Bahasa Jepang,  Tata Bahasa Jepang

Modifikasi Meishi oleh Keiyoushi: Pembentukan Frasa Deskriptif dalam Bahasa Jepang

Dalam bahasa Jepang, kata benda (名詞 / meishi) sering kali dijelaskan atau diterangkan oleh kata sifat (形容詞 / keiyōshi) untuk memberikan makna yang lebih spesifik. Proses ketika kata sifat menerangkan kata benda ini disebut modifikasi meishi oleh keiyoushi (keiyoushi no meishi shuushoku / 形容詞の名詞修飾).

Melalui modifikasi ini, kita dapat menggambarkan kualitas, keadaan, atau kesan dari suatu benda dengan lebih jelas. Misalnya, perbedaan antara 「山」(yama – gunung) dan 「高い山」(takai yama – gunung tinggi) menunjukkan bagaimana kata sifat takai menambahkan makna deskriptif pada kata benda yama.

Pemahaman tentang cara memodifikasi meishi dengan keiyoushi sangat penting dalam bahasa Jepang, karena struktur ini digunakan dalam percakapan sehari-hari, tulisan, hingga ujian kemampuan bahasa Jepang (JLPT). Dengan menguasai pola dasar dan nuansa penggunaannya, pembelajar dapat menyampaikan deskripsi dengan lebih alami dan tepat.

Pengertian Modifikasi Meishi oleh Keiyoushi

Modifikasi Meishi oleh Keiyoushi adalah proses di mana kata sifat (keiyoushi / 形容詞) digunakan untuk menerangkan atau memberi sifat pada kata benda (meishi / 名詞). Dengan kata lain, kata sifat berfungsi sebagai “penerang” yang menambahkan informasi tambahan tentang kualitas, keadaan, atau kesan dari suatu benda.

Contohnya:

  • 高い山 (takai yama) – gunung yang tinggi
    • Kata benda: 山 (gunung)
    • Kata sifat: 高い (tinggi)
    • Fungsi: Menunjukkan sifat gunung, yaitu tinggi.
  • 静かな町 (shizuka na machi) – kota yang tenang
    • Kata benda: 町 (kota)
    • Kata sifat: 静か (tenang, na-keiyoushi)
    • Fungsi: Memberikan kesan kota yang tenang dan damai.

Intinya, modifikasi ini mengubah kata benda yang sebelumnya umum menjadi kata benda yang lebih spesifik dan deskriptif. Tanpa modifikasi, kata benda hanya menunjukkan benda itu secara umum; dengan modifikasi, pembicara atau penulis dapat menambahkan nuansa, sifat, atau keadaan yang ingin ditekankan.

Selanjutnya, penting untuk memahami jenis kata sifat yang digunakan dalam modifikasi ini, karena bentuk dan aturan penggunaannya berbeda antara い形容詞 (i-keiyoushi) dan な形容詞 (na-keiyoushi).

Modifikasi Meishi
静かな町 (shizuka na machi) – kota yang tenang

Jenis Kata Sifat dalam Bahasa Jepang

Dalam bahasa Jepang, kata sifat (形容詞 / keiyōshi) dibagi menjadi dua jenis utama, yang berbeda dalam bentuk dan cara penggunaannya saat memodifikasi kata benda (名詞 / meishi):

1. い形容詞 (i-keiyoushi)

  • Ciri: Kata sifat ini selalu berakhiran -い dalam bentuk dasarnya.
  • Fungsi: Menunjukkan sifat atau kualitas kata benda secara langsung.
  • Pola modifikasi:い形容詞 + 名詞

Contoh:

Kata SifatMeishi (Kata Benda)FrasaArti Bahasa Indonesia
高い (takai)山 (yama)高い山Gunung tinggi
おいしい (oishii)りんご (ringo)おいしいりんごApel yang enak
早い (hayai)電車 (densha)早い電車Kereta cepat

2. な形容詞 (na-keiyoushi)

  • Ciri: Kata sifat ini tidak berakhiran -い dan memerlukan partikel な saat diterangkan sebelum kata benda.
  • Fungsi: Menyatakan sifat, keadaan, atau kesan kata benda.
  • Pola modifikasi:な形容詞 + な + 名詞

Contoh:

Kata SifatMeishi (Kata Benda)FrasaArti Bahasa Indonesia
静か (shizuka)町 (machi)静かな町Kota yang tenang
便利 (benri)店 (mise)便利な店Toko yang praktis / nyaman
有名 (yuumei)人 (hito)有名な人Orang yang terkenal

Ringkasan Perbedaan

JenisBentuk Kata SifatPartikel untuk ModifikasiContoh
い形容詞Berakhiran -いTidak perlu partikel高い山 (takai yama) → Gunung tinggi
な形容詞Tidak berakhiran -い静かな町 (shizuka na machi) → Kota yang tenang

Pola Dasar Modifikasi

Dalam bahasa Jepang, kata sifat (keiyoushi) digunakan untuk memodifikasi kata benda (meishi) dengan pola tertentu, tergantung jenis kata sifatnya. Berikut pola dasar yang umum digunakan:

1. Pola Modifikasi dengan い形容詞 (i-keiyoushi)

  • Bentuk: い形容詞 + 名詞
  • Penjelasan: Kata sifat berakhiran -い langsung diletakkan di depan kata benda yang diterangkan.
  • Contoh:
FrasaRomajiArti Bahasa Indonesia
高い山takai yamaGunung tinggi
おいしいりんごoishii ringoApel yang enak
早い電車hayai denshaKereta cepat

2. Pola Modifikasi dengan な形容詞 (na-keiyoushi)

  • Bentuk: な形容詞 + な + 名詞
  • Penjelasan: Kata sifat tidak berakhiran -い memerlukan な ketika menempel pada kata benda.
  • Contoh:
FrasaRomajiArti Bahasa Indonesia
静かな町shizuka na machiKota yang tenang
便利な店benri na miseToko yang praktis / nyaman
有名な人yuumei na hitoOrang yang terkenal

3. Pola Dasar dengan Kata Sifat Bertingkat / Ganda

Kata sifat bisa digabung untuk menerangkan satu kata benda dengan menggunakan te-form (-くて untuk i-keiyoushi, -で untuk na-keiyoushi).

Bentuk:

  • い形容詞1 + くて + い形容詞2 + 名詞
  • な形容詞1 + で + な形容詞2 + 名詞

Contoh:

  • 小さくてかわいい犬 (chiisakute kawaii inu) – anjing kecil dan lucu
  • 静かで便利な町 (shizuka de benri na machi) – kota yang tenang dan praktis
1000392700
小さくてかわいい犬 (chiisakute kawaii inu) – anjing kecil dan lucu

Fungsi dan Makna Hubungan

Modifikasi kata benda (meishi) dengan kata sifat (keiyoushi) tidak hanya sekadar menempelkan kata sifat di depan kata benda. Terdapat fungsi dan makna hubungan yang lebih dalam antara kata sifat dan kata benda dalam frasa deskriptif. Berikut penjelasannya:

1. Menunjukkan Sifat atau Kualitas

Kata sifat digunakan untuk menyatakan kualitas atau karakteristik dari kata benda.
Contoh:

  • 高い山 (takai yama) – gunung yang tinggi -> Kata sifat takai menunjukkan tinggi gunung.
  • おいしいりんご (oishii ringo) – apel yang enak -> Kata sifat oishii menekankan kualitas rasa apel.

2. Menunjukkan Keadaan atau Kondisi

Kata sifat juga dapat menggambarkan kondisi sementara atau keadaan tertentu dari benda.
Contoh:

  • 静かな町 (shizuka na machi) – kota yang tenang -> Memberikan kesan bahwa kota tersebut memiliki suasana tenang.
  • 暑い日 (atsui hi) – hari yang panas -> Menjelaskan kondisi cuaca pada hari tersebut.

3. Memberikan Kesan atau Penilaian Subjektif

Selain fakta objektif, kata sifat juga bisa menyampaikan penilaian atau kesan subjektif pembicara terhadap kata benda.

Contoh:

  • きれいな花 (kirei na hana) – bunga yang indah -> Menunjukkan penilaian estetika pembicara terhadap bunga.
  • 面白い映画 (omoshiroi eiga) – film yang menarik -> Menyampaikan kesan pembicara bahwa film tersebut seru atau menarik.

4. Memperjelas atau Memfokuskan Informasi

Dengan menambahkan kata sifat, frasa menjadi lebih spesifik dan fokus, sehingga mempermudah pendengar atau pembaca memahami maksud pembicara.

Contoh:

  • 赤い車 (akai kuruma) – mobil merah -> Memperjelas mobil yang dimaksud dengan menyebut warna.
  • 古い本 (furui hon) – buku lama -> Menunjukkan buku yang berbeda dari yang baru.

Ringkasan Makna Hubungan

FungsiContohMakna
Menunjukkan sifat/kualitas高い山Gunung tinggi
Menunjukkan keadaan/kondisi暑い日Hari yang panas
Memberikan kesan subjektifきれいな花Bunga yang indah
Memperjelas informasi赤い車Mobil merah

Tabel Contoh Frasa Deskriptif

Berikut adalah beberapa contoh frasa deskriptif yang dibentuk dengan modifikasi kata benda (meishi) menggunakan kata sifat (keiyoushi), lengkap dengan romaji dan arti bahasa Indonesia:

Jenis Kata SifatKata SifatKata BendaFrasaRomajiArti Bahasa Indonesia
い形容詞高い高い山takai yamaGunung tinggi
い形容詞おいしいりんごおいしいりんごoishii ringoApel yang enak
い形容詞早い電車早い電車hayai denshaKereta cepat
い形容詞新しい新しい車atarashii kurumaMobil baru
な形容詞静か静かな町shizuka na machiKota yang tenang
な形容詞便利便利な店benri na miseToko yang praktis / nyaman
な形容詞有名有名な人yuumei na hitoOrang yang terkenal
な形容詞きれいきれいな花kirei na hanaBunga yang indah

Contoh Frasa Deskriptif Bertingkat / Ganda

Kata sifat dapat digabung untuk memperluas deskripsi:

FrasaRomajiArti Bahasa Indonesia
小さくてかわいい犬chiisakute kawaii inuAnjing kecil dan lucu
静かで便利な町shizuka de benri na machiKota yang tenang dan praktis
新しくて大きい家atarashikute ookii ieRumah baru dan besar

Frasa-frasa ini menunjukkan bagaimana kata sifat memberikan kualitas, kondisi, atau kesan pada kata benda sehingga kalimat menjadi lebih spesifik dan alami dalam bahasa Jepang.

1000392701
(atarashikute ookii ie) – Rumah baru dan besar

Analisis Perbandingan: い形容詞 vs な形容詞

Memahami perbedaan antara い形容詞 (i-keiyoushi) dan な形容詞 (na-keiyoushi) sangat penting agar frasa deskriptif terdengar alami dan benar secara tata bahasa. Berikut analisis perbandingannya:

1. Bentuk Dasar

Jenis Kata SifatBentuk DasarContoh
い形容詞Berakhiran -い高い (takai – tinggi), おいしい (oishii – enak)
な形容詞Tidak berakhiran -い静か (shizuka – tenang), 有名 (yuumei – terkenal)

2. Cara Memodifikasi Kata Benda

Jenis Kata SifatPola ModifikasiContoh
い形容詞い形容詞 + 名詞高い山 (takai yama – gunung tinggi)
な形容詞な形容詞 + な + 名詞静かな町 (shizuka na machi – kota yang tenang)

Catatan: na wajib digunakan saat na-keiyoushi mendahului kata benda; jika tidak, kalimat akan terdengar salah atau tidak natural.

3. Penggunaan dalam Kalimat

i-keiyoushi bisa berubah menjadi bentuk lampau atau negatif dengan langsung mengubah akhiran -い.
Contoh:

  • 高い山 → 高くない山 (takakunai yama) – gunung yang tidak tinggi
  • おいしいりんご → おいしくなかったりんご (oishikunakatta ringo) – apel yang tidak enak

na-keiyoushi tetap menggunakan な saat memodifikasi kata benda, tetapi bentuk lampau atau negatif diterapkan pada kata sifatnya sendiri.

Contoh:

  • 静かな町 → 静かではない町 (shizuka de wa nai machi) – kota yang tidak tenang
  • 有名な人 → 有名ではなかった人 (yuumei de wa nakatta hito) – orang yang tidak terkenal

4. Nuanda Makna

  • i-keiyoushi cenderung lebih langsung dan objektif, menekankan kualitas fisik atau sifat yang jelas.
  • na-keiyoushi sering memberikan kesan subjektif atau evaluatif, seperti penilaian, perasaan, atau kesan estetis.

5. Kesalahan Umum

  • Lupa menambahkan な pada na-keiyoushi sebelum kata benda.
    • Salah: 静か町 → ❌
    • Benar: 静かな町 → ✅
  • Mengubah i-keiyoushi menjadi bentuk predikat tapi menaruhnya sebelum kata benda.
    • Salah: 高かった山 → ❌ (sudah lampau, tidak cocok di depan kata benda)
    • Benar: 高い山 → ✅

Modifikasi Bertingkat (Frasa Ganda) dan Contoh Kalimat Lengkap

Dalam bahasa Jepang, kata sifat dapat digabungkan untuk memodifikasi satu kata benda, sehingga frasa menjadi lebih deskriptif. Teknik ini disebut modifikasi bertingkat (複合修飾 / fukugou shuushoku).

1. Pola untuk い形容詞 (i-keiyoushi)

  • Bentuk: い形容詞1 + くて + い形容詞2 + 名詞
  • Penjelasan: Kata sifat pertama diubah menjadi bentuk -くて agar dapat dihubungkan dengan kata sifat kedua.

Contoh:

FrasaRomajiArti Bahasa Indonesia
小さくてかわいい犬chiisakute kawaii inuAnjing kecil dan lucu
高くて古い山takakute furui yamaGunung tinggi dan tua
早くて便利な電車hayakute benri na denshaKereta cepat dan praktis

2. Pola untuk な形容詞 (na-keiyoushi)

  • Bentuk: な形容詞1 + で + な形容詞2 + 名詞
  • Penjelasan: Kata sifat pertama digabung dengan kata kedua menggunakan で.

Contoh:

FrasaRomajiArti Bahasa Indonesia
静かで便利な町shizuka de benri na machiKota yang tenang dan praktis
有名で美しい花yuumei de utsukushii hanaBunga yang terkenal dan indah
元気で明るい子供genki de akarui kodomoAnak yang ceria dan energik

3. Pola Gabungan i-keiyoushi + na-keiyoushi

Bentuk: い形容詞 + くて + な形容詞 + 名詞

Contoh:

FrasaRomajiArti Bahasa Indonesia
かわいくて静かな猫kawaikute shizuka na nekoKucing yang lucu dan tenang
高くて有名な山takakute yuumei na yamaGunung yang tinggi dan terkenal

4. Kegunaan Modifikasi Bertingkat

  • Memperkaya deskripsi kata benda, sehingga pembicara dapat menyampaikan lebih banyak informasi sekaligus.
  • Membuat kalimat terdengar lebih natural dan hidup, terutama dalam tulisan naratif atau percakapan sehari-hari.
  • Mempermudah pembaca atau pendengar memahami sifat, kondisi, dan penilaian tentang suatu benda atau orang.
1000392702
おいしくなかったりんご (oishikunakatta ringo) – apel yang tidak enak

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Modifikasi Meishi oleh Keiyoushi

Saat belajar bahasa Jepang, banyak pelajar membuat kesalahan umum saat memodifikasi kata benda (meishi) dengan kata sifat (keiyoushi). Memahami kesalahan ini membantu agar frasa deskriptif terdengar alami dan benar secara tata bahasa.

1. Lupa Menambahkan “な” pada Na-Keiyoushi

  • Kesalahan: 静か町 (shizuka machi) → ❌
  • Penjelasan: Na-keiyoushi harus menggunakan な saat menempel pada kata benda.
  • Benar: 静かな町 (shizuka na machi) → ✅

2. Menggunakan Bentuk Lampau/Negatif i-Keiyoushi Sebelum Kata Benda

  • Kesalahan: 高かった山 (takakatta yama) → ❌
    • 高かった adalah bentuk lampau, tidak boleh dipakai langsung sebelum kata benda.
  • Benar: 高い山 (takai yama) → ✅
  • Catatan: Bentuk lampau atau negatif hanya digunakan sebagai predikat, bukan atribut sebelum kata benda.

3. Urutan Kata Sifat yang Tidak Tepat pada Frasa Bertingkat

  • Kesalahan: かわいくて小さい犬 (kawaikute chiisai inu) → ❌ (tidak salah secara tata bahasa, tapi terdengar kurang alami)
  • Benar: 小さくてかわいい犬 (chiisakute kawaī inu) → ✅
  • Tips: Biasanya kata sifat yang lebih objektif / fisik diletakkan sebelum kata sifat yang lebih subjektif / evaluatif.

4. Menghilangkan Partikel “で” pada Modifikasi Bertingkat Na-Keiyoushi

  • 静か便利な町 (shizuka benri na machi) → ❌
  • Benar: 静かで便利な町 (shizuka de benri na machi) → ✅
  • Penjelasan: Kata sifat na-keiyoushi pertama harus dihubungkan dengan で ketika digabung dengan kata sifat lain.

5. Campur Aduk i-Keiyoushi dan Na-Keiyoushi Tanpa Aturan

  • Kesalahan: かわいくて静か町 (kawaikute shizuka machi) → ❌
  • Benar: かわいくて静かな町 (kawaikute shizuka na machi) → ✅
  • Tips:
    • I-keiyoushi → gunakan -くて
    • na-keiyoushi → gunakan で atau な sesuai posisinya

Nuansa Subjektif vs Objektif dalam Modifikasi Meishi oleh Keiyoushi

Dalam bahasa Jepang, kata sifat (keiyoushi) tidak hanya berfungsi untuk menjelaskan kualitas suatu kata benda, tetapi juga dapat menyampaikan nuansa subjektif atau objektif. Memahami perbedaan ini membantu pembelajar menggunakan kata sifat dengan lebih tepat sesuai konteks.

1. Nuansa Objektif

  • Ciri: Menyatakan sifat atau kondisi yang bersifat fakta atau nyata, dapat diukur atau diamati secara langsung.
  • Biasanya menggunakan i-keiyoushi, karena lebih menekankan kualitas fisik atau keadaan yang jelas.

Contoh:

  • 高い山 (takai yama) – gunung yang tinggi
    • (Tinggi gunung bisa diukur, sifatnya objektif.)
  • 早い電車 (hayai densha) – kereta cepat
    • (Kecepatan kereta dapat dibandingkan secara nyata.)

2. Nuansa Subjektif

  • Ciri: Menyampaikan penilaian, perasaan, atau kesan pembicara terhadap kata benda.
  • Biasanya menggunakan na-keiyoushi, karena sering mengekspresikan opini, rasa, atau kesan estetika.

Contoh:

  • きれいな花 (kirei na hana) – bunga yang indah
    • (Penilaian “indah” bergantung pada persepsi pembicara.)
  • すてきな人 (suteki na hito) – orang yang menawan / hebat
    • (Kesannya subjektif, bisa berbeda menurut orang lain.)

3. Perpaduan i-keiyoushi dan na-keiyoushi

Dalam satu frasa, i-keiyoushi dapat digabung dengan na-keiyoushi untuk menyampaikan keseimbangan antara fakta dan kesan subjektif.

Contoh:

  • 高くて有名な山 (takakute yuumei na yama) – gunung yang tinggi dan terkenal
    • (“Tinggi” bersifat objektif, “terkenal” memberi kesan atau reputasi yang lebih subjektif.)
  • 小さくてかわいい犬 (chiisakute kawaii inu) – anjing kecil dan lucu
    • (“Kecil” adalah fakta, “lucu” adalah penilaian subjektif.)
1000392703
きれいな花 (kirei na hana) – bunga yang indah

Penggunaan Modifikasi Meishi dalam Kalimat Kompleks

Setelah memahami modifikasi meishi oleh keiyoushi, penting juga mempelajari bagaimana frasa deskriptif ini digunakan dalam kalimat yang lebih kompleks. Dengan menggabungkan kata sifat dengan kata kerja, keterangan waktu, tempat, atau tindakan, kalimat menjadi lebih lengkap dan alami.

1. Frasa Deskriptif sebagai Subjek atau Objek

Frasa deskriptif dapat ditempatkan sebagai subjek atau objek dalam kalimat.

Contoh:

  • 小さくてかわいい犬が庭で遊んでいる。(Chiisakute kawaii inu ga niwa de asonde iru.) – Anjing kecil dan lucu sedang bermain di halaman.
    • 犬 dimodifikasi oleh dua kata sifat, lalu menjadi subjek kalimat.
  • 静かな町で友達と散歩した。(Shizuka na machi de tomodachi to sanpo shita.) -Berjalan-jalan dengan teman di kota yang tenang.
    • Frasa deskriptif 静かな町 menjelaskan lokasi (keterangan tempat).

2. Menggabungkan Beberapa Frasa Deskriptif

Frasa deskriptif bisa digabung dengan kata benda lain atau keterangan tambahan untuk memberikan informasi lebih rinci.

Contoh:

  • 高くて有名な山に登るのは大変だ。(Takakute yuumei na yama ni noboru no wa taihen da.) – Mendaki gunung yang tinggi dan terkenal itu sangat melelahkan.
  • おいしいりんごをたくさん買った。(Oishii ringo o takusan katta.) – Saya membeli banyak apel yang enak.

3. Frasa Deskriptif dalam Kalimat Bersyarat atau Menyatakan Alasan

Modifikasi meishi bisa dipadukan dengan pola seperti ~ので, ~から, atau ~と untuk menambahkan alasan atau kondisi.

Contoh:

  • 便利な店なので、いつも混んでいる。(Benri na mise nanode, itsumo konde iru.) -Karena toko ini praktis, selalu ramai.
  • 高くて大きい家だから、掃除が大変だ。(Takakute ookii ie dakara, souji ga taihen da.) – Karena rumahnya besar dan tinggi, membersihkannya sulit.

4. Kegunaan

  • Memberikan informasi lebih spesifik tentang subjek, objek, atau lokasi.
  • Membuat kalimat terdengar alami dan komunikatif, sesuai konteks percakapan atau tulisan formal.
  • Menggabungkan fakta (i-keiyoushi) dan penilaian subjektif (na-keiyoushi) untuk menyampaikan nuansa lebih kaya.

Kesimpulan

Modifikasi kata benda (meishi) oleh kata sifat (keiyoushi) adalah salah satu pilar penting dalam bahasa Jepang untuk membentuk frasa deskriptif yang jelas dan natural. Dengan memahami jenis kata sifat (i-keiyoushi dan na-keiyoushi), pola dasar modifikasi, fungsi hubungan makna, serta teknik modifikasi bertingkat, pembelajar dapat menyampaikan deskripsi dengan tepat dan hidup.Beberapa hal penting yang perlu diingat:

1. i-keiyoushi langsung menempel pada kata benda tanpa partikel, sedangkan na-keiyoushi memerlukan な.

2. Kata sifat dapat digabung untuk membuat frasa lebih deskriptif, menggunakan -くて untuk i-keiyoushi dan で untuk na-keiyoushi.

3. Hindari kesalahan umum seperti lupa menambahkan な, menggunakan bentuk lampau sebelum kata benda, atau salah urutan kata sifat.


Dengan menguasai konsep ini, kemampuan berbahasa Jepang menjadi lebih alami, ekspresif, dan komunikatif, baik dalam percakapan sehari-hari maupun dalam tulisan formal. Minasan ingin lebih mengenal filosofi dan keindahan budaya Jepang lainnya mulai dari bahasa, makanan, hingga nilai kehidupan jangan lupa untuk terus membaca artikel menarik di Pandaikotoba, dan ikuti Instagram-nya agar tidak ketinggalan wawasan baru seputar Jepang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *