang barangkali dirasakan oleh Ieyasu terhadap pedang ini saat perang melawan Keshogunan Tokugawa dimulai.

Menurut kisah legenda, pedang Muramasa memiliki kekuatan untuk menghabisi nyawa seluruh anggota keluarga Tokugawa. Itulah mengapa selama perang saudara yang berlangsung dari tahun 1853 hingga 1868, era penghujung kekuasaan Tokugawa, para anti-imperialis cenderung menggunakan Muramasa untuk melawan para penguasa.

Itulah sebabnya para Shishi, atau para pejuang yang melawan Tokugawa, menggunakan Muramasa sebagai simbol untuk melawan penindasan keshogunan. Bahkan para pemimpinnya, Pangeran Taruhito dan Takamori, menggunakan Muramasa ketika mereka akhirnya mengakhiri zaman Tokugawa.

Meskipun ada banyak pedang legendaris, namun pedang Muramasa Sengo adalah salah satu yang paling populer. Pedang ini merupakan pedang Jepang yang paling terkenal karena reputasinya sebagai pedang yang mematikan dengan kutukan iblis.


Demikian Minasan sekilas kisah tentang Muramasa Sengo dan pedang Muramasa-nya yang terkenal dengan kisah-kisah legendanya yang menyeramkan. 

Kisah menyeramkan Pedang Muramasa seolah-olah merangkum atmosfer ketegangan akibat kisah  misteri yang melekat pada senjata kuno ini. Legenda seputar pedang Muramasa yang menyeramkan memberikan warna tersendiri pada warisan budaya Jepang yang satu ini. Perlu diingat bahwa keindahan sejati dari Pedang Muramasa bisa jadi terletak pada kebijaksanaan untuk menghormatinya sebagai karya seni dan bukan hanya sebagai objek kisah-kisah misteri.

Bagi Minasan yang ingin mengetahui berbagai macam informasi tentang bahasa dan budaya Jepang lainnya, Minasan juga bisa peroleh lewat Instagram Pandai Kotoba, Youtube Pandai Kotoba, dan Tik Tok Pandai Kotoba.

Mata ne!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *