Culture

Maiko, Anak Magang Geisha

maiko geisha payung

Salah satu dari sekian banyak yang populer dari budaya Jepang adalah Geisha.  Tak banyak orang tahu, bahwa sebelum menjadi seorang Geisha, mereka memulainya dengan menjadi seorang Maiko.

Apa itu Maiko?

Maiko secara harfiah berarti gadis penari. Pelatihan menjadi seorang Maiko bisa memakan waktu sampai lima tahun. Kebanyakan perempuan Jepang, memulai pelatihannya sebagai Maiko sejak usia 15 tahun. Ada banyak hal yang mesti dikuasai oleh seseorang yang ingin menjadi Maiko. 

Tahap pertama pelatihan disebut dengan tahap persiapan. Tahap persiapan menghabiskan waktu kurang lebih sekitar enam bulan. Para peserta pelatihan disebut Shikomi San. Jika lulus tahap ini, mereka didaulat menjadi seorang Maiko dan dipekerjakan di Okiya.

Okiya adalah sebuah tempat semacam rumah Geisha (penginapan/tempat minum-minum), yang juga berperan sebagai agen tempat pelatihan Maiko. Okiya dikelola oleh seseorang yang disebut Okaasan. Okaasan (ibu) adalah istilah yang merujuk pada seseorang yang menjalankan Okiya dan “mengasuh” para Maiko, seolah-olah berperan sebagai ibu yang mengurusi anak-anaknya.

maiko

Okaasan ini pula yang mewawancarai para calon peserta sebelum dimulainya pelatihan. Okaasan akan memeriksa dan menimbang-nimbang apakah seorang gadis memenuhi syarat untuk menjalani pelatihan atau tidak.

Jika lulus, maka peserta pelatihan Maiko (Shikomi san) akan diajari berbagai macam keterampilan, seperti cara memainkan lagu-lagu tradisional, menari, memainkan alat musik Shamisen, serta bertanggung jawab atas beberapa pekerjaan rumah.

Selama pelatihan, Shikomi San tidak diperbolehkan untuk bertemu dengan keluarganya, bahkan untuk sekadar berbincang lewat telepon. Shikomi San hanya diperbolehkan mengirimi surat pada keluarganya.

Sebagai bagian dari pelatihan, Shikomi San akan dipasangakan dengan Oneesan (Kakak), yang bertugas sebagai mentor selama pelatihan. Oneesan akan terus membimbing Shikomi san dalam berbagai hal selama pelatihan, dan sebaliknya Shikomi San akan membantu Oneesan mempersiapkan pakaian dan make up setiap kali senior mereka akan tampil di Ochaya (rumah teh).

Gaya Rambut

Selama pelatihan, mereka tidak diperkenankan menggunakan rambut palsu dalam penataan rambutnya. Mereka menata rambut aslinya sendiri sesuai dengan level. Misalnya, gaya rambut Wareshinobu biasa dikenakan oleh seorang Maiko Junior, yang biasanya berusia di bawah 18 tahun.

gaya rambut maiko

Dari tampak depan, kita bisa melihat tiga bagian dari gaya rambut ini: Dua “sayap”, sebelah kiri dan kanan, serta sebagian kecil rambut disapu ke belakang di tengah kepala, tepat di atas dahi.

gaya rambut maiko

Tampak belakang, kita juga bisa melihat tiga bagian rambut: sama seperti tampak depan, dua “sayap” di sebelah kiri dan kanan, serta sanggul besar di bagin tengah. Sanggul ini ditopang semacam bantalan merah, yang dibiarkan terbuka di bagian atas dan bawah sanggul.

Gaya rambut ini biasanya dihiasi juga dengan jepit rambut yang dijalin di bagian atas rambut. Biasanya berbentuk kupu-kupu atau motif lainnya. Maiko tidur menggunakan bantal khusus, agar tidak merusak penataan rambutnya.

Pakaian

Maiko menggunakan kimono yang ditenun. Kimono yang dikenakan mesti memperlihatkan keanggunan yang berkelas. Jika seorang Maiko adalah bagian dari Okiya, maka simbol Okiya tempatnya hidup sebagai Maiko akan dikenakan di bagian Obi (sabuk pinggang).

maiko geisha

Alas kaki yang digunakan oleh Maiko disebut Okobo. Okobo terbuat dari kayu pohon Paulownia. Tinggi Okobo biasanya 5-6 inci, disesuaikan dengan tinggi Maiko. Gadis yang lebih tinggi dari 160 cm, dianggap terlalu tinggi dan akan ditolak saat mengajukan diri menjadi seorang Maiko.

alas kaki maiko geta okobo

Make Up

Maiko menggunakan pondasi bedak berwarna putih, mempertegas alis agar terlihat tipis, eyeshadow berona merah, dan bibir yang juga bergincu merah dibentuk lebih kecil dari bentuk bibir aslinya.  Maiko menggunakan Bintsuke-Abura (make up berbahan dasar kacang kedelai) sebagai pondasi putih pada make upnya agar bisa menempel lebih lama pada wajah.

make up maiko
Foto: Geimei

Pondasi putih pada wajah ini yang disebut Kabuki Oshiroi. Ada alasan tertentu kenapa wajah Maiko dipulas seputih mungkin, hal ini dikarenakan wajah putih akan memantulkan keindahan wajah pada malam hari, apalagi ketika jaman dahulu belum ada listrik dan penerangan hanya mengandalkan cahaya lillin.

Tugas Maiko

Maiko harus menjalani dan berhasil menyelesaikan pelatihan di Okiya. Okiya akan memfasilitasi mereka dalam segala hal, di antaranya penginapan, pakaian, make up, dan kebutuhan makanan sehari-hari.

Sebagai gantinya, Maiko harus membayarkan segala macam kebutuhan hidup tersebut setelah mulai bekerja sebagai seorang Maiko. Semua pendapatan Maiko akan langsung masuk ke kantong Okaasan. Okaasan akan menyisihkan sedikit untuk uang saku Maiko.

Setelah menyelesaikan pelatihan yang kurang lebih memakan waktu lima tahun, maka Maiko akan resmi menjadi Geisha.

maiko geisha

Referensi: motivistjapan

Leave a Reply

Your email address will not be published.