Bahasa Jepang,  Tata Bahasa Jepang

Modifikasi Kata Benda dengan Kata Benda (名詞+名詞): Cara Membentuk Frasa Nomina dalam Bahasa Jepang

Dalam bahasa Jepang, kata benda atau 名詞 (meishi) tidak hanya berdiri sendiri, tetapi juga dapat memodifikasi atau menerangkan kata benda lain untuk membentuk frasa yang lebih spesifik. Pola ini dikenal dengan istilah “modifikasi kata benda dengan kata benda” (名詞+名詞).

Struktur ini sangat umum digunakan dalam bahasa Jepang sehari-hari baik dalam percakapan, tulisan, maupun teks formal. Misalnya, frasa seperti 日本の文化 (nihon no bunka, budaya Jepang) atau 学生の本 (gakusei no hon, buku milik siswa) memperlihatkan bagaimana satu kata benda menjelaskan kata benda lainnya melalui partikel の (no).

Memahami cara pembentukan frasa seperti ini sangat penting bagi pelajar bahasa Jepang karena pola meishi + meishi sering muncul dalam berbagai situasi komunikasi. Dengan menguasainya, kita bisa menyusun kalimat yang lebih alami, jelas, dan sesuai dengan tata bahasa Jepang.

Pengertian Modifikasi Kata Benda dengan Kata Benda (名詞+名詞)

Dalam bahasa Jepang, modifikasi kata benda dengan kata benda (名詞+名詞) berarti satu kata benda digunakan untuk menerangkan atau menjelaskan kata benda lainnya. Dengan kata lain, dua kata benda digabungkan agar maknanya menjadi lebih spesifik dan jelas.

Biasanya, hubungan antar kedua kata benda tersebut dinyatakan dengan partikel の (no), yang berfungsi seperti kata “dari” atau “milik” dalam bahasa Indonesia. Contohnya:

  • 日本の車 (nihon no kuruma) → mobil Jepang (mobil yang berasal dari Jepang)
  • 先生の本 (sensei no hon) → buku guru (buku milik guru)

Dalam pola ini, kata benda pertama (名詞1) berperan sebagai penjelas atau keterangan, sedangkan kata benda kedua (名詞2) adalah kata utama yang dijelaskan.

Strukturnya dapat dirumuskan sebagai:

名詞1 + の + 名詞2(Kata benda 1 + no + Kata benda 2)

Namun, dalam beberapa kasus tertentu, partikel の (no) dapat dihilangkan ketika kedua kata benda sudah membentuk istilah tetap atau kata majemuk (jukugo, 熟語), seperti:

  • 電車駅 (densha eki) → stasiun kereta
  • 山道 (yamamichi) → jalan gunung
modifikasi kata benda
先生の本 (sensei no hon) → buku guru (buku milik guru)

Pola Umum Pembentukan Frasa Nomina

Dalam bahasa Jepang, frasa nomina (名詞句 / meishi-ku) dibentuk dengan cara menggabungkan dua kata benda (名詞 / meishi), di mana kata benda pertama berfungsi menjelaskan kata benda kedua. Pola ini merupakan salah satu struktur paling dasar dan penting dalam tata bahasa Jepang.

Berikut adalah pola-pola umum pembentukannya:

1. Pola Dasar: [名詞1] + の + [名詞2]

Inilah pola yang paling sering digunakan untuk menunjukkan hubungan atau keterangan antara dua kata benda. Kata benda pertama (名詞1) menerangkan kata benda kedua (名詞2).

Pola: 名詞1 + の + 名詞2(Kata benda 1 + no + Kata benda 2)

Contoh:

  • 日本の文化 (nihon no bunka) → budaya Jepang
  • 学校の先生 (gakkou no sensei) → guru sekolah
  • 友だちの家 (tomodachi no ie) → rumah teman

Makna umum:

  • Kepemilikan → 私の本 (buku saya)
  • Asal/tempat → 日本の車 (mobil Jepang)
  • Jenis/topik → 英語の授業 (pelajaran bahasa Inggris)
  • Hubungan → 父の会社 (perusahaan ayah)

2. Pola Gabungan Tanpa “の”: [名詞1] + [名詞2]

Dalam beberapa istilah tetap atau kata majemuk (熟語 / jukugo), partikel の (no) dapat dihilangkan, karena kedua kata tersebut sudah menjadi satu kesatuan makna.

Pola: 名詞1 + 名詞2(Kata benda 1 langsung diikuti kata benda 2)

Contoh:

  • 雨雲 (amagumo) → awan hujan
  • 山道 (yamamichi) → jalan gunung
  • 電車駅 (densha eki) → stasiun kereta
  • 花火 (hanabi) → kembang api

Catatan: Pola ini umumnya ditemukan pada kata majemuk tetap, nama benda, atau istilah umum yang sudah melekat dalam bahasa Jepang.

3. Pola Berantai (Kombinasi Lebih dari Dua Kata Benda)

Kadang kala, lebih dari dua kata benda dapat digabungkan untuk membentuk frasa yang lebih panjang dan kompleks.

Pola: 名詞1 + の + 名詞2 + の + 名詞3(Kata benda 1 + no + Kata benda 2 + no + Kata benda 3)

Contoh:

  • 日本の大学の先生 (nihon no daigaku no sensei) → dosen universitas Jepang
  • 東京の会社の人 (toukyou no kaisha no hito) → orang dari perusahaan di Tokyo
1000392133
日本の大学の先生 (nihon no daigaku no sensei) → dosen universitas Jepang

Fungsi dan Makna Hubungan antar Kata Benda

Dalam bahasa Jepang, gabungan dua kata benda (名詞+名詞) tidak hanya menunjukkan kepemilikan, tetapi juga beragam hubungan makna tergantung konteks dan posisi kedua kata tersebut. Pola ini membantu memperjelas hubungan logis antara benda, tempat, orang, maupun konsep yang dijelaskan. Berikut adalah fungsi dan makna utama dari hubungan antar kata benda:

1. Kepemilikan atau Hubungan Pemilik (Possessive Relationship)

Menunjukkan bahwa kata benda pertama memiliki atau berhubungan langsung dengan kata benda kedua.

Pola: 名詞1 の 名詞2 → (Kata benda 2 milik atau berkaitan dengan kata benda 1)
Contoh:

  • 私の本 (watashi no hon) → buku saya
  • 先生の車 (sensei no kuruma) → mobil guru
  • 友だちの家 (tomodachi no ie) → rumah teman

Makna:

  • Kata benda 1 = pemilik,
  • Kata benda 2 = benda yang dimiliki.

2. Asal atau Tempat (Origin / Location)

Menunjukkan asal, tempat, atau lokasi yang berkaitan dengan kata benda kedua.
Contoh:

  • 日本の文化 (nihon no bunka) → budaya Jepang
  • 東京の会社 (toukyou no kaisha) → perusahaan di Tokyo
  • 学校の先生 (gakkou no sensei) → guru sekolah

Makna:
Kata benda 1 = tempat atau sumber asal sesuatu.

3. Jenis, Kategori, atau Topik (Type / Category / Topic)

Menunjukkan jenis atau bidang dari kata benda kedua, biasanya digunakan dalam konteks akademik, pekerjaan, atau kegiatan.
Contoh:

  • 英語の授業 (eigo no jugyou) → pelajaran bahasa Inggris
  • 音楽の先生 (ongaku no sensei) → guru musik
  • スポーツの試合 (supōtsu no shiai) → pertandingan olahraga

Makna:

  • Kata benda 1 = bidang/topik utama,
  • Kata benda 2 = subjek atau kegiatan terkait.

4. Bagian dari Suatu Keseluruhan (Part-Whole Relationship)

Menunjukkan bahwa kata benda pertama adalah bagian dari kata benda kedua.
Contoh:

  • 車のドア (kuruma no doa) → pintu mobil
  • 家の屋根 (ie no yane) → atap rumah
  • 木の枝 (ki no eda) → ranting pohon

Makna:

  • Kata benda 1 = keseluruhan,
  • Kata benda 2 = bagian dari keseluruhan itu.

5. Tujuan, Penggunaan, atau Fungsi (Purpose / Use / Function)

Menunjukkan tujuan atau fungsi dari kata benda kedua — biasanya kata benda pertama menunjukkan objek atau bahan.

Contoh:

  • コーヒーカップ (kōhī kappu) → cangkir untuk kopi
  • ごはん茶碗 (gohan chawan) → mangkuk nasi
  • 靴箱 (kutsu bako) → rak sepatu

Makna:

  • Kata benda 1 = tujuan/fungsi,
  • Kata benda 2 = benda yang digunakan untuk tujuan tersebut.

6. Waktu atau Periode (Time / Duration)

Menunjukkan waktu terjadinya atau periode tertentu yang berkaitan dengan kata benda kedua.
Contoh:

  • 冬の朝 (fuyu no asa) → pagi musim dingin
  • 昨日のニュース (kinou no nyūsu) → berita kemarin
  • 来年の計画 (rainen no keikaku) → rencana tahun depan

Makna:

  • Kata benda 1 = waktu atau musim,
  • Kata benda 2 = peristiwa atau kegiatan yang terjadi pada waktu itu.

Contoh dan Analisis Frasa Nomina

Agar lebih mudah memahami bagaimana dua kata benda (名詞+名詞) saling berhubungan dalam bahasa Jepang, mari kita lihat beberapa contoh frasa nomina beserta analisis maknanya. Setiap frasa menunjukkan fungsi dan hubungan makna yang berbeda, seperti kepemilikan, asal, kategori, bagian, atau fungsi.

Frasa Nomina (名詞+名詞)RomajiArti Bahasa IndonesiaJenis HubunganAnalisis Makna
私の本watashi no honbuku sayaKepemilikan「私」 menerangkan bahwa buku tersebut milik “saya”.
学校の先生gakkou no senseiguru sekolahAsal / Tempat「学校」 menjelaskan tempat di mana guru tersebut bekerja.
日本の文化nihon no bunkabudaya JepangAsal / Negara「日本」 menunjukkan asal budaya, yaitu dari Jepang.
英語の授業eigo no jugyoupelajaran bahasa InggrisKategori / Topik「英語」 menerangkan bidang pelajarannya, yaitu bahasa Inggris.
車のドアkuruma no doapintu mobilBagian dari keseluruhan「車」 menunjukkan bahwa pintu tersebut adalah bagian dari mobil.
花まつりhana matsurifestival bungaTema / Topik「花」 menerangkan tema utama dari festival tersebut.
冬の朝fuyu no asapagi musim dinginWaktu / Musim「冬」 menunjukkan waktu terjadinya, yaitu pada musim dingin.
コーヒーカップkōhī kappucangkir kopiTujuan / Fungsi「コーヒー」 menjelaskan bahwa cangkir digunakan untuk kopi.
山道yamamichijalan gunungKata majemuk tetap (tanpa の)「山」 menerangkan lokasi jalan, yaitu jalan di pegunungan.
東京の会社の人toukyou no kaisha no hitoorang dari perusahaan di TokyoBerantai / Kompleks「東京」 menerangkan tempat perusahaan, sedangkan 「会社」 menjelaskan tempat kerja orang tersebut.

Penjelasan Tambahan:

1. Frasa dengan の (no) → menunjukkan hubungan yang lebih jelas dan fleksibel, dapat digunakan dalam banyak konteks.

2. Frasa tanpa の → biasanya merupakan kata majemuk yang sudah menjadi istilah tetap (熟語 / jukugo) dan tidak bisa disisipkan partikel.

3. Frasa berantai (連続修飾 / renzoku shuushoku) →memungkinkan lebih dari dua kata benda berhubungan, dari yang paling umum hingga yang paling spesifik.

1000392202
コーヒーカップ (kōhī kappu) – Secangkir kopi (menjelaskan bahwa cangkir digunakan untuk kopi.)

Kasus Tanpa Partikel “の” (の省略 / No Shōryaku)

Dalam bahasa Jepang, pola umum pembentukan frasa nomina adalah 名詞1 + の + 名詞2 (meishi 1 + no + meishi 2). Namun, dalam beberapa situasi, partikel の (no) dapat dihilangkan tanpa mengubah makna utama. Fenomena ini disebut の省略 (no shōryaku), atau penghilangan partikel “no.”

Biasanya, penghilangan partikel ini terjadi ketika dua kata benda sudah membentuk istilah tetap (熟語 / jukugo) atau kombinasi yang umum digunakan dalam bahasa Jepang.

1. Kata Majemuk Tetap (熟語 / Jukugo)

Beberapa frasa kata benda telah menyatu menjadi satu kata majemuk dan tidak lagi membutuhkan partikel の.Kata-kata seperti ini sering ditemukan dalam kosa kata umum, nama tempat, atau istilah sehari-hari.

Contoh:

Frasa NominaRomajiArti Bahasa IndonesiaAnalisis
山道yamamichijalan gunung「山」 (gunung) + 「道」 (jalan) membentuk satu kata majemuk tetap yang berarti “jalan di gunung.”
雨雲amagumoawan hujan「雨」 (hujan) menjelaskan jenis awan (雲), yaitu awan yang membawa hujan.
花火hanabikembang api「花」 (bunga) + 「火」 (api) menunjukkan api yang menyerupai bunga di langit, yaitu “kembang api.”
電車駅densha ekistasiun kereta「電車」 (kereta listrik) + 「駅」 (stasiun) menunjukkan tempat untuk naik atau turun kereta.
水道水suidousuiair ledeng「水道」 (saluran air) + 「水」 (air) berarti air yang berasal dari sistem saluran atau pipa air.

Catatan:

  • Dalam kasus ini, kedua kata benda digabungkan secara langsung untuk membentuk satu kata baru dengan makna khusus.
  • Penggunaan の akan terdengar tidak alami jika ditambahkan.

2. Istilah Teknis atau Nama Khusus

Banyak nama benda, tempat, maupun profesi juga tidak menggunakan の karena sudah menjadi istilah baku. Contoh:

Frasa NominaRomajiArti Bahasa Indonesia
日本語学校nihongo gakkousekolah bahasa Jepang
東京大学toukyou daigakuUniversitas Tokyo
社長室shachou shitsuruang direktur
医者助手isha joshuasisten dokter

Catatan:Dalam konteks seperti ini, bentuk tanpa の terdengar lebih resmi dan ringkas, serta umum digunakan pada nama institusi atau jabatan.

3. Gabungan yang Bermakna Alami atau Umum

Kadang, dua kata benda yang sering dipakai bersama dianggap sudah cukup jelas maknanya tanpa perlu の. Contoh:

Frasa NominaRomajiArti Bahasa IndonesiaAnalisis
朝ごはんasagohansarapan(pagi + nasi/makanan) → makanan yang dimakan pada pagi hari.
夜空yozoralangit malam(malam + langit) → langit yang tampak pada waktu malam.
月光gekkousinar bulan(bulan + cahaya) → cahaya yang berasal dari bulan.
日本語学校nihongo gakkousekolah bahasa Jepang(bahasa Jepang + sekolah) → sekolah tempat belajar bahasa Jepang.
東京大学toukyou daigakuUniversitas Tokyo(Tokyo + universitas) → universitas yang berlokasi di Tokyo.
社長室shachou shitsuruang direktur(direktur + ruang) → ruangan yang digunakan oleh direktur.
医者助手isha joshuasisten dokter(dokter + asisten) → orang yang membantu pekerjaan dokter.
山道yamamichijalan gunung(gunung + jalan) → jalan yang terletak di daerah pegunungan.
花火hanabikembang api(bunga + api) → api yang mekar seperti bunga di langit (kembang api).
水道水suidousuiair ledeng(saluran air + air) → air yang berasal dari pipa atau saluran air.

Penjelasan:Gabungan tersebut menggambarkan satu konsep alami atau fenomena umum, sehingga tidak membutuhkan partikel penghubung.

4. Perbedaan Nuansa antara Bentuk dengan dan tanpa “の”

Beberapa kombinasi dapat digunakan dengan atau tanpa の, tetapi maknanya bisa sedikit berbeda. Contoh:

Dengan のTanpa のPerbedaan Makna
日本の会社 (nihon no kaisha)日本会社 (nihon gaisha)Bentuk dengan の menunjukkan hubungan kepemilikan atau asal (“perusahaan Jepang”) secara alami. Bentuk tanpa の jarang digunakan, terdengar kaku atau seperti nama resmi perusahaan.
学生の寮 (gakusei no ryō)学生寮 (gakuseiryō)Bentuk tanpa の lebih umum digunakan untuk nama tempat atau istilah tetap, seperti “asrama siswa”. Sedangkan bentuk dengan の menekankan hubungan kepemilikan atau penjelasan biasa (“asrama milik siswa”).
子どもの本 (kodomo no hon)子ども本 (kodomo hon)Bentuk dengan の terdengar alami untuk percakapan umum (“buku anak-anak”). Bentuk tanpa の jarang digunakan dan terdengar seperti nama toko atau kategori produk (“buku anak” sebagai label komersial).
学校の先生 (gakkou no sensei)学校先生 (gakkou sensei)Bentuk tanpa の tidak umum dan terdengar tidak alami. Bentuk dengan の menunjukkan hubungan tempat bekerja (“guru sekolah”).
車のドア (kuruma no doa)車ドア (kuruma doa)Bentuk tanpa の bisa muncul dalam konteks teknis atau nama produk (“pintu mobil” sebagai istilah teknis), tapi bentuk dengan の lebih umum dalam percakapan biasa.
1000392206
医者助手(isha joshu) – asisten dokter

Perbandingan: 名詞+名詞 vs 名詞+の+名詞(Meishi + Meishi vs Meishi + no + Meishi)

Dalam bahasa Jepang, dua kata benda (名詞 / meishi) dapat digabungkan untuk membentuk frasa nomina (名詞句 / meishi-ku).Namun, ada dua pola utama yang digunakan:

1. Tanpa partikel の (no) → Meishi + Meishi
2. Dengan partikel の (no) → Meishi + no + Meishi

Kedua bentuk ini memiliki perbedaan dalam nuansa makna, tingkat keformalan, dan struktur gramatikal. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Pola: 名詞+の+名詞 (Meishi + no + Meishi)

Pola umum dan paling fleksibel untuk menghubungkan dua kata benda.Kata benda pertama berfungsi sebagai penjelas, sedangkan kata benda kedua adalah inti (yang dijelaskan).

Rumus: 名詞1 + の + 名詞2(Kata benda 1 menerangkan kata benda 2)
Contoh:

Frasa NominaRomajiArti Bahasa Indonesia
日本の車nihon no kurumamobil Jepang
学生の本gakusei no honbuku milik siswa
東京の会社toukyou no kaishaperusahaan di Tokyo
母の料理haha no ryourimasakan ibu

Ciri-ciri:

  • Struktur paling umum dan alami untuk menjelaskan hubungan antara dua kata benda.
  • Dapat digunakan untuk menunjukkan kepemilikan, asal, kategori, waktu, atau hubungan lainnya.

Cocok untuk semua konteks formal maupun informal.

2. Pola: 名詞+名詞 (Meishi + Meishi)

Digunakan ketika dua kata benda menyatu membentuk satu istilah baru (熟語 / jukugo), atau sudah menjadi kata majemuk tetap dalam bahasa Jepang.

Rumus: 名詞1 + 名詞2(Dua kata benda langsung digabung tanpa partikel)
Contoh:

Frasa NominaRomajiArti Bahasa Indonesia
山道yamamichijalan gunung
花火hanabikembang api
学生寮gakuseiryōasrama siswa
電車駅densha ekistasiun kereta

Ciri-ciri:

  • Biasanya digunakan pada kata benda majemuk yang sudah menjadi istilah tetap.
  • Tidak bisa disisipkan partikel lain di antara kedua kata.
  • Lebih ringkas, dan sering muncul pada nama tempat, profesi, atau benda.
  • Tidak semua kombinasi dapat memakai pola ini hanya frasa yang umum dan sudah dikenal.

3. Perbandingan Makna dan Nuansa

Aspek名詞+の+名詞名詞+名詞
Makna umumHubungan penjelasan yang fleksibelSatu konsep atau kata majemuk tetap
Keterikatan maknaLonggar, makna antar kata masih bisa dipisahkanKuat, kedua kata menyatu membentuk satu makna utuh
KegunaanUntuk berbagai hubungan seperti asal, pemilik, kategori, waktu, tempat, dll.Untuk istilah tetap, nama, atau gabungan kata yang umum digunakan
Konteks penggunaanUmum, sering digunakan dalam percakapan dan tulisan sehari-hariTerbatas pada kata majemuk, istilah resmi, atau nama tempat/organisasi
Contoh学生の寮 (gakusei no ryō) → asrama milik siswa学生寮 (gakuseiryō) → asrama siswa (nama tempat)
Kesan gaya bahasaNetral dan deskriptifLebih singkat dan padat, terdengar formal atau baku
Kemungkinan variasiDapat diperluas (mis. 東京の大学の先生)Tidak bisa diperluas, bentuknya tetap

4. Contoh Perbandingan dalam Kalimat

Dengan のTanpa のPerbedaan Nuansa
学生の寮に住んでいます。(Gakusei no ryō ni sunde imasu.)学生寮に住んでいます。(Gakuseiryō ni sunde imasu.)Keduanya berarti “tinggal di asrama siswa.” Bentuk tanpa の terdengar lebih alami sebagai nama tempat resmi (asrama khusus siswa).
日本の会社で働いています。(Nihon no kaisha de hataraite imasu.)日本会社で働いています。(Nihon gaisha de hataraite imasu.)Bentuk tanpa の tidak lazim; terdengar seperti nama perusahaan tertentu, bukan keterangan umum “perusahaan Jepang.”
花の祭りに行きました。(Hana no matsuri ni ikimashita.)花まつりに行きました。(Hana matsuri ni ikimashita.)Keduanya berarti “pergi ke festival bunga.” Bentuk tanpa の digunakan jika “Hanamatsuri” adalah nama acara khusus.

Contoh Kalimat Modifikasi Kata Benda dengan Kata Benda (名詞+名詞 / 名詞+の+名詞)

Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan pola modifikasi kata benda dengan kata benda beserta penjelasannya:

1. 名詞+の+名詞 (Menggunakan partikel “の”)

1. 日本の文化はとてもおもしろいです。(Nihon no bunka wa totemo omoshiroi desu.) – Budaya Jepang sangat menarik.
日本 (Jepang) menjelaskan 文化 (budaya) → budaya yang berasal dari Jepang.

2. 先生の本を読みました。(Sensei no hon o yomimashita.) – Saya membaca buku milik guru.
先生 (guru) menjelaskan 本 (buku) → buku milik guru.

3. 東京の会社で働いています。(Tōkyō no kaisha de hataraite imasu.) – Saya bekerja di perusahaan Tokyo.
東京 (Tokyo) menjelaskan 会社 (perusahaan) → perusahaan yang berada di Tokyo.

4. 学生の生活は大変です。(Gakusei no seikatsu wa taihen desu.) – Kehidupan mahasiswa itu berat.
学生 (mahasiswa) menjelaskan 生活 (kehidupan) → kehidupan seorang mahasiswa.

1000392234
(Gakusei no seikatsu wa taihen desu.) – Kehidupan mahasiswa itu berat.

2. 名詞+名詞 (Tanpa partikel “の”)

1. 電車駅はこの近くにあります。(Densha eki wa kono chikaku ni arimasu.) – Stasiun kereta ada di dekat sini.
電車 (kereta) + 駅 (stasiun) → stasiun kereta (bukan milik, tapi jenis tempat).

2. 山道を歩きました。(Yamamichi o arukimashita.) – Saya berjalan di jalan gunung.
山 (gunung) + 道 (jalan) → jalan yang berada di gunung.

3. 料理教室に行きます。(Ryōri kyōshitsu ni ikimasu.) – Saya pergi ke kelas memasak.
料理 (masakan) + 教室 (kelas) → kelas untuk belajar memasak.

4. 日本語学校で勉強しています。(Nihongo gakkō de benkyō shiteimasu.) – Saya belajar di sekolah bahasa Jepang.
日本語 (bahasa Jepang) + 学校 (sekolah) → sekolah khusus bahasa Jepang.

Variasi Makna Berdasarkan Jenis Hubungan

Dalam pola modifikasi kata benda dengan kata benda (名詞+名詞 / 名詞+の+名詞), hubungan antara kedua kata benda tidak selalu sama. Maknanya bisa berbeda tergantung konteks dan jenis keterkaitannya.

Berikut adalah beberapa variasi makna utama yang sering muncul dalam bahasa Jepang:

  1. Hubungan Asal atau Tempat (出所・場所)

Menunjukkan asal, daerah, atau tempat suatu benda, orang, atau hal berasal.

  • 日本の車 (nihon no kuruma) → mobil Jepang (mobil yang berasal dari Jepang)
  • 東京の大学 (tōkyō no daigaku) → universitas di Tokyo
  • 京都の神社 (kyōto no jinja) → kuil Shinto di Kyoto

Makna: “dari / yang berada di …”

2. Hubungan Kepemilikan atau Pemilik (所有)

Menunjukkan milik atau kepunyaan seseorang atau sesuatu.

  • 先生の本 (sensei no hon) → buku guru (buku milik guru)
  • 友だちの家 (tomodachi no ie) → rumah teman
  • 父の車 (chichi no kuruma) → mobil ayah

Makna: “milik / punya / kepunyaan …”

3. Hubungan Bahan atau Unsur Pembentuk (材料)

Menjelaskan dari bahan apa sesuatu dibuat.

  • 木の机 (ki no tsukue) → meja kayu
  • 鉄の橋 (tetsu no hashi) → jembatan besi
  • ガラスのコップ (garasu no koppu) → gelas kaca

Makna: “yang terbuat dari …”

4. Hubungan Isi atau Kandungan (内容)

Menunjukkan isi atau apa yang ada di dalam suatu benda.

  • 水のボトル (mizu no botoru) → botol air
  • コーヒーのカップ (kōhī no kappu) → cangkir kopi
  • 猫の写真 (neko no shashin) → foto kucing

Makna: “yang berisi / tentang …”

5. Hubungan Jenis, Bidang, atau Tema (種類・分野・テーマ)

Menunjukkan kategori, bidang, atau tema dari sesuatu.

  • 日本語学校 (nihongo gakkō) → sekolah bahasa Jepang
  • 科学の本 (kagaku no hon) → buku sains
  • 音楽の先生 (ongaku no sensei) → guru musik

Makna: “yang berhubungan dengan / bertema …”

6.Hubungan Tujuan atau Fungsi (目的・機能)

Menunjukkan untuk apa atau berfungsi sebagai apa sesuatu digunakan.

  • 料理教室 (ryōri kyōshitsu) → kelas memasak
  • 子どもの服 (kodomo no fuku) → pakaian anak-anak (untuk anak-anak)
  • 魚のナイフ (sakana no naifu) → pisau untuk ikan

Makna: “untuk / yang digunakan untuk …”

7. Hubungan Waktu atau Periode (時間・期間)

Menunjukkan kapan sesuatu terjadi atau berlaku.

  • 夏の休み (natsu no yasumi) → liburan musim panas
  • 今日のニュース (kyō no nyūsu) → berita hari ini
  • 去年の映画 (kyonen no eiga) → film tahun lalu

Makna: “pada / di … (waktu tertentu)”

8. Hubungan Sebab, Alasan, atau Sumber (原因・理由・根拠)

Menunjukkan penyebab atau alasan suatu hal terjadi.

  • 事故のニュース (jiko no nyūsu) → berita tentang kecelakaan
  • 戦争の話 (sensō no hanashi) → cerita tentang perang
  • 病気のための薬 (byōki no tame no kusuri) → obat untuk penyakit

Makna: “karena / tentang / untuk …”

1000392236
(byōki no tame no kusuri) → obat untuk penyakit

Modifikasi Bertingkat (Frasa Ganda / 多層の名詞修飾)

Dalam bahasa Jepang, modifikasi bertingkat atau frasa ganda (多層の名詞修飾, tasō no meishi shūshoku) terjadi ketika lebih dari dua kata benda digunakan secara berurutan untuk membentuk satu frasa yang kompleks.Pola ini memungkinkan pembicara menyampaikan hubungan yang berlapis-lapis antara beberapa kata benda dengan tetap menjaga struktur yang ringkas.

Pola Umum

  • Frasa bertingkat biasanya mengikuti pola berikut: 名詞1 の 名詞2 の 名詞3(Kata benda 1 menjelaskan kata benda 2, dan gabungan itu menjelaskan kata benda 3)
  • Struktur ini bisa terus berlanjut sesuai kebutuhan konteks, meskipun dalam praktik sehari-hari biasanya tidak lebih dari tiga tingkat agar tidak terlalu panjang atau membingungkan.

Contoh dan Analisis

1. 日本の会社の社長 (Nihon no kaisha no shachō) – Direktur perusahaan Jepang

  • 日本の会社 → perusahaan Jepang
  • 会社の社長 → direktur perusahaan

➡️ Keseluruhan berarti direktur dari perusahaan Jepang.

2. 学生の日本語の先生 (Gakusei no nihongo no sensei) – Guru bahasa Jepang dari mahasiswa

  • 日本語の先生 → guru bahasa Jepang
  • 学生の~ → milik atau terkait dengan mahasiswa

➡️ Maknanya: guru bahasa Jepang yang dimiliki atau diajar oleh para mahasiswa.

3. 東京大学の学生の友だち(Tōkyō daigaku no gakusei no tomodachi) – Teman dari mahasiswa Universitas Tokyo

  • 東京大学の学生 → mahasiswa Universitas Tokyo
  • 学生の友だち → teman mahasiswa

➡️ Keseluruhan berarti teman dari mahasiswa Universitas Tokyo.

4. 夏の子どもの祭り(Natsu no kodomo no matsuri) – Festival anak-anak di musim panas

  • 子どもの祭り → festival anak-anak
  • 夏の~ → yang diadakan pada musim panas

➡️ Artinya festival anak-anak yang berlangsung pada musim panas.

5. 学校の日本語の先生の本 (Gakkō no nihongo no sensei no hon ) – Buku milik guru bahasa Jepang di sekolah

  • 学校の日本語の先生 → guru bahasa Jepang di sekolah
  • 先生の本 → buku milik guru

➡️ Maknanya buku milik guru bahasa Jepang yang bekerja di sekolah.

Tips untuk Memahami Frasa Bertingkat

1. Baca dari kanan ke kiri secara makna.

Kata benda paling kanan adalah inti (kata utama), sedangkan yang di sebelah kiri berfungsi sebagai penjelas berurutan.

Contoh:

日本の会社の社長 → (社長) direktur → dari (会社) perusahaan → (日本) Jepang→ “Direktur perusahaan Jepang.”

2. Gunakan tanda kurung mental (grouping).

Pecah frasa menjadi bagian kecil agar mudah dipahami.

Misalnya:((日本の会社)の社長) → (direktur) dari (perusahaan Jepang)

3. Jangan terlalu panjang.

Dalam percakapan alami, orang Jepang biasanya membatasi hingga 2–3 tingkat agar kalimat tetap mudah dimengerti.

Kekeliruan Umum dalam Penggunaan Frasa Nomina (よくある間違い)

Dalam pembelajaran bahasa Jepang, pola modifikasi kata benda dengan kata benda (名詞+名詞 / 名詞+の+名詞) sering menimbulkan kebingungan bagi pelajar, terutama dalam hal pemakaian partikel の (no) dan urutan kata benda.Berikut beberapa kesalahan umum beserta penjelasan dan cara memperbaikinya agar penggunaan frasa nomina menjadi lebih tepat dan alami.

1. Menghilangkan “の” Saat Sebenarnya Diperlukan

❌ 日本車が好きです。

✔️ 日本の車が好きです。(Nihon no kuruma ga suki desu.) – Saya suka mobil Jepang.

Penjelasan:Beberapa pelajar mengira kata benda bisa langsung digabung seperti bahasa Indonesia (“mobil Jepang”), padahal dalam bahasa Jepang perlu partikel の (no) untuk menunjukkan hubungan asal atau kepemilikan.Kecuali bila sudah menjadi jukugo (kata majemuk tetap) seperti 日本語 (nihongo).

2. Menambahkan “の” pada Kata Majemuk Tetap

❌ 日本の語学校で勉強します。

✔️ 日本語学校で勉強します。(Nihongo gakkō de benkyō shimasu. ) – Saya belajar di sekolah bahasa Jepang.

Penjelasan:

  • Frasa 日本語学校 adalah kata majemuk tetap (熟語 / jukugo), bukan gabungan bebas.
  • Menambahkan の di tengah akan membuat frasa terdengar tidak alami.
1000392271
(Nihongo gakkō de benkyō shimasu. ) – Saya belajar di sekolah bahasa Jepang.

3. Urutan Kata Benda yang Terbalik

❌ 車の日本が有名です。

✔️ 日本の車が有名です。(Nihon no kuruma ga yūmei desu.) – Mobil Jepang terkenal.

Penjelasan:

  • Urutan kata benda dalam bahasa Jepang selalu dari penjelas ke utama.
  • Kata benda yang menjelaskan (日本) diletakkan di depan, bbukan di belakang seperti dalam bahasa Indonesia.

4. Menggunakan “の” Terlalu Banyak dalam Satu Frasa

❌ 東京の大学の学生の友だちの家

✔️ 東京大学の学生の友だちの家 (Tōkyō daigaku no gakusei no tomodachi no ie ) – Rumah teman mahasiswa Universitas Tokyo.

Penjelasan:

  • Jika sebuah nama sudah merupakan satu istilah (misalnya 東京大学 = Universitas Tokyo), tidak perlu menambahkan の lagi di dalamnya.
  • Gunakan の hanya untuk menghubungkan frasa yang belum menjadi satu kesatuan makna tetap.

5. Salah Menafsirkan Hubungan Makna

❌ 子どもの椅子 → kursi milik anak

✔️ 子ども用の椅子 → kursi untuk anak-anak.

Penjelasan:

  • Partikel の tidak selalu menunjukkan “untuk”.
  • Jika ingin menyatakan fungsi atau tujuan, gunakan 用の (yō no) atau pola lain yang sesuai konteks.

6. Menganggap Semua Pola Harus Pakai “の”

❌ 魚の店で働きます。

✔️ 魚屋で働きます。(Sakanaya de hatara kimasu.) – Saya bekerja di toko ikan.

Penjelasan:

  • Kata 魚屋 (sakanaya) sudah menjadi satu kata benda majemuk.
  • Menambahkan の akan terdengar janggal dan tidak alami.

7. Frasa Terlalu Panjang tanpa Kejelasan

❌ 東京の日本語の会社の友だちの先生の…

✔️ Bagi menjadi beberapa bagian: 東京の日本語学校の先生の友だち (teman guru sekolah bahasa Jepang di Tokyo)

Penjelasan:

  • Frasa nomina yang terlalu panjang membuat kalimat sulit dimengerti.
  • Gunakan struktur yang lebih pendek atau pisahkan menjadi dua kalimat untuk menjaga kejelasan makna.

Kesimpulan

Modifikasi kata benda dengan kata benda (名詞+名詞 / 名詞+の+名詞) merupakan salah satu pola penting dalam tata bahasa Jepang yang memungkinkan kita membentuk frasa nomina yang kompleks dan bermakna jelas. Melalui pola ini, dua atau lebih kata benda dapat digabungkan untuk menunjukkan hubungan asal, kepemilikan, bahan, isi, fungsi, waktu, atau tema, tergantung konteks kalimat.

Penggunaan partikel の (no) berperan penting sebagai penghubung dan penjelas, namun dalam beberapa kasus tertentu (seperti kata majemuk tetap atau jukugo), partikel ini dapat dihilangkan tanpa mengubah makna. Selain itu, memahami urutan kata benda dan tingkat hubungan (frasa bertingkat) juga menjadi kunci agar kalimat terdengar alami seperti penutur asli.

Dalam praktiknya, pembelajar perlu memperhatikan:

  • Kapan menggunakan dan kapan menghilangkan の,
  • Urutan kata benda (penjelas → utama),
  • Dan konteks hubungan antar benda agar tidak salah tafsir.

Dengan menguasai pola ini, kita dapat mengekspresikan berbagai hal dengan cara yang lebih padat, alami, dan khas bahasa Jepang, baik dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan formal.Minasan ingin lebih mengenal filosofi dan keindahan budaya Jepang lainnya mulai dari bahasa, makanan, hingga nilai kehidupan jangan lupa untuk terus membaca artikel menarik di Pandaikotoba, dan ikuti Instagram-nya agar tidak ketinggalan wawasan baru seputar Jepang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *