Culture,  Fenomena,  Leisure,  Travel

7 Bunga Khas Jepang Selain Bunga Sakura yang Tak Kalah Menarik!

Hai Minasan~! Jepang sering disebut sebagai Negeri Sakura. Tak salah memang, karena keindahan bunga sakura yang mekar serempak di awal musim semi telah menjadi ikon budaya dan pariwisata yang mendunia. Namun, jika kita berpikir bahwa sakura adalah satu-satunya permata di mahkota flora Jepang, kita sudah melewatkan sebagian besar dari kekayaan alam negeri ini.

Sebagai negara dengan empat musim yang silih berganti setiap tahunnya, Jepang dihadiahi rentetan bunga-bunga menakjubkan yang setiap musimnya menghiasi lanskapnya sepanjang tahun. Masing-masing bunga memiliki karakter, sejarah, dan makna budayanya sendiri yang tak kalah memikat lho.

Pandai Kotoba pada artikel kali ini akan membahas 7 bunga khas Jepang selain bunga sakura yang tak kalah menarik. Yuk, kita berkenalan lebih dekat dengan beberapa bunga khas Jepang selain sakura yang akan membuka wawasan kita tentang flora di sana. Simak di bawah ini ya.

7 Bunga Khas Jepang Selain Bunga Sakura yang Tak Kalah Menarik

A. Ume (Bunga Plum), Pembawa Kabar Semangat di Tengah Sisa Dingin Musim Dingin

Saat salju mulai mencair dan angin masih berembus dingin, bunga Ume ini yang pertama kali muncul sebagai pertanda bahwa musim semi akan segera tiba. Bunga ini mekar sekitar akhir Januari hingga Maret bahkan sebelum sakura lahir. Sekilas bentuknya memang mirip dengan sakura, tapi Ume memiliki kelopak yang lebih bundar dan rapat, serta aroma harum yang khas dan semerbak, kontras dengan sakura yang nyaris tidak berbau.

Prunus Mume 紅千鳥 137559529
Pohon Bunga Ume atau Plum
commons.wikimedia.org

Ume sebenarnya adalah pohon buah yang didatangkan dari Cina, tapi telah berasimilasi sempurna ke dalam budaya Jepang selama berabad-abad. Di periode Nara (710-794 M) bahkan Ume yang menjadi bunga utama dalam festival hanami atau “kegiatan melihat bunga” sebelum akhirnya digantikan oleh sakura di zaman Heian. Bunga ini memiliki makna simbolis yang kuat sebagai simbol ketahanan, keberanian, dan awal yang baru karena kegigihannya mekar di tengah suhu yang masih sangat dingin.

Di berbagai daerah, Ume menjadi ciri khas tersendiri. Salah satu tempat paling terkenal untuk menikmati keindahan Ume adalah Kairakuen di Kota Mito, Prefektur Ibaraki. Taman ini adalah salah satu dari tiga taman terindah di Jepang dan memiliki sekitar 3.000 pohon Ume dari 100 varietas berbeda.

Puncak mekarnya dirayakan dengan festival “Ume Matsuri” yang ramai dikunjungi. Selain keindahan bunganya, buah Ume juga sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang, diolah menjadi umeboshi (acar plum asam yang ikonik) dan umeshu (minuman beralkohol manis khas Jepang) .

B. Fuji (Bunga Wisteria), Tirai Ungu Nan Anggun dari Negeri Dongeng

Jika kita ingin menyaksikan pemandangan yang terasa seperti di dunia fantasi, maka Fuji atau wisteria adalah jawabannya. Bunga ini mekar pada akhir April hingga Mei menggantung dalam rangkaian panjang yang bisa mencapai 80 cm hingga 1 meter menyerupai air terjun ungu, putih atau merah muda yang lembut. Bunga Fuji adalah tanaman merambat yang kuat dan dengan bantuan pergola (penyangga), bunga ini dapat menciptakan terowongan bunga yang spektakuler.

Wisteria floribunda Honbeni 0zz
Bunga Fuji atau Wisteria
commons.wikimedia.org

Bunga Fuji adalah tanaman asli Jepang yang telah lama menjadi bagian dari budaya aristokrat sejak zaman Heian. Bunga ini sering muncul dalam puisi klasik (waka) dan digunakan sebagai lambang keluarga (kamon). Dalam bahasa bunga atau Hanakotoba, Fuji melambangkan cinta yang abadi, kesetiaan, dan kerendahan hati karena sifatnya yang menjalar dan membutuhkan penyangga untuk tumbuh, tapi tetap menunjukkan keindahan yang luar biasa .

Keindahan Bunga Fuji begitu ikonik hingga menjadi daya tarik wisata utama. Tempat paling terkenal untuk menyaksikannya adalah Ashikaga Flower Park di Prefektur Tochigi. Taman ini memiliki pohon wisteria tua berusia lebih dari 150 tahun dengan cabang-cabang yang membentuk kanopi bunga raksasa. Saat malam tiba, pemandangan ini semakin magis dengan iluminasi cahaya. Selain itu, Taman Wisteria di Kota Wake, Prefektur Okayama juga menawarkan pemandangan yang tak kalah memukau .

C. Ajisai (Bunga Hydrangea), Permata Biru di Musim Hujan yang Romantis

Berbeda dengan bunga-bunga yang identik dengan musim semi yang cerah, Ajisai atau hydrangea justru menjadi primadona di musim hujan yang lembap sekitar bulan Juni hingga awal Juli. Bunga ini hadir dalam gumpalan-gumpalan besar dengan warna yang memukau seperti biru, ungu, merah muda, dan putih. Keunikannya adalah warna Ajisai bisa berubah tergantung pada tingkat keasaman (pH) tanah tempat ia tumbuh.

Hydrangea macrophylla Hortensia hydrangea
Bunga Ajisai atau Hydrangea
commons.wikimedia.org

Bunga Ajisai memiliki spesies asli Jepang yang disebut Gaku-Ajisai yang mana bagian tengah bunganya berupa titik-titik mungil yang dikelilingi kelopak dekoratif seperti bingkai. Karena mekarnya tepat saat musim hujan, Ajisai sering dikaitkan dengan rasa syukur, kenangan, dan ketulusan.

Ajisai menjadi ciri khas yang sangat kuat di Kamakura, Prefektur Kanagawa. Kota pesisir yang bersejarah ini dipenuhi dengan kuil-kuil yang terkenal akan hydrangea-nya, terutama Kuil Meigetsuin yang dijuluki “Kuil Hydrangea” dan Kuil Hasedera. Di Meigetsuin, ribuan hydrangea biru bermekaran menciptakan lautan biru yang tenang dan puitis, terutama saat diguyur gerimis. Kuil Mimuroto-ji di Kyoto juga terkenal dengan 10.000 semak hydrangea di tamannya yang luas.

D. Higanbana (Bunga Red Spider Lily), Bunga Misterius yang Menandai Tibanya Musim Gugur

Jika ada bunga yang paling kontras dengan keanggunan sakura, itu adalah Higanbana. Bunga ini mekar pada akhir September hingga awal Oktober tepat di sekitar periode ekuinoks musim gugur yang disebut “Ohigan”. Penampilannya sangat unik dan dramatis, yaitu bunga berwarna merah menyala dengan kelopak yang melengkung dan menjulur seperti laba-laba atau cambuk api, tumbuh di atas tangkai panjang tanpa daun sama sekali. Daunnya baru akan tumbuh setelah bunganya layu, sehingga bunga dan daun tidak pernah terlihat bersamaan.

Lycoris radiata spiderlily higanbana DSCN9121
Bunga Higabana atau Red Lily Spider
commons.wikimedia.org

Higanbana bukan tanaman asli Jepang, bunga ini didatangkan dari Cina bersama dengan padi. Karena umbinya beracun, bunga ini sengaja ditanam di sekitar sawah dan makam untuk mengusir hama tikus dan melindungi jenazah dari hewan. Sifat beracun dan penampilannya yang misterius ini membuatnya lekat dengan hal-hal gaib, perpisahan, dan kematian dalam budaya populer, serta sering muncul di anime sebagai pertanda kejadian tragis. Namun, meskipun berkonotasi “kelam”, keindahannya yang memikat tetap dirayakan.

Terlepas dari nuansa mistisnya, Higanbana menciptakan karpet merah yang menakjubkan di beberapa tempat. Kinchakuda Manjushage Park di Prefektur Saitama adalah lokasi paling terkenal dengan hamparan jutaan bunga Higanbana yang bermekaran, bahkan menjadi tuan rumah festival tahunan yang ramai. Kenei Gongendo Park juga di Saitama adalah spot terkenal lainnya dengan latar pemandangan yang indah .

E. Tsubaki (Bunga Camellia), Mawar Musim Dingin yang Anggun dalam Tradisi Teh

Saat musim dingin tiba dan sebagian besar tanaman gugur, Tsubaki atau camellia justru menunjukkan keindahannya. Bunga ini mekar dalam waktu yang sangat panjang dari bulan Desember hingga April dengan kelopak tebal mengkilap berwarna merah, putih, atau merah muda. Bunganya yang besar dan sempurna bentuknya sering dibandingkan dengan mawar, tapi punya estetika yang lebih sederhana dan kuat.

Camellia flower geograph.org .uk 1273717
Bunga Tsubaki atau Camellia
commons.wikimedia.org

Tsubaki adalah tanaman asli Jepang yang sangat dihargai dalam budaya tradisional. Dalam Hanakotoba, ia melambangkan kerendahan hati, kesempurnaan, dan cinta yang abadi. Minyak yang diekstrak dari bijinya telah digunakan selama berabad-abad sebagai pelembap alami untuk rambut dan kulit para geisha. Dalam upacara minum teh (sadou), Tsubaki adalah bunga yang sangat dihormati. Keindahannya yang sederhana tapi sempurna mencerminkan estetika Wabi Sabi.

Meskipun indah, bagi para samurai di zaman feodal, Tsubaki dianggap sebagai pertanda buruk karena bunganya yang mekar sempurna akan jatuh utuh dari tangkainya, lehernya terpenggal, diibaratkan seperti kepala samurai yang terpenggal. Terlepas dari itu, Tsubaki dapat ditemukan di banyak taman tradisional. Kebun Camellia di Taman Metropolitan Oshima, Tokyo (di Kepulauan Izu) adalah salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan keanekaragaman Camellia.

F. Kiku (Bunga Chrysanthemum atau Seruni), Simbol Kemuliaan Kaisar dan Musim Gugur

Tidak ada bunga yang lebih sakral di Jepang selain Kiku atau bunga chrysanthemum. Bunga ini adalah lambang Kaisar Jepang dan Keluarga Kekaisaran bahkan merupakan salah satu dari dua bunga nasional Jepang (bersama sakura). Motif bunga seruni dengan 16 kelopak yang disebut Kikukamonsho adalah segel resmi Kekaisaran Jepang. Bunga ini mekar pada musim gugur dari Oktober hingga November dan melambangkan keabadian, kemuliaan, dan kesempurnaan.

Pink Chrysanthemum flower 16
Bunga Kiku atau Chrysanthemum
commons.wikimedia.org

Kiku berasal dari Cina dan dibawa ke Jepang sebagai tanaman obat. Namun, seiring waktu, ia diadopsi dan dikembangkan dengan penuh dedikasi. Di Jepang, seni menumbuhkan bunga Kiku mencapai tingkat yang sangat tinggi menghasilkan berbagai bentuk dan ukuran yang luar biasa.

Setiap tahun di musim gugur diadakan pameran bunga Kiku di berbagai kota. Pengunjung dapat melihat bunga-bunga raksasa dengan kelopak yang ditata sempurna atau rangkaian bunga yang dibentuk menyerupai boneka dan pemandangan. Pameran Krisan Yahiko di Prefektur Niigata adalah salah satu yang paling terkenal.

G. Momiji (Maple Jepang), Dedaunan yang Bersaing dengan Bunga

Secara teknis, Momiji adalah pohon bukan bunga. Namun, keindahan daunnya yang berubah warna di musim gugur sedemikian rupa sehingga ia selalu disebut dalam satu tarikan napas dengan bunga-bunga musiman. Kata “Momiji” sendiri berarti “daun merah” dan fenomena mengagumi daun musim gugur ini disebut “momijigari” (berburu daun merah) yang sejajar dengan “hanami” di musim semi.

Japanese Maple 125555057
Momiji pada Musim Gugur
commons.wikimedia.org

Pohon Momiji atau maple Jepang (Acer palmatum) adalah tanaman asli Jepang dan Korea. Pohon ini adalah tanaman utama musim gugur menampilkan gradasi warna yang menakjubkan dari kuning, oranye, hingga merah membara yang menyala-nyala. Pemandangan ini dapat dinikmati dari akhir Oktober hingga awal Desember tergantung wilayahnya.

Momiji memiliki makna simbolis yang dalam mewakili keindahan perubahan dan siklus kehidupan yang tak terelakkan. Konsep ini yang sangat dihargai dalam estetika Jepang. Kyoto adalah pusat utama untuk menikmati momijigari dengan kuil-kuil seperti Kiyomizu-dera, Tofuku-ji, dan jalur filosofis di sepanjang Terusan Nanzen-ji yang menawarkan pemandangan daun merah yang spektakuler dengan latar arsitektur tradisional.

H. Kalender Bunga di Jepang

Setiap hembusan angin dan perubahan suhu sepanjang tahun membawa kabar tentang bunga apa yang akan segera hadir. Berikut adalah penjelasan lebih mendalam tentang kalender bulan selama setahun dibagi ke dalam beberapa musim.

1. Akhir Musim Dingin hingga Awal Musim Semi (Februari – Maret)

Periode ini adalah masa transisi yang dramatis. Dinginnya musim dingin belum sepenuhnya pergi, tapi sinar matahari mulai terasa lebih hangat, memberi energi pada bunga-bunga pertama yang paling tangguh untuk muncul.

a) Ume (Bunga Plum)
Mulai mekar dari akhir Januari di daerah yang lebih hangat seperti Semenanjung Izu atau Prefektur Wakayama mencapai puncaknya di sebagian besar wilayah pada Februari hingga pertengahan Maret. Ini adalah awal dari musim “hanami” (melihat bunga), meskipun lebih tenang dibandingkan saat sakura. Aromanya yang semerbak menjadi ciri khas utama.

Banyak kuil dan tempat suci terutama di Kamakura dan Kyoto yang mengadakan “Ume Matsuri” (Festival Bunga Plum). Pengunjung dapat menikmati teh sambil duduk di bawah pohon plum yang sedang mekar merasakan hangatnya sinar matahari pertama.

Untuk mengunjungi lokasi ikonik, selain Kairakuen di Mito, Ibaraki yang telah disebutkan, Kuil Kitano Tenmangu di Kyoto dan Taman Bunga Plum Atami di Shizuoka juga merupakan destinasi utama. Kuil-kuil Tenmangu khususnya identik dengan Ume karena dipersembahkan untuk dewa pembelajaran, Sugawara no Michizane yang sangat mencintai bunga plum.

b) Mankan dan Kawazu-zakura (Bunga Sakura Awal)
Meskipun bukan fokus utama artikel ini, perlu dicatat bahwa di periode ini, varietas sakura khusus seperti Kawazu-zakura di Semenanjung Izu sudah mulai mekar semarak pada akhir Februari, memberikan “pemanasan” sebelum pesta sakura sebenarnya dimulai.

Kawazu-zakura (youtube.com)

2. Musim Semi (April – Mei)

Ini adalah musim paling populer bagi wisatawan. Setelah pertunjukan megah sakura usai, alam tidak serta merta berhenti; ia justru menyajikan gelombang keindahan berikutnya yang tak kalah spektakuler.

a) Fuji (Bunga Wisteria)
Biasanya mulai mekar di akhir April dan mencapai puncaknya pada pertengahan hingga akhir Mei. Waktu mekarnya sedikit lebih lambat di daerah utara atau dataran tinggi. Suasananya seperti negeri dongeng. Berjalan di bawah terowongan wisteria yang menggantung dengan aroma manisnya yang lembut adalah pengalaman yang tak terlupakan. Festival bunga wisteria besar-besaran diadakan, salah satunya “Fuji no Hana Matsuri” di Ashikaga Flower Park yang terkenal dengan iluminasi malam harinya.

Lokasi ikonik untuk menikmati indahnya bunga ini ada di Taman Bunga Ashikaga (Tochigi) yang tidak ada duanya. Selain itu, Taman Kameido Tenjin (Tokyo) juga terkenal dengan wisteria yang menjuntai indah di atas kolam, menciptakan refleksi yang menakjubkan. Kuil Kawachi Fuji (Fukuoka) di Kyushu juga terkenal dengan terowongan wisterianya yang instagramable.

b) Fuji (Bunga Wisteria) dan Tsutsuji (Bunga Azalea)
Sering kali wisteria mekar berbarengan dengan Tsutsuji (bunga Azalea). Azalea membentuk semak-semak berbunga lebat menciptakan hamparan warna-warni merah, merah muda, dan putih. Kuil Nezu (Tokyo) terkenal dengan kombinasi indah antara terowongan torii merah dan hamparan azalea yang mekar sempurna.

c) Bunga Iris
Mulai bermekaran di akhir Mei hingga Juni. Bunga iris Jepang (hanashobu) sangat terkait dengan awal musim panas. Bunganya yang elegan dengan warna ungu, biru, dan putih kontras indah dengan hijau daunnya yang panjang dan ramping. Pemandangan klasiknya adalah ketika ditanam berkelompok di taman air atau di sekitar kolam.

horikiri shobuen tokyo 08
Taman Iris Horikiri di Tokyo
kanpai-japan.com

Lokasi ikonik untuk menikmati indahnya bunga ini ada di Taman Iris Horikiri (Tokyo) adalah salah satu tempat paling terkenal sejak zaman Edo. Di Kyoto, ada di Taman Shugaku-in dan Kuil Byodo-in juga memiliki taman iris yang indah.

3. Musim Hujan ke Awal Musim Panas (Juni – Juli)

Musim hujan di Jepang sering lembap dan mendung. Namun, justru kondisi inilah yang menjadi waktu terbaik bagi beberapa bunga untuk menunjukkan pesona terbaiknya.

a) Ajisai (Bunga Hydrangea)
Puncak musim Ajisai adalah di Juni hingga awal Juli. Bunga ini terlihat paling cantik saat basah oleh gerimis. Warna-warnanya tampak lebih hidup dan segar. Berjalan-jalan di kuil kuno sambil memegang payung transparan di tengah rintik hujan dikelilingi oleh rumpun hydrangea biru dan ungu menciptakan suasana yang sangat tenang dan romantis ala Jepang.

Jalanan Hydrangea di Kuil Meigetsuin, Kamakura (youtube.com)

Lokasi ikonik untuk menikmati indahnya bunga ini ada di Kuil Meigetsuin (Kamakura) adalah rajanya dengan “jalanan hydrangea” yang terkenal. Kuil Mimuroto-ji di Uji, Kyoto menawarkan pemandangan taman hydrangea yang luas di lereng bukit. Hakone juga terkenal dengan rute hydrangea di sepanjang jalur kereta apinya.

4. Musim Panas (Juli – Agustus)

Musim panas di Jepang terik dan penuh energi. Bunga-bunga yang mekar saat ini pun mencerminkan semangat tersebut.

a) Himawari (Bunga Matahari)
Puncaknya di Juli hingga Agustus. Bunga ini menjadi simbol musim panas yang ceria. Ladang bunga matahari yang luas menghadap ke langit biru menciptakan kontras warna yang sangat cerah dan membangkitkan semangat. Banyak peternakan yang membuka ladang mereka untuk umum dan mengadakan festival memotong bunga matahari.

Taman Bunga Matahari Hokuryu (youtube.com)

Lokasi ikonik untuk menikmati indahnya bunga ini ada di Taman Bunga Matahari Hokuryu. Hokkaido adalah yang terbesar dan paling terkenal di Jepang. Di dekat Tokyo, Showa Kinen Park (Tachikawa) juga memiliki ladang bunga matahari yang luas.

b) Oni-Yuri (Bunga Tiger Lily) dan Bunga Musim Panas Lainnya
Di alam liar dan taman pegunungan yang lebih sejuk, berbagai jenis bunga lili mulai bermekaran. Momen ini menambah keragaman warna di musim panas.

5. Musim Gugur (September – November)

Musim gugur di Jepang adalah simfoni warna. Diawali dengan nuansa misterius, lalu dilanjutkan dengan kemegahan warna merah dan emas.

a) Higanbana (Bunga Red Spider Lily)
Mekarnya secara singkat dan dramatis di sekitar ekuinoks musim gugur, akhir September hingga awal Oktober. Pemandangannya yang kontras, yaitu lautan bunga merah menyala di tepi sawah yang mulai mengering atau di sepanjang tanggul sungai. Suasananya terasa sedikit mistis dan sangat fotogenik terutama saat senja.

Lokasi ikonik untuk menikmati indahnya bunga ini ada di Kinchakuda, Saitama adalah destinasi nomor satu dengan hamparan lebih dari 5 juta bunga. Area sekitar Kota Maniwa, Okayama juga terkenal.

b) Kiku (Bunga Chrysanthemum atau Seruni)
Puncak musimnya di Oktober hingga November. Tidak seperti bunga lain yang dinikmati di alam bebas, bunga Kiku sering dinikmati dalam pameran-pameran khusus. Ini adalah seni budidaya tingkat tinggi di mana satu pohon bisa menghasilkan ratusan bunga dengan ukuran sempurna atau dibentuk menjadi boneka bunga raksasa. Suasananya lebih terasa formal dan kagum akan kemuliaan.

nihonmatsu kiku
Nihonmatsu Kiku Doll Festival di Fukushima
fukushima.travel

Lokasi ikonik untuk menikmati indahnya bunga ini ada di Pameran Bunga Seruni Nihonmatsu (Fukushima) terkenal dengan boneka bunga mekanisnya. Banyak taman dan kuil besar di seluruh Jepang seperti Shinjuku Gyoen (Tokyo) yang mengadakan pameran Kiku tahunan.

c) Kosumosu (Bunga Cosmos)
Bunga Cosmos juga mekar di musim gugur yaitu bulan Oktober hingga November. Bunga Cosmos yang lembut dan sederhana, bergoyang tertiup angin menciptakan pemandangan yang indah dan tenang. Ladang Cosmos berwarna merah muda, putih, dan merah sering menjadi latar belakang foto yang populer.

Lokasi ikonik untuk menikmati indahnya bunga ini ada di dataran tinggi Shibazakura di dekat Gunung Fuji memang terkenal dengan lumut phlox di musim semi. Namun, di musim gugur, area ini dan banyak taman lain di prefektur Yamanashi dan Nagano menjadi lokasi indah untuk menikmati Cosmos.

6. Puncak Musim Gugur (November – Desember)

Ini adalah musim “momijigari” atau perburuan daun musim gugur.

a) Momiji (Maple atau Daun Merah)
Dimulai dari akhir Oktober di pegunungan tinggi Hokkaido dan Tohoku mencapai puncaknya di wilayah Kanto dan Kansai (Tokyo dan Kyoto) pada pertengahan November hingga awal Desember. Pemandangan klasik Jepang yang paling dicari adalah kuil-kuil kuno dengan latar belakang gunung yang terbakar warna merah dan emas.

Aktivitas berjalan-jalan di jalur filosofis Kyoto, menikmati teh matcha sambil melihat taman kuil yang bergradasi warna, atau menyusuri ngarai dengan perahu sambil dikelilingi tebing-tebing berwarna-warni. Banyak kuil terkenal yang membuka pintu mereka lebih lama di malam hari untuk penerangan khusus (illumination) menciptakan pemandangan yang sangat magis.

images 2
Momiji di Kuil Kiyomizu-dera
japancheapo.com

Lokasi ikonik untuk menikmati indahnya bunga ini ada di Kyoto di Kiyomizu-dera, Tofuku-ji, Arashiyama, Nikko di Tochigi, Nikko di Hakone, dan Taman Rikugien di Tokyo.

7. Musim Dingin (Desember – April)

Musim dingin mungkin terlihat gersang, tapi justru di sinilah bunga Tsubaki menunjukkan kehebatannya.

a) Tsubaki (Bunga Camellia)
Bunga ini memiliki musim mekar yang sangat panjang dimulai dari Desember hingga April dengan puncaknya di berbagai wilayah berbeda. Di tengah dinginnya musim dingin dan dedaunan yang gugur, bunga Camellia yang besar dan berkilau bagaikan permata di atas pohon hijau gelap.

Melihatnya di taman kuil yang tenang saat musim dingin memberikan perasaan khusyuk dan damai, sangat sesuai dengan estetika musim dingin dalam budaya Jepang. Lokasi ikonik untuk menikmati indahnya bunga ini ada di Tsubaki-ya (Izu Oshima) adalah pulau yang terkenal dengan Camellia liar.

Di daratan utama, Kuil Ibaraki-dera (Osaka) dan Taman Hama-Rikyu (Tokyo) memiliki koleksi Camellia yang indah. Semenanjung Noto (Ishikawa) juga terkenal dengan Camellia-nya yang digunakan untuk menghasilkan minyak rambut berkualitas tinggi.

Taman Hama-Rikyu di Tokyo (youtube.com)

Dengan panduan detail ini, semoga perjalanan Minasan menjelajahi keindahan flora Jepang menjadi lebih kaya dan bermakna. Setiap musim menyimpan cerita dan keindahannya sendiri, menunggu untuk ditemukan.


Jepang adalah negeri yang dianugerahi kekayaan flora luar biasa. Sakura hanya bunga pembuka dari pesta panjang keindahan alam yang berlangsung sepanjang tahun. Dari ketangguhan Ume di akhir musim dingin, keanggunan Fuji di musim semi, misteri Higanbana di awal gugur, hingga keagungan Kiku sebagai simbol negara, setiap bunga memiliki cerita dan pesonanya sendiri.

Mempelajari bunga-bunga ini selain mengetahui nama dan waktu mekarnya, tapi juga tentang memahami jiwa dan estetika masyarakat Jepang yang hidup berdampingan dengan alam, merayakan setiap siklusnya dengan penuh kekaguman.

Jadi, jika Minasan punya kesempatan berkunjung ke Jepang, coba menyesuaikan jadwal perjalanannya untuk menyaksikan keindahan bunga-bunga ini ya. Nah, cukup sekian yang bisa Pandai Kotoba berikan mengenai 7 bunga khas Jepang selain bunga sakura yang tak kalah menarik. Jika Minasan ingin tahu dengan budaya Jepang lainnya, di website ini tersedia banyak infonya lho, Salah satunya ini nih: Seni Berkebun di Jepang yang Merenungi Keindahan Alam. Klik untuk membacanya ya.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *