Belajar Bunpou N4: Pola ~ことになる dan Perbedaannya dengan ~ことにする
Dalam pembelajaran bahasa Jepang, terdapat banyak pola tata bahasa (文法 / bunpou) yang digunakan untuk menyampaikan keputusan, perubahan keadaan, maupun hasil dari suatu situasi. Salah satu pola yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari maupun materi JLPT adalah pola 「~ことになる」.
Pola 「~ことになる」 digunakan untuk menyatakan bahwa suatu hal telah diputuskan, ditentukan, atau menjadi sebuah keadaan tertentu. Keputusan tersebut biasanya berasal dari aturan, situasi, orang lain, atau kondisi yang terjadi, bukan murni keputusan pribadi pembicara. Karena itu, pola ini memiliki nuansa yang berbeda dengan 「~ことにする」 yang lebih menekankan keputusan diri sendiri.
Dalam kehidupan sehari-hari, 「~ことになる」 sering digunakan ketika membicarakan perpindahan sekolah, perubahan jadwal, aturan perusahaan, maupun keputusan yang telah ditetapkan bersama. Oleh sebab itu, memahami pola ini sangat penting agar pelajar dapat menggunakan bahasa Jepang dengan lebih alami dan tepat sesuai konteks.

Pengertian Pola ~ことになる
Pola 「~ことになる」 adalah pola tata bahasa Jepang yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu hal “menjadi diputuskan”, “telah ditentukan”, atau “akan terjadi” karena keadaan, aturan, keputusan bersama, atau faktor dari luar diri pembicara.
Secara harfiah, 「こと」 berarti “hal” atau “perkara”, sedangkan 「になる」 berarti “menjadi”. Jika digabungkan, pola ini menunjukkan bahwa suatu keadaan berubah menjadi keputusan atau ketentuan tertentu.
Rumus Dasar
Kata kerja bentuk kamus + ことになる
Contoh:
- 日本へ行くことになる。(Nihon e iku koto ni naru.) – Menjadi diputuskan untuk pergi ke Jepang.
Ciri Utama ~ことになる
- Keputusan berasal dari luar diri sendiri.
- Digunakan untuk aturan, keputusan bersama, atau keadaan yang terjadi.
- Sering dipakai dalam situasi formal maupun sehari-hari.
Contoh Penggunaan
- 来月、大阪に引っ越すことになりました。(Raigetsu, Oosaka ni hikkosu koto ni narimashita.) – Diputuskan bahwa bulan depan saya akan pindah ke Osaka.
- 学校では日本語を使うことになっている。(Gakkou de wa nihongo o tsukau koto ni natte iru.) – Di sekolah ditetapkan untuk menggunakan bahasa Jepang.
Fungsi ~ことになる dalam Bahasa Jepang
Pola 「~ことになる」 memiliki beberapa fungsi penting dalam bahasa Jepang. Secara umum, pola ini digunakan untuk menyatakan bahwa suatu hal telah diputuskan atau menjadi suatu keadaan tertentu karena pengaruh dari luar diri pembicara.
1. Menyatakan Keputusan yang Telah Ditentukan
Digunakan ketika suatu keputusan dibuat oleh orang lain, organisasi, aturan, atau hasil kesepakatan bersama.
Contoh:
- 来月から新しい先生が来ることになりました。(Raigetsu kara atarashii sensei ga kuru koto ni narimashita.)-Diputuskan bahwa mulai bulan depan guru baru akan datang.
- 私は東京支店で働くことになった。(Watashi wa Toukyou shiten de hataraku koto ni natta.) -Saya diputuskan untuk bekerja di cabang Tokyo.
2. Menyatakan Perubahan Situasi atau Keadaan
Pola ini juga digunakan ketika suatu keadaan berubah secara alami atau karena kondisi tertentu.
Contoh:
- 父の仕事で北海道へ行くことになった。(Chichi no shigoto de Hokkaidou e iku koto ni natta.) -Karena pekerjaan ayah, kami jadi pergi ke Hokkaido.
- 雨で試合は中止になることになった。(Ame de shiai wa chuushi ni naru koto ni natta.) -Karena hujan, pertandingan menjadi dibatalkan.
3. Menyatakan Aturan atau Ketentuan
Sering dipakai untuk menjelaskan aturan sekolah, perusahaan, atau kebiasaan tertentu.
Contoh:
- この図書館では静かにすることになっています。(Kono toshokan de wa shizuka ni suru koto ni natte imasu.) -Di perpustakaan ini sudah menjadi aturan untuk tetap tenang.
- 日本では車は左側を走ることになっている。(Nihon de wa kuruma wa hidarigawa o hashiru koto ni natte iru.) — Di Jepang, kendaraan ditetapkan berjalan di sisi kiri.
4. Menyampaikan Informasi dengan Nuansa Tidak Terlalu Personal
Karena keputusan berasal dari luar, pola ini membuat kalimat terdengar lebih netral dan formal.
Contoh:
- 会議は延期することになりました。(Kaigi wa enki suru koto ni narimashita.) – Diputuskan bahwa rapat ditunda.

Perbedaan ~ことになる dan ~ことにする
Dalam bahasa Jepang, pola 「~ことになる」 dan 「~ことにする」 sering dianggap mirip karena sama-sama berkaitan dengan keputusan. Namun, keduanya memiliki perbedaan penting pada siapa yang membuat keputusan tersebut.
~ことになる
Pola 「~ことになる」 digunakan ketika keputusan berasal dari luar diri pembicara, seperti:
- aturan,
- keadaan,
- keputusan bersama,
- atau keputusan orang lain.
- Fokusnya adalah hasil keputusan atau situasi yang telah ditentukan.
Rumus
Kata kerja bentuk kamus + ことになる
Contoh
- 来月、日本へ行くことになりました。(Raigetsu, Nihon e iku koto ni narimashita.) – Diputuskan bahwa bulan depan saya akan pergi ke Jepang.
→ Keputusan mungkin dibuat oleh perusahaan, sekolah, keluarga, atau keadaan tertentu.
- 会議は中止することになった。(Kaigi wa chuushi suru koto ni natta.) – Diputuskan bahwa rapat dibatalkan.
~ことにする
Pola 「~ことにする」 digunakan ketika keputusan dibuat oleh diri sendiri atau berdasarkan kemauan pribadi.
Fokusnya adalah tindakan memilih atau memutuskan sesuatu secara sadar.
Rumus
Kata kerja bentuk kamus + ことにする
Contoh
- 毎日日本語を勉強することにした。(Mainichi nihongo o benkyou suru koto ni shita.) – Saya memutuskan untuk belajar bahasa Jepang setiap hari.
- 明日は早く寝ることにします。(Ashita wa hayaku neru koto ni shimasu.) – Saya memutuskan untuk tidur lebih awal besok.
Perbedaan Utama
| ~ことになる | ~ことにする |
|---|---|
| Keputusan dari luar | Keputusan dari diri sendiri |
| Bersifat pasif / netral | Bersifat aktif / pribadi |
| Menekankan hasil keputusan | Menekankan tindakan memutuskan |
| Diputuskan oleh aturan, keadaan, atau orang lain | Dipilih berdasarkan keinginan sendiri |
Perbandingan Contoh
~ことになる
来年大阪へ転勤することになった。(Rainen Oosaka e tenkin suru koto ni natta.) – Diputuskan bahwa tahun depan saya dipindahkan ke Osaka.
→ Biasanya keputusan perusahaan.
~ことにする
来年大阪へ行くことにした。(Rainen Oosaka e iku koto ni shita.) – Saya memutuskan untuk pergi ke Osaka tahun depan.
→ Keputusan pribadi.
Struktur Kalimat ~ことになる
Pola 「~ことになる」 dibentuk dengan menggabungkan kata kerja dan frasa 「ことになる」 untuk menunjukkan bahwa suatu hal telah diputuskan atau menjadi suatu keadaan tertentu.
Rumus Dasar
Kata kerja bentuk kamus + ことになる
Contoh:
- 日本へ行くことになる。(Nihon e iku koto ni naru.) – Diputuskan untuk pergi ke Jepang.
Bentuk-Bentuk ~ことになる
1. Bentuk Sekarang / Akan Datang
Digunakan untuk keputusan yang berlaku sekarang atau masa depan.
Rumus:
- Vる + ことになる
Contoh:
- 来月から新しいクラスで勉強することになります。
(Raigetsu kara atarashii kurasu de benkyou suru koto ni narimasu.) – Diputuskan bahwa mulai bulan depan akan belajar di kelas baru.
2. Bentuk Lampau
Digunakan untuk keputusan yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Rumus:
- Vる + ことになった
Contoh:
- 私は大阪へ転勤することになった。(Watashi wa Oosaka e tenkin suru koto ni natta.) – Saya diputuskan pindah tugas ke Osaka.
3. Bentuk Negatif
Digunakan ketika diputuskan untuk tidak melakukan sesuatu.
Rumus:
- Vない + ことになる
Contoh:
- 明日の授業は休みにならないことになった。(Ashita no jugyou wa yasumi ni naranai koto ni natta.) – Diputuskan bahwa besok kelas tidak libur.
4. Bentuk ~ことになっている
Digunakan untuk aturan, kebiasaan, atau ketentuan yang berlaku terus-menerus.
Rumus:
- Vる + ことになっている
Contoh:
- この学校では制服を着ることになっている。(Kono gakkou de wa seifuku o kiru koto ni natte iru.) – Di sekolah ini ditetapkan untuk memakai seragam.
Pola Kalimat Umum
| Pola | Fungsi |
|---|---|
| Vる + ことになる | Menjadi diputuskan |
| Vる + ことになった | Sudah diputuskan |
| Vない + ことになる | Diputuskan untuk tidak |
| Vる + ことになっている | Menjadi aturan/ketentuan |

Cara Membentuk ~ことになる dari Kata Kerja
Pola 「~ことになる」 dibentuk dengan menambahkan 「ことになる」 setelah kata kerja bentuk kamus. Karena itu, penting untuk mengetahui cara mengubah kata kerja ke bentuk kamus terlebih dahulu.
Kata Kerja Bentuk Kamus+ことになる
Contoh:
- 行く → 行くことになる(iku → iku koto ni naru) – Menjadi diputuskan untuk pergi.
- 勉強する → 勉強することになる(benkyou suru → benkyou suru koto ni naru) – Menjadi diputuskan untuk belajar.
Cara Membentuk ~ことになる dari Kata Kerja
Pola 「~ことになる」 dibentuk dengan menambahkan 「ことになる」 setelah kata kerja bentuk kamus. Karena itu, penting untuk mengetahui cara mengubah kata kerja ke bentuk kamus terlebih dahulu.
Cara Membentuk Berdasarkan Jenis Kata Kerja
1. Kata Kerja Golongan I (五段動詞)
Gunakan bentuk kamus apa adanya lalu tambahkan 「ことになる」.
| Kata Kerja | Bentuk ~ことになる | Arti |
|---|---|---|
| 行く | 行くことになる | Menjadi pergi |
| 読む | 読むことになる | Menjadi membaca |
| 話す | 話すことになる | Menjadi berbicara |
Contoh:
- 来年、日本へ行くことになります。(Rainen, Nihon e iku koto ni narimasu.) -Diputuskan bahwa tahun depan akan pergi ke Jepang.
2. Kata Kerja Golongan II (一段動詞)
Gunakan bentuk kamus langsung ditambah 「ことになる」.
| Kata Kerja | Bentuk ~ことになる | Arti |
|---|---|---|
| 食べる | 食べることになる | Menjadi makan |
| 見る | 見ることになる | Menjadi melihat |
| 起きる | 起きることになる | Menjadi bangun |
Contoh:
- 明日その映画を見ることになった。(Ashita sono eiga o miru koto ni natta.) – Diputuskan bahwa besok akan menonton film itu.
3. Kata Kerja Tidak Beraturan
| Kata Kerja | Bentuk ~ことになる | Arti |
|---|---|---|
| する | することになる | Menjadi melakukan |
| 来る(くる) | 来ることになる | Menjadi datang |
Contoh:
- 新しい先生が来ることになりました。(Atarashii sensei ga kuru koto ni narimashita.) – Diputuskan bahwa guru baru akan datang.
Membentuk Bentuk Negatif
Untuk menyatakan “diputuskan untuk tidak…”, gunakan bentuk nai.
Rumus
Kata Kerja Bentuk Nai+ことになる
Contoh:
- 行かないことになる。(Ikanai koto ni naru.) – Diputuskan untuk tidak pergi.
- 試験は延期しないことになった。(Shiken wa enki shinai koto ni natta.) – Diputuskan bahwa ujian tidak ditunda.
Penggunaan ~ことになる untuk Menyatakan Keputusan
Salah satu fungsi utama pola 「~ことになる」 adalah untuk menyatakan keputusan yang telah ditentukan oleh pihak lain, keadaan tertentu, atau hasil kesepakatan bersama. Dalam pola ini, pembicara biasanya tidak menekankan dirinya sebagai pengambil keputusan.
Ciri Penggunaan
Pola ini digunakan ketika:
- keputusan dibuat oleh perusahaan, sekolah, keluarga, atau organisasi,
- keputusan berasal dari aturan atau keadaan,
- hasil keputusan sudah ditetapkan.
- Karena itu, nuansa kalimat terdengar lebih netral dan formal.
Contoh Kalimat
1. Keputusan dari Perusahaan
- 来月から大阪支店で働くことになりました。(Raigetsu kara Oosaka shiten de hataraku koto ni narimashita.) – Diputuskan bahwa mulai bulan depan saya akan bekerja di cabang Osaka.
→ Keputusan berasal dari perusahaan.
2. Keputusan Sekolah
- 来週、日本語のテストを受けることになった。(Raishuu, nihongo no tesuto o ukeru koto ni natta.) -Diputuskan bahwa minggu depan akan mengikuti tes bahasa Jepang.
→ Keputusan berasal dari sekolah atau jadwal akademik.
3. Keputusan Bersama
- 会議は午後二時に始めることになりました。(Kaigi wa gogo ni-ji ni hajimeru koto ni narimashita.) -Diputuskan bahwa rapat dimulai pukul dua siang.
→ Hasil kesepakatan bersama.
4. Keputusan Karena Situasi
- 台風のため、イベントは中止することになった。(Taifuu no tame, ibento wa chuushi suru koto ni natta.) – Karena topan, diputuskan bahwa acara dibatalkan.
→ Keputusan terjadi karena keadaan.
Perbedaan Nuansa dengan ~ことにする
Bandingkan dua kalimat berikut:
- 日本へ行くことになった。
“Diputuskan bahwa saya pergi ke Jepang.”
→ Keputusan berasal dari luar.
- 日本へ行くことにした。
“Saya memutuskan pergi ke Jepang.”
→ Keputusan berasal dari diri sendiri.
Penggunaan ~ことになる untuk Menyatakan Perubahan Situasi
Selain untuk menyatakan keputusan, pola 「~ことになる」 juga digunakan untuk menunjukkan perubahan situasi atau keadaan yang terjadi karena kondisi tertentu. Dalam penggunaan ini, fokusnya bukan pada siapa yang memutuskan, tetapi pada hasil atau keadaan yang akhirnya terjadi.
Fungsi Utama
Pola ini dipakai ketika:
- suatu keadaan berubah,
- sesuatu akhirnya terjadi,
- perubahan muncul karena kondisi atau situasi tertentu.
Biasanya perubahan tersebut tidak sepenuhnya berasal dari keinginan pribadi pembicara.
Contoh Kalimat
1. Perubahan Karena Pekerjaan
- 父の仕事で北海道に住むことになった。(Chichi no shigoto de Hokkaidou ni sumu koto ni natta.) – Karena pekerjaan ayah, akhirnya jadi tinggal di Hokkaido.
→ Terjadi perubahan tempat tinggal karena situasi pekerjaan.
2. Perubahan Karena Cuaca
- 雨で試合は中止になることになった。(Ame de shiai wa chuushi ni naru koto ni natta.) – Karena hujan, pertandingan akhirnya dibatalkan.
→ Perubahan terjadi karena kondisi cuaca.
3. Perubahan Jadwal
- 授業はオンラインで行うことになりました。(Jugyou wa onrain de okonau koto ni narimashita.) – Diputuskan bahwa kelas akan dilaksanakan secara online.
→ Situasi pembelajaran berubah.
4. Perubahan Kehidupan
- 来年から一人で生活することになった。(Rainen kara hitori de seikatsu suru koto ni natta.) – Mulai tahun depan akhirnya akan hidup sendiri.
→ Menunjukkan perubahan keadaan hidup.
Nuansa dalam Kalimat
Pola 「~ことになる」 memberi kesan bahwa:
- perubahan terjadi secara alami atau karena keadaan,
- pembicara menerima hasil situasi tersebut,
- fokus ada pada hasil akhir perubahan.
Karena itu, pola ini terdengar lebih netral dibanding pola yang menunjukkan keputusan pribadi.
Perbandingan Singkat
| Pola | Nuansa |
|---|---|
| ~ことになる | Perubahan terjadi karena keadaan atau keputusan luar |
| ~ことにする | Perubahan dipilih sendiri |
Contoh:
- 留学することになった。(Akhirnya jadi belajar di luar negeri.)→ Karena keadaan atau keputusan tertentu.
- 留学することにした。(Saya memutuskan untuk belajar di luar negeri.)→ Keputusan pribadi.

Penggunaan ~ことになる dalam Aturan atau Ketentuan
Pola 「~ことになる」 juga sering digunakan untuk menyatakan aturan, ketentuan, atau sistem yang berlaku dalam suatu tempat atau situasi. Dalam penggunaan ini, bentuk yang paling umum adalah 「~ことになっている」.
Pola tersebut menunjukkan bahwa sesuatu telah ditetapkan sebagai aturan dan berlaku secara terus-menerus.
Fungsi Utama
「~ことになっている」 digunakan untuk:
- aturan sekolah,
- peraturan perusahaan,
- kebiasaan resmi,
- sistem atau ketentuan umum.
Nuansanya mirip dengan “sudah menjadi aturan bahwa…”.
Rumus
Kata Kerja Bentuk Kamus+ことになっている
Untuk aturan larangan:
Kata Kerja Bentuk Nai+ことになっている
Contoh Kalimat
1. Aturan Sekolah
- この学校では制服を着ることになっている。(Kono gakkou de wa seifuku o kiru koto ni natte iru.) – Di sekolah ini sudah menjadi aturan untuk memakai seragam.
2. Aturan Perusahaan
- 会社では日本語で話すことになっています。(Kaisha de wa nihongo de hanasu koto ni natte imasu.) -Di perusahaan sudah ditetapkan untuk berbicara menggunakan bahasa Jepang.
3. Aturan Larangan
- ここでは写真を撮らないことになっている。(Koko de wa shashin o toranai koto ni natte iru.) – Di sini sudah menjadi aturan untuk tidak mengambil foto.
4. Ketentuan Umum
- 日本では車は左側を走ることになっている。(Nihon de wa kuruma wa hidarigawa o hashiru koto ni natte iru.) – Di Jepang kendaraan ditetapkan berjalan di sisi kiri.
Perbedaan dengan ~なければならない
| ~ことになっている | ~なければならない |
|---|---|
| Menjelaskan aturan yang sudah ditetapkan | Menyatakan kewajiban pribadi |
| Fokus pada sistem atau ketentuan | Fokus pada keharusan melakukan |
| Bersifat objektif | Lebih subjektif |
Catatan Penting
- Bentuk 「~ことになっている」 sangat umum dalam pengumuman dan aturan resmi.
- Sering digunakan dalam lingkungan sekolah, perusahaan, dan tempat umum.
- Memberikan nuansa bahwa aturan tersebut sudah berlaku dan harus diikuti.
Penggunaan ~ことになる dalam Percakapan Sehari-hari
Pola 「~ことになる」 sangat sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk membicarakan keputusan, perubahan rencana, maupun situasi yang terjadi karena keadaan tertentu. Dalam percakapan, pola ini membuat ucapan terdengar lebih alami dan tidak terlalu menekankan keputusan pribadi.
Fungsi dalam Percakapan
Dalam kehidupan sehari-hari, 「~ことになる」 digunakan untuk:
- memberi tahu keputusan,
- menjelaskan perubahan situasi,
- menyampaikan kabar,
- atau membicarakan aturan yang berlaku.
Pola ini sering muncul dalam lingkungan sekolah, pekerjaan, keluarga, dan pertemanan.
Contoh Percakapan 1 – Perpindahan Sekolah
A: 来月、東京へ引っ越すことになったんだ。(Raigetsu, Toukyou e hikkosu koto ni nattan da.) – Aku jadi pindah ke Tokyo bulan depan.
B: えっ、本当?(Eh, hontou?) – Hah, serius?
A: うん、父の仕事の都合なんだ。(Un, chichi no shigoto no tsugou nan da.) – Iya, karena urusan pekerjaan ayah.
Contoh Percakapan 2 – Perubahan Jadwal
A: 明日の会議はどうなった?(Ashita no kaigi wa dou natta?) – Bagaimana rapat besok?
B: 午後三時から始まることになったよ。(Gogo san-ji kara hajimaru koto ni nattayo.) – Diputuskan mulai jam tiga sore.
Contoh Percakapan 3 – Aturan Baru
A: この図書館で飲み物を飲んでもいい?(Kono toshokan de nomimono o nonde mo ii?) – Boleh minum di perpustakaan ini?
B: ううん、飲まないことになっているよ。(Uun, nomanai koto ni natte iru yo.) – Nggak, sudah jadi aturan untuk tidak minum di sini.
Nuansa dalam Percakapan
Pola 「~ことになる」 memberikan kesan:
- lebih sopan dan netral,
- tidak terlalu egois atau memaksakan diri,
- fokus pada keadaan yang terjadi.
Karena itu, pola ini sangat alami digunakan saat memberi informasi kepada orang lain.
Bentuk Kasual dan Formal
| Bentuk | Penggunaan |
|---|---|
| ~ことになった | Kasual |
| ~ことになりました | Formal/Sopan |
| ~ことになっている | Aturan atau ketentuan |
Contoh Dialog Menggunakan ~ことになる
Berikut beberapa contoh dialog menggunakan pola 「~ことになる」 dalam situasi sehari-hari agar lebih mudah memahami penggunaannya dalam percakapan nyata.
1. Dialog Tentang Pindah Sekolah
A: 来月、東京へ引っ越すことになったんだ。(Raigetsu, Toukyou e hikkosu koto ni nattan da.) – Aku jadi pindah ke Tokyo bulan depan.”
B: えっ、本当?どうして?(Eh, hontou? Doushite?) – Hah, serius? Kenapa?
A: 父の仕事の都合だよ。(Chichi no shigoto no tsugou da yo.) – Karena urusan pekerjaan ayah.
2. Dialog Tentang Pekerjaan
A: 新しい仕事はどう?(Atarashii shigoto wa dou?) – Bagaimana pekerjaan barunya?
B: 来月から大阪支店で働くことになりました。(Raigetsu kara Oosaka shiten de hataraku koto ni narimashita.) – Diputuskan bahwa mulai bulan depan saya bekerja di cabang Osaka.
A: すごいね!(Sugoi ne!) – Hebat ya!
3. Dialog Tentang Aturan
A: この教室で飲み物を飲んでもいい?(Kono kyoushitsu de nomimono o nonde mo ii?) – Boleh minum di kelas ini?
B: ううん、飲まないことになっているよ。(Uun, nomanai koto ni natte iru yo.) – Nggak, sudah menjadi aturan untuk tidak minum di sini.
4. Dialog Tentang Perubahan Jadwal
A: 明日の会議は何時から?(Ashita no kaigi wa nanji kara?) – Besok rapat mulai jam berapa?
B: 午後二時から始まることになったよ。(Gogo ni-ji kara hajimaru koto ni nattayo.) – Diputuskan mulai jam dua siang.
5. Dialog Tentang Belajar di Jepang
A: 最近忙しそうだね。(Saikin isogashisou da ne.) – Akhir-akhir ini kelihatannya sibuk ya.
B: うん、来年日本へ留学することになったんだ。(Un, rainen Nihon e ryuugaku suru koto ni nattan da.) – Iya, aku jadi akan belajar di Jepang tahun depan.
A: おめでとう!(Omedetou!) – Selamat!
Pola yang Sering Digunakan dalam Dialog
| Pola | Fungsi |
|---|---|
| ~ことになった | Menyampaikan keputusan |
| ~ことになりました | Menyampaikan keputusan secara sopan |
| ~ことになっている | Menjelaskan aturan |
| ~ないことになっている | Menjelaskan larangan |

Nuansa Makna yang Terkandung dalam ~ことになる
Pola 「~ことになる」 tidak hanya menunjukkan keputusan atau perubahan keadaan, tetapi juga memiliki nuansa makna tertentu dalam penggunaannya. Memahami nuansa ini penting agar pembelajar dapat menggunakan pola tersebut secara lebih alami dalam bahasa Jepang.
1. Nuansa Keputusan dari Luar
Pola ini memberikan kesan bahwa keputusan berasal dari:
- orang lain,
- aturan,
- keadaan,
- atau hasil kesepakatan bersama.
Pembicara tidak terlalu menonjolkan dirinya sebagai pengambil keputusan.
Contoh:
- 来月、大阪へ転勤することになった。(Raigetsu, Oosaka e tenkin suru koto ni natta.) – Diputuskan bahwa bulan depan saya dipindahkan ke Osaka.
→ Nuansanya: keputusan berasal dari perusahaan.
2. Nuansa “Akhirnya Menjadi”
Kadang pola ini menunjukkan bahwa suatu keadaan akhirnya terjadi setelah berbagai proses atau situasi tertentu.
Contoh:
- 日本で働くことになりました。(Nihon de hataraku koto ni narimashita.) – Akhirnya jadi bekerja di Jepang.
→ Memberi kesan adanya perubahan situasi menuju hasil akhir.
3. Nuansa Netral dan Tidak Terlalu Personal
Karena fokusnya pada hasil keputusan, pola ini terdengar lebih objektif dan netral dibanding pola keputusan pribadi.
Contoh:
- 会議は延期することになりました。(Kaigi wa enki suru koto ni narimashita.) – Diputuskan bahwa rapat ditunda.
→ Tidak menekankan siapa yang memutuskan.
4. Nuansa Formal dan Sopan
Pola 「~ことになる」 sering digunakan dalam:
- pengumuman,
- berita,
- lingkungan kerja,
- sekolah,
- dan situasi formal lainnya.
Karena itu, kalimat terdengar lebih sopan dan resmi.
Contoh:
- 来週から新しいルールを使うことになります。(Raishuu kara atarashii ruuru o tsukau koto ni narimasu.) – Mulai minggu depan akan diberlakukan aturan baru.
5. Nuansa Ketentuan atau Aturan
Dalam bentuk 「~ことになっている」, pola ini menunjukkan bahwa sesuatu sudah menjadi aturan atau sistem yang berlaku.
Contoh:
- この部屋ではタバコを吸わないことになっている。(Kono heya de wa tabako o suwanai koto ni natte iru.) – Di ruangan ini sudah menjadi aturan untuk tidak merokok.
Perbedaan ~ことになる dengan ~ようになる
Pola 「~ことになる」 dan 「~ようになる」 sama-sama dapat diterjemahkan sebagai “menjadi” dalam bahasa Indonesia. Namun, keduanya memiliki fungsi dan nuansa yang berbeda.
- 「~ことになる」 berhubungan dengan keputusan atau keadaan yang ditentukan.
- 「~ようになる」 berhubungan dengan perubahan kemampuan, kebiasaan, atau kondisi secara alami.
1. ~ことになる
Pola ini digunakan untuk menyatakan:
- keputusan,
- aturan,
- atau situasi yang ditentukan oleh faktor luar.
Rumus
Vる / Vない + ことになる
Contoh
- 来月、日本へ行くことになった。(Raigetsu, Nihon e iku koto ni natta.) – Diputuskan bahwa bulan depan akan pergi ke Jepang.
→ Ada keputusan atau keadaan tertentu.
2. ~ようにな
Pola ini digunakan untuk menunjukkan:
- perubahan kemampuan,
- perubahan kebiasaan,
- atau perubahan kondisi secara bertahap.
Rumus
Vる / Vない + ようになる
Contoh
- 日本語が話せるようになった。(Nihongo ga hanaseru you ni natta.) – Menjadi bisa berbicara bahasa Jepang.
→ Menunjukkan perubahan kemampuan.
- 野菜を食べるようになった。(Yasai o taberu you ni natta.) – Menjadi terbiasa makan sayur.
→ Menunjukkan perubahan kebiasaan.
Perbedaan Utama
| ~ことになる | ~ようになる |
|---|---|
| Menyatakan keputusan atau ketentuan | Menyatakan perubahan kemampuan atau kebiasaan |
| Dipengaruhi faktor luar | Terjadi secara alami atau bertahap |
| Fokus pada hasil keputusan | Fokus pada proses perubahan |
| Sering dipakai dalam aturan dan pengumuman | Sering dipakai untuk perkembangan diri |
Perbandingan Contoh
~ことになる
- 来年東京で働くことになった。(Rainen Toukyou de hataraku koto ni natta.) – Diputuskan bahwa tahun depan akan bekerja di Tokyo.
→ Ada keputusan dari perusahaan atau keadaan.
~ようになる
- 日本語で新聞が読めるようになった。(Nihongo de shinbun ga yomeru you ni natta.) – Menjadi bisa membaca koran dalam bahasa Jepang.
→ Menunjukkan perkembangan kemampuan.
Tips Mudah Membedakan
- Jika berkaitan dengan keputusan, aturan, atau keadaan → gunakan 「~ことになる」.
- Jika berkaitan dengan kemampuan, kebiasaan, atau perubahan alami → gunakan 「~ようになる」.

Kata-kata yang Sering Dipakai Bersama ~ことになる
Dalam bahasa Jepang, pola 「~ことになる」 sering digunakan bersama kata-kata tertentu untuk menunjukkan keputusan, perubahan keadaan, maupun aturan. Memahami kosakata yang sering muncul bersama pola ini dapat membantu pembelajar membuat kalimat yang lebih alami.
1. Kata yang Berkaitan dengan Keputusan
| Kata Jepang | Romaji | Arti |
|---|---|---|
| 決まる | kimaru | diputuskan |
| 会議 | kaigi | rapat |
| 予定 | yotei | rencana/jadwal |
| 転勤 | tenkin | mutasi kerja |
| 引っ越す | hikkosu | pindah rumah |
| 留学する | ryuugaku suru | belajar di luar negeri |
Contoh:
- 来年、日本へ留学することになった。(Rainen, Nihon e ryuugaku suru koto ni natta.) – Diputuskan bahwa tahun depan akan belajar di Jepang.
2. Kata yang Berkaitan dengan Perubahan Situasi
| Kata Jepang | Romaji | Arti |
|---|---|---|
| 変更する | henkou suru | mengubah |
| 中止する | chuushi suru | membatalkan |
| 延期する | enki suru | menunda |
| 始まる | hajimaru | dimulai |
| 終わる | owaru | berakhir |
Contoh:
- 台風でイベントは中止することになった。(Taifuu de ibento wa chuushi suru koto ni natta.) – Karena topan, acara diputuskan dibatalkan.
3. Kata yang Sering Digunakan dalam Aturan
| Kata Jepang | Romaji | Arti |
|---|---|---|
| ルール | ruuru | aturan |
| 禁止 | kinshi | larangan |
| 使用する | shiyou suru | menggunakan |
| 守る | mamoru | menaati |
| 必要 | hitsuyou | perlu |
Contoh:
- この学校では制服を着ることになっている。(Kono gakkou de wa seifuku o kiru koto ni natte iru.) – Di sekolah ini sudah menjadi aturan memakai seragam.
4. Kata Keterangan yang Sering Dipakai
| Kata Jepang | Romaji | Arti |
|---|---|---|
| 来月 | raigetsu | bulan depan |
| 来年 | rainen | tahun depan |
| 急に | kyuu ni | tiba-tiba |
| 結局 | kekkyoku | akhirnya |
| これから | korekara | mulai sekarang |
Contoh:
- 結局、日本へ行くことになった。(Kekkyoku, Nihon e iku koto ni natta.) – Akhirnya jadi pergi ke Jepang.
Contoh Kalimat Gabungan
- 来月から新しいルールを使うことになりました。(Raigetsu kara atarashii ruuru o tsukau koto ni narimashita.) – Diputuskan bahwa mulai bulan depan akan menggunakan aturan baru.
- 父の仕事で東京に住むことになった。(Chichi no shigoto de Toukyou ni sumu koto ni natta.) – Karena pekerjaan ayah, akhirnya jadi tinggal di Tokyo.
- この部屋では携帯電話を使わないことになっている。(Kono heya de wa keitai denwa o tsukawanai koto ni natte iru.) – Di ruangan ini sudah menjadi aturan untuk tidak menggunakan ponsel.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan ~ことになる
Dalam mempelajari pola 「~ことになる」, banyak pembelajar bahasa Jepang melakukan beberapa kesalahan umum. Kesalahan ini biasanya terjadi karena bingung dengan pola lain atau kurang memahami nuansa penggunaannya.
1. Tertukar dengan ~ことにする
Kesalahan paling umum adalah menggunakan 「~ことになる」 untuk keputusan pribadi.
Salah
- 毎日運動することになった。
“Diputuskan untuk berolahraga setiap hari.”
→ Terdengar seperti keputusan dari luar.
Benar
- 毎日運動することにした。(Mainichi undou suru koto ni shita.) – Saya memutuskan untuk berolahraga setiap hari.
→ Karena keputusan berasal dari diri sendiri.
2. Menggunakan Bentuk Masu Sebelum ことになる
Banyak pembelajar menambahkan bentuk masu sebelum 「ことになる」.
Salah
- 行きますことになる ❌
Benar
- 行くことになる ✔
(Iku koto ni naru.) – Menjadi diputuskan untuk pergi.
Pola ini harus menggunakan bentuk biasa (dictionary form), bukan bentuk masu.
3. Bingung dengan ~ようになる
Pembelajar sering memakai 「~ことになる」 untuk perubahan kemampuan.
Salah
- 日本語が話せることになった。 ❌
Benar
- 日本語が話せるようになった。 ✔
(Nihongo ga hanaseru you ni natta.) – Menjadi bisa berbicara bahasa Jepang.
Karena ini menunjukkan perubahan kemampuan, maka harus memakai 「~ようになる」.
4. Salah Menggunakan Bentuk Aturan
Untuk aturan atau ketentuan, bentuk yang tepat adalah 「~ことになっている」.
Salah
- この学校では制服を着ることになる。 ❌
Benar
- この学校では制服を着ることになっている。 ✔
(Kono gakkou de wa seifuku o kiru koto ni natte iru.) – Di sekolah ini sudah menjadi aturan memakai seragam.
5. Menganggap Semua Kalimat Bersifat Pasif
Meskipun memiliki nuansa keputusan dari luar, 「~ことになる」 bukan bentuk pasif secara tata bahasa.
Contoh:
- 来月大阪へ行くことになった。
“Diputuskan bahwa bulan depan akan pergi ke Osaka.”
Kalimat ini tetap menggunakan bentuk biasa, bukan bentuk pasif.
6. Salah Menggunakan Bentuk Negatif
Beberapa pembelajar lupa mengubah kata kerja ke bentuk nai sebelum 「ことになる」.
Salah
- 行くないことになる ❌
Benar
- 行かないことになる ✔
(Ikanai koto ni naru.) – Diputuskan untuk tidak pergi.
Tips Mudah Memahami Pola ~ことになる
Pola 「~ことになる」 sering dianggap membingungkan karena mirip dengan pola lain seperti 「~ことにする」 dan 「~ようになる」. Namun, dengan memahami beberapa tips berikut, pola ini akan lebih mudah dipahami dan digunakan.
1. Ingat Kata Kunci “Diputuskan”
Cara paling mudah memahami 「~ことになる」 adalah mengingat arti utamanya:
- “menjadi diputuskan” atau “akhirnya menjadi”.
- Jika ada keputusan, aturan, atau keadaan yang berasal dari luar diri sendiri, biasanya pola ini digunakan.
Contoh:
- 来月、日本へ行くことになった。(Raigetsu, Nihon e iku koto ni natta.) – Diputuskan bahwa bulan depan akan pergi ke Jepang.
2. Perhatikan Siapa yang Membuat Keputusan
Tanyakan pada diri sendiri:
“Siapa yang memutuskan?”
| Situasi | Pola |
|---|---|
| Saya sendiri yang memutuskan | ~ことにする |
| Orang lain/keadaan yang menentukan | ~ことになる |
Contoh:
- 日本へ行くことにした。
“Saya memutuskan pergi ke Jepang.” - 日本へ行くことになった。
“Diputuskan bahwa saya pergi ke Jepang.”
3. Ingat bahwa Pola Ini Menggunakan Bentuk Kamus
Rumus dasar:
Jangan gunakan bentuk masu.
✔ 食べることになる
❌ 食べますことになる
4. Gunakan ~ことになっている untuk Aturan
Jika kalimat membahas aturan atau ketentuan, gunakan bentuk:
Contoh:
- この学校では日本語を使うことになっている。(Kono gakkou de wa nihongo o tsukau koto ni natte iru.) – Di sekolah ini sudah menjadi aturan menggunakan bahasa Jepang.
5. Bedakan dengan ~ようになる
Gunakan tips berikut:
| Jika berkaitan dengan… | Gunakan |
|---|---|
| Keputusan atau aturan | ~ことになる |
| Kemampuan atau kebiasaan | ~ようになる |
Contoh:
- 日本へ行くことになった。
“Diputuskan pergi ke Jepang.” - 日本語が話せるようになった。
“Menjadi bisa berbicara bahasa Jepang.”
6. Sering Membaca Contoh Kalimat
Semakin sering melihat pola ini dalam:
- anime,
- drama Jepang,
- artikel,
- atau buku JLPT,
- semakin mudah memahami nuansa penggunaannya.
Contoh yang sering muncul:
- 転勤することになった。
“Diputuskan untuk pindah tugas.” - 会議は延期することになりました。
“Diputuskan bahwa rapat ditunda.”
7. Latih dengan Situasi Sehari-hari
Coba buat kalimat tentang:
- sekolah,
- jadwal,
- aturan,
- atau perubahan hidup.

Penggunaan ~ことになる dalam Situasi Formal dan Kasual
Pola 「~ことになる」 dapat digunakan baik dalam situasi formal maupun kasual. Perbedaannya terletak pada bentuk bahasa yang digunakan serta konteks percakapannya.
Memahami perbedaan ini penting agar pembelajar dapat berbicara dengan lebih sopan dan sesuai situasi.
1. Penggunaan dalam Situasi Kasual
Dalam percakapan santai dengan teman, keluarga, atau orang yang akrab, biasanya digunakan bentuk biasa seperti:
- ~ことになった
- ~ことになっている
Nuansanya lebih santai dan natural.
Contoh
- 来月東京へ行くことになった。(Raigetsu Toukyou e iku koto ni natta.) – Bulan depan jadi pergi ke Tokyo.
- この部屋ではタバコを吸わないことになっている。(Kono heya de wa tabako o suwanai koto ni natte iru.) – Di ruangan ini sudah menjadi aturan untuk tidak merokok.
Contoh Dialog Kasual
A: 最近どう?(Saikin dou?) – Akhir-akhir ini gimana?
B: 来年日本へ留学することになったんだ。(Rainen Nihon e ryuugaku suru koto ni nattan da.) – Tahun depan aku jadi belajar di Jepang.
A: すごいね!(Sugoi ne!) – Keren ya!
2. Penggunaan dalam Situasi Formal
Dalam situasi resmi seperti:
- sekolah,
- kantor,
- rapat,
- pengumuman,
- atau berbicara dengan orang yang lebih senior,
digunakan bentuk sopan seperti:
- ~ことになりました
- ~ことになっています
Contoh
- 来月から大阪支店で働くことになりました。(Raigetsu kara Oosaka shiten de hataraku koto ni narimashita.) – Diputuskan bahwa mulai bulan depan saya akan bekerja di cabang Osaka.
- 会議は午後三時から始まることになっています。(Kaigi wa gogo san-ji kara hajimaru koto ni natte imasu.) – Rapat telah dijadwalkan dimulai pukul tiga sore.
Contoh Pengumuman Formal
- この学校では日本語だけを使うことになっています。(Kono gakkou de wa nihongo dake o tsukau koto ni natte imasu.) – Di sekolah ini sudah menjadi aturan hanya menggunakan bahasa Jepang.
Perbedaan Formal dan Kasual
| Kasual | Formal |
|---|---|
| ~ことになった | ~ことになりました |
| ~ことになっている | ~ことになっています |
| Digunakan dengan teman | Digunakan dalam situasi resmi |
| Lebih santai | Lebih sopan |
Contoh Kalimat
- 来月、日本へ行くことになりました。(Raigetsu, Nihon e iku koto ni narimashita.) – Diputuskan bahwa bulan depan akan pergi ke Jepang.
- 父の仕事で大阪に住むことになった。(Chichi no shigoto de Oosaka ni sumu koto ni natta.) – Karena pekerjaan ayah, akhirnya jadi tinggal di Osaka.
- 会議は午後三時から始まることになっています。(Kaigi wa gogo san-ji kara hajimaru koto ni natte imasu.) – Rapat dijadwalkan dimulai pukul tiga sore.
- この学校では制服を着ることになっている。(Kono gakkou de wa seifuku o kiru koto ni natte iru.) – Di sekolah ini sudah menjadi aturan memakai seragam.
- 明日の試合は中止することになった。(Ashita no shiai wa chuushi suru koto ni natta.) – Diputuskan bahwa pertandingan besok dibatalkan.

- 来年、日本へ留学することになったんだ。(Rainen, Nihon e ryuugaku suru koto ni nattan da.) – Tahun depan aku jadi belajar di Jepang.
- 図書館では大きい声で話さないことになっている。(Toshokan de wa ookii koe de hanasanai koto ni natte iru.) – Di perpustakaan sudah menjadi aturan untuk tidak berbicara keras.
- 来月から新しい先生が来ることになりました。(Raigetsu kara atarashii sensei ga kuru koto ni narimashita.) – Diputuskan bahwa mulai bulan depan guru baru akan datang.
- 急に東京へ出張することになった。(Kyuu ni Toukyou e shucchou suru koto ni natta.) – Tiba-tiba jadi harus pergi dinas ke Tokyo.
- この会社では日本語だけを使うことになっています。(Kono kaisha de wa nihongo dake o tsukau koto ni natte imasu.) – Di perusahaan ini sudah menjadi aturan hanya menggunakan bahasa Jepang.
Kesimpulan
Pola 「~ことになる」 merupakan salah satu pola tata bahasa penting dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menyatakan keputusan, perubahan situasi, maupun aturan yang ditentukan oleh faktor luar. Pola ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari, lingkungan sekolah, pekerjaan, hingga pengumuman formal.
Secara umum, 「~ことになる」 memiliki nuansa bahwa suatu hal “menjadi diputuskan” atau “akhirnya menjadi demikian” karena keadaan, aturan, atau keputusan pihak lain. Oleh karena itu, pola ini berbeda dengan 「~ことにする」 yang lebih menekankan keputusan pribadi.
Selain itu, bentuk 「~ことになっている」 sering digunakan untuk menjelaskan aturan atau ketentuan yang berlaku secara terus-menerus. Dalam penggunaannya, pembelajar juga perlu memperhatikan perbedaan situasi formal dan kasual agar dapat menggunakan pola ini dengan tepat.
Melalui pemahaman struktur, fungsi, nuansa makna, serta latihan contoh kalimat dan percakapan, pola 「~ことになる」 akan menjadi lebih mudah dipahami dan digunakan secara alami. Dengan sering berlatih dan menemukan pola ini dalam percakapan atau media Jepang, kemampuan menggunakan tata bahasa Jepang pun akan semakin berkembang.
Kalau minasan ingin mengenal lebih banyak tentang budaya, bahasa, dan kuliner Jepang lainnya, jangan lupa untuk terus membaca artikel menarik di Pandaikotoba, dan ikuti Instagram-nya untuk update harian seputar kosakata, budaya, dan filosofi hidup ala Jepang yang inspiratif.


