Bahasa Jepang,  Pemula

Bahasa Anak vs Bahasa Orang Dewasa: Gaya Bicara Unik Orang Jepang!

Pernah nggak sih minasan nonton anime atau drama Jepang, terus mikir, โ€œLho, kok cara ngomong anak-anak beda banget sama orang dewasa, ya?โ€ Yap, di Jepang, cara bicara itu bisa berubah tergantung umur, status sosial, bahkan situasi! Anak-anak biasanya ngomong dengan gaya yang lebih polos dan lucu, sedangkan orang dewasa lebih banyak pakai bahasa sopan dan formal. Nah, di artikel ini, kita bakal kupas tuntas gimana sih bedanya cara bicara anak-anak Jepang dan orang dewasa, mulai dari pilihan kata sampai cara mereka menyampaikan sesuatu. Yuk, simak bareng-bareng~!

Bahasa anak
ใญใˆใญใˆใ€ใ„ใฃใ—ใ‚‡ใซใ‚ใใผ๏ผŸ

Apa Sih Maksudnya Gaya Bahasa Anak-anak dan Orang Dewasa di Jepang?

Jadi gini, Di Jepang, cara orang ngomong itu bisa berubah tergantung siapa yang ngomong, ke siapa dia ngomong, dan dalam situasi apa. Nah, di antara semua perbedaan itu, yang paling kelihatan banget adalah cara ngomong antara anak-anak dan orang dewasa. Anak-anak biasanya ngomong lebih sederhana, ekspresif, dan sering pakai gaya lucu atau manja. Mereka belum terlalu paham soal aturan sopan santun dalam bahasa, jadi ya gayanya cenderung polos dan apa adanya.

Sebaliknya, orang dewasa di Jepang harus lebih hati-hati waktu ngomong. Mereka pakai bahasa sopan (keigo), apalagi kalau ngobrol sama orang yang lebih tua, atasan, atau orang yang nggak begitu dekat. Gaya bicaranya bisa formal banget, bahkan kadang terdengar kaku. Tapi ya itu emang bagian dari budaya Jepang yang menjunjung tinggi kesopanan dan hierarki sosial. Makanya, kalau minasan belajar bahasa Jepang, penting juga nih buat tahu kapan harus ngomong kayak anak kecil, dan kapan harus pakai bahasa formal ala orang dewasa. Biar nggak salah tempat.

Perbedaan Gaya Bahasa Sehari-hari Anak dan Orang Dewasa

Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak Jepang biasanya ngomong dengan gaya yang lebih santai, lucu, dan kadang pakai suara yang agak manja. Misalnya, mereka sering banget pakai kata-kata kayak:

  • ๏ฝžใ ใ‚ˆ๏ผ(~dayo!) โ€“ buat menegaskan sesuatu.

Contoh: ใ“ใ‚Œใ€ใผใใฎใ ใ‚ˆ๏ผ(Kore, boku no dayo!) โ€“ Ini punyaku, lho!

  • ๏ฝžใชใฎ๏ผ(~nano!) โ€“ sering dipakai anak perempuan waktu ngomong dengan gaya imut.

Contoh: ใ‚ใŸใ—ใŒใ‚„ใ‚‹ใฎ๏ผ(Watashi ga yaru no!) โ€“ Aku yang mau ngerjain!

Sementara itu, orang dewasa lebih cenderung memakai bahasa yang sopan atau formal, apalagi kalau ngomong sama orang yang lebih tua atau di situasi kerja. Contohnya:

  • ๏ฝžใงใ™๏ผใพใ™(~desu/masu) โ€“ bentuk sopan yang wajib banget dipakai.

Contoh: ใ“ใ‚Œใฏ็งใฎใ‚‚ใฎใงใ™ใ€‚(Kore wa watashi no mono desu.) โ€“ Ini adalah milik saya.

Kalau udah akrab banget atau sama teman dekat, baru deh mereka pakai gaya bahasa kasual, kayak:

  • ใ†ใ‚“ใ€ใใ‚Œไฟบใฎใ€‚(Un, sore ore no.) โ€“ Iya, itu punyaku. (buat cowok)

Jadi intinya, anak-anak cenderung lebih ekspresif dan polos dalam berbicara, sementara orang dewasa lebih menyesuaikan gaya bicara mereka tergantung situasi dan lawan bicaranya.

gaya bicara
Peralihan Gaya Bicara: Dari Anak ke Dewasa

Peralihan Gaya Bicara: Dari Anak ke Dewasa

Dalam budaya Jepang, perubahan cara bicara dari anak-anak ke orang dewasa adalah proses alami yang terjadi seiring bertambahnya usia dan pengalaman sosial. Anak-anak Jepang biasanya mulai dengan gaya bicara yang polos dan ekspresif. Namun, saat mereka tumbuh dan masuk sekolah, mereka mulai diperkenalkan dengan bentuk sopan (๏ฝžใงใ™๏ผ๏ฝžใพใ™) melalui pembelajaran di kelas dan interaksi dengan guru.

Memasuki masa remaja, mereka mulai membedakan gaya bahasa untuk teman sebaya dan orang yang lebih tua. Saat masuk dunia kerja, penggunaan keigo (ๆ•ฌ่ชž) bahasa hormat dalam bentuk sonkeigo (bahasa sopan menghormati orang lain) dan kenjougo (merendahkan diri sendiri) menjadi sangat penting, terutama dalam komunikasi profesional.

Contoh perubahan gaya bicara:

  • Anak-anak:
    ๐Ÿง’ใ€Œใ“ใ‚Œใ€ใผใใฎใ ใ‚ˆ๏ผใ€(Ini punyaku, lho!)
  • Remaja:
    ๐Ÿง‘ใ€Œใ“ใ‚Œใ€ไฟบใฎใชใ‚“ใ ใ‘ใฉโ€ฆใ€(Ini punyaku, tapiโ€ฆ)
  • Dewasa:
    ๐Ÿ‘จใ€Œใ“ใกใ‚‰ใฏ็งใฎใ‚‚ใฎใงใ™ใ€‚ใ€(Ini adalah milik saya.)

Perubahan ini tidak hanya mencerminkan usia, tetapi juga memperlihatkan kedewasaan dalam memahami norma sosial dan menunjukkan rasa hormat kepada orang lain.

Kosakata yang Sering Digunakan Anak-anak

Anak-anak Jepang biasanya ngomong dengan kata-kata yang simpel, imut, dan kadang agak beda dari yang dipakai orang dewasa. Mereka belum terlalu pakai bahasa sopan, jadi lebih santai dan polos. Nah, ini dia beberapa kosakata yang sering banget keluar dari mulut anak-anak Jepang:

Kosakata Anak-anakArtiCatatan
ใผใ (boku)aku (untuk anak laki-laki)Dipakai anak cowok, kesannya sopan tapi tetap kasual
ใ‚ใŸใ— (watashi)akuUmum untuk anak cewek, tapi juga sopan
๏ฝžใ ใ‚ˆ (๏ฝždayo)โ€ฆlho / โ€ฆyaPenekanan, khas anak-anak
๏ฝžใชใฎ (๏ฝžnano)โ€ฆkok / โ€ฆnihGaya imut, sering dipakai anak cewek
ใ†ใ‚“ (un)iyaVersi kasual dari ใฏใ„ (hai)
ใ„ใ‚„ (iya)nggak / tidak mauKasual dari ใ„ใ„ใˆ (iie)
ใญใˆ (nee)eh / heyBuat manggil orang, mirip โ€œehโ€ dalam bahasa Indonesia
ใŠใชใ‹ใ™ใ„ใŸ (onaka suita)aku laparUmum banget diucapin anak-anak!
ใ‚‚ใ†๏ผ (mou!)aduh! / ih! / udah, ah!Ekspresi kesal/ngerajuk khas anak-anak
ใ‚ใƒผใ„๏ผ (waai!)horeee!Ekspresi senang

Contoh kalimat anak-anak:

  • ใผใใ€ใ‚ขใ‚คใ‚นใŸในใŸใ„๏ผ(Boku, aisu tabetai!) โ€“ Aku mau makan es krim!
  • ใ‚‚ใ†๏ผใ‚„ใ ใ‚ˆ๏ผ(Mou! Yada yo!) โ€“ Ih, nggak mau ah!
  • ใญใˆใญใˆใ€ใ„ใฃใ—ใ‚‡ใซใ‚ใใผ๏ผŸ(Nee nee, issho ni asobo?) โ€“ Eh, main bareng yuk?

Kosakata mereka memang terdengar lebih natural dan luwes, soalnya mereka belum kepikiran soal tata krama bahasa kayak orang dewasa. Lucu dan menggemaskan, ya!

Ekspresi dan Ucapan Khas Orang Dewasa Jepang

Nah, kalau anak-anak ngomongnya cenderung santai dan polos, orang dewasa Jepang justru sebaliknya mereka pakai bahasa yang lebih hati-hati, sopan, dan kadang formal banget tergantung situasinya. Nggak cuma pilihan katanya yang beda, tapi intonasi dan struktur kalimatnya juga lebih โ€œtertataโ€.

Berikut beberapa ucapan khas yang sering dipakai orang dewasa Jepang:

Ekspresi Orang DewasaArtinyaKapan Dipakai
ใŠใฏใ‚ˆใ†ใ”ใ–ใ„ใพใ™ (ohayou gozaimasu)Selamat pagiUntuk sapaan pagi yang sopan
ใŠใคใ‹ใ‚Œใ•ใพใงใ™ (otsukaresama desu)Terima kasih atas kerja kerasmuUmum dipakai di tempat kerja, antar kolega
ใ‚ˆใ‚ใ—ใใŠใญใŒใ„ใ—ใพใ™ (yoroshiku onegaishimasu)Mohon bantuannya / salam kenalSangat umum dalam perkenalan atau permintaan
ใ™ใฟใพใ›ใ‚“ (sumimasen)Permisi / MaafBisa buat minta maaf, atau manggil orang
ๅคฑ็คผใ—ใพใ™ (shitsurei shimasu)Permisi / Maaf menggangguDipakai waktu masuk/keluar ruangan formal
ใ‹ใ—ใ“ใพใ‚Šใพใ—ใŸ (kashikomarimashita)Baik, saya mengertiSuper sopan, sering dipakai di pelayanan pelanggan
ใ‚ใ‚ŠใŒใจใ†ใ”ใ–ใ„ใพใ™ (arigatou gozaimasu)Terima kasihBentuk sopan dari โ€œarigatouโ€

Contoh kalimat ala orang dewasa:

  • ๆœฌๆ—ฅใฏใ‚ใ‚ŠใŒใจใ†ใ”ใ–ใ„ใพใ™ใ€‚(Honjitsu wa arigatou gozaimasu.) – Terima kasih untuk hari ini.
  • ๅฐ‘ใ€…ใŠๅพ…ใกใใ ใ•ใ„ใ€‚(Shoushou omachi kudasai.) – Mohon tunggu sebentar ya.
  • ใ“ใกใ‚‰ใ“ใใ€ใ‚ˆใ‚ใ—ใใŠ้ก˜ใ„ใ—ใพใ™ใ€‚(Kochira koso, yoroshiku onegaishimasu.) – Sama-sama, saya juga mohon bantuannya.

Bisa kelihatan kan, kalau gaya bicara orang dewasa di Jepang itu lebih kalem, penuh hormat, dan kadang agak โ€œberjarak.โ€ Ini karena mereka sangat menjunjung tinggi tatemae (kesopanan luar) dan keigo (bahasa hormat).

ChatGPT Image 23 Apr 2025 08.08.08
(Kochira koso, yoroshiku onegaishimasu.) – Sama-sama, saya juga mohon bantuannya.

Tingkat Kesopanan: Anak-anak vs Orang Dewasa

Nah, ini bagian penting banget tingkat kesopanan (keigo ๆ•ฌ่ชž) dalam bahasa Jepang. Kalau anak-anak sih biasanya nggak mikir terlalu dalam soal sopan-sopan, ya. Mereka masih belajar, jadi ngomongnya polos dan langsung aja. Kadang mereka cuma pakai bentuk dasar kata kerja, atau bahkan cuma potong-potong katanya.

Contoh:

Anak-anak:

  • ใ“ใ‚Œใชใซ๏ผŸ(Kore nani?) – Ini apa?

(Langsung, tanpa basa-basi, haha)

Sementara itu, orang dewasa harus lebih hati-hati, terutama kalau ngomong sama orang yang lebih tua, atasan, atau orang asing. Mereka sering pakai bentuk sopan (masu-form), dan kalau situasinya formal, bisa naik level lagi pakai bahasa hormat (keigo).

Contoh:

Orang dewasa:

  • ใ“ใกใ‚‰ใฏไฝ•ใงใ—ใ‚‡ใ†ใ‹๏ผŸ(Kochira wa nan deshou ka?) – Boleh saya tahu ini apa?

(Lebih panjang, terdengar sopan dan halus)

Perbandingannya bisa disederhanakan kayak gini:

SituasiAnak-anakOrang Dewasa
Bicara dengan temanKasual, polosKasual tapi tetap menjaga sopan santun
Bicara dengan guruMungkin masih polosLebih sopan dan hati-hati
Bicara di kantorNggak relevanSuper sopan + pakai keigo
Ekspresi emosiMeledak-ledak, jujur bangetDitahan dan disampaikan dengan sopan

Jadi, kesopanan dalam bahasa Jepang itu penting banget buat orang dewasa, sedangkan anak-anak masih dianggap wajar kalau ngomongnya blak-blakan. Tapi seiring bertambah usia, mereka juga pelan-pelan belajar gimana caranya bicara sopan sesuai situasi.

Bentuk Kata Ganti yang Berbeda

Dalam bahasa Jepang, kata ganti orang juga beda-beda tergantung umur, jenis kelamin, dan tingkat kesopanan. Nah, ini yang bikin gaya ngomong anak-anak dan orang dewasa bisa beda banget! Anak-anak cenderung pakai kata ganti yang lebih kasual, imut, atau lucu, sedangkan orang dewasa pakai yang lebih netral atau sopanterutama kalau lagi di tempat kerja atau ngomong sama orang penting.

Yuk, kita lihat perbandingannya:

MaknaAnak-anakOrang Dewasa (Kasual)Orang Dewasa (Sopan/Netral)
Aku (laki-laki)ใผใ (boku)ใŠใ‚Œ (ore)ใ‚ใŸใ— (watashi)
Aku (perempuan)ใ‚ใŸใ— (watashi) / ใ‚ใŸใ— (atashi)ใ‚ใŸใ— (atashi)ใ‚ใŸใ— (watashi)
Kamuใใฟ (kimi)ใŠใพใˆ (omae)*ใ‚ใชใŸ (anata)
Dia (laki-laki)ใ‚ใฎใ“ (ano ko)ใ‚ใ„ใค (aitsu)*ใ‚ใฎใฒใจ (ano hito)
Dia (perempuan)ใ‚ใฎใ“ (ano ko)ใ‚ใ„ใค (aitsu)*ใ‚ใฎใฒใจ (ano hito)

*Catatan: โ€œใŠใพใˆโ€ dan โ€œใ‚ใ„ใคโ€ bisa terdengar kasar tergantung siapa yang ngomong dan ke siapa. Biasanya antar teman dekat atau di anime aja ya.

Contoh pemakaian:

Anak-anak:

  • ใผใใฎใจใ‚‚ใ ใกใ ใ‚ˆ๏ผ(Boku no tomodachi da yo!) – Dia temen aku, lho!

Orang dewasa:

  • ็งใฎๅ‹ไบบใงใ™ใ€‚(Watashi no yuujin desu.) –  Beliau teman saya.

Jadi, walaupun maksudnya sama-sama “aku” atau “kamu”, bentuk kata gantinya bisa kasih kesan beda banget entah itu terdengar imut, cuek, sopan, atau bahkan kasar!

ChatGPT Image 23 Apr 2025 08.59.25
(Boku no tomodachi da yo!) – Dia temen aku, lho!

Contoh Percakapan: Anak-anak vs Orang Dewasa

Untuk lebih ngerti gimana sih perbedaan gaya bahasa anak-anak dan orang dewasa dalam percakapan sehari-hari, yuk lihat contoh percakapan berikut!

Percakapan 1: Menanyakan Sesuatu

Anak-anak:

A: ใญใˆใ€ใ“ใ‚Œใชใซ๏ผŸ(Nee, kore nani?) – Eh, ini apa?

B: ใใ‚Œใฏใญใ€ใƒ”ใ‚ซใƒใƒฅใ‚ฆใฎใฌใ„ใใ‚‹ใฟใ ใ‚ˆใ€‚(Sore wa ne, Pikachu no nuigurumi da yo.) – Itu, lho, boneka Pikachu.

Orang Dewasa:

A: ใ™ใฟใพใ›ใ‚“ใ€ใ“ใกใ‚‰ใฏไฝ•ใงใ—ใ‚‡ใ†ใ‹๏ผŸ(Sumimasen, kochira wa nan deshou ka?) – Permisi, ini apa ya?

B: ใใ‚Œใฏใƒ”ใ‚ซใƒใƒฅใ‚ฆใฎใฌใ„ใใ‚‹ใฟใงใ™ใ€‚(Sore wa Pikachu no nuigurumi desu.) -Itu adalah boneka Pikachu.

Perbedaannya:

Anak-anak menggunakan bahasa yang lebih langsung, kasual, dan pakai kata ganti seperti ใญใˆ (nee) dan ใชใซ (nani).

Orang dewasa memilih bahasa yang lebih sopan, menggunakan kata seperti ใ™ใฟใพใ›ใ‚“ (sumimasen) dan ใงใ—ใ‚‡ใ†ใ‹ (deshou ka).

Percakapan 2: Meminta Bantuan

Anak-anak:

A: ใญใˆใ€ใกใ‚‡ใฃใจๆ‰‹ไผใฃใฆ๏ผ(Nee, chotto tetsudatte!) – Eh, bantuin sebentar dong!

B: ใ†ใ‚“ใ€ใ„ใ„ใ‚ˆ๏ผ(Un, ii yo!) – Iya, boleh!

ChatGPT Image 23 Apr 2025 09.04.34
A: (Nee, chotto tetsudatte!) – Eh, bantuin sebentar dong!
B: (Un, ii yo!) – Iya, boleh!

Orang Dewasa:

A: ใ™ใฟใพใ›ใ‚“ใ€ๅฐ‘ใ—ใŠๆ‰‹ไผใ„ใ—ใฆใ„ใŸใ ใ‘ใพใ™ใ‹๏ผŸ(Sumimasen, sukoshi otetsudai shite itadakemasu ka?) – Permisi, bisa tolong bantu sebentar?

B: ใฏใ„ใ€ใ‚‚ใกใ‚ใ‚“ใงใ™ใ€‚(Hai, mochiron desu.) – Tentu saja.

ChatGPT Image 23 Apr 2025 09.10.25
A: (Sumimasen, sukoshi otetsudai shite itadakemasu ka?) – Permisi, bisa tolong bantu sebentar?
B: (Hai, mochiron desu.) – Tentu saja.

Perbedaannya:

Anak-anak cenderung langsung menggunakan kata kerja ๆ‰‹ไผใฃใฆ (tetsudatte) dalam bentuk imperatif tanpa banyak formalitas.

Orang dewasa pakai bentuk yang lebih sopan dengan ใ„ใŸใ ใ‘ใพใ™ใ‹ (itadakemasu ka) untuk menunjukkan rasa hormat.

Percakapan 3: Mengungkapkan Perasaan

Anak-anak:

A: ใ‚‚ใ†๏ผใ†ใ‚‹ใ•ใ„๏ผ(Mou! Urusai!) – Ih, bising banget!

B: ใ”ใ‚ใ‚“ใ€ใ”ใ‚ใ‚“ใ€‚(Gomen, gomen.) – Maaf, maaf.

Orang Dewasa:

A: ใ™ใฟใพใ›ใ‚“ใ€ใกใ‚‡ใฃใจ้™ใ‹ใซใ—ใฆใ„ใŸใ ใ‘ใพใ™ใ‹๏ผŸ(Sumimasen, chotto shizuka ni shite itadakemasu ka?) – Permisi, bisa lebih tenang sedikit?

B: ็”ณใ—่จณใ‚ใ‚Šใพใ›ใ‚“ใ€ใ™ใใซ้™ใ‹ใซใ—ใพใ™ใ€‚(Moushiwake arimasen, sugu ni shizuka ni shimasu.) – Mohon maaf, saya akan segera menenangkan diri.

Perbedaannya:

Anak-anak lebih spontan dan kadang tidak peduli dengan tingkat kesopanan dalam menyampaikan perasaan mereka.

Orang dewasa akan menggunakan bentuk permintaan yang lebih sopan, seperti ใ„ใŸใ ใ‘ใพใ™ใ‹ (itadakemasu ka) dan ็”ณใ—่จณใ‚ใ‚Šใพใ›ใ‚“ (moushiwake arimasen) untuk menunjukkan penyesalan.

Pengaruh Usia dan Lingkungan terhadap Gaya Bahasa

Usia dan lingkungan adalah dua faktor besar yang mempengaruhi gaya bahasa dalam percakapan sehari-hari di Jepang. Karena bahasa Jepang memiliki berbagai level kesopanan, cara seseorang berbicara bisa berbeda banget tergantung pada berapa usia mereka dan di mana mereka berada.

Pengaruh Usia:

  • Anak-anak biasanya masih belajar bagaimana cara bicara yang tepat. Mereka lebih suka ngomong dengan cara yang langsung dan spontan. Seiring bertambahnya usia, mereka mulai belajar menggunakan bentuk keigo (bahasa hormat), terutama saat mereka mulai masuk ke sekolah atau bekerja.
  • Contoh:
    Anak-anak mungkin akan bilang, ใ“ใ‚ŒใŠใ„ใ—ใ„๏ผ (Kore oishii!) yang artinya “Ini enak!” dengan ekspresi yang polos dan sederhana.
    Sedangkan orang dewasa akan bilang, ใ“ใกใ‚‰ใฏใŠใ„ใ—ใ„ใงใ™ใญใ€‚(Kochira wa oishii desu ne.) yang artinya “Ini enak, ya.” dengan cara yang lebih sopan.
  • Orang dewasa lebih memperhatikan siapa lawan bicara mereka. Mereka akan menggunakan bahasa yang lebih sopan dan berhati-hati ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, atasan, atau orang asing. Gaya bicara mereka sering kali lebih terstruktur dan terkontrol.
ChatGPT Image 23 Apr 2025 09.22.52
(Kore oishii!) – Ini enak!

Pengaruh Lingkungan:

  • Lingkungan Keluarga: Di dalam keluarga, gaya bicara bisa jadi lebih santai dan kasual. Misalnya, anak-anak akan lebih sering memakai kata ganti seperti ใผใ (boku) atau ใ‚ใŸใ— (atashi), dan berbicara langsung tanpa banyak formalitas.
  • Contoh:
  • Di rumah, anak-anak mungkin akan berkata, ใƒžใƒžใ€ใ“ใ‚Œใ‚„ใ‚ŠใŸใ„๏ผ(Mama, kore yaritai!) yang artinya “Mama, aku mau ini!” dengan nada yang lebih tidak formal.
  • Lingkungan Sekolah/Teman Sebaya: Di sekolah atau dengan teman, anak-anak juga menggunakan gaya bicara yang lebih ringan dan tidak formal, meskipun tetap menjaga sedikit rasa hormat. Mereka cenderung memakai kata ganti seperti ใใฟ (kimi) atau ใŠใพใˆ (omae) ketika berbicara dengan teman dekat.
  • Lingkungan Kerja atau Formal: Ketika berada di lingkungan kerja atau situasi formal, baik anak muda maupun orang dewasa akan berusaha menggunakan keigo untuk menunjukkan rasa hormat kepada atasan, rekan kerja yang lebih senior, atau klien. Misalnya, orang dewasa yang berbicara dengan atasannya akan menggunakan kata-kata seperti ใ“ใกใ‚‰ (kochira) untuk menyebutkan “saya” atau ใ€œใ„ใŸใ—ใพใ™ (itashimasu) untuk bentuk yang sangat sopan dari ใ™ใ‚‹ (suru) yang berarti “melakukan.”
  • Contoh:
    Dalam konteks kerja, seseorang akan bilang, ใ“ใกใ‚‰ใฎ่ณ‡ๆ–™ใ‚’ใŠๆธกใ—ใ—ใพใ™ใ€‚(Kochira no shiryou o owatashi shimasu.) yang artinya “Saya akan menyerahkan dokumen ini” dalam bahasa yang sopan.
ChatGPT Image 23 Apr 2025 09.15.33
(Kochira no shiryou o owatashi shimasu.) – Saya akan menyerahkan dokumen ini

Pengaruh Dialek dan Regional:

Di Jepang, dialek regional (atau ben ๆ–น่จ€) juga berperan dalam cara orang berbicara. Misalnya, orang dari Osaka (Kansai) cenderung berbicara dengan dialek yang lebih kasual dan ekspresif, seperti menggunakan ใ‚„ (ya) di akhir kalimat untuk memberikan penekanan, sementara orang dari Tokyo mungkin lebih cenderung menggunakan bahasa yang lebih standar dan formal.

Contoh di Kansai:

  • ใชใ‚“ใงใ‚„ใญใ‚“๏ผ(Nande yanen!) – Kenapa sih?! (Ekspresi kecewa atau marah dalam dialek Kansai)

Contoh di Tokyo:

  • ใชใ‚“ใงใงใ™ใ‹๏ผŸ(Nande desu ka?) – Kenapa? (Lebih formal dan sopan)

Bahasa Gaul Anak-anak Jepang

Bahasa gaul di Jepang, atau sering disebut dengan istilah ่‹ฅ่€…่จ€่‘‰ (wakamono kotoba) atau ใƒใƒƒใƒˆใ‚นใƒฉใƒณใ‚ฐ (netto surangu) (bahasa slang di internet), adalah jenis bahasa yang lebih bebas dan santai, sering kali digunakan oleh anak-anak, remaja, dan bahkan orang dewasa muda. Bahasa ini banyak berkembang di kalangan anak muda, terutama di kalangan pelajar atau di dunia maya.

1. Kata-kata Kasual yang Populer

  • ใ†ใ‚‹ใ•ใ„ (urusai) โ†’ Bising

Dalam bahasa gaul, urusai yang artinya “bising” bisa jadi lebih ekspresif dan digunakan untuk menyebut sesuatu yang mengganggu. Misalnya, anak-anak sering bilang ใ†ใ‚‹ใฃใ•ใ„๏ผ(urusai!) untuk menyatakan kekesalan.

  • ใ ใ‚ (dame) โ†’ Tidak boleh, tidak bisa

Biasanya digunakan untuk menegur atau bilang sesuatu yang tidak diperbolehkan. Namun, dalam bahasa gaul, kata ini sering dipakai dengan intonasi lebih ringan dan santai, misalnya ใ ใ‚ใ ใ‚ˆ๏ผ(Dame da yo!) yang bisa berarti “Gak bisa gitu, lho!”

  • ใชใ‚“ใง (nande) โ†’ Kenapa

Anak-anak sering menggunakan ใชใ‚“ใง (nande) untuk menanyakan sesuatu dengan cara yang lebih informal. Misalnya, ใชใ‚“ใงใ ใ‚ˆ๏ผ(nande da yo!) bisa berarti “Kenapa sih?!”

ChatGPT Image 23 Apr 2025 09.22.31
(nande da yo!) bisa berarti “Kenapa sih?!”

2. Ekspresi yang Sering Digunakan

  • ใƒคใƒใ„ (yabai) โ†’ Keren/Parah

Yabai adalah salah satu kata slang paling populer yang punya banyak arti. Bisa berarti sesuatu yang sangat baik, seru, atau bahkan bisa juga berarti buruk atau mengerikan, tergantung konteksnya. Misalnya:

  • ใƒคใƒใ„๏ผ(Yabai!) – Keren banget!
  • ใƒคใƒใ„ใ‚ˆใ€ใใ‚Œ๏ผ(Yabai yo, sore!) – Itu parah banget!
  • ใ™ใ”ใ„ (sugoi) โ†’ Keren, hebat

Kata ini sebenarnya sudah ada dalam bahasa Jepang standar, tapi dalam bahasa gaul anak-anak, ini sering digunakan untuk mengekspresikan kekaguman dengan cara yang lebih santai. Misalnya, ใ™ใ”ใใชใ„๏ผŸ(Sugokunai?) yang berarti “Gak keren banget, sih?”

  • ใ†ใ‘ใ‚‹ (ukeru) โ†’ Lucu banget

Ukeru sering dipakai untuk menunjukkan bahwa sesuatu sangat lucu atau menggelikan. Misalnya:

  • ใใ‚Œใ†ใ‘ใ‚‹๏ผ(Sore ukeru!) – Itu lucu banget!

3. Kata Ganti yang Lebih Kasual

  • ไฟบ (ore) โ†’ Saya (pria)

Kata ganti ini sering digunakan oleh anak laki-laki dalam percakapan kasual dengan teman-temannya. Misalnya, ไฟบใ€่กŒใ๏ผ(Ore, iku!) yang berarti “Saya pergi!”

  • ใ‚ใŸใ— (atashi) โ†’ Saya (perempuan)

Atashi digunakan oleh perempuan dalam percakapan santai, meskipun terkadang ใ‚ใŸใ— (watashi) yang lebih formal masih digunakan. Misalnya, ใ‚ใŸใ—ใ€้ฃŸในใŸใ„๏ผ(Atashi, tabetai!) yang berarti “Saya mau makan!”

  • ใŠๅ‰ (omae) โ†’ Kamu (umumnya untuk laki-laki)

Kata ini digunakan di antara teman dekat atau dalam situasi yang lebih santai. Meski begitu, penggunaannya harus hati-hati, karena dalam konteks tertentu bisa terdengar kasar. Misalnya: ใŠๅ‰ใ€ใฉใ†ใ—ใŸใฎ๏ผŸ(Omae, doushita no?) yang berarti “Kamu kenapa?”

4. Penggunaan Partikel Gaul

ใ€œใญ (ne) โ†’ Ya kan?

Partikel ini sering digunakan oleh anak-anak untuk menambahkan nuansa mengajak atau meminta persetujuan. Misalnya, ใ“ใ‚ŒใŠใ„ใ—ใ„ใญ๏ผ(Kore oishii ne!) yang berarti “Ini enak, ya kan?”

kore oishi
(Kore oishii ne!) – Ini enak, ya kan?

ใ€œใ ใ‚ˆ (da yo) โ†’ Lho, gitu loh!

Da yo digunakan untuk menegaskan atau memberikan informasi tambahan dengan cara yang lebih kasual. Misalnya: ๆœฌๅฝ“ใซ่กŒใใ‚“ใ ใ‚ˆ๏ผ(Hontou ni ikun da yo!) yang berarti “Serius, aku pergi!”

Cara Berbicara Formal dan Informal di Kalangan Dewasa

1. Gaya Berbicara Formal:

Gaya bicara formal di Jepang digunakan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, atasan, orang asing, atau dalam situasi yang lebih resmi. Biasanya, bahasa formal ini menggunakan keigo (bahasa hormat), yang memiliki tiga bentuk utama: sonkeigo (bahasa hormat), kenjougo (bahasa kerendahan hati), dan teineigo (bahasa sopan).

Contoh Kata Ganti Formal:

  • ็ง (ใ‚ใŸใ—, watashi): Saya (digunakan untuk orang dewasa dalam situasi formal)
  • ใ‚ใชใŸ (anata): Anda (untuk orang yang dihormati, meskipun dalam beberapa kasus lebih baik menghindari ini dan menggunakan nama dengan -san)

Contoh Kalimat Formal:

  • ่กŒใใพใ™ (ikimasu) โ†’ Saya pergi. (bentuk sopan dari ่กŒใ (iku) yang berarti “pergi”)
  • ใ”ๅ”ๅŠ›ใ‚ใ‚ŠใŒใจใ†ใ”ใ–ใ„ใพใ™ (go-kyouryoku arigatou gozaimasu) โ†’ Terima kasih atas kerjasamanya. (ungkapan formal yang menunjukkan rasa terima kasih)

Gaya bicara formal digunakan di tempat kerja, dalam pertemuan bisnis, atau dalam situasi resmi lainnya. Orang dewasa sangat menjaga jarak dan sopan santun dalam berbicara, terutama dengan atasan atau orang yang lebih tua.

2. Gaya Berbicara Informal:

Di sisi lain, gaya bicara informal lebih santai dan digunakan di kalangan teman sebaya, keluarga, atau orang yang sangat dekat. Bahasa informal ini lebih ringan dan lebih mudah, tanpa banyak aturan kesopanan yang mengikat.

Contoh Kata Ganti Informal:

  • ๅƒ• (ใผใ, boku): Saya (digunakan oleh pria muda atau pria yang ingin terdengar lebih sopan meskipun dalam situasi informal)
  • ไฟบ (ใŠใ‚Œ, ore): Saya (digunakan oleh pria dalam situasi sangat informal dan kasual)
  • ใ‚ใ‚“ใŸ (anta): Kamu (informal, bisa terdengar kasar tergantung pada konteks)

Contoh Kalimat Informal:

  • ่กŒใ (iku) โ†’ Saya pergi. (bentuk biasa dari ่กŒใใพใ™ (ikimasu))
  • ใ‚ใ‚ŠใŒใจใ† (arigatou) โ†’ Terima kasih. (bentuk informal dari ใ‚ใ‚ŠใŒใจใ†ใ”ใ–ใ„ใพใ™ (arigatou gozaimasu))

Gaya bicara informal sering digunakan oleh orang yang sudah akrab satu sama lain, seperti teman dekat, anggota keluarga, atau pasangan. Anak muda di Jepang juga cenderung menggunakan bahasa ini, baik dalam percakapan sehari-hari maupun di media sosial.

3. Perbedaan Penggunaan dalam Percakapan Sehari-hari:

Dengan Teman Sebaya atau Orang yang Akrab:

Dalam percakapan dengan teman atau rekan sebaya, orang dewasa di Jepang lebih sering menggunakan informal dan bahasa yang lebih santai.

Contoh:

  • ใŠ็–ฒใ‚Œๆง˜ใ€ๅ…ƒๆฐ—๏ผŸ (Otsukaresama, genki?) โ†’ Apa kabar, sudah capek?

Di sini, ใŠ็–ฒใ‚Œๆง˜ (Otsukaresama) adalah ungkapan yang lebih informal, meskipun digunakan setelah pekerjaan selesai, dan ๅ…ƒๆฐ— (genki) artinya “kabar baik” dalam bentuk yang lebih santai.

Dengan Atasan atau Orang yang Lebih Tua:

Dengan atasan atau orang yang lebih tua, bahasa yang digunakan harus sangat formal dan sopan, untuk menunjukkan rasa hormat.

Contoh:

ใŠ็–ฒใ‚Œๆง˜ใงใ™ใ€‚ใŠๅ…ˆใซๅคฑ็คผใ—ใพใ™ใ€‚ (Otsukaresama desu. Osaki ni shitsurei shimasu.) โ†’ Terima kasih atas kerja kerasnya. Mohon izin duluan. Di sini, penggunaan ใŠ็–ฒใ‚Œๆง˜ใงใ™ (Otsukaresama desu) dan ใŠๅ…ˆใซๅคฑ็คผใ—ใพใ™ (Osaki ni shitsurei shimasu) menunjukkan tingkat kesopanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan informal.

Gemini Generated Image p92tgvp92tgvp92t
(Otsukaresama desu. Osaki ni shitsurei shimasu.) – Terima kasih atas kerja kerasnya. Mohon izin duluan.

4. Penggunaan Keigo (Bahasa Hormat) dalam Formal:

Keigo penting dalam situasi formal dan memiliki perbedaan dalam pengucapan, baik itu sonkeigo (bahasa untuk menghormati orang lain), kenjougo (bahasa yang menunjukkan kerendahan diri), atau teineigo (bahasa sopan standar). Gaya bicara formal ini digunakan untuk menghindari kesan sombong dan untuk menunjukkan rasa hormat.

Contoh Keigo dalam Formal:

  • ใŠใฃใ—ใ‚ƒใ‚‹ (ossharu) โ†’ Bentuk kehormatan dari kata ่จ€ใ† (iu) yang berarti “berkata.”
  • ็คพ้•ทใŒใŠใฃใ—ใ‚ƒใฃใŸ้€šใ‚Šใงใ™ (Shachou ga osshatta toori desu) – Seperti yang dikatakan oleh direktur.
  • ใ„ใŸใ™ (itasu) โ†’ Bentuk kerendahan hati dari ใ™ใ‚‹ (suru) yang berarti “melakukan.”
  • ใ“ใกใ‚‰ใฎๆ‰‹็ถšใใฏ็งใŒใ„ใŸใ—ใพใ™ (Kochira no tetsuzuki wa watashi ga itashimasu) – Saya yang akan melaksanakan prosedur ini.

5. Kapan Menggunakan Formal dan Informal:

Formal:

  • Pertemuan bisnis
  • Berbicara dengan orang yang lebih tua
  • Situasi resmi atau pekerjaan
  • Ketika berbicara dengan orang asing atau orang yang baru dikenal

Informal:

  • Dengan teman dekat atau keluarga
  • Saat berbicara dengan orang sebaya yang sudah sangat akrab
  • Di media sosial atau chat yang lebih kasual

Kesimpulan:

Perbedaan cara berbicara antara anak-anak dan orang dewasa di Jepang mencerminkan pentingnya kesopanan, hierarki sosial, dan konteks dalam budaya Jepang. Dalam budaya ini, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol penghormatan dan status. Anak-anak cenderung menggunakan bahasa yang lebih bebas dan langsung, sementara orang dewasa diharapkan berbicara dengan lebih sopan dan memperhatikan norma sosial.


Dengan memahami perbedaan ini, kita bisa lebih menghargai bagaimana bahasa membentuk identitas sosial dan memengaruhi interaksi dalam berbagai lingkungan, baik formal maupun informal.Yuk, terus semangat latihan dan jangan malu buat coba-coba berbagai contoh kalimat! Sampai ketemu lagi di materi seru berikutnya bareng Pandaikotoba. Oh iya, jangan lupa follow Instagram-nya juga ya, Minasan!

Belajar bahasa Jepang itu asyik banget, lho. ใŒใ‚“ใฐใฃใฆใญ!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *