Culture

Budaya Jepang: Tanabata 七夕

Jepang adalah negara yang memiliki banyak tradisi. Salah satunya adalah Tanabata. Tradisi ini berasal dari legenda Cina yang diadaptasi oleh masyarakat Jepang. Dalam dongeng, ada sepasang kekasih bernama Orihime dan Hikoboshi. Sang putri adalah putri raja langit yang suka menenun direpresentasikan sebagai bintanng vega (bintang tercerah) dan Hikoboshi seorang penggembala sapi yang direpresentasikan sebagai bintang aquila. Mereka kemudian menikah dan hidup bersama. Namun, setelah mereka menikah, sang putri tidak lagi suka menenun dan si penggembala sapi tidak pernah menggembala lagi. Mengetahui hal tersebut raja langit marah dan memisahkan keduanya dengan Amanogawa (galaksi bima sakti). Tapi mereka masih bisa bertemu satu tahun sekali yaitu di malam hari ke-7 bulan 7, yaitu saat bintang vega mendekati rasi bintang aquila.

Hal yang sangat terkenal dan masih dilakukan oleh orang Jepang di kesehariannya di hari Tanabata adalah menuliskan keinginan di kertas dan menggantungkannya di pohon bambu. Nah, ada kosakata yang perlu minasan ketahui tentang hiasan tanabata. Apa aja langsung cek ke bawah yah.

笹 (Sasa)

Pohon bambu yang dipakai sebagai hiasan tanabata. Pohon bambu ini digantung kertas berisi keinginan.

短冊 (Tanzaku)

Tanzaku adalah kertas yang dipakai untuk menuliskan keinginan. Kertas ini nanti di gantung pada pohon bambu. Warna kertas yang dipakai ada lima warna yaitu terdiri dari, 青/緑 biru atau kuning, 赤 merah, 黄 kuning, 白 putih, 黒 hitam.

折鶴 (Oridzuru)/千羽鶴 (Senbadzuru)

Origami berbentuk bangau menjadi hiasan dan digantung di pohon bambu tanabata sebagai keinginan mendapatkan umur panjang.

吹き流し (Fukinagashi)

Fukinagashi adalah hiasan tanabata yang merepresentasikan tenunan Orihime. Hiasan ini berbentuk kusudama atau kertas berbentuk lipatan segitiga yang digabung menjadi bulat.

Fukinagashi

網飾り

Amikazari adalah hiasan tanabata berbentuk jaring-jaring. Hiasan ini digantung di pohon tanabata supaya mendapat banyak ikan dan hasil pertanian yang melimpah.

巾着 (Kinchaku)

Kinchaku adalah hiasan tanabat yang digantung di pohon bambu berbentuk dompet serut yang digantung tujuannya supaya memiliki rezeki yang melimpah.

紙衣(Kamikoromo)

Kamikoromo adalah hiasan tanabata yang digantung di pohon bambu berbentuk kimono. Harapannya supaya lebih pandai menjahit dan tidak kesulitan dengan pakaian.

Kamikoromo

くずかご (Kuzukago)

Hiasan tanabata berbentuk seperti keranjang. Hiasan ini dimaknai sebagai harapan supaya tetap bisa berkemas dan berhemat tidak menggunakan sesuatu dengan percuma.

Kuzukago

Itulah hiasan yang dipakai setiap perayaan tanabata di Jepang. Untuk festivalnya sendiri yang terbesar ada di Sendai, prefektur Miyagi. Biasanya diadakan setiap 6 sampai 8 Agustus.

Kalau kalian mau menulis keinginan apa di pohon bambu?

Leave a Reply

Your email address will not be published.