Bahasa Jepang Bisnis,  Karir Jepang

10 Kotoba tentang Manufaktur dalam bahasa Jepang

man standing beside heavy equipment
Photo by Kateryna Babaieva on Pexels.com

Mina san, di masa ini banyak sekali orang Indonesia yang bekerja di berbagai bidang di Jepang. Ada yang bekerja di bidang pariwisata, pendidikan, administrasi, marketing, kedokteran, keperawatan, dan yang tak kalah banyak jumlah tenaga kerja Indonesia nya, adalah pekerja di bidang manufaktur. Sering kali, di awal kita menekuni pekerjaan kita, banyak sekali kotoba baru yang awam di telinga kita. Biasanya kotoba senmon yougo (kotoba bidang khusus) yang sering membuat kita bingung karena sebelumnya tidak kita pelajari pada saat belajar di kursus bahasa Jepang atau sekolah.

Kali ini, kita cek dulu 10 kotoba dalam bidang manufaktur yang bisa membantu Mina san saat bekerja di bidang ini!

1. もの作り (Monozukuri)

Harfiahnya, monozukuri berarti membuat barang, terdiri dari kotoba “mono” yang berarti barang dan “zukuri” dari asal kata “tsukuru” yang berarti membuat. Namun, lebih dari pada itu, monozukuri termasuk ke dalam konsep penting dalam bidang manufaktur dalam memproduksi sebuah barang. Konsepnya adalah membuat produk terbaik dengan terus mengembangkan dan menyempurnakan proses serta teknologi pembuatannya.

Nah, tak kalah pentingnya dengan Monozukuri, dalam bidang manufaktur terkenal juga konsep hitozukuri, Seperti halnya arti harfiah dari monozukuri, hitozukuri terdiri dari kata “hito” yang berarti orang dan kata “zukuru” yang telah dijelaskan di atas. Pada dasarnya, monozukuri akan berjalan dengan baik dengan dasar hitozukuri yang baik. Jadi, kedua hal ini memang saling berkaitan dan sama pentingnya, juga, keduanya tentunya harus terus dikembangkan agar produk yang dibuat menjadi produk yang unggul. Ternyata maknanya luas ya!

2. 生産 (Seisan)

Seisan artinya produksi. Maknanya adalah, memproses barang mentah (material) menjadi barang atau produk jadi, biasanya dalam beberapa tahap ya, Mina san!

3. 先入先出 (Saki ire saki dashi)

Photo by (computerhope.com)

Saki ire saki dashi adalah konsep kontrol barang yang biasa digunakan untuk mengontrol material, perangkat, atau produk jadi untuk dikirimkan ke pelanggan. Dalam bahasa inggris biasa disebut dengan istilah First In First Out atau FIFO. Artinya, barang atau material yang pertama masuk (ke gudang) lah yang harus pertama keluar (digunakan). Konsep ini digunakan salah satunya untuk mencegah terjadinya material atau produk jadi yang terlampau lama tersimpan di gudang (bahkan expired) hingga mengalami penurunan kualitas. Selain FIFO, ada juga konsep LIFO (Last In First Out) atau 後入先出法 (ato ire saki dashi). Berlawanan dengan konsep FIFO, maka dalam konsep LIFO, barang atau material yang pertama keluar (digunakan) adalah barang yang terakhir masuk (ke gudang).

4. 検査 (Kensa)

Kensa dalam bahasa Indonesia berati pengecekan atau inspeksi. Pengecekan ini bisa berarti pengecekan tampilan produk atau bagian dalam/kandungan produk tanpa atau dengan menggunakan bantuan alat ukur atau alat cek. Pengecekan yang dilakukan juga bisa beragam tergantung dari kebutuhan produksi.

5. 品質 (Hinshitsu)

Secara harfiah, hinshitsu berarti kualitas. Dalam bidang manufaktur, bersamaan dengan adanya istilah 安全第一 (anzen daiichi) atau safety first, quality juga menempati peran vital dalam proses sebuah produksi. Maka dari itu selalu ada departemen khusus 品質管理 (hinshitsu kanri) atau Quality Control dan 品質保証 (hinshitsu hoshou) atau Quality Assurance di perusahaan manufaktur. Fungsinya ya untuk memastikan barang yang di produksi terjamin kualitasnya.

6. 管理 (Kanri)

Kanri dalam bahasa Indonesia berarti “kontrol”. Setiap bagian produksi dari mulai proses awal masuknya material ke gudang, hingga produk dikirimkan ke customer tentu membutuhkan kontrol yang maksimal. Mina san, selain digunakan untuk nama departemen Quality Control, kotoba kanri juga biasa menjadi nama bagian departemen Production Control, yakni 生産管理 (seisan kanri). Nah, tentu bukan hanya digunakan untuk nama departemen saja ya! pastinya juga kotoba ini akan sering muncul dalam proses produksi dari awal hingga akhir.

7. 仕掛品 (Shikakarihin)

Shikakarihin adalah bahasa Jepang dari barang setengah jadi atau Work In Process atau Work In Progress. Biasanya disingkat menjadi WIP ya. Barang WIP adalah barang yang masih berada dalam proses produksi dan sudah dilakukan beberapa tahap produksi. Istilah ini bukan hanya muncul dalam bidang manufaktur nih Mina san, di bidang Akuntasi pun istilah ini banyak digunakan. Ya masih tidak jauh cakupannya dengan akuntansi di manufaktur 🙂

8. 完成品 (Kanseihin)

Kanseihin dalam bahasa Indonesia berarti barang jadi, biasanya familiar juga disebut dalam bahasa Inggris menjadi Finish Goods. Kanseihin ini adalah barang yang sudah melewati semua tahap produksi dan pengecekan, siap untuk dikirimkan ke customer.

9. 手直し品 (Tenaoshihin)

Tenaoshihin berarti barang repair. Dalam bidang manufaktur, pada saat melakukan produksi atau pembuatan barang, tentu tidak selalu mulus jalannya. Pasti ada saja barang yang kurang baik hasilnya. Karena kualitasnya yang masih kurang bagus, biasanya apabila setelah dilakukan pengecekan, ternyata produk masih bisa diperbaiki untuk ditingkatkan kualitasnya, maka produk tidak akan dibuang begitu saja, tapi dilakukan proses 手直し (tenaoshi) atau repair atau rework, sehingga nantinya diharapkan barang bisa diperbaiki kualitasnya dan dapat dijual ke customer.

10. 落下品 (Rakkahin)

Rakkahin berarti part jatuh atau barang produksi yang jatuh ke tanah. Adanya rakkahin dalam proses produksi merupakan hal yang tidak boleh terjadi ya Mina san. Untuk produk-produk tertentu, apabila sampai terjatuh ke tanah, bisa langsung memengaruhi kualitas barang yang dibuat. Maka dari itu, sebuah produk yang dibuat dan masih dalam proses produksi harus benar-benar dijaga agar tidak sampai terjatuh ke tanah.

Demikian 10 kotoba yang sering digunakan dalam bidang manufaktur, semoga bisa membantu Mina san yang bekerja di bidang ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.