Kotowaza / Peribahasa

Kumpulan Kotowaza tentang Maaf-Memaafkan

Photo by Vie Studio from Pexels

Sebentar lagi sudah mau menuju lebaran nih, Mina san! Saat lebaran, kita pasti akan saling bermaaf-maafan, agar nilai ibadah kita selama bulan Ramadan menjadi lebih sempurna. Tapi tentunya bukan hanya pada saat momen lebaran saja, ya, kita saling bermaafan. Pada saat momen tertentu, misalkan setelah terjadi selisih paham, tidak sengaja menyakiti orang lain, lupa dengan janji, dan momen lainnya pun kita akan meminta maaf, atau memaafkan. Nah, maaf-memaafkan ini bukan suatu hal yang mudah dilakukan bagi beberapa orang, terkait dengan besarnya kesalahan di masa lalu yang terjadi, ya.. Itulah yang membuat meminta maaf dan memaafkan menjadi hal yang berharga.

Kotowaza (peribahasa) kali ini akan menunjukkan betapa berharganya maaf-memaafkan bagi kita semua 🙂

過つは人の性、許すは神の心
Ayamatsu wa hito no sa ga, yurusu wa kami no kokoro

Memiliki makna setiap orang pasti melakukan kesalahan dan siapa yang mampu memaafkan kesalahan itu diibaratkan hatinya sama dengan Tuhan/dewa. Peribahasa ini mengibaratkan pekerjaan manusia adalah berbuat salah dan pekerjaan Tuhan memaafkan.

過ちては改むるに憚ること勿れ
Ayamachi te wa aratamuru ni habakaru koto nakare

Memiliki makna setiap kali melakukan kesalahan segeralah untuk memperbaiki diri. Semakin cepat meminta maaf maka luka yang ada tidak begitu dalam atau akibat yang kita lakukan tidak akan lebih rumit.

七星の膝を八重に折る
Nanae no hiza o yae ni oru

Peribahasa ini menggambarkan meminta maaf dengan menunjukkan sikap bersungguh-sungguh.

人の振り見て我がふり直せ
Hito no furi mite wa ga furi naose

Peribahasa ini memiliki makna agar kita memperhatikan seseorang perkataan dan perbuatan orang lain untuk diambil hal baiknya dan hal buruknya menjadi pelajaran untuk perbaikan diri sendiri.

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Itulah kotowaza (peribahasa) tentang maaf. Semoga bisa menambah pengetahuan kalian ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.