Cara Mengatakan ‘Abisnya’ dalam Bahasa Jepang
Dalam percakapan sehari-hari, kata “abisnya” sering digunakan oleh penutur bahasa Indonesia untuk memberikan alasan, membela diri, atau menjelaskan penyebab suatu tindakan. Misalnya, kita sering mendengar kalimat seperti “Abisnya dia datang terlambat,” atau “Abisnya aku sudah bilang dari tadi.” Kata ini terdengar sederhana, tetapi memiliki banyak fungsi tergantung pada situasinya.
Ketika belajar bahasa Jepang, banyak orang mencoba mencari satu kata yang berarti “abisnya”. Namun, sebenarnya tidak ada satu ungkapan bahasa Jepang yang bisa menerjemahkan “abisnya” dalam semua situasi. Pilihan katanya bergantung pada konteks, siapa lawan bicara kita, serta nuansa yang ingin disampaikan.
Dalam bahasa Jepang terdapat beberapa ungkapan yang memiliki fungsi mirip dengan “abisnya”, seperti だって (datte), だから (dakara), だもん (damon), hingga というのも (to iu no mo). Masing-masing memiliki tingkat kesopanan dan penggunaan yang berbeda.
Pada artikel ini, kita akan membahas berbagai cara mengatakan “abisnya” dalam bahasa Jepang, lengkap dengan penjelasan, perbedaan nuansa, contoh kalimat, dan situasi penggunaannya. Dengan begitu, minasan dapat memilih ungkapan yang paling tepat sehingga terdengar lebih alami saat berbicara dalam bahasa Jepang.

Apa Sebenarnya Makna “Abisnya”?
Sebelum mempelajari padanannya dalam bahasa Jepang, kita perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan “abisnya” dalam bahasa Indonesia. Menariknya, kata ini bukan sekadar berarti karena atau soalnya. Dalam percakapan sehari-hari, “abisnya” bisa memiliki beberapa fungsi berbeda tergantung konteksnya.
1. Sebagai Alasan
Fungsi yang paling umum adalah untuk menjelaskan penyebab atau alasan suatu tindakan.
Contoh:
- Abisnya hujan deras, jadi aku tidak jadi berangkat.
- Abisnya jalannya macet.
- Dalam bahasa Jepang, fungsi ini sering diungkapkan dengan だから (dakara), だって (datte), atau ungkapan lain yang sesuai dengan situasi.
2. Sebagai Pembelaan Diri
“Abisnya” juga sering digunakan ketika seseorang ingin membela diri setelah dikritik atau dimarahi.
Contoh:
- Abisnya dia yang mulai duluan.
- Abisnya aku nggak tahu kalau aturannya begitu.
- Dalam bahasa Jepang, nuansa seperti ini sering menggunakan だって (datte) atau だもん (damon), terutama dalam percakapan santai.
3. Sebagai Ungkapan Spontan
Sering kali “abisnya” muncul secara spontan di awal kalimat untuk memperkenalkan alasan sebelum penjelasan utama.
Contoh:
- Abisnya capek banget.
- Abisnya memang lucu, sih.
- Ungkapan seperti ini membuat percakapan terdengar lebih santai dan alami.
4. Tidak Selalu Diterjemahkan dengan Satu Kata
Inilah hal yang sering membingungkan para pembelajar bahasa Jepang. Satu kata “abisnya” bisa diterjemahkan dengan beberapa ungkapan berbeda, tergantung pada:
- Siapa lawan bicara.
- Situasi percakapan (formal atau santai).
- Nuansa yang ingin disampaikan, apakah sekadar memberi alasan, membela diri, atau menekankan penyebab.
Oleh karena itu, saat menerjemahkan “abisnya” ke dalam bahasa Jepang, yang paling penting bukan mencari satu kata yang sama persis, melainkan memahami fungsi dan konteks dari kata tersebut.
Cara Mengatakan “Abisnya” Saat Memberikan Alasan
Dalam bahasa Jepang, tidak ada satu kata yang selalu berarti “abisnya”. Sebaliknya, ada beberapa ungkapan yang digunakan untuk menyampaikan alasan, dan masing-masing memiliki nuansa yang berbeda. Berikut adalah ungkapan yang paling sering digunakan.
1. だって (Datte)
だって adalah ungkapan yang paling dekat dengan “abisnya…” ketika seseorang ingin membela diri atau memberikan alasan setelah ditanya atau ditegur.
Nuansa:
- Santai.
- Sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
- Cocok digunakan kepada teman, keluarga, atau orang yang akrab.
Contoh:
A: 遅かったね。(Osokatta ne.) – Kamu terlambat, ya.
B: だって、電車が遅れたんだもん。(Datte, densha ga okuretan damon.) – Abisnya keretanya terlambat.
2. だから (Dakara)
だから berarti “karena itu”, “makanya”, atau “soalnya”. Ungkapan ini digunakan untuk menjelaskan alasan secara lebih langsung dan logis.
Nuansa:
- Bisa digunakan dalam percakapan santai maupun semi-formal.
- Tidak terdengar seperti membela diri.
Contoh:
雨だった。だから行かなかった。(Ame datta. Dakara ikanakatta.) – Hujan. Abisnya hujan, jadi aku tidak pergi.
3. だもん (Damon)
だもん digunakan untuk memberikan alasan dengan nuansa yang lebih emosional atau manja. Ungkapan ini sering dipakai oleh anak-anak, perempuan, atau dalam percakapan yang sangat akrab.
Nuansa:
- Terdengar lembut.
- Menunjukkan pembelaan diri.
- Tidak cocok untuk situasi formal.
Contoh:
だもん、知らなかった。(Damon, shiranakatta.) – Abisnya aku memang tidak tahu.
4. というのも (To iu no mo)
Ungkapan ini digunakan ketika ingin memberikan penjelasan atau alasan secara lebih formal, misalnya dalam presentasi, artikel, atau tulisan.
Nuansa:
- Formal.
- Cocok untuk bahasa tulis dan pidato.
Contoh:
日本語を勉強しています。というのも、日本で働きたいからです。(Nihongo o benkyō shiteimasu. To iu no mo, Nihon de hatarakitai kara desu.) – Saya belajar bahasa Jepang. Abisnya, saya ingin bekerja di Jepang.
Menggunakan 「だって」(Datte)
Di antara berbagai ungkapan yang bisa berarti “abisnya”, だって (datte) adalah salah satu yang paling sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kata ini biasanya muncul ketika seseorang ingin memberikan alasan, membela diri, atau menjelaskan penyebab setelah ditanya, ditegur, atau dikritik.
1. Apa Arti 「だって」?
Secara harfiah, だって sulit diterjemahkan dengan satu kata dalam bahasa Indonesia. Tergantung konteksnya, artinya bisa menjadi:
- Abisnya…
- Soalnya…
- Kan…
- Tapi soalnya…
- Karena…
Yang terpenting adalah memahami nuansa yang dibawanya, bukan menerjemahkannya secara kata per kata.
2. Kapan Menggunakan 「だって」?
Gunakan だって ketika minasan ingin:
- Memberikan alasan secara spontan.
- Membela diri dari kritik atau teguran.
- Menjelaskan mengapa sesuatu terjadi.
- Berbicara dalam suasana santai.
Contoh situasi:
- Dimarahi karena terlambat.
- Ditanya mengapa tidak datang.
- Menjelaskan alasan melakukan sesuatu.
3. Tingkat Kesopanan
だって termasuk ungkapan informal, sehingga lebih cocok digunakan saat berbicara dengan:
- Teman.
- Saudara.
- Keluarga.
- Orang yang sudah akrab.
Hindari menggunakan だって saat berbicara dengan atasan, guru, klien, atau orang yang baru dikenal karena terdengar kurang sopan.
Pola Penggunaan
Bentuk yang paling umum adalah:
だって + alasan
Atau:
だって、〜から。
Keduanya digunakan untuk memperkenalkan alasan sebelum penjelasan berikutnya.
Contoh Kalimat
- だって、お金がなかったんだ。(Datte, okane ga nakattan da.) – Abisnya aku tidak punya uang.
- だって、忙しかったんだよ。(Datte, isogashikattan da yo.) – Abisnya aku sedang sibuk.
- だって、知らなかった。(Datte, shiranakatta.) – Abisnya aku tidak tahu.
- だって、雨が降っていたから。(Datte, ame ga futte ita kara.) – Abisnya sedang hujan.
- だって、先生がそう言ったよ。(Datte, sensei ga sō itta yo.) – Abisnya guru yang bilang begitu.
Contoh Percakapan
A: どうして来なかったの?(Dōshite konakatta no?) – Kenapa kamu tidak datang?
B: だって、熱があったんだ。(Datte, netsu ga attan da.) – Abisnya aku sedang demam.
A: また忘れたの?(Mata wasureta no?) – Lupa lagi?
B: だって、急いでいたんだもん。(Datte, isoide itan damon.) – Abisnya aku sedang buru-buru.
Tips Penggunaan
- Gunakan だって agar percakapan terdengar lebih alami saat berbicara dengan teman.
- Jangan terlalu sering mengawali setiap jawaban dengan だって, karena bisa terkesan selalu mencari alasan.
- Jika berbicara dalam situasi formal, pilih ungkapan yang lebih sopan seperti というのも atau jelaskan alasan menggunakan 〜ので atau 〜から.

Menggunakan 「だもん」(Damon)
Selain だって (datte), ada juga ungkapan だもん (damon) yang sering diterjemahkan sebagai “abisnya…” dalam bahasa Indonesia. Namun, だもん memiliki nuansa yang lebih emosional, manja, atau polos. Ungkapan ini biasanya digunakan saat seseorang ingin membela diri dengan cara yang terdengar lebih lembut.
1. Apa Arti 「だもん」?
だもん berasal dari bentuk だもの (da mono) yang berarti “soalnya…” atau “kan memang begitu…”. Dalam percakapan sehari-hari, bentuk ini dipersingkat menjadi だもん agar terdengar lebih santai.
Tergantung konteksnya, だもん bisa berarti:
- Abisnya…
- Soalnya…
- Kan…
- Ya soalnya…
2. Kapan Menggunakan 「だもん」?
Gunakan だもん ketika minasan ingin:
- Memberikan alasan dengan nada lembut.
- Membela diri tanpa terdengar kasar.
- Menunjukkan perasaan, seperti sedih, malu, atau kecewa.
- Berbicara dengan teman dekat atau keluarga.
3. Siapa yang Sering Menggunakannya?
だもん paling sering digunakan oleh:
- Anak-anak.
- Perempuan dalam percakapan santai.
- Orang yang ingin terdengar imut atau akrab.
Meskipun begitu, laki-laki juga bisa menggunakannya dalam situasi tertentu, misalnya saat bercanda atau berbicara dengan keluarga. Namun, dalam percakapan sehari-hari, laki-laki lebih sering memilih ungkapan lain seperti だって.
4. Tingkat Kesopanan
だもん termasuk bahasa informal, sehingga tidak cocok digunakan saat berbicara dengan:
- Atasan.
- Guru.
- Klien.
- Orang yang baru dikenal.
Dalam situasi formal, gunakan ungkapan lain yang lebih sopan.
Contoh Kalimat
- だもん、知らなかった。(Damon, shiranakatta.) – Abisnya aku tidak tahu.
- 子どもなんだもん。(Kodomo nan damon.) – Abisnya aku masih anak-anak.
- 疲れていたんだもん。(Tsukarete itan damon.) – Abisnya aku capek.
- 雨だったんだもん。(Ame dattan damon.) – Abisnya hujan.
- 恥ずかしかったんだもん。(Hazukashikattan damon.) – Abisnya aku malu.
Contoh Percakapan
A: どうして泣いているの?(Dōshite naite iru no?) – Kenapa kamu menangis?
B: だもん、痛かったんだもん。(Damon, itakattan damon.) – Abisnya sakit.
A: なんで宿題をしなかったの?(Nande shukudai o shinakatta no?) – Kenapa tidak mengerjakan PR?
B: 疲れていたんだもん。(Tsukarete itan damon.) – Abisnya aku capek.
Perbedaan 「だって」 dan 「だもん」
| だって | だもん |
|---|---|
| Digunakan untuk memberikan alasan atau membela diri. | Digunakan untuk memberikan alasan dengan nada lebih lembut dan emosional. |
| Umum dipakai oleh laki-laki maupun perempuan. | Lebih sering dipakai oleh anak-anak atau perempuan dalam percakapan santai. |
| Terdengar lebih netral. | Terdengar lebih manja atau imut. |
Tips Penggunaan
- Gunakan だもん hanya dalam percakapan santai dengan orang yang sudah akrab.
- Jangan gunakan だもん dalam situasi formal karena terdengar kekanak-kanakan.
- Jika ingin terdengar lebih netral, だって biasanya menjadi pilihan yang lebih aman.
Menggunakan 「だから」(Dakara)
Selain だって (datte) dan だもん (damon), ungkapan lain yang sering digunakan untuk menyampaikan makna “abisnya” adalah だから (dakara). Namun, berbeda dengan dua ungkapan sebelumnya, だから lebih menekankan hubungan sebab dan akibat daripada pembelaan diri.
1. Apa Arti 「だから」?
Secara umum, だから berarti:
- Karena itu…
- Makanya…
- Jadi…
- Soalnya…
- Abisnya…
Ungkapan ini digunakan untuk menghubungkan sebuah alasan dengan akibat atau kesimpulan yang muncul setelahnya.
2. Kapan Menggunakan 「だから」?
Gunakan だから ketika Anda ingin:
- Menjelaskan penyebab suatu kejadian.
- Menyampaikan alasan secara logis.
- Menjelaskan hubungan sebab dan akibat.
- Memberikan penegasan terhadap sesuatu yang sudah dibicarakan.
Berbeda dengan だって, だから tidak selalu mengandung nuansa membela diri.
3. Tingkat Kesopanan
だから termasuk bentuk informal, sehingga cocok digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Untuk situasi yang lebih sopan, penutur bahasa Jepang sering menggunakan bentuk seperti:
- ですから (desu kara)
- ですので (desu node)
Kedua bentuk tersebut lebih sesuai digunakan saat berbicara dengan atasan, guru, atau dalam situasi resmi.
Pola Penggunaan
Pola yang paling umum adalah:
Alasan。だから + akibat.
Atau:
だから + kalimat.
Contoh Kalimat
- 雨が降っています。だから、出かけません。(Ame ga futte imasu. Dakara, dekakemasen.) – Sedang hujan. Abisnya hujan, jadi saya tidak pergi.
- 昨日は寝るのが遅かった。だから、眠い。(Kinō wa neru no ga osokatta. Dakara, nemui.) – Tadi malam aku tidur larut. Abisnya begitu, sekarang aku mengantuk.
- お金がありません。だから、新しいスマホは買えません。(Okane ga arimasen. Dakara, atarashii sumaho wa kaemasen.) – Aku tidak punya uang. Abisnya begitu, aku tidak bisa membeli ponsel baru.
- 電車が止まりました。だから、遅刻しました。(Densha ga tomarimashita. Dakara, chikoku shimashita.) – Keretanya berhenti. Abisnya begitu, aku jadi terlambat.
- 明日はテストです。だから、今日は勉強します。(Ashita wa tesuto desu. Dakara, kyō wa benkyō shimasu.) – Besok ada ujian. Abisnya begitu, hari ini aku belajar.
Contoh Percakapan
A: 今日、遊びに行く?(Kyō, asobi ni iku?) – Hari ini jadi jalan?
B: 雨だよ。だから、家にいる。(Ame da yo. Dakara, ie ni iru.) – Sedang hujan. Abisnya hujan, jadi aku di rumah.
A: どうしてそんなに眠そうなの?(Dōshite sonna ni nemusō na no?) – Kenapa kamu kelihatan mengantuk?
B: 昨日はあまり寝なかった。だから、眠い。(Kinō wa amari nenakatta. Dakara, nemui.) – Semalam aku tidak banyak tidur. Abisnya begitu, sekarang mengantuk.
Perbedaan 「だから」 dan 「だって」
| だから | だって |
|---|---|
| Menjelaskan hubungan sebab dan akibat. | Memberikan alasan atau membela diri. |
| Bersifat lebih logis dan objektif. | Bersifat lebih emosional atau spontan. |
| Bisa digunakan dalam percakapan santai maupun semi-formal (dengan bentuk sopan). | Digunakan dalam percakapan santai dengan orang yang akrab. |
Tips Penggunaan
- Gunakan だから ketika ingin menjelaskan mengapa suatu hal terjadi secara logis.
- Jika ingin terdengar lebih sopan, gunakan ですから atau ですので.
- Jangan selalu menerjemahkan だから sebagai “abisnya”. Terkadang padanan yang lebih alami dalam bahasa Indonesia adalah “makanya”, “karena itu”, atau “jadi”, tergantung konteks kalimat.

Menggunakan 「なんだもん」dan「なんだから」
Selain だって, だもん, dan だから, ada juga ungkapan yang terdengar lebih ekspresif, yaitu なんだもん dan なんだから. Keduanya digunakan untuk menegaskan alasan, tetapi memiliki nuansa yang berbeda.
1. Menggunakan 「なんだもん」(Nan da mon)
なんだもん merupakan gabungan dari 〜なんだ (penjelasan atau penegasan) dan だもん (soalnya/abisnya). Ungkapan ini digunakan ketika pembicara ingin memberikan alasan dengan nada yang lebih emosional, lembut, atau sedikit manja.
Nuansa
- Menunjukkan pembelaan diri.
- Terdengar lebih emosional daripada だって.
- Sering digunakan dalam percakapan santai.
- Tidak cocok digunakan dalam situasi formal.
Contoh Kalimat
- 子どもなんだもん。(Kodomo nan da mon.) – Abisnya aku masih anak-anak.
- 初めてなんだもん。(Hajimete nan da mon.) – Abisnya ini pertama kalinya.
- 本当に怖かったんだもん。(Hontō ni kowakattan da mon.) – Abisnya aku benar-benar takut.
- 忙しかったんだもん。(Isogashikattan da mon.) – Abisnya aku sibuk.
2. Menggunakan 「なんだから」(Nan dakara)
なんだから digunakan untuk memberikan alasan dengan penekanan yang lebih kuat. Ungkapan ini sering dipakai ketika pembicara ingin mengingatkan, menegaskan, atau menjelaskan sesuatu yang dianggap sudah jelas.
Berbeda dengan なんだもん, bentuk ini tidak terdengar manja, tetapi lebih tegas.
Nuansa
- Menegaskan alasan.
- Memberi penekanan pada suatu fakta.
- Sering digunakan untuk mengingatkan atau menasihati.
Contoh Kalimat
- 学生なんだから、もっと勉強しなさい。(Gakusei nan dakara, motto benkyō shinasai.) – Kamu kan seorang pelajar, jadi belajarlah lebih giat.
- 大人なんだから、自分で決めてください。(Otona nan dakara, jibun de kimete kudasai.) – Kamu sudah dewasa, jadi putuskan sendiri.
- 約束したんだから、守ってね。(Yakusoku shitan dakara, mamotte ne.) – Kamu kan sudah berjanji, jadi tepati ya.
- 日本に住んでいるんだから、日本語を勉強したほうがいいよ。(Nihon ni sunde irun dakara, Nihongo o benkyō shita hō ga ii yo.) – Karena kamu tinggal di Jepang, sebaiknya belajar bahasa Jepang.
Perbedaan 「なんだもん」 dan 「なんだから」
| なんだもん | なんだから |
|---|---|
| Menunjukkan alasan dengan nada lembut atau emosional. | Menegaskan alasan atau fakta. |
| Sering digunakan untuk membela diri. | Sering digunakan untuk mengingatkan atau menasihati. |
| Terdengar lebih manja dan santai. | Terdengar lebih tegas. |
| Hanya cocok untuk percakapan informal. | Bisa digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi tetap bersifat informal. |
Tips Penggunaan
- Gunakan なんだもん saat ingin menyampaikan alasan dengan nada yang lembut atau penuh perasaan.
- Gunakan なんだから saat ingin menekankan bahwa suatu alasan atau keadaan sudah jelas dan menjadi dasar untuk tindakan berikutnya.
- Meskipun keduanya dapat diterjemahkan sebagai “abisnya”, “soalnya”, atau “kan”, nuansa yang disampaikan sangat berbeda. Memahami perbedaan ini akan membuat bahasa Jepang Anda terdengar lebih alami dan sesuai dengan konteks percakapan.
“Abisnya…” dalam Situasi Formal
Ungkapan seperti だって (datte) dan だもん (damon) memang sering digunakan untuk mengatakan “abisnya…”, tetapi keduanya hanya cocok dalam percakapan santai. Saat berbicara dengan atasan, guru, klien, atau ketika menulis artikel dan presentasi, bahasa Jepang menggunakan ungkapan yang lebih sopan.
Berikut beberapa ungkapan yang bisa digunakan dalam situasi formal.
1. というのも (To iu no mo)
というのも berarti “alasannya adalah…”, “soalnya…”, atau “hal ini karena…”. Ungkapan ini digunakan untuk memberikan penjelasan setelah menyampaikan sebuah pernyataan.
Nuansa
- Formal.
- Sering digunakan dalam tulisan, presentasi, pidato, dan wawancara.
- Memberikan penjelasan yang runtut dan logis.
Contoh Kalimat
- 日本語を勉強しています。というのも、日本で働きたいからです。(Nihongo o benkyō shiteimasu. To iu no mo, Nihon de hatarakitai kara desu.) – Saya belajar bahasa Jepang. Abisnya, saya ingin bekerja di Jepang.
- 引っ越すことにしました。というのも、会社が遠いからです。(Hikkosu koto ni shimashita. To iu no mo, kaisha ga tōi kara desu.) – Saya memutuskan untuk pindah. Abisnya, kantor saya terlalu jauh.
2. なぜなら (Nazenara)
なぜなら berarti “karena…” atau “sebab…”. Ungkapan ini digunakan untuk memperkenalkan alasan secara formal, biasanya diikuti oleh からです atau ためです di akhir kalimat.
Nuansa
- Sangat formal.
- Sering ditemukan dalam esai, laporan, presentasi, dan berita.
- Jarang digunakan dalam percakapan santai.
Contoh Kalimat
- 日本は安全な国です。なぜなら、犯罪が少ないからです。(Nihon wa anzen na kuni desu. Nazenara, hanzai ga sukunai kara desu.) – Jepang adalah negara yang aman. Abisnya, tingkat kejahatannya rendah.
- この方法がおすすめです。なぜなら、とても効率的だからです。(Kono hōhō ga osusume desu. Nazenara, totemo kōritsuteki dakara desu.) – Metode ini saya rekomendasikan. Abisnya, metode ini sangat efisien.
3. ~ので (Node)
Pola ~ので juga sering digunakan untuk menyampaikan alasan dengan cara yang lebih sopan daripada ~から.
Nuansa
- Sopan.
- Cocok digunakan dalam percakapan formal maupun tulisan.
- Memberikan kesan lebih halus.
Contoh Kalimat
- 体調が悪いので、今日は休みます。(Taichō ga warui node, kyō wa yasumimasu.) – Abisnya kondisi kesehatan saya kurang baik, hari ini saya izin beristirahat.
- 電車が遅れたので、少し遅れます。(Densha ga okureta node, sukoshi okuremasu.) – Abisnya keretanya terlambat, saya akan sedikit terlambat.
Ringkasan Ungkapan Formal
| Ungkapan | Arti | Situasi Penggunaan |
|---|---|---|
| というのも | Alasannya adalah…, soalnya… | Presentasi, artikel, pidato |
| なぜなら | Karena…, sebab… | Esai, laporan, penjelasan formal |
| ~ので | Karena… | Percakapan sopan, email, situasi resmi |
Tips Penggunaan
- Hindari menggunakan だって atau だもん dalam situasi formal karena terdengar terlalu santai.
- Untuk percakapan yang sopan, gunakan ~ので agar terdengar lebih alami.
- Dalam tulisan atau presentasi, というのも dan なぜなら akan membuat penjelasan terdengar lebih terstruktur dan profesional.

Perbedaan 「だって」, 「だから」, 「だもん」, 「なんだもん」, dan 「なんだから」
Setelah mempelajari berbagai ungkapan yang dapat berarti “abisnya”, mungkin minasan bertanya-tanya, kapan harus menggunakan masing-masing ungkapan? Meskipun semuanya bisa diterjemahkan sebagai “abisnya”, “soalnya”, atau “karena”, setiap ungkapan memiliki nuansa dan situasi penggunaan yang berbeda.
Berikut penjelasannya.
| Ungkapan | Arti yang Paling Dekat | Nuansa | Situasi Penggunaan |
|---|---|---|---|
| だって | Abisnya…, soalnya… | Membela diri atau memberi alasan secara spontan | Percakapan santai dengan teman atau keluarga |
| だから | Karena itu…, makanya… | Menjelaskan hubungan sebab dan akibat | Percakapan sehari-hari, semi-formal |
| だもん | Abisnya…, kan… | Alasan yang lembut, emosional, atau manja | Percakapan akrab, sering digunakan anak-anak atau perempuan |
| なんだもん | Abisnya memang… | Penegasan alasan dengan nuansa emosional | Percakapan santai dan akrab |
| なんだから | Kan memang…, karena sudah… | Menegaskan fakta atau memberi nasihat | Percakapan informal saat mengingatkan atau menasihati |
Perbedaan Berdasarkan Fungsi
1.「だって」 untuk Membela Diri
Gunakan だって jika Anda ingin menjelaskan alasan setelah ditegur atau ditanya.
Contoh:
A: どうして遅刻したの?(Dōshite chikoku shita no?) – Kenapa kamu terlambat?
B: だって、電車が遅れたんだ。(Datte, densha ga okuretan da.) – Abisnya keretanya terlambat.
2.「だから」 untuk Menjelaskan Sebab dan Akibat
Gunakan だから ketika ingin menjelaskan hubungan yang logis antara penyebab dan akibat.
Contoh:
雨です。だから、出かけません。(Ame desu. Dakara, dekakemasen.) – Hujan. Makanya saya tidak pergi.
3.「だもん」 untuk Alasan yang Emosional
Gunakan だもん jika ingin terdengar lebih lembut atau menunjukkan perasaan.
Contoh:
疲れていたんだもん。(Tsukarete itan damon.) – Abisnya aku capek.
4.「なんだもん」 untuk Penegasan yang Lembut
Ungkapan ini menambahkan penekanan pada alasan yang diberikan.
Contoh:
初めてなんだもん。(Hajimete nan da mon.) – Abisnya ini pertama kalinya.
5.「なんだから」 untuk Menegaskan Fakta
Ungkapan ini digunakan ketika alasan tersebut dianggap sudah jelas atau menjadi dasar untuk memberi nasihat.
Contoh:
学生なんだから、もっと勉強しなさい。(Gakusei nan dakara, motto benkyō shinasai.) – Kamu kan seorang pelajar, jadi belajarlah lebih giat.
Mana yang Paling Sering Digunakan?
Dalam percakapan sehari-hari, penutur asli bahasa Jepang paling sering menggunakan:
- だって → untuk membela diri atau memberi alasan secara spontan.
- だから → untuk menjelaskan sebab dan akibat.
- だもん → untuk alasan yang terdengar lebih lembut atau emosional.
Sementara itu, なんだもん dan なんだから lebih jarang digunakan, tetapi tetap penting dipahami karena sering muncul dalam anime, drama, manga, dan percakapan sehari-hari.
Tips Mengingat Perbedaannya
- だって → “Abisnya…” (membela diri).
- だから → “Makanya…” (sebab dan akibat).
- だもん → “Abisnya…” (emosional atau manja).
- なんだもん → “Abisnya memang…” (penegasan yang lembut).
- なんだから → “Kan memang…” (penegasan fakta atau nasihat).
Contoh Percakapan Sehari-hari
1. Percakapan dengan Teman
A: どうして昨日来なかったの?(Dōshite kinō konakatta no?) – Kenapa kemarin kamu tidak datang?
B: だって、熱があったんだ。(Datte, netsu ga attan da.) – Abisnya aku sedang demam.
2. Percakapan dengan Saudara
Kakak: またゲームしてるの?(Mata gēmu shiteru no?) – Main game lagi?
Adik: だって、宿題はもう終わったもん。(Datte, shukudai wa mō owatta mon.) – Abisnya PR-ku sudah selesai.
3. Percakapan antara Orang Tua dan Anak
Ibu: どうして野菜を食べないの?(Dōshite yasai o tabenai no?) – Kenapa tidak makan sayur?
Anak: だもん、きらいなんだもん。(Damon, kirai nan da mon.) – Abisnya aku tidak suka.
4. Percakapan di Sekolah
Guru: 宿題はできましたか。(Shukudai wa dekimashita ka?) – Apakah PR-nya sudah selesai?
Murid: だって、昨日はずっと部活だったんです。(Datte, kinō wa zutto bukatsu dattan desu.) – Abisnya kemarin saya latihan klub seharian.
Catatan: Dalam situasi ini, penggunaan だって masih terdengar cukup santai. Jika berbicara kepada guru, akan lebih sopan jika langsung menjelaskan alasannya tanpa menggunakan だって, misalnya:
昨日はずっと部活だったので、宿題ができませんでした。(Kinō wa zutto bukatsu datta node, shukudai ga dekimasen deshita.) – Kemarin saya latihan klub seharian, sehingga tidak sempat mengerjakan PR.
5. Percakapan di Tempat Kerja
Atasan: なぜ会議に遅れたのですか。(Naze kaigi ni okureta no desu ka?) – Mengapa Anda terlambat ke rapat?
Karyawan: 電車が遅れたので、遅れてしまいました。(Densha ga okureta node, okurete shimaimashita.) -Abisnya keretanya terlambat, jadi saya ikut terlambat.
6. Percakapan dengan Teman Saat Hujan
A: 出かけないの?(Dekakenai no?) – Tidak jadi keluar?
B: 雨だよ。だから、家にいる。(Ame da yo. Dakara, ie ni iru.) – Abisnya hujan, jadi aku di rumah.
7. Percakapan Memberi Nasihat
Ibu: あなたは高校生なんだから、もっとしっかりしなさい。(Anata wa kōkōsei nan dakara, motto shikkari shinasai.) – Kamu kan sudah SMA, jadi harus lebih bertanggung jawab.
8. Percakapan tentang Pengalaman Pertama
A: どうしてそんなに緊張しているの?(Dōshite sonna ni kinchō shite iru no?) – Kenapa kamu terlihat sangat gugup?
B: なんだもん、初めてなんだ。(Nan da mon, hajimete nan da.) – Abisnya ini pertama kalinya.

Anak: だもん、きらいなんだもん。(Damon, kirai nan da mon.) – Abisnya aku tidak suka.
Contoh Kalimat
- だって、お腹がすいていたんだ。(Datte, onaka ga suite itan da.) – Abisnya aku lapar.
- だって、知らなかったよ。(Datte, shiranakatta yo.) – Abisnya aku tidak tahu.
- だって、時間がなかったんだ。(Datte, jikan ga nakattan da.) – Abisnya aku tidak punya waktu.
- だって、約束があったから。(Datte, yakusoku ga atta kara.) – Abisnya aku sudah punya janji.
- 雨が降っています。だから、出かけません。(Ame ga futte imasu. Dakara, dekakemasen.) – Sedang hujan. Abisnya hujan, jadi saya tidak pergi.
- 明日は試験です。だから、今日は勉強します。(Ashita wa shiken desu. Dakara, kyō wa benkyō shimasu.) -Besok ada ujian. Abisnya begitu, hari ini saya belajar.
- お金がありません。だから、新しい服は買えません。(Okane ga arimasen. Dakara, atarashii fuku wa kaemasen.) – Aku tidak punya uang. Abisnya begitu, aku tidak bisa membeli baju baru.
- 電車が止まりました。だから、遅刻しました。(Densha ga tomarimashita. Dakara, chikoku shimashita.) -Keretanya berhenti. Abisnya begitu, aku terlambat.
- 疲れていたんだもん。(Tsukarete itan damon.) – Abisnya aku capek.
- 子どもなんだもん。(Kodomo nan damon.) – Abisnya aku masih anak-anak.
- 怖かったんだもん。(Kowakattan damon.) – Abisnya aku takut.
- 初めてだったんだもん。(Hajimete dattan damon.) – Abisnya itu pertama kalinya.
- 学生なんだから、もっと勉強しよう。(Gakusei nan dakara, motto benkyō shiyō.) – Kamu kan pelajar, jadi ayo belajar lebih giat.
- 大人なんだから、約束を守ってください。(Otona nan dakara, yakusoku o mamotte kudasai.) – Kamu kan sudah dewasa, jadi tolong tepati janjimu.

- 日本語を勉強しています。というのも、日本で働きたいからです。(Nihongo o benkyō shiteimasu. To iu no mo, Nihon de hatarakitai kara desu.) – Saya belajar bahasa Jepang. Abisnya saya ingin bekerja di Jepang.
- 毎日運動しています。というのも、健康になりたいからです。(Mainichi undō shiteimasu. To iu no mo, kenkō ni naritai kara desu.) – Saya berolahraga setiap hari. Abisnya saya ingin hidup lebih sehat.
- 熱があるので、今日は学校を休みます。(Netsu ga aru node, kyō wa gakkō o yasumimasu.) – Abisnya saya demam, hari ini saya tidak masuk sekolah.
- 雨が強いので、家にいます。(Ame ga tsuyoi node, ie ni imasu.) – Abisnya hujan deras, saya tetap di rumah.
- 道が混んでいたので、少し遅れました。(Michi ga konde ita node, sukoshi okuremashita.) – Abisnya jalanan macet, saya datang sedikit terlambat.
- 仕事が忙しいので、今日は行けません。(Shigoto ga isogashii node, kyō wa ikemasen.) – Abisnya pekerjaan sedang sibuk, hari ini saya tidak bisa datang.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pembelajar
Saat belajar mengungkapkan kata “abisnya” dalam bahasa Jepang, banyak pembelajar yang menganggap semua ungkapan memiliki arti dan penggunaan yang sama. Padahal, setiap ungkapan memiliki nuansa, tingkat kesopanan, dan situasi penggunaan yang berbeda. Berikut beberapa kesalahan yang paling sering terjadi beserta cara menghindarinya.
1. Menganggap “Abisnya” Selalu Berarti 「だって」
Karena だって (datte) sering diterjemahkan sebagai “abisnya”, banyak pembelajar menggunakannya di semua situasi.
❌ Kurang tepat:
だって、会議に遅れました。
Datte, kaigi ni okuremashita.
(Kepada atasan)
✅ Lebih tepat:
電車が遅れたので、会議に遅れました。(Densha ga okureta node, kaigi ni okuremashita.) – Kereta terlambat, sehingga saya terlambat menghadiri rapat.
Tips: Gunakan だって hanya dalam percakapan santai dengan teman atau keluarga.
2. Menggunakan 「だもん」 dalam Situasi Formal
だもん (damon) terdengar lembut dan akrab, tetapi kurang pantas digunakan kepada guru, atasan, atau orang yang baru dikenal.
❌ Kurang tepat:
疲れていたんだもん。
Tsukarete itan damon.
(Kepada atasan)
✅ Lebih tepat:
疲れていたので、申し訳ありません。(Tsukarete ita node, mōshiwake arimasen.) – Karena saya kelelahan, saya mohon maaf.
Tips: Simpan だもん untuk percakapan dengan teman dekat atau keluarga.
3. Keliru Membedakan 「だから」 dan 「だって」
Banyak pembelajar menggunakan kedua ungkapan ini secara bergantian, padahal fungsinya berbeda.
- だって → digunakan untuk membela diri atau memberikan alasan secara spontan.
- だから → digunakan untuk menjelaskan hubungan sebab dan akibat.
Contoh:
- だって、知らなかった。(Datte, shiranakatta.) – Abisnya aku tidak tahu.
- 雨です。だから、行きません。(Ame desu. Dakara, ikimasen.) – Hujan, jadi saya tidak pergi.
4. Menerjemahkan “Abisnya” Secara Harfiah
Tidak semua kata “abisnya” dalam bahasa Indonesia perlu diterjemahkan menjadi だって atau だから.
Misalnya:
Abisnya aku capek.
Dalam bahasa Jepang, lebih alami jika langsung mengatakan:
疲れていたから。(Tsukarete ita kara.) – Karena aku capek.
atau
疲れていたので。(Tsukarete ita node.) – Karena saya kelelahan.
Tips: Fokuslah pada makna kalimat, bukan menerjemahkan kata demi kata.
5. Tidak Memperhatikan Tingkat Kesopanan
Bahasa Jepang sangat memperhatikan hubungan antara pembicara dan lawan bicara. Menggunakan ungkapan yang terlalu santai dalam situasi resmi bisa terdengar kurang sopan.
Sebagai panduan sederhana:
- Santai: だって、だもん、だから
- Lebih sopan: ~ので、ですから
- Formal (tulisan/presentasi): というのも、なぜなら
Cara Menghindari Kesalahan
Agar penggunaan ungkapan “abisnya” terdengar alami, ingat tiga langkah berikut:
- Pahami konteksnya. Apakah minasan sedang membela diri, menjelaskan penyebab, atau memberikan penjelasan formal?
- Perhatikan lawan bicara. Gunakan ungkapan santai untuk teman dan ungkapan sopan untuk guru, atasan, atau orang yang dihormati.
- Pelajari dari contoh percakapan. Semakin sering minasan membaca dan mendengar bahasa Jepang asli, semakin mudah memahami nuansa setiap ungkapan.

Tips Memilih Ungkapan yang Tepat
Karena kata “abisnya” dalam bahasa Indonesia memiliki banyak fungsi, tidak ada satu ungkapan bahasa Jepang yang cocok untuk semua situasi. Oleh sebab itu, penting untuk memilih ungkapan yang sesuai dengan konteks agar terdengar alami seperti penutur asli.
Berikut beberapa tips yang bisa minasan terapkan.
1. Perhatikan Siapa Lawan Bicara minasan
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah siapa orang yang Anda ajak bicara.
- Teman atau keluarga → Gunakan ungkapan santai seperti だって atau だもん.
- Guru, atasan, atau orang yang dihormati → Gunakan bentuk yang lebih sopan seperti ~ので atau ですから.
- Presentasi atau tulisan → Gunakan というのも atau なぜなら.
Contoh:
Santai
だって、知らなかった。(Datte, shiranakatta.) – Abisnya aku tidak tahu.
Sopan
知らなかったので、申し訳ありません。(Shiranakatta node, mōshiwake arimasen.) – Karena saya tidak tahu, saya mohon maaf.
2. Sesuaikan dengan Situasi
Setiap ungkapan memiliki fungsi yang berbeda.
- Jika ingin membela diri, gunakan だって.
- Jika ingin menjelaskan sebab dan akibat, gunakan だから.
- Jika ingin terdengar lebih lembut atau emosional, gunakan だもん.
- Jika ingin memberikan penjelasan formal, gunakan というのも atau ~ので.
Memilih ungkapan yang tepat akan membuat bahasa Jepang minasan terdengar lebih alami.
3. Jangan Menerjemahkan Kata per Kata
Kesalahan yang sering dilakukan pembelajar adalah mencoba menerjemahkan “abisnya” secara langsung.
Daripada mencari satu kata yang sama persis, cobalah memahami maksud kalimatnya.
Misalnya:
“Abisnya aku sibuk.”
Lebih alami diungkapkan sebagai:
忙しかったから。(Isogashikatta kara.) – Karena aku sibuk.
atau
忙しかったので。(Isogashikatta node.) – Karena saya sibuk.
4. Perhatikan Nuansa yang Ingin Disampaikan
Tanyakan pada diri sendiri:
- Apakah saya sedang mencari alasan?
- Apakah saya sedang membela diri?
- Apakah saya sedang menjelaskan fakta?
- Apakah saya sedang berbicara secara formal?
Jawaban dari pertanyaan tersebut akan membantu minasan memilih ungkapan yang paling sesuai.
5. Biasakan Belajar Melalui Contoh Kalimat
Daripada menghafalkan arti setiap ungkapan, cobalah menghafalnya melalui contoh kalimat dan percakapan. Cara ini akan membantu minasan memahami bagaimana penutur asli menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, saat mendengar だって, minasan akan langsung mengenali bahwa pembicara sedang memberikan alasan atau membela diri.
Kesimpulan
Kata “abisnya” mungkin terdengar sederhana dalam bahasa Indonesia, tetapi ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, penggunaannya tidak sesederhana mencari satu kata yang memiliki arti sama. Bahasa Jepang memiliki berbagai ungkapan yang dapat menyampaikan makna “abisnya”, dan masing-masing digunakan sesuai dengan konteks, nuansa, serta tingkat kesopanan.
Untuk percakapan santai, minasan dapat menggunakan だって (datte) saat membela diri atau memberikan alasan secara spontan. Jika ingin menjelaskan hubungan sebab dan akibat, だから (dakara) menjadi pilihan yang tepat. Sementara itu, だもん (damon) dan なんだもん (nan da mon) cocok digunakan ketika ingin menyampaikan alasan dengan nada yang lebih lembut atau emosional. Adapun なんだから (nan dakara) sering digunakan untuk menegaskan suatu fakta atau memberikan nasihat.
Dalam situasi yang lebih formal, seperti saat berbicara dengan atasan, guru, atau ketika menulis artikel dan presentasi, ungkapan seperti というのも (to iu no mo) dan ~ので (node) akan terdengar lebih sopan dan profesional.
Hal terpenting yang perlu diingat adalah jangan menerjemahkan kata “abisnya” secara harfiah. Sebaliknya, pahamilah maksud yang ingin disampaikan dalam kalimat tersebut. Dengan begitu, minasan dapat memilih ungkapan bahasa Jepang yang paling sesuai sehingga terdengar lebih alami.
Kalau minasan ingin mengenal lebih banyak tentang budaya, bahasa, dan kuliner Jepang lainnya, jangan lupa untuk terus membaca artikel menarik di Pandaikotoba, dan ikuti Instagram-nya untuk update harian seputar kosakata, budaya, dan filosofi hidup ala Jepang yang inspiratif.


